My Name Is Emilia

My Name Is Emilia
113. Bayi Kembar



Saat ini usia kandungan Emilia sudah memasuki bulan kesembilan. Emilia hanya tinggal menanti hari dimana ia akan melaksanakan operasi caesar. Awalnya Emilia ingin melahirkan secara normal, tapi setelah berdiskusi dengan suaminya dan pihak dokter, Adam meminta Emilia untuk melakukan operasi caesar saja sebab dia akan melahirkan dua bayi sekaligus.


Malam itu sekitar jam 2 dini hari, Emilia tiba-tiba merasa gelisah. Lalu ia merasa tempat tidurnya basah. Terutama di area bawah. Emilia tersentak lalu bangun dari tidurnya untuk mengecek apa yang basah.


“Eh, apa aku mengompol? Tapi rasanya cairan ini keluar begitu saja. Apa jangan-jangan...”


Emilia mendadak panik dan segera membangunkan suaminya. Adam pun cepat-cepat bangun dan memeriksa Emilia.


“Sayang, aku tidak tau ini apa. Tapi kau jangan panik dulu, ya. Aku akan membangunkan ibu. Setelah itu kita ke dokter.”


Adam mencium kening Emilia sekilas agar istrinya itu tenang lalu ia berlari ke kamar ibunya.


Anita yang tengah tidur langsung terbangun saat mendengar pintu kamarnya digedor dengan kuat. Adam pun menceritakan kalau Emilia mengeluarkan cairan bening. Anita dapat menebak itu pasti pecah ketuban.


Saat mereka kembali ke kamar Adam, Emilia terlihat sedang meringis sambil memegang perutnya menahan sakit.


“Sayang, perutku...perutku sakit sekali...” rintih Emilia.


“Jangan-jangan Emilia mau melahirkan sekarang. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit,” ucap Anita.


“Sayang, tahan sebentar, ya. Kita ke rumah sakit sekarang,” kata Adam lalu dengan cepat menggendong istrinya yang tengah kesakitan.


Suasana rumah Adam yang tadi sunyi senyap kini jadi ramai karena semua asisten rumah tangganya ikut terbangun mendengar majikannya akan segera melahirkan.


Adam segera membawa Emilia ke rumah sakit ditemani oleh Anita. Sepanjang perjalanan Adam tak henti-hentinya menenangkan Emilia. Emilia tampak sangat kesakitan sehingga keringat pun terus bercucuran di keningnya.


“Sabar ya, Sayang. Sebentar lagi sampai,” ucap Adam dengan lembut.


“Sak-kit...sakit sekali sayang...makin lama makin sakit...” ringis Emilia sambil mere*mas tangan Adam sebagai pelampiasan rasa sakitnya.


“Iya, Sayang. Tahan sebentar lagi, ya. Aku yakin kau pasti kuat, Sayang.”


Tak peduli tangannya juga sakit dipegang oleh Emilia. Baginya yang penting istrinya bisa nyaman. Bahkan kalau perlu Adam rela jika Emilia bisa berbagi rasa sakit yang dideritanya saat itu.


Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit. Dokter dan beberapa perawat sudah siap untuk menyambut kedatangan Nyonya Adam Smith. Emilia pun segera dibawa ke ruang bersalin.


Awalnya Emilia memang akan dioperasi, tapi melihat bukaan lahiran yang hampir sempurna, jadi ia akhirnya melahirkan dengan cara normal.


“Anak-anak kita sudah lahir, Sayang. Kau sudah jadi ibu sekarang. Kau ibu yang hebat, Sayang. Kau sangat hebat,” ucap Adam dengan suara bergetar menahan rasa haru yang membuncah di dada. Tanpa sadar airmata bahagia mengalir begitu saja di pipinya.


Adam meraih wajah Emilia lalu mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Ia juga menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


“Terimakasih, Sayang. Terimakasih sudah berjuang melahirkan anak-anak kita,” ucap Adam dengan tulus.


Emilia pun mengangguk. Ia juga ikut menangis bahagia saat itu. “Terimakasih juga karena selalu ada di sampingku dan menemaniku. Kau ayah yang hebat. Aku mencintaimu, Sayang.”


“Aku lebih mencintaimu, Sayangku, ibu dari anak-anakku.”


***


Paginya, Anita serta Ian dan istrinya sudah berada di kamar rumah sakit tempat Emilia berada. Mereka ingin melihat keadaan Emilia serta kedua bayi kembarnya. Istri Ian sendiri saat ini sudah berbadan dua. Usia kandungannya sudah masuk 4 bulan.


Dua bayi kembar yang berbeda jenis kelamin itu tampak tertidur pulas di dalam box bayi setelah puas menyu*su langsung dari ibunya. Sementara Emilia sedang disuapi Adam buah-buahan agar ASI nya lancar. Apalagi ia harus menyiapkan ASI untuk dua bayi sekaligus.


“Apa Tuan sudah punya nama untuk mereka berdua?” tanya Ian.


“Iya nih, ibu bahkan belum tau siapa nama kedua cucu ibu ini,” timpal Anita.


“Aku sudah menyiapkan nama untuk mereka,” jawab Adam.


“Siapa?” tanya Emilia pula. Dia sendiri tidak tau suaminya sudah menyiapkan nama bayi mereka.


“Namanya Leon Adam dan Lyla Adam.”


“ Leon dan Lyla?” ulang Anita.


“Iya, Bu. Leon dan Lyla,” kata Adam membenarkan.


“Nama yang bagus. Aku suka nama mereka,” ucap Emilia sambil tersenyum memandang kedua bayi kembarnya.