My Little Bride

My Little Bride
Permintaan maaf Mama



Beberapa hari ini Keenan lebih memilih bekerja dari rumah ketimbang berangkat ke kantor. Meskipun Pak Wira selalu mengomelinya namun, ia selalu beralasan khawatir jika meninggalkan Alin sendirian.


Dan untuk kerja sama dengan perusahaan Julia Keenan telah membatalkannya. Terlebih setelah melihat rekaman CCTV saat kejadian di rumah, Keenan tak mau mengambil resiko jika Julia datang ke kantornya dengan alasan untuk pekerjaan. Beruntung kerja sama mereka belum sampai tahap penandatanganan kontrak sehingga belum ada pihak yang di rugikan.


Seperti pagi ini Keenan sudah nampak rapih dengan setelan jas lengkap dengan dasi. Dia sedang duduk bersila di lantai dengan mata yang serius menatap laptop yang berada di atas meja sudah bisa di pastikan Keenan sedang mengadakan meeting online. Alin yang baru bangun dari tidurnya memandang Keenan dengan tatapan penuh cinta seakan sedang di suguhkan pemandangan yang indah. Bahkan suaminya selalu terlihat tampan setiap hari baginya.


Alin menatap lekat dari atas sampai bawah dan ia tak bisa menahan tawa saat melihat Keenan hanya mengenakan celana boxer bermotif macan. Tak ingin mengganggu konsentrasi Keenan Alin segera berlari ke kamar mandi.


Keenan yang melihat Alin berlari ke kamar mandi menjadi panik. Ia segera menyusul ke kamar mandi takut Alin muntah seperti pagi-pagi sebelumnya. Tanpa sadar Keenan lupa untuk Off kamera terlebih dahulu hingga tingkah konyolnya itu di saksikan oleh para karyawannya.


"Sayang... " Panggil Keenan saat memasuki kamar mandi yang memang tidak di kunci. Namun, ternyata Alin sedang tertawa terbahak-bahak. "Kamu kenapa?" tanya Keenan kemudian.


Alin melirik bagian bawah tubuh Keenan. "Mas lupa pake celana ya?" tanya Alin kemudian sambil berusaha menahan tawanya.


"Bukan lupa tapi enggak sempet," jawab Keenan santai.


"Ya ampun Mas! kalau di lihat karyawan Mas gimana coba?"


"Mereka gak akan lihat .. Kan Mas duduk doang," jawab Keenan penuh percaya diri. "Kamu mual? Mas bikinin susu ya?"


"Nanti aja Alin bikin sendiri. Sekarang Alin mau mandi dulu, Mas lanjutin aja meeting nya," lanjut Alin.


Keenan mengecup kening Alin. "Kalau perlu apa-apa panggil Mas ya sayang,"


Alin mengangguk. Keenan kemudian hendak melanjutkan pekerjaannya. Dan baru menyadari ternyata ia belum mematikan kamera sedari tadi. "Astaga!" gumam Keenan segera mematikan kamera walau sudah terlambat karena sedari tadi para karyawan sudah melihatnya.


***


"Makan dulu sedikit aja," bujuk Keenan menyuapkan sepotong roti pada Alin.


"Kalau di isi pasti langsung mual Mas," tolak Alin.


Tiba-tiba bell berbunyi dengan segera Bi Inah membuka pintu dan ternyata Pak Wira dan Mama Vero yang datang berkunjung.


"Selamat pagi Mama, Papa... mari sarapan sama-sama," sambut Keenan kemudian mengajak sarapan bersama.


"Tadi kami sudah sarapan di rumah, Oh iya gimana kondisi Alin?" tanya Pak Wira.


"Masih suka mual Pa, belum mau makan juga," jawab Keenan.


"Oh iya Ken. Papa mau bicara soal pekerjaan sebentar, enggak apa-apa kan?" Pak Wira meminta ijin pada Alin.


Alin mengangguk. "Iya Pa,"


Keenan mengelus rambut Alin "Mas tinggal sebentar ya,"


Tersisa Mama Vero dan Alin di ruang makan. sebenarnya Papa Wira sengaja meninggalkan Mama Vero dan Alin berdua. Mama Vero berniat meminta maaf hari ini setelah beberapa hari ia merenung karena belum percaya diri untuk bertemu dengan Alin.


"Masih sering mual?" Mama Vero membuka percakapan.


