
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Sedang tadi Nesya hanya melihat Rafa yang sedang membereskan barang - barangnya kedalam tas .karena hari ini Nesya sudah diperbolehkan pulang .
Ntah kenapa hatinya merasa terharu melihat Rafa yang membereskan barang - barangnya , ia bersyukur mendapat suami seperti Rafa .
Tadi Nesya ingin membantu, namun ditolak mentah - mentah oleh Rafa .
Katanya bumil ngak boleh sampai kelelahan. padahal kam hanya membantu membereskan barang tidak mungkin sampai kelelahan .
Tok tok tok
" Permisi ." seorang suster memasuki ruang rawat Nesya .
" Iya sus ." jawab Nesya .
" Saya buka infusnya ya ." ucapnya lembut .
Suster tersebut membuka infus di tangan Nesya dengan hati - hati , kemudian melekatkan plester disana .
" Nah selesai."
" Semoga cepat pulih ya Bu ." ucap suster tersebut mendoakan Nesya .
" Iya, makasih sus ."
Setelah itu, sang suster meninggalkan ruang rawat Nesya .
" Mas keluar sebentar yang ." pamit Rafa .
Lima menit kemudian Rafa sudah kembali memasuki ruangan dengan mendorong kursi roda .
" Mas bawa barang - barang ke mobil dulu ." Rafa membawa beberapa tas keluar ruangan .
Ia menuju parkir, membuka bagasi mobilnya dan meletakkan beberapa tas disana .
Kemudian kembali menuju ruangan dimana istrinya berada .
Cklek
Rafa memasuki ruangan dan menggendong Nesya kemudian mendudukkan Nesya di kursi roda .
" Aku bisa jalan sendiri padahal ." ucap Nesya .
" Leboh baik pakai kursi roda sayang ."
" Lebih aman buat baby ." ucap Rafa pelan, menghadapi bumil harus sabar .
Rafa mendorong kursi roda sang istri menuju parkir .
Kembali menggendong Nesya dari kursi roda dan mendudukkan nya ke kursi samping kemudi .
Kemudian ia melipat kursi roda dan meletakkannya di kursi belakang .
Ya yang Rafa pakai bukanlah kursi roda milik rumah sakit, melainkan miliknya, ia sengaja membeli khusus untuk sang istri .
Rafa segera memasuki mobil an duduk di kursi kemudi.
Melirik ke arah sang istri .
Dan mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah Mami .
Ya mereka sementara tinggal dirumah Mami , karena Nesya sedang hamil muda dan agar ada yang menemani disaat Rafa sedang tidak berada dirumah .
Beberapa puluh menit berlalu, Rafa baru saja memarkirkan mobilnya di depan rumah Mami .
Ia keluar dari mobil, mengambil kursi roda dan membuka lipatannya .
Membuka pintu mobil dan menggendong Nesya, kemudian mendudukkan Nesya ke kursi roda .
Rafa mendorong kursi roda sang istri memasuki rumah Mami . padahal kursi roda itu memiliki remote agar bisa terdorong sendiri .
" Kalau ada yang susah, kenapa harus yang gampang ." mungkin itu yang Rafa lakukan saat ini .
Rafa dan Nesya memasuki rumah dengan disambut oleh para orang tua .
πππ
Setelah acara makan - makan bersama keluarga besar, saat ini Nesya dan Rafa sedang berada dikamar Nesya yang berada dirumah Mami .
Kamar yang selama berpuluh - puluh tahun menemani setiap keluh kesah nya .
" Itu apa yang ." tunjuk Nesya ke arah lemari kaca yang berada di kamar Nesya .
Rafa melihat sekitar kamar sang istri sembari duduk di kursi meja rias yang berisi berbagai macam perlengkapan wanita .
" Lighstick ."
" Fungsinya buat apa ? ." tanya Rafa, ia bingung apa fungsi benda yang berbentuk seperti mikrofon tetapi bukan .bentuk kepalanya beda, ini warna putih dan ada juga yang hijau .
Belum lagi yang berbentuk huruf V dan M .semuanya terpajang di lemari kaca beserta album - album .
" Buat pajangan ."
" Atau dibawa pas nonton konser ." jawab Nesya .
" Ooo..." Rafa menganggukkan kepalanya tanda paham.
