My Name Is Emilia

My Name Is Emilia
81. Ingin Menjadi Nyonya Adam



Tiba-tiba pintu apartemen kembali terbuka. Mereka bertiga secara bersamaan menoleh ke arah pintu itu.


“Kau?”


Emelda dan Emilia terkejut melihat siapa yang masuk ke apartemen bersama Ian.  


“Ya, ini aku. Aku sudah datang untuk menjemputmu dan anak kita tinggal bersama, Emelda,” jawab seseorang yang dibawa Ian atas perintah Adam sebagai kejutan untuk Emelda. Dia adalah Darius.


“Ta-tapi bagaimana kau bisa berada disini?” tanya Emelda dengan heran. Rasanya tidak mungkin secepat itu Darius menjalankan hukumannya di penjara.


“Semua sudah diatur oleh Adam. Dia menarik segala tuntutan. Aku sudah bebas sekarang,” jawab Darius.


Saat Adam berdiskusi dengan Ian dan Anita beberapa hari yang lalu, Ian memberi saran untuk membebaskan Darius. Dengan begitu Darius bisa tinggal bersama Emelda dan hidup Adam akan tenang bersama Emilia.


Emelda masih terdiam mencerna semua perkataan Darius. Dirinya malah diselimuti rasa bingung. Dia sudah bertekad untuk kembali lagi pada Adam, tapi sekarang kenapa malah Darius muncul lagi di antara mereka.


“Bagaimana Emelda?” tanya Adam yang melihat tidak ada tanggapan dari Emelda. Bukannya seharusnya dia senang Darius bebas dari penjara?


“Emelda, aku melakukan ini untuk kebaikan kita semua. Membebaskan Darius bukan perkara yang mudah, tapi aku tetap melakukannya karena aku ingin hidup tenang nantinya bersama Emilia. Dan kau juga bisa hidup bahagia bersama Darius dan anakmu nanti,” tutur Adam.


“Benar, Emelda. Aku merasa menyesal telah bertindak ceroboh. Aku juga ingin minta maaf dengan Emilia karena sudah menyakitinya dulu. Aku harap kau mau memaafkanku, Emilia,” ucap Darius dengan tulus.


“Aku sudah memaafkanmu. Benar kata Adam, aku harap setelah ini kau bisa hidup bahagia bersama Emelda dan anak kalian nantinya,” kata Emilia.


“Terimakasih, Emilia. Aku janji setelah ini akan menjaga Emelda dan anak kami dengan baik,” sahut Darius.


Adam mengusap-usap punggung Emilia yang berdiri di sebelahnya sambil tersenyum. Ia sangat bangga memiliki kekasih yang berhati mulia seperti Emilia. Setelah apa yang Darius lakukan padanya, ia sangat mudah memaafkan kesalahan Darius.


Sementara itu Emelda masih belum memberikan jawaban. Dia masih diam di tempatnya. Adam melihat ada yang tidak beres dengan Emelda. Sepertinya Emelda masih berat menerima Darius kembali padanya.


“Jadi, bagaimana Emelda?” tanya Adam lagi.


Emelda berjalan mendekat ke arah Adam, menyisakan jarak beberapa langkah di depan Adam. Semua yang ada disana jadi bertanya-tanya, kenapa dia tidak mendekat ke arah Darius?


“Adam, aku ingin kau pikirkan lagi baik-baik. Benarkah kau sudah melupakanku? Apa aku memang sudah tidak ada lagi di hatimu?”


Pertanyaan Emelda membuat semua yang ada disana menggelengkan kepala. Adam mendengus kasar mendengar Emelda yang masih menanyakan hal seperti itu. Entah harus bagaimana lagi Adam menjelaskan padanya kalau Adam sudah tidak mencintainya lagi.


“Emelda, aku harus pakai bahasa apa agar kau mengerti perkataanku? Sampai kapanpun kau bertanya, jawabanku tetap sama. Aku hanya mencintai Emilia saat ini dan seterusnya. Hubungan kita sudah selesai. Semua jejakmu di hatiku sudah terhapus dengan cintaku pada Emilia. Jadi tolong, biarkan kami bahagia. Dan kau, berbahagialah dengan Darius.”


“Semudah itukah kau mempermainkan perasaanku? Kau sampai rela membebaskan Darius hanya untuk menjauhiku agar kau tenang hidup dengan Emilia? Kau jahat, Adam! Kau tau aku masih mencintaimu.”


“Cukup, Emelda. Semua sudah berakhir. Tinggallah bersama Darius. Dia lelaki yang mencintaimu, bukan aku.”


“Tapi aku ingin menjadi istrimu. Aku tetap ingin menjadi Nyonya Adam!”


“Emelda, apa maksudmu? Kau mengandung anakku. Sudah seharusnya kau menjadi istriku, bukan Adam. Setelah ini aku akan membawamu tinggal bersama di luar negeri seperti rencana kita dulu,” bujuk Darius.


“Tidak! Aku masih mencintai, Adam. Aku tidak bisa secepat itu merubah rasa cintaku!” sanggah Emelda.


“Emelda, kau jangan keras kepala! Sekarang kembalilah pada Darius karena aku tidak mau kau mengganggu hubunganku dengan Emilia lagi,” bentak Adam.


Emelda yang mendapat pengusiran dari Adam malah menangis sesenggukan. Ia menggeleng tak percaya usahanya mendekati Adam akan sia-sia. Adam bahkan tega mengusirnya karena tak lagi mencintainya.


“Kau tega, Adam. Kau tega padaku!” kata Emelda sambil memukul-mukul dada Adam. Sementara Adam hanya diam tak bergeming. Dia tidak akan merubah keputusannya lagi.


“Kalian tidak usah susah-susah mengatur hidupku. Aku tau mengatur hidupku sendiri. Aku benci kalian semua!”


Emelda terlihat kecewa lalu berniat pergi meninggalkan mereka untuk masuk ke kamarnya. Tapi karena dia tidak hati-hati saat berlari, kakinya tidak sengaja tersandung karpet hingga membuatnya jatuh menelungkup. Perutnya dengan keras terbentur ke lantai.


“Aakkhhhhh......” teriak Emelda.


“Emelda.......”


***


Bagaimana nasib bayi yang ada di kandungan Emelda? Yuk, kasih pendapat kalian di kolom komentar!


Jangan lupa like, vote, gift dan jadikan favorit ya.


Thank you 🤍