My Little Bride

My Little Bride
3



Dan tibalah hari ini adalah pertunangan Melan dan Andra . Para tamu undangan bahkan sudah mulai banyak yang berdatangan. Dan Acara diadakan di salah satu restoran milik keluarga Andra . Melan hanya bisa diam,dari tadi dia hanya duduk dan diam membisu. Dia masih belum sepenuhnya bisa menerima perjodohan ini. Dia bahkan belum mengenal Andra bahkan mereka saja baru bertemu seminggu yang lalu.


"Marilah kita panggil pasangan yang berbahagia dan yang akan bertunangan malam ini untuk saling mengucapkan sepatah dua patah kata" suara mc membuyarkan lamunan Melan . Dia sebenarnya enggan berdiri tapi tatapan Momu dan Papinya yang membuat dia harus segera beranjak dari kursinya.


Melan dengan anggunnya berjalan ke tengah panggung,begitu juga Andra . Andra langsung menggandeng tangan Melan calon istrinya itu ketika Melan sudah berada di dekatnya.


"Saya mengucapkan ucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu undangan yang hadir malam ini. Saya Andra Wakler ingin mengikat Melan Putri Nesa sebagai tunangan saya dan kelak dia juga akan menjadi istri saya" Andra mengenggam tangan Melan sambil memandang gadis itu sekilas.


Sekarang giliran Melan yang mengucapkan kata sambutan " selamat malam para undangan yang telah hadir disini. Saya...." perkataan Melan terhenti dan sebenarnya dia ingin bilang Bahwa dia menolak pertunangan ini tapi apa dia sanggup ya menyakiti kedua orang tuanya. Tatapan mata Andra langsung tajam kepadanya "saya menerima Andra Wakler sebagai tunangan saya dan calon suami saya kelak"


Para tamu undangan yang hadir bertepuk tangan dan kemudian baru acara pertukaran cincin.


Perasaan Melan menjadi campur aduk,sekarang dia sudah resmi menjadi tunangan Andra . Melan juga bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.


##


Acara pertunanganku telah selesai,dan sekarang aku berada di kamarku. Aku benar-benar galau sekarang. Sebenarnya kalau aku pikir lagi,ini bukanlah salah Andra yang bertunangan denganku. Toh dia dan aku sama-sama tak mempunyai pasangan. Tapi yang masih tidak aku terima adalah perbedaan umur kami. Apa kata dunia kalau aku menikah dengan om-om tua. Walau pun Andra Gak tua juga sih sebenarnya baru 3otahun. Tapi kan,entahlah aku juga bingung dengan diriku sendiri . Kenapa aku jadi bimbang begini. Disatu sisi gak mau tapi disisi lain berusaha mencari pembenaran. Kalau kayak gini terus ,lebih baik aku telepon Nesa aja,sahabat aku.


"Halo Sa ,lagi apa loe"


"Gue lagi ngerjain tugas,eh ia selamat ya atas pertunangan loe,sori gue gak datang tadi tapi gue janji pas loe nikah,gue pasti datang kok "


"Iya..."


"Lemas banget sih loe,happy dong. Ada ya orang tunangan malah gak happy"


"Itulah masalahnya Nes ,gue itu gak bahagia. Gue gak mau tunangan sama pak Tua itu"


"Busyettt deh,Pak Tua siapa?bukannya tunangan loe itu si Andra "


"Iya tapi kan dia orang tua mesum"


Nesa hanya bisa tertawa mendengar curhatanku. Aku jadi kesal,tau gini ujung nya mending gue gak usah curhat sama Nesa kalau hanya ditertawakan.


"Ishhh,stop tertawanya,bukannya mendukung gue"


"Maaf deh Mel ,bukannya gue gak mendukung loe tapi loe lucu aja. Harusnya loe bangga bisa tunangan dengan seorang seperti Andra Wakler. Seorang pengusaha sukses,ganteng lagi"


"Ya udah loe istirahat aja sekarang,besok gue mau ke rumah loe biar kita bisa curhat dengan puas"


"Oke deh"


Ahhh,,,, kenapa


Aku terus memikirkan gadis kecilku,gadis kecil yang telah membuat aku jatuh hati. Anggaplah diriku lebay atau alay kata anak zaman sekarang. Tapi jujur ketika pertama kali aku melihatnya,aku langsung jatuh hati jatuh pada pandangan pertama kepada gadis kecil itu . Tatapan matanya,tingkah lakunya dan gaya bicaranya benar-benar ahhhh,,,, membuat aku jatuh hati.


Aku bahkan jadi seperti orang bodoh akhir-akhir ini. Selalu memikirkan gadis kecilku sampai tersenyum sendiri. Aku selalu memantau Gadis kecil ku lewat sosial medianya hanya untuk melihat kegiatan sehari-harinya.


Tak lama lagi gadis kecilku akan menjadi MY LITLE BRIDE ku ,memikirkannya saja sudah membuat aku tak sabar dan senyum-senyum tak jelas begini.


"Ehmmmm...."


Kulihat ke arah pintu dan ternyata sahabatku sekaligus rekan kerjaku sedang senyum-senyum ke arahku. Pasti dia melihat aku tersenyum sendiri tadi.


"Apa yang loe lakukan disitu" kataku sedikit ketus,aku malu juga tertangkap basah sedang senyum-senyum sendiri.


"Sabar bos,jangan sewot dong. Harusnya yang marah itu gue,gue udah dari tadi nunggu loe. Loe ingat gak sih kalau kita mau ke lokasi proyek pembangunan hotel. Gue sampe ngerasa belumut nungguin loe,eh loe malah senyum-senyum gak jelas disini,tau lah ya yang baru tunangan"


Sial...


Aku kok lupa ya kalau ada janji mau ke lokasi proyek.


"Sialan loe Ndre,gue bukan senyum Gak jelas ,gue juga sibuk nih"


"Eh And,mata gue belum rabun atau katarak ya. Udah deh nanti aja loe lanjutin mikirin Melan sekarang kita langsung ke proyek"


"Iya...iya,pakai mobil gue aja"


"Ogah,masing-masing aja ntar gue ditinggalin loe kayak waktu itu gara-gara loe mau ketemu sama Melan "


"Ya udah,ayo pergi sekarang"


##