Mysterious Wife

Mysterious Wife
59



Dan akhirnya malam itu terjadi lagi pertempuran panas diantara mereka berdua. Walaupun awalnya yang satu mencoba untuk berontak, yang satu memaksa. Pada akhirnya mereka sama-sama terbuai dalam permainan panas di malam hari itu, sama-sama menikmatinya dan saling berbaur nafas menjadi satu di dalam setiap cumbuan mereka.


Yang awalnya bilang oh no jadi oh yes.


Bahkan Galvin memberikan banyak ki5smark di tubuh Hana, agar bisa menjaga Hana secara tidak langsung sehingga tidak memungkinkan Hana membiarkan Samuel menjamah tubuhnya. Hanya dia yang boleh menjamah tubuh Hana.


Desah@n demi des@han dan raungan kenikmatan memenuhi kamar itu. Nuansa serba biru menjadi saksi bisu percintaan mereka. Bahkan entah berapa ronde mereka melakukannya, sampai kedua tubuh itu kini telah tertidur lelap dan saling mendekap.


Paginya... Galvin telah bangun lebih dulu. Dia tidak ingin ketahuan Morgan kalau dia tidur satu kamar dengan Hana. Makanya dia sudah mandi pagi-pagi sekali dan sudah berpakaian lengkap.


Galvin duduk di pinggiran kasur, dia menatap Hana yang masih tidur terlelap, lagi-lagi dia telah membuat Hana kelelahan, Galvin tersenyum membelai rambut Hana, wanita itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, hanya ditutupi selimut saja. Perlahan Galvin menundukkan kepalanya untuk mencium kening Hana.


Namun suara getaran ponsel Hana telah merusak suasana, Galvin tidak sengaja melihat ada nama PAHLAWANKU di layar ponsel Hana. Rupanya ada notifikasi pesan dari Samuel yang terpampang di layar ponsel walaupun di kunci.


[Pagi sayang, aku ingin kamu secepatnya menemukan file penting TVC Media. Kita bukan hanya menghancurkan orangnya tapi perusahaannya juga.]


Betapa terkejutnya Galvin membaca pesan dari orang itu. Sudah dipastikan itu adalah pesan dari Samuel. Sekarang dia tau apa motif Samuel mengirim Hana padanya, Samuel ingin menghancurkan hidup Galvin dan juga perusahaannya, lewat Hana. Betapa kecewanya hati Galvin saat ini. Dia memang tau diam-diam Hana menggeledah lemarinya, saat Morgan bilang bahwa Hana menunjukkan foto dia, Samuel dan Mitha. Rupanya Hana sedang mencari file penting perusahaannya makanya menggeledah lemari Galvin.


...****************...


Hana membuatkan sarapan pagi untuk Galvin dan Morgan, apalagi hari ini mereka harus pergi ke luar kota, tepatnya ke Green Forest untuk melakukan syuting iklan.


Hana merasa ada sesuatu yang beda di diri Galvin, pria itu dari tadi terlihat diam tak banyak bicara, walaupun dia tau dulu Galvin bersikap seperti itu padanya. Tapi bukan kah akhir-akhir ini Galvin menjadi lebih banyak bicara padanya. Bahkan mereka telah beberapa kali bercinta, seperti semalam.


Sampai Hana tidak fokus saat Morgan terus mengajak Hana bicara, "Maaf semalam pasti aku merepotkan kamu." ucap Morgan pada Hana.


"Emm... oh sama sekali tidak kok." jawab Hana, sesekali dia memandangi Galvin yang diam terus dari tadi.


"Pasti senang sekali ya bro punya ART seperti Hana, bisa tiap hari cuci mata." Morgan mengajak Galvin bicara.


Perkataan Galvin membuat Hana mendelik tajam.


"Dia memiliki sisa waktu dua minggu lagi bekerja disini. Setelah itu aku tidak peduli dia mau bekerja dimana lagi, mau bekerja sama kamu juga silahkan."


Perkataan Galvin sungguh membuat hati Hana sakit. Dia juga tidak tau kenapa hatinya begitu sakit sekali mendengar ucapan Galvin seakan mau membuangnya dua minggu lagi, padahal dia tau bahwa usia pernikahan mereka memang tinggal dua minggu lagi.


"Bagaimana kalau bekerja jadi manager aku saja? Manager aku kurang telaten dan banyak izinnya, aku sangat membutuhkan manager." Morgan menawarkan pekerjaan kepada Hana.


"Emm... aku butuh waktu berpikir untuk itu." jawab Hana, dia tidak enak jika langsung menolak tawaran dari Morgan.


Galvin langsung pergi saja meninggalkan Morgan dan Hana, karena dia telah selesai sarapannya walaupun cuma masuk beberapa suap. Galvin memilih menenangkan diri di dalam mobil sambil menunggu Hana dan Morgan yang masih sarapan pagi, jujur saja saat ini hati Galvin sakit saat tau motif yang sebenarnya mengapa Hana datang ke dalam kehidupannya.


Galvin berpikir mungkin begitu besar cintanya Hana pada Samuel sampai rela menjebaknya dan membantu Samuel untuk menghancurkan dia dan perusahaan.


...****************...


Hari ini Detektif Al berdiri di depan rumah yang telah hangus terbakar 6 tahun yang lalu, tak menyerupai sebuah rumah lagi, bahkan bekas rumah itu tidak di bangun kembali karena Hana tidak memiliki cukup uang untuk membangun rumah.


Berdasarkan data-data yang dia cocokan dari kemarin, dia sangat yakin bahwa wanita yang ingin Detektif Al selidiki itu adalah Hana Patricia, anak dari Tuan Edward dah Bu Lena, seorang pengusaha kaya raya yang dulu sukses di bidang periklanan juga. Pernah berjaya pada masanya.


Kemudian dia masuk kedalam mobil, membuka laptopnya, dia mencocokkan data-data tentang Hana termasuk foto-foto Hana saat kecil dan masih sekolah. Setelah diselidiki dengan seksama memang agak mirip dengan Hana yang sekarang, walaupun dulu penampilan Hana sangat culun, berbeda jauh penampilannya dengan sekarang, sampai Detektif Al terperangah melihat penampilan Hana yang berubah 180 derajat celcius itu.


Detektif Al segera menghubungi kliennya itu, siapa lagi kalau bukan Galvin.


[Aku sudah menemukan data tentang Hana Patricia.]