
Galvin memandangi Hana dengan tatapan penuh kesungguhan, dia menjawab pertanyaan dari Hana. "Tidak, aku tidak pernah berkencan dengan seorang wanita bernama Anya."
Hana membulatkan matanya begitu mendenger jawaban dari Galvin, kalau Galvin tidak berkencan dengan Anya, apa yang membuat Anya meninggal? Bukannya Pingkan bilang Galvin dan Anya ini pernah berkencan dan Galvin menyakitinya?
"Kamu yakin?"
"Tentu saja, untuk apa aku berbohong pada istriku." jawab Galvin dengan tersenyum menggoda. "Memangnya kenapa tanya itu? Siapa Anya?" Galvin pura-pura tidak tau Anya itu adiknya Hana. Dia hanya ingin Hana tidak curiga kalau dia telah mengetahui semuanya, dia yakin Hana pasti akan pergi jika ketahuan niat jahatnya datang ke kehidupan Galvin.
"Emm... hanya bertanya saja. Lupakan!" Hana rasa setelah pulang dari Green Forest, dia harus secepatnya bertemu dengan Pingkan.
Hana tidak bisa membayangkan bagaimana ke depannya nanti jika ternyata ucapan Galvin benar bahwa dia tidak memiliki hubungan dengan Anya. Dia pasti akan sangat malu sekali pada Galvin, tiba-tiba datang ke kehidupannya dan menjebaknya, bahkan pernah berniat untuk memasukan racun ke dalam kopinya. Dia sering sengaja membuat Galvin kesal disetiap harinya.
Hana menghirup nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, kuncinya ada pada Pingkan. Karena Pingkan yang bilang Galvin adalah mantan kekasih Anya. Saat dia memeriksa kamar Anya, sama sekali tidak menunjukkan bahwa Anya memiliki pacar, padahal Anya suka melukis, tapi dikamarnya hanya ada lukisan Hana saja.
Hana dikagetkan oleh Galvin yang tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang, melingkari perutnya.
"Tidur lah, sudah malam." Galvin tidak ingin Hana banyak pikiran, apalagi saat ini mereka sedang berada ditengah hutan. Biarkan dia yang akan menyelidiki lebih dalam tentang kematian keluarga Hana.
Hana ingin melepaskan pelukan Galvin, tapi jujur saja pelukan itu begitu nyaman, apalagi malam ini begitu dingin sekali, pelukan Galvin membuatnya hangat.
"Apa kamu takut kegelapan?" tanya Galvin, dia semakin mengencangkan pelukannya. Dia memposisikan dirinya agar Hana bersandar di dadanya.
"Emm... iya."
"Kenapa?"
"Saat aku kecil, saat aku berusia 5 tahun, aku pernah diculik, di kurung di ruang bawah tanah oleh seorang pria yang menakutkan. Disana sangat gelap sekali. Beruntung saat itu anaknya melepaskan aku, makanya aku bisa bebas."
Galvin terkejut mendengarnya, rupanya Hana memiliki masa lalu yang membuat dirinya trauma.
"Dulu aku masih kecil, jadi aku tidak ingat betul ditempat mana aku di culik. Dan juga tidak mengenal siapa yang menculik aku. Makanya penculik itu lolos."
"Rupanya setelah aku remaja baru ketahuan oleh papa siapa yang menculik aku, dia adalah saingan bisnis papa padahal dulu mereka partner kerja. Makanya dulu papa melaporkannya ke polisi, sayangnya dia malah mati membakar dirinya sendiri, perusahaannya hancur karena ulahnya sendiri dan menjadi seorang buronan."
"Kenapa dia harus mengakhiri hidupnya? Padahal dia bisa saja melarikan diri?" Galvin tidak mengerti.
"Kakinya pincang, dia rabies, kemungkinan dia digigit seekor anj*ng karena di ruang bawah tanah banyak bangkai hewan terutama anj*ng. Mungkin dari pada di tangkap polisi, lebih baik dia mati."
Hana tidak tau bahwa penculik itu adalah ayahnya Samuel, Samuel adalah anak yang melepaskan Hana dulu, saat itu Samuel masih berusia 7 tahun. Dia tidak tega melihat Hana yang akan dijadikan percobaan untuk disiksa oleh dirinya dan ayahnya. Biasanya ayahnya selalu menyiksa binatang. Makanya Samuel melepaskan Hana.
Namun Samuel harus menerima resikonya, dia disiksa oleh ayahnya karena telah melepaskan Hana saat ayahnya sedang bekerja.
