My Little Bride

My Little Bride
5



Sudah berkali-kali Abdra selalu merutuki perbuatannya tadi. Walaupun dia sendiri pantas kalau dia mencium Melan yang notabenny sebagai tunangannya tapi tetap dia sadar kalau Melan belum srpenuhnya bisa membuka hatinya untuk dia. Dan dia juga tau kalau Melan pun belum pernah berciuman seperti itu. Baru dengan Andralah Melan bisa merasakan ciuman dan Andra tak mau jika Melan menjadi takut padanya hanya karena sebuah ciumannya yang menuntut itu.


Sepanjang perjalanan pulang,Melan dan Andra kedua nya hanya terdiam. Tidak ada pembicaraan sepatah kata pun. Melan dengan rasa malunya karena dia juga membalas ciuman Memabukan Andra tadi sehingga dia memilih diam sedangkan andra yang terus menerus merutuki sikapnya yang selalu hampir lepas kendali jika sudah bersama gadis kecilnya ini.


"Ehmmm litle gril sayang,apa kamu marah sama mas. Aku minta maaf soal ciuman tadi" Andra mencoba membuka pembicaraan karena dia berpikir ini harus diselesaikan. Jangan sampai ada salah paham diantara mereka


"Aku gak marah mas,bukan salah mas juga kok . Salah aku juga yang membalas ciuman mas"


"Kamu gak salah litle gril sayang,aku nya yang hampir lepas kendali kalau lagi dekat dengan kamu " suara Andra yang terdengar menyesal. Andra seorang pria dewasa yang harus berhadapan dengan Melan seorang gadis muda.


"Kalau begitu kita jangan saling menyalahkan mas, mungkin wajar bagi kita untuk berciuman karena mas tunangan aku cuma kita aja yang hampir terlena. Maafkan aku selama ini mungkin belum bisa bersikap layak nya seperti tunangan yang mas harapankan"


"Sstttt,my litle gril ,aku bisa mengerti dengan sikapmu. Kamu belum bisa menerima aku dengan sepenuhnya . Tapi Pelan-pelan saja sayang. Aku akan selalu berusaha ada untukmu"


Melan terkejut dengan perkataan Andra . Andra ternyata bisa bersabar untuknya.


Sesampainya di rumah Melan,Andra membukakan pintu mobil untuk Melan gadis kecilnya ituv. Tapi sebelum Melan turun,Andra membungkukkan badannya lagi untuk mencium kening Melan calon istri nya itu sebelum Melan masuk ke dalam rumahnya.


##


Saat ini aku membuka pintu rumahku dengan perasaan yang tak karuan dan menentu. Aku juga bahkan tidak sadar jika di ruang keluarga disana ada Momy yang sedang membaca majalah. Aku hanya melewati Momya tanpa memberikan salam. Hal ini membuat pasti membuat Momy menjadi bingung karena tidak biasanya aku tidak memberikan salam pada Momya.


"Anak Momy kok melamun sih ,Momy sampai-sampai dicuekkan"


"Ehhh maaf Mom ,Melan gak ngelihat kalau Momy ada disitu " aku berbalik dan duduk disamping Momy tapi sebelumnya aku menyalami Momy dan mencium pipinya


"Ada apa sih sayang,masa baru pulang jalan sama Andra mukanya langsung cemberut"


Aku mengerutkan keningku,dari mana Momy tau aku jalan sama Andra . Aku kan gak bilang sama Momy.


"Jangan cemberut lagi,Momy tau dari Andra soalnya tadi Andra udah minta izin ke Momy" Momy seolah tau dengan rasa keterkejutanku


"Bagaimana hasil fitting bajunya,bagus gak sayang"


Aku langsung menganggukan kepalaku"bagus banget Mom"


"Tapi kok mukanya begitu"


Aku langsung memeluk Momyku ini"Mom,dulu waktu Momy mau nikah sama Papi bagaimana?Momy ngerasa gugup gak?terus Momy berapa lama pacaran sama Papi?"


"Ya ampunn sayang, Satu-satu sayang nanyanya. Momy gugup dong itu pasti ,setiap calon pengantin pasti gugup. Tapi Momy gak ada pacaran sama papi mu ,Momy juga dijodohkan"


"Hah...dijodohkan,kok bisa Mom" aku tak percaya mendengar cerita Momyku


"Bisa dong sayang,opa kamu yang jodohin Momy sama papimu itu karena opa melihat papimu itu adalah orang yang bertanggung jawab"


Momy membelai rambutku "sayang,cinta itu datang karena terbiasa bersama. Momy sih juga awalnya juga belum bisa menerima papimu tapi perhatian papi itu membuat Momy luluh. Momy malah jatuh cinta sama papi"


Aku bahagia mendengar cerita Momyku. Dan aku juga bahagia mempunyai keluarga ini. Apakah aku jugac bisa seperti itu dengan Andra kelak. Semoga saja bisa,karena aku juga mau belajar seperti kedua orang tuaku.


Setelah berbicara dengan Momy ,aku beranjak menuju kamarku di lantai atas. Aku mengambil handphoneku dan menghubungi Nesa. Aku ingin berbicara padanya. Tapi sebelum aku mau menghubungi Nesa ,si pak tus sudah terlebih dahulu menelponku.


"Halo..."


"Hai litle gril sayang,udah tidur"


"Belum dong Pak tua ,kalau aku udah tidur mana mungkin aku jawab telepon dari pak tua " kesal juga dengar si Andra nih,masih aja nanya yang gak penting begitu.


"Ehmmm Adek ,kok jawabnya begitu. Masih kesal sama ciuman mas atau penasaran dan ingin mengulang sama ciuman mas tadi "


What


Si Andra ini kok pede banget sih lagian masih aja sebut-sebut soal ciuman dan apa tadi dia bilang Adek ,apa coba maksudnya.


"Adek ..."aku bingung


"Iya adek sayang ,kamu Adek kan" kata Andra


"Aku bukan Adek dan aku bukan adek kamu pak tua,aku Melan . Kamu salah alamat Ya Pak tua"


"Aku gak salah alamat Litle gril sayang. Kamu Melan Putri Nesa kan"


"Iya tapi kok kamu bilang aku adek "


"Iyalah,soalnya kamu bilang aku pak tua. Kalau aku Pak tua berarti kamu Adek kan gadis kecil ku"


Baru aku sadar dengan arah pembicaraan Andra . Aduh tepuk jidat dah aku kalau aku melawan dengan omongan Andra nih.


"Mau ngapain sih telepon aku mas"


"Hanya mau bilang selamat malam sayangku dan selamat tidur"


Ampun deh si Andra nih,lebay banget udah kayak anak abg padahal kan umurnya tua.


"Okelah selamat malam juga dan selamat tidur juga mas "


Aku pun mematikan sambungan telepon kami. Aku hanya bisa tersenyum sendiri dengan sikap Andra pria tua yangt tampan, hot, dan mesum itu.