My Little Bride

My Little Bride
Istri sah VS pelakor part 2



Keenan segera bergegas menyusul Alin takut terjadi keributan di dapur. Dan benar saja sesampainya di dapur Keenan melihat Alin sedang mengacungkan pisau ke arah Julia. Keenan yang panik segera berlari ke arah Alin. "Astaga sayang!" kemudian ia menurunkan pisau yang masih di acungkan Alin. "Kamu ngapain?"


Alin kaget kenapa Keenan bisa tiba-tiba ada di dapur. "Enggak kok Mas, Alin cuman tanya bener apa enggak ini pisau buah takutnya ini pisau bedah," Jawab Alin asal.


"Bener cuman tanya itu?" Tanya Keenan penuh selidik.


"Bener lah mas ngapain bohong, Mas bantuin Alin kupas buahnya ya," tangan Alin mulai mengupas Apel.


Sementara Julia memandang penuh kebencian ke arah Alin.


"Bukan begitu cara ngupas nya, kalau begitu tangan kamu bisa terluka," Keenan mengambil alih pisau dari tangan Alin.


Sadar dirinya di perhatikan oleh Julia, Alin semakin ingin membuat wanita itu murka "Mas sini deh Alin mau bisikin sesuatu,"


Keenan mencondongkan telinganya ke arah Alin.


Cup! Alin mencium pipi Keenan.


Tak tahan melihat dua sejoli itu Julia kemudian keluar dari dapur membawa teh herbal yang di buatnya. Alin tersenyum puas sambil menjulurkan lidahnya ke arah Julia sementara Julia mendelik kesal.


"Tenang ya Tante, ini baru pemanasan kok,"


Tak lama Keenan dan Alin kembali ke gazebo dengan membawa beberapa piring buah-buahan yang sudah di potong. Dan ternyata Mama Vero dan Ibu Ayu sedang berkeliling untuk melihat-lihat koleksi bunga milik Mama Vero. Tinggal Julia seorang diri duduk di gazebo tengah asyik memainkan ponsel.


Alin mengambil selembar tissue yang teletak di gazebo "Padahal udara di sini sejuk tapi kok Mas keringetan gini," kemudian ia mengelap keringat yang mengucur di dahi Keenan. "Ada yang panas tapi bukan cuaca," celetuk Alin kemudian.


Keenan seperti tahu kalau sebenarnya Alin sedang menyindir Julia "Sstt!" Keenan menempelkan jari telunjuknya di bibir Alin.


Meski kesal Julia tak sedikitpun melewatkan pemandangan di depan matanya. Julia mengeluarkan kipas angin portabel mini dari tas nya "Ini pakai Kak," Julia memberikannya kepada Keenan.


Keenan menolak. "Enggak usah,"


"Mas kok nyamuk di sini pada galak ya, padahal belum satu jam loh kita di taman," Alin mengusap leher Keenan menggunakan mode slow motion agar Julia melihatnya.


Julia semakin di buat kesal dengan kelakuan Alin. mungkin sebenarnya dia ingin mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar tapi dia juga harus image di hadapan Keenan dan kedua orangtuanya. Sungguh wanita yang munafik.


Keenan yang menyadari keanehan sikap Alin sedari pagi akhirnya mengerti, rupanya istrinya itu sedang cemburu.


Pak Wira memamanggil Keenan untuk mengobrol kembali dengan Pak Fahru untuk membahas soal kerja sama yang akan mereka jalankan. Meski sedikit khawatir Keenan meninggalkan dua wanita itu dan berniat mengawasinya dari kejauhan.


"Kamu sengaja kan mau buat aku cemburu?" Julia setengah berbisik.


"Cemburu? kamu gak berhak cemburu untuk apa yang bukan menjadi milikmu," jawab Alin menatap kosong kearah dimana Keenan berada. "Kamu sengaja kan nempelin noda lipstik di baju suami aku?" Tanya Alin kemudian.


Julia tersenyum sinis "Kalo iya memang kenapa? Kamu percaya sama suami kamu? Aku saranin jangan terlalu Percya, Kamu gak tau aja perasaan dia sama aku gimana"


"Bisa gila lama-lama ngadepin ular betina macam dia," Alin memilih tak menanggapi ucapan Julia yang membuat moodnya semakin berantakan. Alin mengambil teh herbal dan hendak memiumnya.


Dengan cepat Julia meraih tangan Alin kemudian dengan sengaja menyiramkan teh yang masih panas itu ke tangannya sendiri.


"AW!" Pekik Julia yang menyita perhatian seluruh orang yang ada di sana.


Alin pun ikut kaget "Kamu udah gila ya?"


Semua orang berhamburan mendatangi sumber suara.


"Julia sayang kenapa?" Tanya Mama Vero panik.


Julia memperlihatkan tangannya yang memerah karena terkena air panas. "Alin sengaja siram aku tante," ucapnya berkaca-kaca.


"Benar kamu Alin?" Tanya Mama Vero menatap Alin dengan tajam.


"Bu.. bukan Alin Ma,"


"Ken ambilkan salep luka bakar cepat! Bisa melepuh kalau tidak langsung di obati" lanjut Mama Vero.


"Ya ampun sayang kok bisa kaya gini sih?" Ibu Ayu mengelus lengan Julia.


