
Pagi itu cuaca cukup cerah tapi tak secerah suasana hati Alin. Ia masih sangat terpukul dengan musibah yang menimpanya. Alin duduk termenung melihat ke arah luar jendela namun, tatapannya kosong.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Alin. "Mama... " ujar Alin lirih setelah mengetahui yang datang adalah mertuanya.
Mama Vero masuk ke ruangan kemudian menyimpan bawaannya di atas meja ."Mama bawakan sarapan... Oh iya Keenan mana?" tanya Mama Vero celingukan mencari Keenan khawatir Keenan meninggalkan Alin sendiri.
"Keenan di sini Ma," saut Keenan keluar dari kamar mandi rumah sakit.
Mama Vero membuka kotak makan yang di bawa nya. "Kalian sarapan dulu ya! Mama sudah masakin,"
"Sarapan dulu ya sayang," bujuk Keenan pada istrinya.
Sebenarnya Alin belum berselera untuk makan tapi ia harus menghargai mertuanya yang sudah bersusah payah membuatkan sarapan untuknya.
"Terimakasih ya Ma,"ucap Alin tersenyum sungkan.
"Keenan ada urusan di luar. Mama bisa jagain Alin sebentar? Ayah dan nenek masih di perjalanan." tanya Keenan sedikit ragu.
Mama Vero segera mengangguk. "Tentu saja... kenapa kamu sungkan gitu sama Mama?" Mama Vero tahu Keenan akan selalu canggung meminta tolong padanya.
"Gak apa-apa kan sayang?" Tanya Keenan pada Alin.
"Iya Mas," Alin hanya mengangguk.
Rencananya hari ini Keenan akan menemui Julia.
***
Randy telah sampai lebih dulu di kantor polisi "Di mana dia sekarang?" tanya Keenan pada Randy begitu mereka bertemu.
"Di ruang tahanan, Kita langsung masuk saja," ajak Randy. Dan tak lupa Keenan membawa pengacara yang handal, berpengalaman dan cukup terkenal karena sering wara-wiri di televisi.
Petugas sipir mengantar Keenan ke ruang besuk.
Keenan duduk berhadapan dengan Julia namun, terhalang dinding kaca.
Keenan menatap Julia penuh dengan kebencian. "Sudah puas kau sekarang?" tanya Keenan dingin.
Sementara Julia, Wanita itu nampak datar-datar saja tidak ada raut penyesalan dari wajahnya. "Harusnya Alin mati juga," ucap Julia menyunggingkan sedikit senyuman.
Keenan tak habis pikir dengan Julia. Karena selama ini Julia selalu bersikap manis namun ternyata itu hanyalah topeng semata. "Kau akan menerima hukuman atas segala perbuatanmu dan akan selalu di hantui rasa bersalah seumur hidupmu." Keenan tak ingin berlama-lama berhadapan dengan Julia. Emosinya semakin memuncak dan khawatir tak bisa ia kendalikan.
"Aku tidak akan pernah menyesal," jawab Julia angkuh sambil melipat kedua tangannya.
Keenan mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras mendengar jawaban dari Julia kemudian ia segera keluar dari ruangan itu.
"Bro!" panggil Randy yang sejak tadi telah menunggu Keenan di luar ruangan.
"Pastikan wanita itu mendapatkan hukuman seberat mungkin," pinta Keenan pada Randy dan juga pengacaranya.
Kemudian Randy mulai menceritakan kronologis penangkapan Julia yang dramatis. Dan ternyata setelah di selidiki sudah beberapa pihak yang melaporkan Julia dan perusahaannya dengan berbagai permasalahan.
Randy, Keenan dan pengacara membantu proses pembebasan ayah Yuna sebagai tanda terimakasih karena gadis itu sudah banyak membatu. dan lagi sebenarnya tidak ada bukti ayah Yuna melakukan kejahatan.
***
Mama Vero membantu menyisir rambut Alin yang nampak berantakan. Tak terasa ia menitikan airmata, rasa bersalah itu selalu muncul. Mama Vero segera memeluk Alin dan mengecup puncak kepala menantunya itu.
Alin merasa bingung melihat mama Vero tiba-tiba menangis."Mama kenapa?" tanya Alin kemudian.
