Mysterious Wife

Mysterious Wife
69



Entah berapa lama Galvin menggendong tubuh Hana, namun pria itu begitu sangat santai berjalan mencari arah keluar dari hutan liar itu, tubuh Hana sama sekali tidak berat untuknya.


"Galvin, kamu pasti lelah. Biarkan aku berjalan saja!" pinta Hana.


"Sama sekali tidak berat kok, aku senang jika harus menggendong kamu setiap hari." Jawab Galvin dengan santai. Dia malah menggoda Hana.


Hana mengalihkan pandangannya saat melihat Galvin tersenyum manis, rasanya dia tidak kuat jika harus terus mendapatkan perlakuan manis dari Galvin. Apalagi masih teringat jelas saat semalam Galvin bilang cinta padanya walaupun dia pura-pura tertidur malam itu.


Galvin menghentikan langkahnya begitu melihat ada beberapa tim keamanan dari Green Forest, yang sedang mencarinya, ternyata Morgan juga ikut mencari mereka.


"Hana, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Morgan. Dia sangat lega sekali akhirnya dia bisa menemukan Hana, namun dia tidak mengerti mengapa Galvin menggendong tubuh Hana.


Morgan melihat kaki Hana yang dibaluti kain, "Apa kaki kamu terluka?"


"Emm... iya, makanya Pak Galvin menggendong aku." jawab Hana.


"Ya sudah biarkan aku yang menggendongnya." Morgan ingin mengambil alih, agar dia saja yang menggendong Hana.


"Tidak perlu, biar aku saja." Galvin enggan memberikan Hana pada Morgan.


"Tidak apa-apa, aku ini lagi pedekate sama dia bro." Morgan malah terkekeh.


Hana tidak ingin jadi bahan rebutan, "Biarkan aku berjalan saja." Dia ingin Galvin melepaskannya, dia tidak ingin orang-orang pada curiga dengan hubungannya bersama Galvin.


"Hana itu istriku. Tepatnya istri siriku. Jadi kamu jangan mengharapkan Hana lagi, dia adalah milikku." Galvin mengatakannya dengan nada serius pada Morgan, lalu dia tersenyum dengan penuh rasa bangga.


Morgan langsung mematung begitu mendengar ucapan Galvin, begitu juga Hana, dia tidak menyangka bagaimana bisa Galvin bicara begitu padahal disana juga ada beberapa karyawan TVC Media yang ikut mencari keberadaan bosnya itu.


"Apa? Pak Galvin menikah siri dengan sekretarisnya?"


"Iya, tapi rasanya gak mungkin, bukannya dia suka wanita kelas atas. Mengapa bisa menikahi sekretaris baru itu?"


Beberapa karyawan saling bisik-berbisik.


"Karena pekerjaan kita sudah selesai, kalian semua boleh pulang duluan." Galvin menyuruh semua karyawannya untuk pulang duluan. Dia tidak bisa pulang hari ini, Hana pasti sangat kelelahan sekali, dia ingin menginap disini satu malam saja, apalagi hari sudah mulai siang, sebentar lagi sore, lalu malam.


"Kamu jangan ngarang deh. Gak mungkin kalian nikah siri!" Morgan tak mempercayai ucapan Galvin.


"Faktanya memang begitu." jawab Galvin dengan santai. Dia segera berjalan lagi mengikuti anak panah, dia ingin segera mengobati Hana.


...****************...


Galvin membawa Hana ke buble hotel, membuat Hana begitu takjub dengan suasana di bubble hotel itu karena walaupun dia berada di dalam, seakan dia seperti berasa di luar, di tengah hutan. Hanya terhalangi dinding kaca saja, tapi dia bisa melihat dengan jelas birunya langit dan juga pemandangan hutan disana.



Galvin tidak perlu harus menang permainan The Amazing Race untuk menginap disana, dia sudah menyewanya satu malam saja karena besok dia harus bertemu Detektif Al.


