Mysterious Wife

Mysterious Wife
87



"Hahaha..."


Zhoya tertawa lepas melihat penampilan Galvin dan Morgan. Mereka terpaksa harus berpenampilan seperti perempuan hari ini.


Morgan yang ngotot dari semalam tidak akan ikutan, terpaksa harus ikut pergi kesana untuk berjaga-jaga jika ada hal yang buruk terjadi. Malah dia yang paling terlihat seperti wanita. Makanya dia memakai kemeja wanita dan rok mini, karena betisnya memang sangat mulus, seperti wanita.


Sementara Galvin, dia memakai daster panjang punya tante Kia, mamanya Zhoya. karena terlihat jelas otot-otot di tangan dan kakinya.


Galvin membelai betis Morgan, "Astaga, mulus amat lu!"


"Ishh geli tau." Morgan memukul lengan Galvin. "Ya lah gue perawatan gitu lho."


Mereka berdua sedang di dandani oleh Zhoya. Dan juga mereka terpaksa memakai rambut palsu.


"Pantas aja waktu itu Hana kira lu cewek, mulus amat." Galvin mentertawakan penampilan Morgan.


"Lah lu mirip emak-emak berdaster." Morgan tak mau kalah.


"Ssttt.... jangan berantem terus. Kalian ini temenan apa musuhan sih." Zhoya melerai kedua pria dewasa yang saling mengejek itu.


Mereka berdua pun pada mingkem.


Sekarang giliran Zhoya mendandani Morgan, keduanya nampak canggung ketika duduk saling berhadapan. Morgan berusaha untuk mengalihkan perhatiannya ke arah lain, namun tetap saja tanpa sengaja mereka saling menatap.


"Ehm!" Galvin berdehem, membuat Morgan dan Zhoya menjadi salah tingkah.


"Emm....udah segini aja kayaknya cukup." Zhoya tidak ingin lebih lama lagi mendadani Morgan, kejadian semalam itu membuatnya canggung.


"Lah kok segini sih, ini lipstiknya belum? Tadi Galvin aja dipakein lipstik sama kamu." Protes Morgan, dia merasa Zhoya tidak adil pada dirinya.


"Ya udah biar sama gue aja." Galvin gregetan melihatnya, dia tidak mau sepupunya digoda oleh Morgan.


"Oh gak usah biar sama gue aja."


Galvin tak ingin mendengarkan protes dari Morgan, dia memegang wajah Morgan dan mengoleskan lipstik ke bibir Morgan, membuatnya blepotan.


Ujung-ujungnya Morgan dan Galvin memakai masker untuk menutupi wajah mereka, agar tidak terlihat jelas oleh kamera CCTV.


...****************...


Hari ini terlihat ada sekitar 5 bodyguard menjaga rumah Hana. Zhoya, Galvin, dan Morgan sengaja datang kesana pagi-pagi sekali.


"Maaf nona, Tuan Justin tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke rumah ini." ucap salah satu bodyguard disana. Samuel memang sengaja memperkerjakan bodyguard dari Indonesia.


Galvin dan Morgan tidak bisa mengeluarkan suara, takut ketahuan laki-laki. Hanya saja mereka merasa risih saat melihat ada salah satu bodyguard nampak jelalatan memperhatikan mereka, apalagi melihat Morgan yang memakai rok mini.


"Nama kamu siapa?" tanya bodyguard itu pada Morgan.


Morgan dan Galvin melambaikan tangan kepada para bodyguard itu.


"Mereka ini tukang urut, bisa ngerok juga. Kebetulan kak Dara sering mual terus, kayaknya punggungnya harus di kerok sama mbak Tina." sambung Zhoya.


"Aduh gak bisa, non. Nanti kami kena marah lagi." Para bodyguard keukeuh tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam.


"Nanti kalau kenapa-kenapa sama kak Dara bagaimana? Kalian bakal dimarahin bos kalian lho." Zhoya mencoba mempengaruhi mereka. "Lagian kami bertiga ini cewek, jadi gak akan macam-macam."


Semalam Hana memutuskan untuk tidak memberitahu Samuel soal dia yang muntah-muntah terus, dia takut akan membuat Samuel khawatir dan tidak fokus dengan pekerjaannya.


Mereka berlima saling berpandangan, lalu pria yang dari tadi jelalatan memperhatikan Tini alias Morgan itu menyetujuinya. "Hmm... ya sudah tapi sebentar." Kebetulan dia adalah kepala bodyguard disana, "Tapi dengan satu syarat, aku juga mau dipijit sama mbak Tini."


"Oh boleh-boleh." Zhoya malah menyetujuinya biar cepat, takut keburu Samuel pulang.


Morgan langsung mendeliki Zhoya, tega sekali gadis ini malah membiarkan dia jadi tukang pijit.


"Hmm... ya sudah, cepat masuk." Para bodyguard memang tau bosnya pasti memantau mereka tapi dia yakin Samuel tidak akan marah karena yang datang ke dalam adalah wanita, apalagi tujuan mereka untuk mengobati kekasih tercintanya itu.


Galvin dan Zhoya pun masuk ke dalam untuk menemui Hana. Sementara Morgan terpaksa harus memijat tubuh si kepala bodyguard itu.


"Aww...aww....pelan-pelan mbak Tini!" protes si kepala bodyguard. Dia meringis karena Morgan memijat punggungnya sangat kasar.


Morgan terpaksa harus membuka suara, menyerupai suara wanita, "Emm..ooh maaf Mas. Kali ini aku pelan-pelan ya." Padahal dia ingin sekali menghajar pria itu.


Sementara itu Galvin dan Zhoya terus berjalan masuk ke dalam, ingin segera menemui Hana.


"Kak Dara!" Zhoya mencoba memanggil Hana.


Sementara Galvin terus memperhatikan suasana di rumah itu, sayang sekali tidak ada satupun foto disana, dia ingin memastikan Justin itu Samuel apa bukan.


Karena tak ada sambutan dari Hana, Zhoya memanggil nama Hana kembali.


"Kak Dara, ini aku Zhoya." Zhoya meninggikan suaranya agar terdengar oleh Hana.


Galvin dan Zhoya menghentikan langkahnya begitu melihat Hana yang berlari menghampiri mereka, sepertinya dia habis dari ruang bawah tanah, wajahnya terlihat pucat, dia terlihat sangat ketakutan sekali.


bersambung...


...****************...


...Mau tebak skor gak? Hanya seru-seruan saja. Negara mana yang masuk final piala Dunia? Dan berapa skornya?...


...Contoh jawaban: Spanyol 02 - Brazil 01...


...Hanya satu jawaban. Kalau jawabannya tepat, saya kasih pulsa 20k...