
Sebuah cafe
Melan kini sedang menunggu seseorang,siapa lagi kalau gak si Nesa sahabat karibnya. Udah hampir satu jam dia menunggu Nesa tapi batang hidung tuh anak belum juga kelihatan. Melan paling sebel kalau disuruh menunggu karena dia orang yang disiplin.
Tak lama dia melihat seseorang di depan pintu cafe sambil melambaikan tangan padanya.
"Sori ya nunggu gue lama ya"
"Ishhh,kemana aja sih loe,gue udah menghabiskan dua gelas jus jeruk dan satu porsi goreng pisang keju"
"Iya,maaf deh ya,gue baru selesai mata kuliah pak Deren . Loe kan tau sendiri kalau pak Deren suka beri tugas segunung jadinya gue banyak ketinggalan nih"
"Alasan aja loe,bukannya loe itu salah satu fansnya pak Deren ya. Loe kan ngebet banget mau dekat sama pak Deren"
"Ihhh,Melan tau aja deh,pintar ya sekarang" Nesa pun menyubit gemes kedua pipi Melan
"Woiii lepasin gak,bonyok ntar pipi gue kalo loe cubit begitu" Nesa hanya tersenyum.
"Loe mau curhat apa" kata Nesa
"Gue bingung dengan pertunangan gue. Gimana kalau Gue mau batalin aja"
"Gila loe ya, Mel inget lo gak bisa seenak gitu juga kali mel . Kalau loe gak punya alasan yang kuat bisa bahaya itu. Bagaimana dengan orang tua loe,mau taruh dimana muka mereka. Lagi pula keluarga Wakler tidak akan membiarkan ini dengan mudah terjadi. Setahu gue mereka itu keluarga yang sangat berpengaruh"
"Tapi gue gak mau tunangan sama Andra ,habisnya dia tua banget"
Hahahaha,Nesa tiba-tiba tertawa "apa cuman karena alasan usia loe gak mau sama Andra ,coba jujur deh sama gue"
Melan hanya bisa terdiam,mungkin alasan yang dia ungkapkan gak masuk akal.cuma dia juga bingung apa yang membuat dia gak bisa menerima Andra .
"Loe gak akan bisa jawab gue?loe tau gak mel ,seharusnya loe tuh beruntung dapat Andra . Dia juga udah mapan,dewasa,ganteng lagi.Dan juga pasti Banyak cewek diluar sana yang mau sama dia"
"Gue...makanya gue bingung Nes ,bantuin gue kek,kok malah ceramahin gue sih "
"Mel ,Denger kita udah sahabatan dari kecil,dari belum lahiran kali karena orang tua kita juga udah bersahabat. Saran gue,coba loe belajar buka hati loe buat Andra . Lihat dia dari berbagai sisi,mudah-mudahan loe bisa melihat sifat baiknya. Jangan loe pikirin orang itu lagi,orang yang udah nyakitin loe "
Melan langsung terdiam mendengar kata-kata Nesa . Kenapa sih Nesa mengungkit tentang orang itu lagi sih.
"Gue tau loe gak suka gue ungkit masalah orang itu lagi, tapi loe tau gak,sikap loe yang belum bisa buka pintu hati loe buat Andra itu karena loe masih mikirin orang itu. Buat apa sih loe pikirin lagi,dia sekarang bahkan udah bahagia dengan kehidupannya"
Perkataan Nesa benar-benar membuat Melan skak matt dan terdiam. Melan tau bahwa perkataan Nesa sahabatnya ini ada benarnya. Orang itu memang masih bersarang di hati dan pikirannya.
Hari ini Melan harus fitting baju sama si Andra . Dan Dia akan dijemput sepulang kuliah. Kelihatan kalau Melan bete banget.
"Bete aja sih muka loe Mel ,ntar cepat keriput baru tahu rasa " Nesa langsung duduk di kursi taman di samping Melan
"Biarin aja,lagian loe ngapain disini sih"
"Wahhhh,gue kan kuliah tadi Mel . Emang loe yang bisa bolos seenaknya secara nih kampus kan punya eyang loe. Mana ada dosen yang berani protes sama loe"
"Gak juga kali,eyang gue kan udah bilang sama semua staf dan dosen untuk gak ada yang mengistimewakan gue"
"Lagi nungguin Andra ,dia mau ajak fitting gue baju pengantin"
"Wah asyik dong ya"
"Asyik dari mana,bete gue harus berduaan sama Andra, "
"Kan bagus biar loe bisa lebih dekat mengenal calon suami loe. Belajarlah buka hati loe ya"
"Gitu ya,ehmmmm gue bakalan berusaha deh"
Tak lama Andra pun datang menjemput Melan. Melan dan Andra langsung menuju butik teman Andra .
##
Di butik
Aku sedang melihat gadis kecilku mencoba beberapa baju gaun pengantin. Setiap kali dia memperlihatkan padaku, aku selalu sajamenolak baju pilihannya. karna Aku sendiri sudah mempunyai pilihan baju sendiri.
"Eh Pak Tua ,aku cape nih ganti baju melulu. Masa sih gak ada yang cocok sih"
"Ehmm...ehmmm"
"Eh...mas,aku cape nih"
Aku hanya bisa menahan tawa saat melihat wajahnya yang ketakutan karena telah memanggilku pak tua . Baru mendapat hukuman ciuman dariku dia sudah seperti itu bagaimana kalau malam pertama kami nanti. Aduh,aku kenapa berpikiran apa sih,sabar Andra jangan berpikiran yang tidak-tidak. Ini belum saatnya. Walaupun sebenarnya aku sudah tidak sabar untuk melakukan malam pertama dengan litle gril ku ini.
"Aku sudah ada pilihan untukmu my litle gril"
"Ya ampun mas,kalau tau begitu kenapa gak dari tadi sih ms,malah suruh aku milih sendiri kan cape nih"
"Aku sengaja aja biar kamu gak diam aja kalau lagi berdua sama aku"
"Ya udah,mana yang Mas pilih bajunya mas"
"Aku ada dua pilihan,satu baju untuk pemberkatan pernikahan kita nanti dan yang satu baju untuk resepsi kita"
"Iya,aku ikut aja,mana"
"Mbak,tolong tunjukkan bajunya"
"Bagaimana my litle grilbsayang" aku melihat wajah gadis kecilku sumringah. Aku tahu pasti dia sangat menyukai baju pilihanku.
"Bagus banget mas gaun pengantin nya "
Aku bahagia kalau dia bahagia. Inilah yang ingin aku lihat dari wajahnya. Senyuman manis itu telah membuat aku jatuh cinta
layak nya anak Abg lagi.