Pihak Green Forest segera mengirim Dokter terbaik yang bekerja disana, atas rasa tanggung jawabnya terhadap Hana yang terluka.


"Saya Dokter Anabelle, ingin mengobati luka Nona Hana." ucap sang Dokter dengan ramah, dia meminta izin pada Galvin untuk masuk ke dalam bubble hotel.


"Luka ku hanya sedikit ko." Hana merasa terlalu berlebihan, padahal luka di betisnya tidak begitu parah.


"Iya masuk saja ke dalam." Galvin tidak mendengarkan protes dari Hana.


"Aku minta maaf atas pelayanan disini." Erland mengatakannya dengan bicara santai karena sebelumnya dia sudah beberapa kali bertemu dengan Galvin saat Erland masih bekerja di biro jasa, Galvin pernah menjadi langganannya, tentu saja dalam hal wanita. Dan sekarang Alaska Corp, perusahaan yang memiliki Green Forest itu, selalu menggunakan jasa TVC Media dalam hal promosi.


"Oh tidak apa-apa kok. Kami yang salah, tidak mengikuti arah anak panah." Galvin rasa memang pihak Green Forest tidak bersalah.


"Aku dengar dia itu istri kamu?"


"Hmm...iya makanya kami menyewa bubble hotel."


Erland terkekeh, "Baiklah, buat anak yang banyak. Seperti aku, kami sudah memiliki Diego, dan sekarang El lagi mengandung 3 bulan."


"Wah wah padahal Diego masih 3 tahun ya. Mantap bener." Galvin memuji kehebatan Erland dalam membuat anak.


"Makanya buruan punya anak. Jadi seorang ayah itu adalah suatu kebanggaan yang luar biasa."


Galvin hanya terkekeh, dia juga berharap Hana bisa hamil anaknya agar Hana tidak akan ada niat untuk pergi meninggalkannya.


...****************...


Hana sudah selesai di obati lukanya oleh Dokter Anabelle, kini dirinya sedang termenung sendirian memandangi suasana hutan yang begitu terlihat indah di balik dinding kaca, karena hutan di wilayah Green Forest dibuat seindah mungkin yang membuat para pengunjung betah melihatnya.


Sementara Galvin masih sibuk berbincang dengan Erland, karena ada bisnis yang harus mereka bahas.


Drrrtt... Drrrtt...


Ponsel Hana bergetar, dia sangat merasa lega akhirnya ponselnya menangkap sinyal jika sudah berada di wilayah Green Forest itu.


Ada beberapa pesan dari Samuel.


[Sayang, bagaimana pekerjaan kamu di Green Forest?]


[Mengapa kamu susah sekali dihubungi?]


[Aku mencintaimu, Hana. Jangan biarkan aku menunggu lama balasan darimu.]


Hana terdiam setelah membaca pesan dari Samuel, dia memang belum tau keburukan soal Samuel. Walaupun saat ini meragukannya karena tak ingin berkata jujur padanya mengenai Galvin dan Mitha. Sampai terlintas pikiran negatif pada kekasihnya itu. Walaupun dia berharap itu tidak benar.


Hana meyakinkan hatinya dengan mencoba mengingat semua kebaikan Samuel padanya, pria itu selalu memperlakukannya sangat baik. Dia juga belum bisa mempercayai Galvin sepenuhnya, bisa saja dia berbohong tidak kenal dengan Anya. Makanya dia harus bertemu dengan Pingkan. Karena sesungguhnya hati Hana sedang bimbang saat ini.


Hana ingin membalas pesan dari Samuel.


[Aku_


Namun ponsel Hana bergetar kembali, membuat dia tidak jadi membalas pesan dari Samuel.


Hana segera membaca pesan itu.


Rupanya Hana mendapatkan pesan dari Pingkan, dia nampak terkejut begitu membaca pesan dari Pingkan sampai dia membulatkan matanya saat membaca pesan itu.


...****************...


...Pray for Cianjur dan sekitarnya 🙏...