"Nggak apa-apa sayang... Mama cuman pengen peluk kamu aja," Mama Vero mengeratkan pelukannya. Sebelumnya Keenan meminta mama Vero dan semua orang agar tidak memberitahukan pada Alin siapa pelaku sebenarnya karena khawatir akan berdampak pada masa pemulihannya. Alin akan di beritahu jika waktunya sudah tepat.
"Maaf Alin belum bisa kasih cucu buat mama,"
Hati mama Vero semakin sakit saat mendengar pernyataan dari Alin. Selama ini dia egois dan selalu memaksa meminta cucu. "Kamu sudah kasih Mama cucu dan mama sangat berterimakasih. Sekarang yang terpenting bagi mama adalah kamu... mama hanya ingin kamu sehat, dan melanjutkan kembali hidupmu. Janji ya sama mama kamu harus bangkit dan hidup bahagia bersama Keenan? "
"Iya... Alin janji sama mama," Alin membalas pelukan Mama Vero sama seperti mertuanya Alin pun tak bisa menahan tangisnya.
"Mulai sekarang kita buka lembaran baru," Mama Vero mengusap air mata Alin. "Jangan sungkan minta apapun sama Mama, Karena kamu anak mama sama seperti Keenan. Tegur mama jika mama salah," Mama Vero berbicara lembut.
"Iya ma.. makasih," Alin merasa beruntung mendapat sosok mertua seperti mama Vero walau pada awalnya hubungan mereka tidak terlalu baik. Tapi seiring berjalannya waktu Alin mendapatkan kasih sayang yang tulus dari mama Vero yang terkadang membuat Keenan cemburu karena Keenan tidak sedekat itu dengan ibu kandungnya sendiri.
"Oh iya Ma.. Mas Keenan pergi ke mana ya? Tadi Alin tanya cuman bilang ada perlu. Nggak bilang kemana tujuannya," tanya Alin cemberut. Ia masih kesal pada suaminya yang tak memberitahukannya akan pergi kemana.
Mama Vero berpikir sejenak. "sepertinya ke kantor polisi mau membuat laporan," jawaban itu yang berhasil lolos dari bibirnya.
Tiba-tiba Alin teringat sesuatu yang menyangkut kecelakaan itu. "Oh iya Ma... Sepertinya Alin mengingat sesuatu,"
"Apa sayang?" tanya Mama Vero sedikit gugup.
"Orang yang nabrak Alin seorang wanita.. Alin sempat lihat sekilas tapi tidak terlalu jelas," Alin mencoba menajamkan pikirannya.
"Jangan di pikirkan dulu ya... Biar Keenan dan Randy yang urus semuanya. Kamu fokus sama kesehatan aja," pinta Mama Vero tak ingin Alin memikirkan sesuatu yang akan menggangunya.
***
Yuna sangat senang karena hari ini ayahnya sudah kembali ke rumah. Begitu pula ibunya yang tak henti berterima kasih pada Randy dan Keenan karena telah membantu membebaskan ayahnya.
"Sekali lagu terimakasih banyak Pak," ucap Pak Faiz membungkuk.
"Sudah sewajarnya bapak bebas karena memang tidak melakukan kesalahan. Justru saya yang berterima kasih pada putri anda karena telah banyak membantu saya juga istri saya," ucap Keenan sopan.
"Kalau begitu kami permisi dulu," Pamit Randy dan Keenan bersamaan.
Keenan dan Randy pulang dengan mobil yang berbeda. Keenan segera kembali ke rumah sakit karena sedari tadi mama Vero telah menelponnya berulang kali.
"Gue balik dulu ya Cil, makasih lo udah banyak bantu gue sama Keenan." pamit Randy pada Yuna.
"Aku yang harusnya bilang terimakasih... Terimakasih sudah bantu papa keluar dari penjara," Yuna membungkuk sopan.
"Gue cuman tepatin janji gue sama lo. Dan lebih baik lo berhenti jadi hacker.. Dunia digital lebih kejam dari yang lo kira," pesan terakhir Randy sebelum masuk kedalam mobil entah mereka akan bertemu lagi atau tidak.
"Iya aku janji akan berhenti," jawab Yuna cepat.
-
-
-
Jangan lupa like dan komen...