
"**Bole Andra bicara berdua dengan Melan anak tante,Andra ingin lebih mengenal calon istri Andra ini dan Andra setuju kalau minggu depan tunangan"
"Tentu saja nak,di taman belakang saja ngobrolnya"
Aku melirik ke arah gadis kecil,tampak sekali dia tidak terima dengan permintaanku. Dia memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya tapi dia tak bisa melawan karena sekarang papinya ikut bicara dan menyuruh dia mengajak aku ketaman belakang**.
Kurang ajar sekali lelaki tua ini,seenaknya saja nyuruh-nyuruh. Tapi aku tak bisa melawan karena papi menyuruhku mengajaknya ke taman belakang. Aku hanya melangkahkan kakiku menuju taman belakang rumahku yang banyak ditanami bunga mawar. Aku suka sekali dengan bunga mawar dan aku yang selalu merawat bungan mawar di taman ini.
Sesampainya di taman belakang,aku langsung duduk di kursi taman. Aku sengaja diam,malas mau ngajak orang tua ini bicara. Aku masih shock mau dijodohkan sama dia. Aku akui wajahnya tampan tapi kan umurnya kan udah tua.
"Kok diam sih" dia pun duduk di sampingku
"Aku kan gak mau ngomong sama kamu,kamunya aja yang ke-geeran"
"Gak baik loh ngomong sama calon suami kasar seperti itu"
What...
Gila kali nih orang,aku aja gak setuju kalau mau dijodohkan sama dia kok dia malah ke-geeran sih.
"Eh om,dengar ya,siapa juga yang mau jadi calon istri om. Jangan geer ya,aku gak mau sama orang tua"
Kulihat wajahnya sedikit kaku dan rahangnya mengeras tanda dia sedang meredam emosinya. Bagus,dengan begini kalau sampai dia lepas kendali,akan ada alasan bagiku untuk menolak perjodohan ini.
"Jangan panggil om dong Litle Gril ,aku belum tua loh. Panggil mas aja ya atau sayang"
"Aku belum tua,umurku baru 30 tahun dan aku juga gak akan melarang kamu kuliah jika kita sudah menikah. Kalau perlu aku biayai kamu sampai S3"
"Siapa bilang belum tua,umur kita berbeda 10 tahun dan kamu lebih pantas dipanggil om"
Tapi yang kulihat dia malah tersenyum,senyum maut lebih tepatnya. Entah mengapa senyum itu malah membuat aku deg degan dah gugup gini sih . Aduh jantung,jangan khianati aku dong kan aku gak mau sama dia tapi kenapa malah kamu bisa deg degan sih jantung.
"Aku akan tetap menikahi kamu sayang,apapun yang terjadi jadi bersiap siaplah akan menjadi istri seorang Andra Walker. Mulai sekarang panggil aku mas aja ya Litle gril ya biar kita lebih akrab"
Dasar nih orang,otaknya somplak kali ya,kok maksa banget sih. Gak boleh Melan ,kamu harus tetap kuat. Aku memberi semangat untuk diriku sendiri.
"Aku gak mau om"
"Jangan ngelawan sayang,ntar kamu aku hukum ya" dia mengedipkan sebelah matanya padaku dan jujur aku bergidik ngeri. Apa arti kedipan mata itu dan ya ampun,senyum itu lagi yang dia tunjukkan.
"Aku tetap gak mau om,coba aja kalau berani Om hukum aku" aku malah menantangnya dan sekarang aku mulai menyesal karena dia malah merapat padaku dan memajukan wajahnya tepat hanya beberapa senti di depan wajahku.
"Panggil aku mas dan jangan melawan lagi,hukumanmu adalah..." dia lebih mendekatkan wajahnya padaku dan tanpa aku sadari dia mencium bibirku lembut tapi lama-lama ciumannya menuntut banget. Dia menggigit bibir bawahku. Aku yang tak punya pengalaman dalam hal berciuman menjadi kalang kabut,aku bingung,otakku tiba-tiba mati rasa dan bahkan jantungku bekerja rodi,terbukti dengan detaknya yang cepat dan tak beraturan. Aku otomatis membuka bibirku dan dia lebih leluasa masuk kedalam mulutku dengan lidahnya. Yang dia menguasai bibirku dan mulutku. Aku merasa sudah kehabisan nafas. Dia menghentikan ciumannya. Kami mengatur nafas secara bersamaan. Dia menempelkan keningnya padaku. Dia menatapku tajam dan aku gak siap ditatap seperti itu.
"Itu hukumanmu my lilte gril.setiap kali kau melawanku dan aku sebagai calon suamimu dan setiap kali kau tidak memanggilku denga pagilan mas,kau akan dapat hukumanmu litle gril"
Setelah bicara seperti itu,dia beranjak dari kursi sambil menggandeng tanganku. Kami kembali ke ruang keluarga.
Aku dapat melihat tatapan papi,momyku dan tante Dinar kepadaku. Tatapan mereka terlihat sangat bahagia. Dan anehnya aku kok mau aja digandeng sama Pria tua yang menyebalkan ,orang tua mesum ini. Dan ya oh ya ampun,orang tua mesum ini sudah mengambil first kiss ku. Aku tak terima ini,tapi mengapa aku tak melawannya tadi. Apa sih yang terjadi sama aku. Aku bingung,aku galau,aku merana