Mysterious Wife

Mysterious Wife
26



Galvin menatap benih cintanya yang telah banyak dia keluarkan dengan gerakan ke lima jarinya, sayang sekali dia harus membuang kecebong itu di kamar mandi. Padahal dia ingin merasakan bagaimana dia bisa menyemburkan benuh cintanya kepada seorang wanita.


"Ahhh.. aku gak bisa begini lama-lama." Galvin mengatakannya dengan nafas terengah-engah karena sudah melepaskan hasratnya dengan tangannya sendiri, namun rasanya tidak begitu puas.


"Apa aku harus melakukannya dengan Lea?" gumam Galvin, dia butuh pelampiasan karena sekarang dia jadi penasaran bagaimana rasanya bercinta setelah dia tiba-tiba tidak perjaka lagi tapi tidak ingat bagaimana rasanya dan bagaimana dia melakukanya dengan Hana.


Galvin menggelengkan kepala, "Ahh... tidak. Aku sudah berkomitmen untuk tidak melakukannya di luar pernikahan. Tapi..."


Galvin berpikir sebentar, dia tersadar dengan statusnya yang kini menjadi suami Hana.


"Dia istriku, wajar saja jika dia harus melayani aku selama satu bulan ini, iya kan?"


Galvin menggelengkan kepalanya, "Aishhh...yang ada aku kalah. Bukannya aku yang bilang sendiri aku tidak akan menyentuhnya?"


Lalu tiba-tiba muncul sebuah ide di kepala Galvin, "Tapi bagaimana jika aku melakukannya saat dia lagi mabuk? Pasti dia tidak akan ingat. Lagi pula dia sudah tidak perawan jadi tidak akan meninggalkan bekas?"


Galvin memukul kepalanya sendiri, "Arrrggghhh... dasar mesum!"


Bisa-bisanya dia memiliki akal licik seperti itu demi ingin bisa tau bagaimana rasanya bercinta.


"Ingat Galvin, dia itu tidak selevel dengan kamu, bukan tipe kamu. Buat apa kamu menyentuh wanita murahan seperti dia."


...****************...


"Shhh...ahhh!" Hana mengobati sendiri benjolan di jidatnya yang sebelah kiri, dia melihat dirinya di hadapan cermin, begitu memalukan benjolan itu.


"Aishhh... ini semua gara-gara cowok brengsek itu. Malah aku yang tersiksa begini." keluhnya.


Hana jadi teringat sesuatu, dia harus mencari file perusahaan penting milik Galvin, siapa tau Galvin menyimpannya di dalam flashdisk. Hana harus menemukan flashdisk itu, mungkin saja Galvin menyimpannya di kamarnya.


Tiap hari Galvin selalu mengunci kamarnya dan tidak mengizinkan Hana untuk masuk ke dalam walaupun dengan alasan mau membereskan kamarnya Galvin.


Hana perlahan membuka beberapa laci di nakas sana, namun dia tidak mendapatkan apa yang dia cari. Kemudian dia terpaksa membuka lemari pakaian Galvin, siapa tau Galvin menyimpannya disana.


Brruukk...


"Aishhh..." Dia hanya bisa mendengus kesal sambil membungkukan badan membawa album foto itu.


Hana melihat ada tulisan album foto SMA Angkasa. Seminggu yang lalu Galvin sengaja membawa album foto itu ke rumahnya.


"SMA Angkasa? Bukannya itu SMA yang bersebrangan dengan sekolah aku."


"Jadi dia sekolah disana?"


Namun Hana tak peduli Galvin mau sekolah dimana, dia ingin menyiman kembali album foto itu namun...


Plukkk...


Sebuah foto terjatuh ke lantai, Hana segera mengambilnya kembali, seketika dia nampak tecengang saat melihat siapa yang ada di dalam foto itu.


"Sam?"


Hana pasti mengenali wajah kekasihnya, tepatnya disana ada foto Galvin, Samuel dan Mitha. Dan Mitha posisinya berada di tengah-tengah.


"Tapi kenapa Sam ada disini? Apa mereka dulu berteman?"


Hana menyipitkan matanya begitu melihat Galvin yang masih remaja itu, dulu rambut Galvin agak gondrong, "Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya..."


Hana memijat-mijat kepalanya untuk mengingatnya, kemudian terlintas bayangan saat ada seorang pria yang wajahnya babak belur berlari ke halaman rumahnya karena di kejar oleh para gangster. Betapa tercengangnya hati Hana saat mengetahui ternyata dia dan Galvin pernah bertemu dulu.


"Jadi... jadi cowok itu... Galvin?"


"Tapi kenapa Sam gak cerita ke aku kalau dia satu sekolah dengan Galvin?"


Apalagi di foto itu kelihatan sekali Samuel sangat dekat dengan Galvin.


...****************...


...Maaf hari ini up satu bab, saya lagi kurang enak badan. Tapi penasaran kalau satu hari saja tidak menyapa reader 🙏😁...