
"Mengapa bisa begitu?" Padahal Hana sudah janjian akan bertemu dengan Pingkan dua jam lagi.
"Karena aku suami kamu. Aku berhak mengawasi kamu."
Hana tidak mengerti mengapa Galvin tiba-tiba bersikap overprotective padanya.
Galvin berjalan mendekati Hana, dia memegang wajah Hana, lalu mengecup kening Hana, "Hari ini aku mau bertemu seseorang, tunggu aku sebentar. Setelah aku pulang, aku ingin menunjukkan sesuatu sama kamu."
Galvin tidak mungkin berbicara bagaimana kecurigaannya mengenai Samuel pada Hana, tanpa adanya bukti, apalagi dia tau Hana dan Samuel memiliki hubungan special, dia takut Hana tidak akan mempercayainya. Makanya dia harus bertemu dengan Detektif Al.
Karena itu hari ini Galvin datang ke kantor Detektif Al, dia ingin tau sejauh mana Detektif Al menyelidiki tentang kematian keluarganya Hana.
Detektif Al menunjukkan beberapa rekaman CCTV kepada Galvin, sebuah rekaman CCTV 6 tahun yang lalu yang tersedia di sebuah mini market, yang berhadapan dengan rumah Hana yang dulu.
Disana memang tidak terlihat dengan begitu jelas, namun Galvin melihat ada seorang pemuda yang wajahnya ditutupi masker dan memakai topi manjat sebuah benteng, kemudian satu jam kemudian terlihat rumah Hana mengeluarkan banyak asap dan api mulai berkobar, lalu pemuda itu terlihat keluar kembali melewati benteng rumah itu.
Galvin tercengang melihatnya, sudah dia duga ada orang yang sengaja membakar rumah Hana. Sayangnya terekam oleh kamera CCTV yang jaraknya lumayan jauh jadi tidak begitu jelas kelihatan wajahnya Samuel.
"Biadab sekali orang itu! Mengapa dia tega membakar rumah Hana?" Galvin kelihatan emosi sekali melihatnya.
"Dan saya rasa memang benar pasti Samuel yang melakukannya." Detektif Al menujukan rekaman CCTV di sebuah toko yang letaknya dekat dengan belakang rumah Hana.
Rupanya malam itu Samuel memarkirkan mobilnya tidak jauh dari belakang rumah Hana, dan tentu saja terlihat jelas nomor plat mobil yang Samuel kendarai.
"Setelah saya cocokan siapa pemilik mobil itu, rupanya itu adalah mobil atas namanya Darius Robert, ayahnya Samuel. Sementara Darius sudah meninggal satu minggu sebelum terjadi rumah Hana kebakaran." terang Detektif Al.
"Tapi kenapa dia tega melakukannya pada keluarga Hana?" Galvin tak habis pikir mengapa Samuel tega melakukannya.
Galvin membaca beberapa Informasi tentang ayahnya Samuel, rupanya dia memiliki perusahaan yang bersaing dengan perusahaan ayahnya Hana, "Apan mungkin karena persaingan bisnis?"
"Darius Robert adalah seorang buronan yang telah membunuh 8 orang yang dia anggap sebagai penghalang dalam bisnisnya, penculikan dan penyiksaan hewan, dan juga dia menjadi tersangka penculikan, aku rasa orang yang dulu di culik olehnya itu istri anda, Hana"
Hana adalah seorang wanita malang yang berusaha untuk menjadi wanita yang kuat, padahal hatinya begitu rapuh.
Detektif Al memperlihatkan kembali rekaman CCTV di sekitar hotel Almuba, rekaman CCTV di hari Anya meninggal, disana terlihat ada seorang pengemudi wanita sepeda motor matic sedang mengikuti sebuah mobil sport berwarna merah. Bahkan Detektif Al memperlihatkan beberapa rekaman CCTV di tempat lain disekitar hotel Almuba, masih sama sepeda motor itu masih mengikuti mobil merah menuju Hotel Almuba.
"Setelah saya selidik dari nomor plat kendaraan, itu adalah sepeda motor atas nama Hana Patricia Santiago. Dan mobil merah itu atas nama Samuel Robert. Karena pada tanggal kejadian Hana tidak ada di Indonesia, sudah dipastikan orang yang mengendarai motor adalah adiknya Hana." Samuel telah menghilangkan semua bukti rekaman CCTV di hotel saat dia membunuh Anya. Makanya Detektif Al tidak akan bisa menemukan rekaman CCTV saat Samuel membunuh Anya.
"Dan hotel Almuba adalah milik almarhum ayah tirinya Samuel, Zidan Kurniawan." sambung Detektif Al.
"Dan satu lagi, Tuan. Kuburan atas nama Hana Santiago, saya sudah membongkarnya, rupanya itu kuburan kosong, sengaja dibuat untuk menipu anda."
Galvin rasa lebih baik dia harus segera menemui Hana dan memperlihatkan semua bukti itu pada Hana. Setelah itu baru mereka melaporkannya ke polisi.
...****************...
Padahal hari ini Hana berniat pergi dari hidup Galvin, entah itu sementara atau selamanya, setelah bertemu dengan Pingkan. Dia ingin menghadapi Samuel sendirian dan membalas atas semua kejahatan Samuel kepada keluarganya, bahkan telah tega menipu dirinya.
Hana tak takut dibunuh oleh Samuel, dia siap menghadapi pria itu meski tidak tau siapa yang akan mati nanti, saat ini dia benar-benar marah pada pria itu. Karena dia telah tega membunuh keluarganya, menipu dirinya, dan menjadikan dia pion untuk balas dendam pada Galvin atas kematian Mitha.
Hana masih mencari cara untuk bisa pergi dari rumah, namun sayangnya rumahnya Galvin dijaga dengan begitu ketat, membuat dia kesulitan untuk malarikan diri.
Drrrtt... Drrrtt...
Ponsel Hana bergetar. Rupanya itu pesan dari Pingkan.
Pingkan memang menyuruh Hana untuk tidak membawa siapa-siapa. Hanya mereka berdua yang bertemu.
[Kak, aku sudah sampai di lokasi. Kakak dimana?]