My Little Bride

My Little Bride
Kencan pertama



"Mau kemana sih mas? " tanya Alin penasaran karena sedari tadi Keenan tidak memberitahu tujuannya.


"Nonton," jawab Keenan singkat.


Sampailah mereka salah satu mall di ibu kota. "Mau nonton film apa?" Tanya Keenan saat berada sebuah bioskop.


Alin tampak serius memperhatikan beberapa poster film yang sedang tayang. "Yang ini mas, Alin penasaran banget sama film ini, "


"Ha, serius mau nonton ini?" Keenan tak habis pikir dari sekian banyak poster film horor dan romantis ternyata Alin menunjuk salah satu poster film produksi Disney. "Raya and the last dragon"


Padahal Keenan sudah membayangkan hal-hal romantis saat nanti di dalam sana. Menonton film di temani cemilan serta lampu yang di matikan Keenan bisa mencuri kesempatan untuk mencium Alin.


Keenan mencoba membujuk Alin agar mau mengganti pilihannya. "Sayang, enggak yang lain aja filmnya?" Tanya Keenan lembut.


Alin mengerucutkan bibirnya "Mas gak mau nonton film ini?"


"Bukannya gak mau tapi... " Keenan berpikir kata apa yang tepat untuk menolak tanpa membuat Alin kecewa.


"Yaudah berarti kalau gitu mau, ayo beli tiket mas, cemilan juga ya," Alin menggandeng tangan Keenan menuju loket pembelian tiket. Meskipun tak suka Keenan tetap menuruti keinginan Alin untuk menonton film anak-anak tersebut.


Dua jam sudah Alin dan Keenan berada di dalam gedung bioskop yang di dominasi dengan anak-anak. Lebih tepatnya ini bukan di sebut kencan tapi sedang momong.


"Abis ini kita makan dulu ya," ucap Keenan saat keluar dari pintu bioskop.


"Iya mas," jawab Alin singkat.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun memanggil "Kak Alin," kemudian bocah itu melambaikan tangannya.


"Hai Arsen, " Sapa Alin ramah.


"Kak Alin kok gak pernah maen lagi sekarang? abang-abang di komplek nanyain kak Alin terus," bocah lelaki itu ternyata tetangga satu komplek.


"Eh iya. Kak Alin sibuk kuliah jadi gak sempat maen, "


"Kak Alin ke sini sama Om nya juga ya? sama aku juga kesini sama om aku," ujar bocah itu dengan polosnya kemudian menunjukkan seorang pria di belakangnya.


"Ehh.. bukan. Ini bukan om nya kaka, yaudah kaka mau pulang dulu ya, salam sama teman-teman yang lain, " Pamit Alin.


"Hmm abang-abang ya? "ketus Keenan ketika meninggalkan bocah itu.


***


Kencan pertama gagal romantis tapi walaupun begitu Keenan tetap senang karena bisa menghabiskan waktu dengan Alin dan bisa membahagiakan istrinya walau dengan cara yang tak biasa menonton film kartun, dan bermain di wahana permainan.


"Mas Alin mau boneka yang ini, " Alin menunjuk sebuah bonek sapi dari dalam box mesin penjepit boneka.


Koin ke 10 Keenan belum berhasil juga. Rasanya sudah cukup banyak tenaga dia buang percuma. " Yaahh gagal lagi, " Alin mengerucutkan bibirnya tak sadar sedari tadi ada anak kecil berdiri di belakang mereka.


"Permisi Om," kemudian bocah tersebut mengambil alih mesin dengan sekali gerakan dia berhasil mendapatkan sebuah boneka.


Keenan kagum melihat kelihaian bocah tersebut "Wow! Ayo beli lagi koinnya," ajak Keenan bersemangat.


Alin teringat dia belum mengerjakan tugas untuk besok. "Gak usah mas, kita pulang aja Alin lupa ada tugas buat besok,"


***


"Pagi-pagi udah senyum-senyum dapet lotre lu, " Della mencibir Alin yang sedang tersenyum sendiri menatap layar ponsel.


"Berisik lu maemunah," Sergah Alin.


Della semakin penasaran "Kayaknya happy banget lu, cerita dong,"


"Serius mau tau?"


"kayaknya gue udah tau, pasti lu udah gol kan?" Della terkekeh.


"Mulut lo," Alin menutup mulut Della khawatir ada yang mendengar percakapan mereka.


