Mysterious Wife

Mysterious Wife
46



Malam ini Hana menunggu Morgan di cafe Star, namun pria yang dia tunggu belum datang juga.


Hana menghirup nafas dalam-dalam, mengingat malam ini Galvin akan bercinta dengan Lea. Entah mengapa dia merasa sesak jika memikirkannya itu. Dia yakin itu bukan rasa cemburu, lebih tepatnya karena merasa tidak dihargai oleh Galvin sebagai istrinya.


"Dasar pria brengsek!"


"Pria bajingan!"


"Pria tak berperasaan!"


Hana sangat emosi sekali, seharusnya tadi siang dia tidak perlu ragu untuk meracuni Galvin. Dia rasa pria seperti Galvin pantas dia racuni sampai mati.


Hana melihat Morgan yang baru masuk ke dalam cafe, Morgan nampak sumringah berjalan ke arahnya. Cafe star ini adalah cafe berkelas dan elit, makanya Morgan tidak perlu menutup wajahnya dengan masker karena cafe itu jarang sekali pengunjung. Hanya yang kelas atas datang kesana. Hana sengaja mengajak ketemuan disana karena tau Morgan seorang aktor, dia tidak bebas menemui siapa saja dan dimana saja.


"Hana." sapa Morgan, kemudian dia duduk bersebrangan dengan Hana, hanya terhalang meja saja. "Sudah lama menunggu?"


"Emm... oh tidak juga. Aku baru sampai 5 menitan yang lalu."


"Syukurlah, aku pikir kamu lama menunggu aku." Morgan sangat merasa lega mendengarnya. "Oh iya, masalah malam itu aku minta maaf, aku benar-benar tidak tau, aku pikir aku membawa minuman yang kadar alkoholnya rendah."


"Oh tidak apa-apa kok." Hana tidak bisa berlama-lama disana, karena dia rasa dia harus menemui Galvin dan Lea di hotel, dia harap dia masih bisa mengganggu mereka karena dia tau mereka janjian di hotel xxxx jam 8 malam. Sementara sekarang baru jam 7 malam.


Hana menunjukkan handphonenya pada Morgan, dia memperlihatkan foto Galvin, Samuel, dan Mitha disana.


"Apa kamu tau siapa wanita ini?" tanya Hana pada Morgan sambil menunjuk Mitha.


"Oh itu Mitha, dia sudah meninggal setelah perpisahan SMA."


"Meninggal?" Hana mengerutkan keningnya.


"Iya, tapi untuk apa kamu penasaran sekali dengan foto itu?"


"Aku hanya ingin tau saja ada hubungan apa diantara mereka bertiga ini."


Morgan teringat dengan janjinya pada Samuel untuk pura-pura tidak mengenalinya dan jangan menyebutkan namanya, tapi karena dia menyukai Hana, dia tidak ingin membuat Hana kecewa walaupun dia tidak bisa memberikan informasi sepenuhnya pada Hana.


"Emm... aku gak begitu dekat sama mereka. Cuma yang aku tau mereka bertiga berteman."


"Mereka berteman?" Hana tercengang mendengarnya, mengapa Samuel bersikap seolah-olah dia tidak mengenali Galvin, bahkan menyuruh dia untuk meracuni Galvin?


"Ya begitu lah."


"Apa mungkin Mitha ini yang kamu maksud mati gara-gara Galvin?"


"Iya, dia meninggal memang gara-gara Galvin. Gara-gara Galvin menolak cintanya, lalu dia kecelakaan. Karena itu Samuel dan Galvin tidak akur lagi."


Hana semakin di buat terperangah dengan semua jawaban dari Morgan, sangat membuatnya terkejut, "Tapi kenapa..."


"Hmmm... aku lapar sekali , lebih baik kita makan dulu." potong Morgan, dia memang baru saja pulang dari syuting, dia langsung menemui Hana karena tidak ingin Hana menunggu lama.


...****************...


Rupanya Hana salah, Galvin telah mempercepat waktu ketemuan dia dengan Lea, yang awalnya harusnya jam 8 malam, menjadi jam 7 malam. Karena itu Hana tidak memiliki waktu untuk mencegah mereka.


Malam itu Galvin sedang duduk di kursi sofa di kamar hotel, dia masih memakai pakaiannya yang lengkap, dia dari tadi sedang memainkan ponselnya, dia nampak bimbang ingin menghubungi Hana atau tidak. Dia takut Morgan membuat Hana mabuk lagi, apalagi dia tau sekali Morgan itu seorang Casanova.


Ceklek!


Suara pintu kamar mandi terbuka.


Galvin melihat Lea yang baru keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai bathrobe saja.


Lea berlenggok berjalan ke arah Galvin sambil tersenyum menggoda, dia berdiri di depan Galvin , lalu melepaskan bathrobenya sampai terlihat jelas semua tubuh Lea tanpa memakai kain sehelai pun.


"Apa kita harus langsung memulainya saja? Aku sudah tidak sabar ingin berada di bawah kungkungan kamu sayang."


Galvin segera berdiri, dia berjalan ke arah Lea.


Galvin membawa bathrobe yang tergelatak di lantai kemudian memakaikannya kembali pada tubuh Lea. Jujur saja tubuh Galvin sama sekali tidak bereaksi apa-apa saat melihat tubuh Lea, walaupun saat ini dia masih dibayang-bayangi bagaimana dia bercinta dengan Hana, tapi tetap saja dia sama sekali tidak bern@fsu pada wanita dihadapannya itu.


"Kenapa?" Lea tidak mengerti mengapa Galvin memakaikan bathrobe kembali padanya.


"Aku sengaja mempercepat waktu pertemuan kita karena aku malam ini ada urusan."


"Bukannya malam ini kita akan bercinta disini?"


"Aku tidak bisa melakukannya."


"Kenapa?" Lea tidak mengerti mengapa tiba-tiba Galvin membatalkan rencana mereka.


"Aku rasa lebih baik kita tidak perlu bertemu lagi. Karena malam ini hubungan kita sudah genap 1 bulan. Kau tau kan dari awal kalau kita tidak bisa berkencan lebih dari satu bulan. Aku datang kesini hanya ingin mengatakan itu."


Lea langsung berhambur memeluk Galvin, "Tapi aku gak mau putus sama kamu Galvin. Aku cinta sama kamu."


Galvin malah melepaskan Lea, menjauhkan jarak dengannya. "Dari dulu aku selalu begini, aku dengan wanita hanya untuk bersenang-senang saja. Aku tidak akan pernah bisa jatuh cinta pada wanita manapun."


Lea tetap tidak terima diputuskan begitu saja oleh Galvin, "Tapi Galvin..."


Galvin tidak ingin mendengarkan protes dari Lea. Dia pergi meninggakan Lea di kamar hotel itu, dia harus segera menemui Hana yang sedang makan malam bersama Morgan. Dia penasaran apa tujuan Hana menemui Morgan.


Sesampainya di cafe Star, Galvin langsung mencari keberadaan Hana dan Morgan, kemudian matanya tertuju pada Morgan yang sedang berdiri mengulurkan tangannya pada Hana, "Apa kamu mau berdansa dengan aku?" tanya Morgan.


Kebetulan di cafe itu ada beberapa pasangan yang sedang berdansa, di iringi dengan musik yang sangat romantis.


Galvin sangat kesal melihatnya.