
Melan yang menuruni tangga dengan perlahan,dia akan mencari Andra suaminya itu . Tapi sesampainya dia dibawah,dia tak menemukan Andra . Melan bahkan sudah berkeliling ke semua ruangan untuk mencari Andra si pria tua nya itu . Tapi dia tetap belum menemukan Andra sang suami.
"Si pak tua kemana sih, jangan nakutin aku ya" Melan sudah berteriak memanggil sang suami tapi Andra tetap tidak muncul. Melan yang sudah mulai ketakutan dan kesal tapi lebih besar rasa ketakutannya karena Melan ya dia memang penakut.
Melan langsung menjerit ketika handphonenya berdering. Dia melihat nama yang tertera di layar dan segera mengangkatnya.
"Halo"
"-"
"Trus loe jawab apa"
"-"
"Bagus,loe diam aja jangan dipedulikan tuh orang"
"-"
"Oke ntar gue balik,kita sambung lagi.bye mel "
Melan mematikan panggilan teleponnya. Setelah mendapat telepon dari Nesa sahabatnya itu ,Melan pun menjadi termenung. Perasaannya menjadi tidak karuan. Tanpa ia sadar, ternyata Andra sudah berada di belakangnya. Andra pun langsung memeluk erat dirinya dari belakang dan Andra langsung menghirup aroma Melan yang memabukkannya itu . Melan istri nya ini selalu membuatnya merasa mabuk. Andra membalik tubuh Melan agar menghadap padanya. Dia melihat wajah Melan yang terlihat kusut.
"Ada apa sayang,kenapa wajahmu kusut begitu sayang "
"Gak ada apa-apa Pak tua ,aku tu cuma bosan" Melan gak mau Andra tahu perasaannya. Nanti saja dia memberitahu kepada Andra tentang apa yang dia rasakan.
"Kalau begitu,ayo jala-jalan pak tua"
"Ayo gadis kecilku,kita jalan -jalan"
##
Aku merasa sangat kacau ya setelah melihat dia bersama orang lain. Aku sebenarnya sangat mencintainya dan mengiginkannya tapi keadaan waktu itu membuat aku harus menyakitinya. Aku terpaksa melakukan semua itu agar dia bisa aku lepaskan. Agar dia tak mengharapkan.cintaku waktu itu.
Dan sekarang aku pun harus menyakitinya kembali tapi sebentar lagi rencanaku akan berhasil dan disaat itulah aku akan merebut nya dan memilikinya selamanya. Walaupun harus dengan cara yang kotor sekaipun ,aku akan memilikimu Melan Putri Nesa tunggu saja.
Tahap awal,aku akan buat dirimu menjauh dari Andra sayang,kamu itu hanya milikku.
Aku pun segera ke villa dimana Melan dan Andra berada. Aku sudah menanyakan keberadaan mereka dari sekretaris Andra yang memberitahu bahwa dalam beberap hari kedepan Andra tidak akan masuk kerja. Dia sedang berlibur bersama Melan di villa baru mereka. Aku langsung menanyakan alamat villa Andra pada sekretarisnya. Awalnya dia tidak ingin memberitahu tapi karena aku bilang aku sepupu Andra dan ada keperluan mendesak dengan Andra ,akhirnya dia pun memberikan alamat villa Andra . Segera kulajukan mobilku kesana.
##
"Indah banget tempatnya Pak tua ,aku suka sekali disinib" Melan yang tanpa terus merangkul Lengan Andra
Andra sangat bahagia jika Melihat Melan yang merasa bahagia juga. Andra hanya mau Melan istrinya itu bahagia dan apapun akan dia lakukan agar Melan selalu bahagia berada disisinua.
Aku memandang Andra dan melihat dia yang tersenyum padaku. Aku sangat malu sebenarnya dipandang Andra seperti ini. Wajahki pasti sudah memerah daritadi.
Tuhan,aku sangat bahagia bisa berada di dekatnya. Mungkinkah rasa cinta itu sudah mulai tumbuh dihatiku,dan aku sudah bisa menerima nya dengan setulus hatiku ya
aku sudah yakin dengan pilihan ku bahwa aku sebenarnya sudah jatuh hati kepada pria tua ini .