My Little Bride

My Little Bride
Akhirnya Kembali



Walau Alin masih kecewa dan belum sepenuhnya percaya akan kata-kata Keenan tapi dia memilih kembali kerumah Keenan karena tidak mau membuat neneknya khawatir dan berfikir yang tidak-tidak tentang keadaan rumah tangga Alin yang sebenarnya.


Alin menghela napas saat akan memasuki pintu rumah Keenan rasanya berat melangkahkan kaki memasuki rumah itu lagi. Entah bagaimana kehidupan selanjutnya apa akan sama seperti sebelumnya?


"Ayo masuk," Keenan menggandeng tangan Alin yang masih mematung di depan pintu.


"Iya," jawabnya singkat.


"Selamat sore neng Alin, akhirnya neng Alin pulang," BI Atin dan Bi Inah menyambut Alin. sementara Keenan langsung naik ke kamarnya.


"Iya Bi, tapi kenapa di sini gelap sekali," ucap Alin Lirih.


"Bibi nyalakan semua lampu ya neng," Bi Inah beranjak.


"Bukan rumahnya yang gelap. tapi masa depan Alin, " ucap Alin seraya pergi dan membuat kedua asisten rumah tangganya itu bingung.


Setelah selesai mandi Alin teringat ada tugas dari dosen yang harus dia kumpulkan besok. Alin mulai membuka laptop dan mengerjakan tugasnya namun, tiba-tiba Keenan masuk ke kamarnya dan membuat Alin kaget.


"Ketuk pintu dulu dong Mas kalau masuk ke kamar," Gerutu Alin kesal karena Keenan sering seenaknya keluar masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu.


Tidak ada tanggapan dari Keenan dia malah duduk si sebelah Alin. tidak ada sepatah katapun keluar dari Keenan.


"Gak jelas banget sih ini orang," batin Alin kesal karena merasa terintimidasi dengan keberadaan Keenan yang seperti sedang mengawasinya dan membuat Alin salah tingkah.


"Mau ngapain sih mas disini?" akhirnya Alin buka suara.


"Kenapa memangnya gak boleh?"


"Bukan gak boleh tapi Alin jadi gak fokus kalau di awasi kaya begini," protes Alin.


"Anggap saja saya gak ada,"


"Isshh nyebelin,"


"Ayo makan malam dulu," ajak Keenan seraya berdiri.


"Alin gak lapar," tolak Alin.


Keenan menyunggingkan senyuman bagaimana Alin bisa bilang tidak lapar sementara dengan jelas sedari tadi Keenan mendengar suara perut Alin yang sedang berdemo. "Tapi cacing di perut kamu sudah teriak minta di isi," ucap Keenan seraya melangkah keluar kamar


Refleks Alin memukul pelan perutnya, "Cacing sialan malu-maluin aja sih," Alin merasa malu dia kira suara perutnya tidak terdengar oleh Keenan.


"Cepetan," Teriak Keenan di ambang pintu.


"Iya," kemudian Alin menyusul.


Alin begitu menikmati makan malamnya.


"Ah kenyang, masakan Bi Inah emang TOP, " Alin mengelus perutnya yang kekenyangan.


"Yang katanya gak lapar tapi sampai nambah beberapa kali, " sindir Keenan. "Oh iya soal yang tadi pagi," ucap Keenan ragu-ragu.


"Kenapa?" tanya Alin.


"Kamu mau kan mulai semua dari awal?" tanya Keenan serius dan menatap mata Alin.


"Kirain mulai dari nol kaya isi bensin di SPBU," celetuk Alin.


"Saya serius," ucap Keenan sungguh-sungguh


Alin terdiam sejenak bahkan seharian dia memikirkannya tapi tak juga mendapatkan jawaban. "Alin belum tau mas," Alin mengalihkan pandangannya.


"Dengan cara apa agar saya bisa meyakinkan kamu?" Tanya Keenan memegang bahu Alin.


Tatapannya yang teduh tidak ada kebohongan dari sorot matanya membuat Alin terhipnotis dan menatapnya semakin dalam.


Tentu saja itu membuat Keenan hilang kontrol dan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Alin bahkan hanya menyisakan jarak beberapa centi saja.


"Eeeuuu," Tiba-tiba Alin bersendawa kerasa tepat di depan wajah Keenan. Refleks dia beringsut mundur dan menutup mulutnya.


Sementara Keenan hanya menahan nafas bahkan aroma makanan dari mulut Alin tercium jelas di hidung mancung nya.


"Oppss maaf mas, biasanya Alin sopan kok gak kaya gini," ucapnya salah tingkah pipinya merona kemudian berlari menuju kamar.


"Astagaaa, malu-maluin banget sih gue," Alin merutuki kebodohannya sendiri. "Bodo amat ah bangus deh kalo dia ilfeel sama gue jd gue gak usah capek-capek menghindar lagi."


****


Pagi-pagi sekali Alin sudah bersiap untuk pergi ke kampus. dia sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya untuk menghindari Keenan. Alin mengendap-ngendap ketika melewati kamar Keenan agar tidak menimbulkan suara. Namun, sialnya tiba-tiba dia menabrak Keenan yang baru saja membuka pintu kamar.