Della terlihat begitu antusias. "Cerita dong gimana rasanya? sakit gak? Enak gak? berapa ronde? sebelum trio macan datang,"


"Mulut lo," Della menirukan Alin saat tadi ia menutup mulutnya.


Dan benar saja tak lama kemudian trio pembuat onar datang.


"Jadi baru semalem jadian tadi pagi udah di putusin lu No?" Rizal terkekeh membawa bahan ghibah untuk pagi itu.


"Gak usah di pjelas," Reno cemberut.


Alin ikut meledek Reno "Makanya jangan sok kegantengan No,"


"Masa gue harus sok kecantikan, ganteng ini menyiksaku," Reno tertunduk lemas.


Farrel menyodorkan minuman kaleng kepada Alin. "Ni buat lo," kemudian membukanya.


"Ni juga anak gak usah kebaperan Alin udah punya cowok," Celetuk Della sambil menengguk minuman yang di berikan Farrel untuk Alin.


"Hah serius?" Tanya Reno dan Rizal bersamaan.


Raut wajah Farrel berubah kecewa mendengar pernyataan Della "Bener Lin?"


"Emmm iya bener," jawab Alin sedikit ragu. Sebenarnya Alin tidak ingin merahasiakan lagi statusnya kepada sahabatnya namun Della yang melarangnya biarkan mereka tahu status Alin baru berpacaran.


***


Siang Hari di kantor Keenan terlihat sangat sibuk namun tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat mama Vero masuk ke ruangannya "Tumben mama ke kantor? " tanya Keenan heran.


"Memangnya kenapa gak boleh?" Mama Vero duduk di sofa di ruangan Keenan.


Keenan menghampiri mama Vero "Bukan gak boleh, tumben aja," kemudian mendaratkan bokongnya di samping mama Vero.


"Mama lagi janjian sama seseorang," melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Siapa?" Tanya Keenan penasaran.


"Nanti juga kamu tahu, Oh ya Ken mama lihat-lihat kamu kok kurusan sih? " Mama Vero memperhatikan Keenan dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat Keenan lebih kurus dari sebelumnya.


"Perasaan mama aja,"


"Kamu pikir mama gak pernah perhatian kamu? mama tau detail perubahan kamu sekecil apapun. Udahlah kalau kamu tidak bahagia sama pernikahan kamu lebih baik kamu sudahi saja. Percuma saja punya istri tapi gak becus ngurus suami yang ada di Suka jadi beban buat kamu" ucap mama Vero berapi-api.


Keenan menghela napas "Ma, Ketika Ken mengambil suatu keputusan artinya Ken harus bertanggung jawab dan juga siap menerima semua resikonya. Pada awalnya memang Ken tidak mencintai Alin tapi seiring berjalan waktu cinta itu tumbuh. Ken bahagia menikah dengan Alin begitu juga sebaliknya mama hanya perlu menerima Alin. Semua orang berkah di beri kesempatan padahal dulu sebelum menikah mama menyukai Alin dah bakhan akrab. " jawab Keenan bijak namun penuh penegasan.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu memecah ketegangan antara ibu dan anak tersebut.


"Maaf aku telat tante," Ucap Julia seraya masuk kedalam ruangan.


"Gak apa-apa, tante juga belum lama. Duduk sini Jul, " mama Vero menepuk kursi di antara dirinya dan Keenan.


"Julia masak buat makan siang, kita makan sama-sama ya tante, kak Ken? "


"Jadi ngerepotin kamu Jul, yang begini nih menantu idaman tante" Mama Vero memuji Julia.


"Maaf Ken gak bisa ikut makan ya ma, Ken ada urusan penting. gak apa-apa kan Jul? Ucap Keenan seraya bangkit dari duduknya.


Julia mengangguk penuh kekecewaan.


" Urusan apa sih Ken? gak bisa di tunda dulu apa?" mama Vero merasa tak enak hati terhadap Julia.


"Gak bisa ma penting banget soalnya, Keenan pamit dulu," Keenan mencium pipi mama Vero kemudian pergi meninggalkan ruangannya.


"Yaudah kita makan berdua aja gak apa-apa kan?"


"Iya tante gak apa-apa," Julia membuka kotak makan siang yang sudah susah payah ia masak.


jangan lupa tinggalkan jejak ya...