
Aku dan Nesa seperti biasa sedang menuju ke mall,senang banget rasanya. Kebetulan banget kuliahku juga sedang libur. Yah Walaupun aku sudah menikah sama Pak tua tapi kuliahku tetapku lanjutkan. Kecuali jika aku hamil nanti, Andra juga pasti akan menyuruhku untuk cuti sementara waktu. Bicara soal hamil,di bulan kedua pernikahanku mengapa aku belum merasakan tanda-tanda kehamilan ya. Aku juga sedikit merasa sedih karena aku menginginkan seorang anak,ingin menjadi seorang ibu. Aku juga tahu jika Andra juga pasti ingin memiliki seorang anak. Apalagi di usia Andra yang sudah kepala tiga ini.
"Woii melamun aja sih loe" Nesa melambaikan tangannya di depan wajahku
"Sory,gue lupa kalau ada loe juga disini " aku cekikikan melihat wajah Nesa sahabatku ini langsung cemberut karena aku bilang lupa dengan dia.
"Loe cantik deh Nes kalau loe lagi cemberut gitu " aku menggoda Nesa lagi.
"Mel ,udah deh jangan ngalihkan pembicaraan ya. Lagian apa sih yang loe lamunkan"
"Gue lagi mikir aja,kok, kan gue udah dua bulan nikah tapi kok gue belum hamil juga ya Nes "
"Sabar aja deh,loe kan masih pengantin baru juga. Loe kurang usaha juga kali,tiap hari dong usaha sama nabungnya"
"Apaan sih loe nes ,sok tahu aja loe"
Aku dan Nesa pun hanya tertawa dan saling menggoda. Apalagi Nesa yang notaben nya masih jomblo jadinya semakin aku goda.
Tanpa terasa akhirnya kami sampai juga di mall. Langsung saja aku dan Nesa masuk ke dalam dan menuju ke butik langganan kami.
##
Tanpa disadari Melan dan Nesa , bahwa ada seorang pria sedang mengikuti mereka. Bahkan Kemanapun mereka berjalan, pria itu akan selalu mengikuti mereka berdua . Tapi yang menjadi objek perhatian pria itu hanya satu dari kedua gadis itu ya dia adalah Melan.
Pria itu memang sedang mencari celah agar bisa mendekati Melan . Hasratnya untuk mendapat kan gadis itu sudah tak dapat dibendung lagi. Dia harus bisa mendapatkan Melan walaupun cara kotor yang harus ditempuhnya.
Pria itu bahkan sudah menelpon seseorang dan tersenyum setelah berbicara dengan orang itu. Dia akan menjalankan rencananya hari ini.
Melan dan Nesa pun akhirnya berhenti di sebuah cafe karena terlalu kelelahan untuk berjalan lagi. Melan yang sudah banyak menggesek kartu plastik milik Andra suami nya itu . Andra pasti sudah mendapatkan laporannya sekarang.
Melan juga sangat bersyukur karena Andra tidak pernah mempermasalahkan masalah itu. Bahkan Andra justru sangat senang Jika Melan menggunakan semua uangnya itu karena itu tanggung jawab Andra sebagai suami untuk menyenangkan selalu Melan istri nya itu.
"Mel.Gue mau ke toilet ya,loe mau ikut gue gak?" Kata Nesa
"Enak aja loe,masa ke toilet ikut loe"
"Siapa tahu aja loe mau ke toilet juga"
Nesa pun pergi meninggalkan Melan sendiri dan dia segera ke toilet.
##
Kuikuti gadisku sampai ke mall,sepertinya dia mau shopping. Dia pergi bersama Nesa sahabatnya. Kulihat dia tertawa bahagia dan aku pun bahagia melihatnya. Andaikan waktu itu aku tidak menyakitinya,dia pasti sudah jadi milikku. Tapi keadaan saat itu juga membuatku harus menyakitinya. Tapi hari ini aku akan memilikinya. Aku tak perduli jika dia sudah menjadi istri Andra aku akan tetap mendapatkan mu Mel.
Kutelpon orang suruhanku untuk mempersiapkan segalanya. Aku tidak mau rencanaku gagal untuk mendapatkan Melan.
Aku mendekati gadis kecilku dan kulihat dia terkejut mengetahui aku mendekatinya.
"Mau apa kau disini" dia terlihat tidak senang
"Ck...ck...ck sayang,ini cafe dan siapa saja boleh datang kemari"
"Kau bisa duduk di meja lain"
"Kenapa kau kasar sekali,aku hanya ingin mengobrol denganmu. Bisakah kita ke luar dari cafe ini"
"Bicara saja disini,Nesa sebentar lagi datang"
"Aku mohon Melan ,aku tidak punya maksud jahat. Aku tak ingin Nesa tahu apa yang akan aku bicarakan. Kita hanya keluar dari cafe ini,kita bicara di depan cafe" aku berusaha membujuk rosi. Kulihat dia mulai goyah dan aku akan terus membujuknya.
Tapi akhirnya Melan menyetujui permintaanku. Kami pun berjalan keluar cafe dan berhenti di depan cafe. Tanpa menunggu lagi,langsung saja kupeluk Melan dari belakang. Kubekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah kuberi obat bius.
Orang suruhanku sudah datang dan kusuruh untuk menangani Nesa yang sebentar lagi akan tahu tentang Melan.
Kugendong Melan ala bridal style dan kubawa ke mobilku. Kulajukan mobilku menuju arah luar kota. Kubawa Melan ke rumahku yang berada di daerah perkebunan. Rumah yang tidak ada seorang pun tahu. Bahkan Sandra pun tidak mengetahui rumah ini.
Rumah ini aku bangun untuk tempat tinggalku dan Melan bersama anak-anak kami kelak.
Akhirnya sampai juga di rumahku dan Melan kelak. Aku tahu sebentar lagi Melan akan sadar. Segera kubawa Melan masuk kedalam dan kubawa ke kamar utama. Kubaringkan dia di atas tempat tidur dan kuelus wajahnya. Gadisku sangat cantik,aku pun mengecup keningnya dan kulumat bibirnya.
Aku tak akan mengambil kesempatan lebih disaat Melan masih belum sadar. Itu sangat tidak jantan. Aku akan bercinta dengan Melan jika dia sadar dan bisa menerima aku. Aku akan berusaha tidak memaksa Melan . Walaupun aku tidak bisa menjanjikan jika aku bisa saja lepas kendali jika Melan membuat aku emosi.
#