"Aduh!" Alin memegang kepalanya dan pura-pura kesakitan saat keningnya membentur dada bidang Keenan.


"Yang kejedot di sini," Keenan meletakkan tangannya di kening Alin.


"Oh kayaknya Alin amnesia," ucap Alin salah tingkah karena canggung.


"Sakit?"


Alin mengangguk dan memasang wajah imut sehingga membuat Keenan gemas.


"Dimana yang sakit?"


Alin menunjuk kening nya.


Cup! Tiba-tiba Keenan mengecup kening Alin. "Saya tidak akan membiarkan kamu sakit lagi mulai sekarang," Keenan mengelus lembut rambut Alin.


"Ayo sarapan dulu, saya antar kamu ke kampus."


"Emm Alin berangkat sama Mang Didi aja mas," Tolak Alin.


"Saya tidak menerima penolakan," Jawab Keenan datar.


"Ini orang lama-lama nyebelin juga ya, kemarin-kemarin dia sendiri yang manggil supir karena gak mau antar jemput Alin" Gerutu Alin.


"Jangan ngedumel! saya bisa dengar."


"Hahaha enggak kok mas, mas salah denger kali."


****


"Hei pagi-pagi udah cengar-cengir kesambet setan apaan lo?" Tiba-tiba Della mengagetkan Alin kemudian duduk di sebelahnya.


"Isshh lo Del ngagetin aja, jantung gue lagi gak stabil nih. Kayaknya gue harus pergi ke spesialis jantung deh," Alin menepuk-nepuk dadanya.


"Jantung lo kenapa emang?"


"Jantung gue rasanya mau meledak-ledak," Ucapnya dengan nada yang di buat dramatis.


"Lebay lo! Oh iya gimana hubungan lo sama Om ganteng? udah sampai sejauh mana?" Tanya Della penasaran.


"Gak tau lah gue bingung," Seketika wajah Alin berubah jadi murung.


Della bisa menebak kalau Alin sedang tidak baik-baik saja di lihat dari perubahan ekspresi wajahnya.


Tiba-tiba trio pembuat onar datang mengacaukan suasana.


"Hallo para jomblowati," Sapa Rizal dengan gaya khasnya.


"Emangnya lo gak jomblo," protes Della.


"Tenang aja dalam proses bentar lagi gue gak jomblo," ucap Rizal dengan sombongnya.


"Emang ada yang mau sama Lo?" celetuk Alin.


"Jahat lo Lin, Tar kalo lo naksir gue baru tau,"


"Ih amit-amit tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh pengkolan gue harus naksir sama Lo,"


"Kalau benci jangan kelewatan tar lo suka beneran lagi sama dia," Reno membela Rizal.


"Kaya lo sama Della?" Alin tertawa meledek Reno.


"Apaan sih jadi bawa-bawa gue," Protes Della.


"Masih pagi udah ribut aja buang-buang energi," Farrel melerai sahabat-sahabatnya yang memang kalau mereka sudah bertemu akan berisik.


"Tau nih cewek-cewek kayaknya pagi-pagi udah minum soda bawaannya ngegas mulu," ucap Rizal.


"Lo yang mulai," Della Memelototkan matanya ke arah Rizal.


Sementara di kantor Sean.


Keenan sengaja mampir ke kantor Sean hanya untuk berkonsultasi kepada sahabatnya itu. dan kebetulan di situ juga sudah ada Randy.


"Jadi gimana kelanjutan hubungan lo sama itu bocil?" Tanya Randy penasaran.


"Kepo Lo kaya emak-emak komplek," Kesal Keenan.


"Hahaha sewot belum dapat jatah ya?" Ledek Randy lagi.


"Gue harap ini benar-benar dari hati yang paling dalam lo milih Alin, bukan karena rasa kecewa lalu menjadikannya hanya sebagai pelarian," Sean menasehati.


Keenan hanya terdiam. Dia juga belum sepenuhnya yakin apa hatinya benar-benar memilih Alin atau benar kata Sean hanya menjadikan Alin pelarian karena rasa kecewanya. "Gue sedang berusaha membuka hati buat Alin," Tegasnya.


"Lo tau kan gimana rasanya kecewa? gue harap lo gak akan buat Alin kecewa juga," tutur Sean bijak.


"Tapi serius lo tinggal satu rumah dan udah nikah tapi belum pernah ngapa-ngapain?" Tanya Randy konyol. "Jangan-jangan lo gak normal?" Randy bergidig ngeri.


"Kenapa? lo mau ngapa-ngapain sama gue?" tantang Keenan.


"Gue normal ya," tolak Randy tegas.


-


-


-


-


Hallo Setelah 7 purnama berlalu akhirnya author baru up lagi.. hehehe


Mohon maaf yang penasaran sama kisah Alin dan om Keenan author gantung lama kaya jemuran di musim hujan dan baru sempat up. terimakasih buat yang masih masukin cerita ini ke daftar favorit... Mudah-mudahan author bisa up rutin lagi ya setelah kurang lebih 2 bulan istirahat.


Mohon maaf jika ceritanya muter-muter dan kurang memuaskan apalagi masih banyak typo di mana-mana. karena kelamaan gak ngetik author jadi kaku lagi kaya kanebo kurang aer πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


jangan lupa like, komen dan vote yaa....