Mysterious Wife

Mysterious Wife
91



Sementara itu kelima bodyguard yang berjaga di halaman depan rumah Samuel, mereka tidak tau dengan apa yang terjadi di belakang rumah, karena mereka sibuk memisahkan Zhoya dan Morgan yang tiba-tiba bertengkar.


"Dasar cewek gatel, ternyata kamu sudah merebut pacar aku." Zhoya mengatakannya dengan emosi.


"Lah salahkan kamu yang gak bisa menjaga pacar kamu." Morgan berkata dengan nada seperti seorang wanita, dia harus berakting secara gratis hari ini.


Para bodyguard terus berusaha memisahkan mereka yang saling menjewer dan menjambak, untung Zhoya menjambak rambut palsu Morgan dengan pelan.


"Jangan berantem disini, sebentar lagi Tuan kami akan segera pulang. Kalian bawa pergi juga wanita yang bernama Tina itu, kemana dia?" kepala bodyguard menjadi curiga karena Galvin tidak ikut keluar bersama Zhoya.


Terlihat dua bodyguard masuk ke dalam untuk mencari Galvin. Membuat Morgan dan Zhoya deg-degan takut ketahuan.


Morgan dan Zhoya masih pura-pura bertengkar, dan saling berbisik.


"Kamu tau kan kelemahan lelaki?" bisik Morgan. Dia pura-pura menjambak rambut Zhoya.


Zhoya menggelengkan kepala, dia tidak mengerti dengan ucapan Morgan, "Gak tau."


"Anu..." Morgan malu mengatakannya.


"Anu apa?"


"Yang semalam kamu lihat itu, yang mungkin gak bisa kamu lupakan."


Wajah Zhoya memerah begitu mendengar ucapan Morgan.


"Jangan membayangkannya sekarang. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Ayo kita hajar mereka."


Morgan memeluk Zhoya dari belakang, memeluk erat perutnya lalu mengangkat tubuh Zhoya, sambil berputar dengan pelan. Lalu Zhoya menendang dengan sangat keras satu persatu ketiga bodyguard yang dari tadi berusaha memisahkan mereka. Tepat sasaran, mengenai joni mereka.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


"Arrrggghhh!" Ketiga bodyguard itu mengerang merasakan linu dibagian area benda pusakanya. Membuat wajah mereka memucat dan tubuh mereka tak berdaya.


Suara rintihan mereka terdengar oleh dua bodyguard yang baru masuk ke dalam untuk mencari Galvin.


Morgan melempar rambut palsu yang dia pakai, dia meraih tangan Zhoya, membawanya berlari, "Ayo cepat kita pergi!"


Kedua bodyguard segera mengejar mereka, "Hei tunggu, brengsek!"


Ckittttt...


Beruntung mobil yang dikendarai Galvin dan Hana berhenti tepat di depan mereka.


"Cepat masuk!" suruh Galvin pada Morgan dan Zhoya.


Mereka segera masuk ke dalam. Di kursi jajaran kedua. Begitu pintu tertutup, kedua bodyguard menyerang mobil mereka dengan memecahkan kaca mobil.


"Aaaa!" Zhoya hanya bisa menjerit, hampir saja pecahan kaca mengenai dirinya, beruntung Morgan menarik Zhoya kepangkuannya.


Galvin segera menjalankan mobilnya kembali, dengan kecepatan tinggi, dia harus segera sampai ke bandara karena telah menyuruh pilot pribadinya untuk mempersiapkan pesawat miliknya. Mereka harus pulang ke Indonesia hari ini juga.


Zhoya melepaskan diri dari Morgan, mereka berdua menjadi salah tingkah.


"A-aku gak apa-apa kak." jawab Zhoya, entah mengapa dia menjadi deg-degan saat berada di pelukan Morgan.


Morgan memperhatikan Galvin yang sudah berpenampilan selayaknya laki-laki dan make up juga sudah tak terlihat lagi di wajahnya, sementara dia masih memakai rok mini, "Wah curang lu, masa gue masih berpenampilan seperti ini!" protesnya.


Hana dan Zhoya menahan tawa memperhatikan penampilan Morgan.


"Ya gak apa-apa, jadi kan gue serasa pangeran dikelilingi tiga bidadari cantik." Galvin terkekeh. Dia masih fokus menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.


Mobil yang dikendarai Galvin tidak sengaja berpapasan dengan mobil yang ditumpangi Samuel.


Samuel terkejut saat melihat Hana dan Galvin berada di dalam mobil itu, "Cepat kejar mereka!" Suruh Samuel kepada supirnya.


Samuel sangat marah karena Galvin berhasil membawa pergi kekasihnya itu


Sang supir membalikkan arah, mengejar mobil Galvin. Lalu menubruk bagian samping mobil yang kendarai Galvin.


Brukkk...


Brukkk...


"Ada apa ini?" Hana menoleh ke samping, begitu juga Morgan dan Zhoya.


Mereka terkejut saat melihat ada Samuel di dalam mobil sana.


Galvin berusaha bersikap tenang. Dia menurunkan kecepatan mobilnya, sehingga kini mobil Samuel ada di depannya, lalu menaikan kecepatan mobilnya kembali.


Brrrmmm....


Bruukkk...


Mobil Galvin menabrak mobil Samuel dengan begitu keras, sampai mobil itu oleng dan berputar tak beraturan, lalu menabrak trotoar.


JEGEEERRR...


"Aarggghhh!" Samuel dan supirnya terluka. Samuel dengan tertatih-tatih keluar dari mobil.


"Brengsek!" Samuel menatap mobil Galvin yang melaju semakin menjauh dari jangkauannya.


"Awas kamu Galvin!"


"Akan aku bunuh kamu!"


"Berani sekali kamu membawa Hana diriku!"


Samuel terus berteriak dengan penuh amarah seperti kerasukan setan.


Drrrttt....Drrrttt...


Ponsel Samuel bergetar, rupanya ada telepon dari kepala bodyguard. Samuel langsung memaki-makinya, "Dasar bodoh! Gak becus kalian semua. Aku sekarang kehilangan Hana..."


Kepala bodyguard memotong perkataan Samuel, "Gawat tuan, ada polisi menggeledah rumah, bahkan mereka sekarang menggeledah ruang bawah tanah."