Alin mengangguk "Masih Ma,"


"Enggak apa-apa itu normal kok di tri smester pertama," lanjut Mama Vero kemudian.


"Iya Ma, Mudah-mudahan enggak lama Alin kasihan sama Mas Keenan dia pasti kerepotan,"


"Yang harusnya kamu khawatirkan itu diri kamu sendiri, jangan merasa terbebani karena itu memang sudah menjadi kewajiban suami kamu,"


"Iya Ma,"


"Oh iya... Maaf Mama baru sempat nengok kamu. Sebelumnya Mama mau minta maaf atas perlakuan Mama selama ini yang kurang baik sama kamu. Sebenarnya Mama malu sama kamu. " ucap Mam Vero tulus dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Alin menggenggam tangan Mama Vero sambil mengangguk.


Alin menghapus Air mata Mama Vero. "Alin sudah maafkan Ma... Alin juga minta maaf kalau selama ini ada salah sama Mama, Alin belum bisa jadi menantu yang baik buat Mama, juga belum bisa jadi istri yang baik buat Mas Keenan."


Dan pada akhirnya hubungan menantu dan mertua itu membaik.


***


Julia, wanita itu nampak memandangi rumah Keenan dari kejauhan bahkan kini sudah tidak ada celah sama sekali untuk bisa masuk kedalam kehidupan Keenan bahkan untuk bisa bertemu pun pasti akan sulit. Tiba-tiba dia teringat ucapan Mama Vero semalam.


*Flashback


"Hallo apa kabar tante?" Julia menghampiri Mama Vero yang telah menunggunya di sebuah caffe.


"Kabar baik Julia, ayo silahkan duduk," ajak Mama Vero kemudian.


"Oh iya tante tumben banget ngajak ketemu di luar?" tanya Julia basa-basi.


"Emm... Sebenarnya ada yang mau tante omongin sama kamu," tiba-tiba raut wajah Mama Vero terlihat nampak serius.


Julia tersenyum canggung. "Ada apa ya tante?"


"Julia.. Tante sebelumnya minta maaf pernah meminta kamu untuk mendekati Keenan. Tapi sekarang lebih baik kamu jauhi Keenan"


Julia memotong pembicaraan Mama Vero "Maksud tante apa?"


Mama Vero menunduk menyesali semua tindakan bodohnya. "Ini salah Tante... Tante yang mulai semuanya tapi kini tante menyesal. Keenan sangat mencintai istrinya harusnya tante tidak pernah mencampuri urusan pribadi terutama rumah tangganya,"


"Tante... Tapi Julia mencintai Kak Ken. Bahkan sejak dulu sebelum Kak Ken menikah,"


"Iya tante tahu.. Tapi keadaannya kini sudah berbeda. Keenan sudah menikah bahkan istrinya kini sedang hamil. Julia.. Kamu masih muda, cantik, dan juga cerdas kamu layak mendapatkan pria yang jauh lebih baik ," Mama Vero mengusap lengan Julia.


"Apa? Alin hamil?" tanya Julia tak percaya.


Mama Vero mengangguk. "Tante selama ini sudah berburuk sangka sama Alin dan juga.... " ucapannya terhenti.


Membuat Julia penasaran. "Dan juga apa tante?"


"Dan juga tante salah menilai kamu selama ini," lanjut Mama Vero.


"Maksud Tante?"


"Tante sudah lihat rekaman CCTV di rumah saat kejadian tempo hari. Tante sangat menyayangkan sifat kamu bahkan sampai tak habis fikir,"


Julia membela diri. "Itu semua aku lakukan agar Kak Ken sedikit saja perhatian sama aku tante. Bukannya tante yang minta," tanya Julia kemudian.


"Iya tapi tidak begitu caranya Julia. kamu sampai melukai diri kamu sendiri,"


"Apapun akan aku lakukan demi apa yang aku mau. Dan untuk tante... Jangan harap bisa mendapatkan apa yang tante inginkan jika aku juga tak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan," ucapan Julia terdengar mengancam kemudian ia pergi begitu saja.


Bukannya tenang setelah berbicara dengan Julia Mama Vero kini menjadi semakin khawatir.


*Flashback off


Setelah cukup lama memperhatikan rumah Keenan kemudian Julia melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan seringai yang misterius.


-


-


-


Jangan lupa like dan Komen...