My Little Bride

My Little Bride
7



Sinar matahari masuk melalui celah jendela dan menganggu tidur gadis itu. Ya Melan merasa badannya sangat letih, lelah dan bahkan perih di beberapa bagian. Melan mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha menyesuaikan matanya.


Melan yang teringat dengan kejadian semalam. Apa yang telah dilakukannya dengan Andra semalam membuat dia malu. Pipinya merona merah dan dia hanya bisa tersenyum sendiri.


Tanpa dia sadari,Andra sudah berada di depan pintu kamar. Andra juga ikut tersenyum karena dia melihat Melan yang senyum sendiri.


"Sudah bangun sayangku" Andra duduk di samping Melan


"Ehh Pak tua ,sejak kapan disitu sih" Melan yang menaikkan selimutnya lebih tinggi sehingga menutupi lehernya


"Ehmmm...ehmmn,pak tua . Kenapa malu sih sayang, terus wajahnya itu kenapa ditutupi sih " kata Andra sambil menyingkap selimut Melan sehingga tubuh telanjang Melan benar-benar terpampang begitu indah nya . Melan yang merasa malu dan.berusaha untuk menarik selimut itu kembali tapi selimut itu sudah Andra lempar ke samping dan jatuh ke lantai.


"Kau akan mendapat hukuman sayang karena memanggilku denga pak tua lagi"


Melan gadis itu hanya bisa terdiam dan pasrah menunggu apa yang akan dilakukan oleh Andra suami nya ini. Andra yang memandang Melan isrti kecil nya itu dengan penuh nafsu seakan dia ingin langsung menerkam gadisnya itu.


Andra perlahan mendekatkan wajahnya pada Melan dan mengecup singkat bibir Melan yang menjadi candu untuk nya itu . Dia tersenyum melihat wajah Melan yang kelihatan tegang. Andra kembali meciuam dan ******* bibir Melan yang memabukan itu dan tidak lupa tangannya sudah meremas payudara Melan.


Melan terkesiap dengan serangan dan perlakuan Andra . Andra tidak membiarkan Melan untuk berpikir dan Andra bahkan terus menyerang Melan dengan kecupannya,belaiannya dan remasannya.


Melan hanya melenguh,meremas seprei dan meracau. Dan Andra menyukai lenguhan dan racauan istinya ini . Tanpa menunggu lama,ketika dilihatnya Melan sudah siap,Andra pun langsung menyatukan tubuh mereka.


Melan pun menjadi lebih kuat dengan desahan dan racauannya,cakarannya dan gigitannya. Tapi Andra sangat menyukai itu semua. Dia telah mencintai Melanv gadis kecil ini.


Permainan mereka pagi kali ini benar-benar menguras tenaga mereka. Hanya deru nafas mereka yang terdengar. Andra yang sudah berulang kali mengecup kepala Melan dan mengucapkan kata-kata cinta hingga mereka berdua tertidur kembali karena kelelahan.


##


Sudah seminggu pernikahanku dengan Gadis kecil ku itu . Tak hentinya aku bersyukur karena telah memiliki gadis kecil itu. Walaupun dalam seminggu ini Melan selalu mengeluh dan merasa sedih karena dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


Aku benar-benar sangat menyayangi gadis kecilku itu . Dan seperti hari ini,aku kurang fokus dengan kerjaanku yang menumpuk karena beberapa hari kutinggalkan. Aku sangat merindukan gadis kecilku. Sedang apa dia sekarang.


Dalam sehari ini saja aku sudah beberapa kali menelponnya. Setiap kegiatan yang dia lakukan aku harus tahu.


Sedang asyiknya aku melamunkan gadis kecilku,pintu kantorku diketuk.


Sesosok pria masuk dan aku langsung kesal melihatnya.


"Hai sepupu,apa kabar" senyum bodohnya itu menghiasi wajah innocentnya. Aku kesal melihatnya dan langsung kulempar saja dengan gumpalan kertas yang telah kuremas terlebih dahulu.


"Hai sabar bro" dia mengelak dari lemparanku


"Kemana saja kau,masih menganggap aku saudara" aku langsung menghujaninya dengan pertanyaan


"Tentu saja kau masih saudaraku,maafkan aku kalau aku tak datang ke pernikahanmu. Pekerjaanku banyak di Jerman"


"Alasanmu saja"


"Oke maafkan aku ya. Bagaimana kalau kita makan siang bersama dan ajak istrimu sekalian. Aku ingin berkenalan dengannya juga"


"Baiklah,aku akan telepon dia sekarang dan kita ke restoran di atas saja"


"Baiklah,kalau gitu aku duluan ya,aku akan mengajak istriku juga"


Sepeninggalan sepupuku,aku menelpon Melan dan menyuruhnya bersiap. Aku menyuruh supirku menjemput Melan dirumah. Aku akan mengenalkan dia dengan sepupuku dan istrinya. Untung saja sepupuku mengajak kami makan siang karena dengan begitu akan ada alasan aku untuk bertemu Melan siang ini.Karna Aku sudah sangat merindukannya.