
Tepat jam 7 malam, Hana masih tersesat di dalam hutan. Suasana terlihat begitu gelap gulita. Sangat mencengkam. Bahkan terdengar samar-samar suara hewan penghuni hutan itu membuat Hana semakin ketakutan.
"Aaarrgghh!"
Karena suasana begitu gelap membuat Hana tak bisa melihat dengan jelas suasana disana, sampai dia terjatuh karena menginjak sebuah batu kecil.
"Shhh...hhh..." Hana meringis. Dia memegang kakinya yang kesakitan, rupanya kakinya berdarah.
Malam ini dia benar-benar sial. Harus menderita seorang diri di dalam kegelapan hutan liar itu. Karena Hana memang tersesat masuk ke dalam hutan liar, yang jarang terjamah manusia, apalagi malam-malam begini.
Hana memang sangat takut kegelapan, makanya dia mendadak lemah jika berada dalam situasi yang gelap seperti ini.
Hana terduduk memeluk kedua lututnya, menyandarkan dirinya ke sebuah pohon. Badannya begitu mengigil. Bahkan rasa sakit di kakinya tidak dia rasa.
Hana benar-benar bleng, tidak tau ke arah mana dia harus pergi. Dia pernah ketakutan seperti ini saat rumahnya kebakaran, namun saat itu dia berusaha untuk kuat, dia harus melindungi Anya, sehingga dia bisa menyelamatkan Anya, membawanya keluar dari rumah. Namun sayangnya kedua orang tuanya tak tertolong, tubuh mereka telah menjadi abu terlahap api bersama seluruh isi rumah, hanya tersisakan tulang dan belulang.
Mama, papa, Hana takut!_ Jerit batin Hana.
...****************...
"Hana!"
"Galvin!"
Semua orang mencari keberadaan Hana dan Galvin dari sore, namun sayangnya keberadaan mereka belum ditemukan juga.
Erland, selaku penanggungjawab di Green Forest itu, dia meminta maaf kepada semua karyawan TVC Media dan juga Morgan bersama tim managementnya karena sampai saat ini keberadaan mereka belum ditemukan juga. Padahal dia sudah mengerahkan banyak tenaga untuk mencari Galvin dan Hana.
"Maafkan kami atas kejadian ini, tapi kami akan berusaha terus mencari mereka sampai ketemu." ucap Erland dengan merendahkan hatinya.
Morgan begitu mengkhawatirkan mereka berdua. Dia sangat tidak tenang sekali. Apalagi dia telah jatuh cinta pada Hana, pastinya tidak ingin terjadi sesuatu pada Hana.
...****************...
Rupanya saat itu Galvin nekad mencari Hana masuk ke dalam hutan liar. Dia yakin sepertinya Hana tersesat saat melihat beberapa bendera yang dia lalui tidak dibawa oleh Hana padahal bendera itu sangat mudah sekali untuk dibawa. Makanya dia terus mencari Hana mengikuti instingnya. Apalagi sama sekali tidak ada jejak sepatu disana padahal kondisi tanah begitu lembab.
Malam ini, Galvin hanya mengandalkan seberkas cahaya senter di ponselnya untuk mencari Hana, sambil mencoba mencari jejak sepatu yang mungkin saja itu adalah jejak kaki Hana, sayangnya saat memasuki hutan liar, dia tak menemukan jejak sepatu lagi, karena kondisi tanah di hutan sana di tumbuhi rerumputan liar.
"Hana!"
"Hana!"
Cahaya senter tak sengaja mengarah ke arah seorang wanita yang sedang bersandar di bawah pohon sambil memeluk kedua lututnya. Wanita itu terlihat sangat ketakutan sekali.
Tidak salah lagi, dia Hana, wanita yang dicarinya. Galvin segera berlari ke arah Hana.
Begitu juga Hana, dia sangat merasa lega saat merasakan ada cahaya senter menyinarinya.
Hana segera berdiri, dia mengerutkan keningnya begitu melihat dengan jelas siapa orang yang mengarahkan senter padanya.
"Galvin?"
Hana tidak mengerti mengapa Galvin berada disana juga, apa Galvin sedang mencarinya? Rasanya tidak mungkin.
Namun tatapannya... mengapa begitu dalam padanya?
"Kenapa kamu bisa..."
Hana tidak meneruskan perkataannya begitu Galvin tiba-tiba menariknya kepangkuannya. Pria itu memeluknya sangat erat, membiarkan kepala Hana terbenam di dadanya yang bidang.
Sikap Galvin membuat Hana kebingungan. Namun jujur saja pelukan Galvin sangat membuat Hana nyaman dan tenang.
Akhirnya aku menemukan kamu, Hana. Aku tidak tau apa yang terjadi padamu. Tapi aku pasti akan melindungi kamu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Promo Novel...
Ini novel tentang mama dan papanya Galvin (Ghea dan Gibran). Genre: cinta terlarang dan perselingkuhan. Khusus dewasa.
...Gairah Cinta adik Ipar...
Ghea yang sudah menikah selama tiga tahun dengan suaminya, dia tidak pernah mendapatkan sentuhan lembut dari suaminya karena sang suami sibuk dengan kekasihnya, hingga akhirnya dia harus terlibat dengan seorang playboy yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.
Gairah keplayboyan Gibran seketika menghilang setelah bertemu Ghea, membuat dia ingin menjadikan Ghea sebagai miliknya.
Padahal sebelum menikah dengan Romi, Ghea lebih dulu di jodohkan dengan Gibran. Tapi Gibran menolak perjodohan itu tanpa ingin tau dulu siapa yang dijodohkan dengannya.