Itulah penyesalan Samuel, dia merasa dirinya bodoh dan terlalu baik karena harus melepaskan Hana saat diculik oleh ayahnya. Seandainya dia tidak melepaskan Hana dulu, mungkin ayahnya tidak akan ketahuan bahwa dia yang menculik Hana, apalagi Tuan Edward malah membuat bisnis ayahnya hancur karena telah berani menculik anaknya. Sampai mamanya Samuel ingin bercerai dengan suaminya itu.
Karena itu Darius, ayahnya Samuel, dia memilih mengakhiri hidupnya setelah tau polisi akan menangkapnya. Sementara dia pincang tidak bisa melarikan diri. Dari pada di penjara, dia memilih dari pada dihukum mati lebih baik mengakhiri hidupnya, apalagi sudah ketahuan dia sudah beberapa kali membunuh orang, tepatnya beberapa saingan bisnisnya. Padahal dia sudah berencana untuk membunuh papanya Hana juga.
Samuel juga membakar rumah Hana, dia ingin semua orang mati disana. Untuk menebus kesalahannya pada sang ayah.
Namun sayangnya Hana dan Anya malah selamat, Samuel rasa sebelum membunuh mereka, dia lebih baik bermain-main dulu dengan mereka, tentu saja untuk membalaskan dendamnya pada Galvin karena dia menganggap Mitha mati gara-gara Galvin. Mitha mati sebelum ayahnya Samuel bunuh diri.
Padahal Mitha kecelakaan gara-gara rem mobilnya blong, sengaja di buat kecelakaan oleh Darius karena bagi Darius, Mitha adalah kelemahan Samuel. Padahal Darius ingin anaknya menjadi lelaki yang kuat tidak memiliki kelemahan apapun.
Karena itulah bagi Samuel hidup mati Hana ada ditangannya, kalau dulu dia tidak melepaskan Hana mungkin saja Hana tidak akan hidup sampai sekarang. Karena seharusnya Hana sudah mati di saat dia masih berusia 5 tahun.
...****************...
Galvin tersenyum memperhatikan Hana yang terlelap di pelukannya, dia senang bisa memuat Hana nyaman berada disisinya.
Dia mengusap wajah Hana dengan lembut. Maafkan aku Hana, atas perlakuan buruk aku selama ini. Aku menyesal sudah memperlakukan kamu dengan buruk. Tapi bisa kah aku tetap menahan kamu untuk selalu ada disisiku setelah semuanya terungkap? Aku harap kamu selamanya menjadi istriku.
"Aku mencintaimu, Hana."
Galvin perlahan mencondongkan wajahnya, mengecup bibir Hana.
Hana memegang erat bajunya sendiri saat Galvin mengecup bibirnya. Rupanya dia belum tidur.
Galvin mencintai ku?
Hana taunya Galvin menganggap dia yang sekarang itu adalah seorang Hana yang menyebalkan dan tidak sepadan dengannya. Karena dia tau Galvin mengira bahwa Hana cinta pertamanya sudah meninggal. Walaupun sebenarnya dua Hana yang sama, yaitu dirinya. Menjadi Hana cinta pertama Galvin sekaligus menjadi Hana yang Galvin cintai saat ini.
Bukan kah tujuan Hana sudah tercapai, membuat Galvin jatuh cinta padanya? Tapi kenapa dia menjadi merasa bersalah pada Galvin, jika seandainya ternyata Galvin bukan penyebab kematian Anya. Bahkan dia telah mempermainkan hidup Galvin. Dan membohongi keluarga Galvin juga.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan ke depannya nanti jika ternyata benar kamu tidak bersalah, Galvin?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...PROMO NOVEL...
Ini tentang saudara kembarannya Galvin Bastian Adelardo, yaitu Ghisell Carissa Adelardo. Yang lumayan menguras air mata, tapi tenaga juga karena banyak part es batunya hehe.
...HASRAT SATU MALAM WITH CALON IPAR...
Haikal Sebastian Keano, tidak menyangka bahwa wanita yang telah melakukan cinta satu malam dengannya adalah calon istri kakaknya, Ghisell Carissa Adelardo. Karena yang mereka lakukan disaat mereka sedang sama-sama mabuk.
Padahal sang kaka, Rafael, begitu sangat mencintai Ghisell, dan Ghisell juga mencintai Rafael, apalagi sebentar lagi mereka akan menikah.
Lalu bagaimana kisah mereka nanti?