"Kamu itu kenapa sih? Selalu aja buat masalah sedari dulu," bentak Mama Vero.


Alin hanya tertunduk. Hatinya terasa sakit dia harus di salahkan untuk kesalahan tidak di lakukannya.


Keenan segera mengoleskan salep ke tangan Julia. "Aduh.. pelan-pelan kak,"


"Sakit ya?" Keenan kemudian mengoleskan salep dengan pelan dan lembut.


"Mau ke rumah sakit?" tanya Keenan kemudian.


Mama Vero mengangguk pertanda setuju. "Iya Ken bawa ke rumah sakit aja,"


Julia bersikap tenang seolah-olah dia yang tersakiti. "Enggak usah... Lagian lukanya enggak terlalu parah kok,"


"Gak parah gimana sayang? Ya ampun anak gadis Mama kok jadi gini," Ibu ayu malah sengaja membuat suasana semakin panas.


Papa Wira hanya diam mengamati setiap pergerakan mereka dari kejauhan.


"Ken ajari istri kamu, Jangan bertingkah kekanak-kanakan," Ketus Mama Vero.


"Alin permisi ke toilet dulu," dengan segera Alin meninggalkan tempat itu.


Mama Vero tak berhenti mengomel "Lihat kan? Dia selalu kabur setiap kali membuat masalah,"


"Aku kira dia hanya ular ternyata dia psikopat, biasa-bisanya dia nyakitin diri sendiri agar aku terpojok," Alin tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Julia.


"Makanya jangan terlalu percaya diri," Julia mencegat Alin keluar dari kamar mandi.


Alin tidak menanggapi Julia yang semakin keterlaluan itu. "Ya terserah tante aja," jawab Alin malas kemudian melewati Julia begitu saja.


Julia menarik tangan Alin "Permainan ini belum. berakhir sayang," kemudian mencengkram nya erat.


Alin berbalik kemudian berontak. "Lepasin!"


"Haha.. Lepasin?" Julia malah menarik tangan Alin dan mengarahkan seolah Alin sedang mencekiknya kemudian memojokan diri ke dinding. Meski satu tangannya sedang terluka namun satu tangannya yang lain masih mampu berbuat jahat.


"Alin!" Bentak Keenan yang tiba-tiba datang.


"Uhuk.. uhuk.." Julia terbatuk.


Keenan nampak khawatir. "Kamu enggak apa-apa kan Jul?" Kemudian mengelus pipi Julia.


Nada bicara Julia di buat selemas mungkin "Enggak kok Kak,"


"Sini!," Keenan menarik tangan Alin kasar menjauh dari Julia.


Sekali lagi Julia tersenyum bangga karena menang dari Alin. Tadinya Julia berniat mengunci Alin di kamar mandi tapi setelah melihat Keenan datang dia pun merubah rencananya.


"Kamu apa-apaan sih? Mas tahu kamu cemburu tapi bukan begini caranya, jangan kekanak-kanakan!" bentak Keenan.


Hati Alin hancur bukan hanya karena bentakan dari suaminya namun juga karena tidak mendapatkan kepercayaan. Keenan belum tahu kebenarannya tapi sudah menghakimi Alin. Dengan mata yang berkaca-kaca Alin mencoba menjelaskan. "Bukan Alin Mas... Sumpah Alin gak lakuin itu sama tante Julia. Mas gak percaya sama Alin?"


"Kita pulang selesaikan semua di rumah," Keenan kemudian meninggalkan Alin yang masih diam terpaku.


***


Alin diam pertanda dia sudah kecewa. bagaimana mungkin suaminya lebih mempercayai orang lain yang secara terang-terangan ingin menghancurkan hubungan mereka.


Setelah sampai rumah Alin menelungkupkan diri kemudian menenggelamkan wajahnya di atas bantal.


Keenan merasa sangat bersalah telah membentak Alin. "Sayang," panggil Keenan lembut.


Tidak ada jawaban dari Alin. Terlihat jelas tubuhnya bergetar menahan tangisnya agar tak mengeluarkan suara. Hilang sudah kepercayaan Alin terhadap Keenan. Kepercayaan yang sudah susah payah ia bangun. Apa benar yang di katakan Julia? Kini Alin menjadi ragu dan bimbang.


Penyesalan Keenan pun kini tak ada artinya. Dia terus merutuki dirinya sendiri atas kebodohan yang di lakukannya. Bukan Karena kesal terhadap Alin. Keenan hanya terbawa emosi karena semua orang memojokan Alin. Sedangkan diapun tak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak ada bukti kuat untuk membela Alin. Terlebih dia melihat sendiri Alin yang tengah mangacungkan pisau, menumpahkan air panas sampai mencekik Julia. Salah tetap salah begitu prinsipnya.


-


-


-


Hayo siapa yang kesel sama Om Keenan sama tante Julia? Sama othor juga kesel.. hehehe


Jangan lupa like dan komen ya..


Author mau ucapkan Terima kasih untuk pembaca setia My Little bride. Like dan komen kalian adalah penyemangat author receh ini.. peluk jauh dari Jessy.


Bonus Visual Alin. Hmm kira-kira Alin lagi mikirin apa ya? Yang pasti bukan lagi mikirin cicilan panci ya.