" Kenapa kamar kamu ngak ada warna pink yang ? ."
" Biasanya cewek suka warna itu ." tanya Rafa lagi sembari memindai kamar sang istri .
" Ngak terlalu suka warna pink ."
" Sukanya warna putih abu - abu ." jawab Nesya sembari membaca novel .
" Ternyata warna kesukaan kita sama ." ucap Rafa .karena ia juga suka warna itu, terbukti cat kamarnya juga bernuansa putih abu - abu .
Setelah melontarkan beberapa pertanyaan, Rafa beranjak dari duduknya .
Ia mendekati ranjang dan merebahkan diri disana, menaruh kepalanya berbantalkan paha sang istri .
Dengan wajah menghadap perut rata Nesya .
Mengecup perut rata itu .
" Mas..geli ." ucap Nesya .
" Aku cuma mau cium baby padahal yang." jawab Rafa dengan wajah cemberut .
Hahahahahahaha
" Mukanya jangan gitu Mas ."
" Lihatnya jadi pengen ngakak ." ucap Nesya sembari berusaha menghentikan tawanya .
" Yang..."
" Ini aku lagi kesel ."
" Bukan lagi ngelawak ." Rafa semakin kesal dibuatnya .
" Iya iya ngak lagi ngelawak ."
" Udah ini ngak ketawa lagi ." Ucap Nesya sembari mengelus rambut Rafa .
" Heem ." dehem Rafa .
" Mas jangan kasih pertanyaan yang susah - susah ya ." pinta Nesya . ia takut tidak bisa menjawab jika pertanyaan sulit tertuju padanya .
Dan Rafa sebagai dosen pembimbing yang biasanya memberikan pertanyaan sulit harus di peringatkan .
Sebagai antisipasi saja .
" Tergantung skripsi kamu ."
" Kan pertanyaannya dari sana ." jawab Rafa .
" Ya jangan tanya kalau gitu ."
" Sama istri sendiri harus baik ."
" Ngak kasian sama istrinya ."
" Lagi hamil pula ." Ucap Nesya berusaha membujuk .
" Ayo sya semangat merayu pak suami ." batin Nesya .
" Iya iya besok dikasih pertanyaan yang ngak sulit ." pasrah Rafa akan permintaan sang istri .
" Kalau perlu Mas kasih bocoran pertanyaan dulu ."
" Biar aku cari jawabannya ."
" Untung - untung sekalian dikasih jawabannya ." ini Nesya kok malah ngelunjak ya .
" Kalau soal sekalian jawaban namanya bukan ujian ."
" Tapi hafalan yang ."
" Ngak adil buat yang lain ." ucap Rafa . ini istrinya sedang mencoba merayunya, agar mendapat hal istimewa .
" Kita lihat sampai mana kamu ngerayu Mas syaang ." batin Rafa .
Mari kita lihat sampai mana usaha Nesya dalam meluluhkan hati Rafa agar menuruti permintaannya .
" Nanti kalau aku pusing karrna pertanyaan dari kamu gimana ? ."
" Trus kalau tiba - tiba aku lemas dan pingsan gimana ? ."
" Ngak kasian sama aku dan baby ? ." tanya Nesya dengan nada sedikit manja .
" Ngak mungkin sampai begitu yang ."
" Kamu lagi belajar nge drama atau gimana ? ." tanya Rafa . ia masih belum luluh .
" Isshhh."
" Yaudah Mas maunya apa ? ."
" Aku turutin deh asal permintaan aku yang tadi mas turutin ."
" Pengen cium baby setiap hari, setiap Mas pengen ." itulah permintaan Rafa . sangat si.ple bukan, namun membuat Rafa bahagia .
Ntah kenapa ia sudah tidak sabar akan kehadiran bayi mungil ditengah tengah mereka berdua .
" Baby nya belum lahir ."
" Gimana mau cium ."
" cium gini yang ." ucap Rafa gemas , lalu ia mengecup perut Nesya berkali kali .
" Ooh gitu ."
" Ya gini yang ."
" Oke aku turutin."
" Tapi Mas harus turutin permintaan aku yang tadi ."
" Gimana ? ."
" Deal ? ." tanya Nesya sembari mengarahkan jari kelingkingnya , menunggu Rafa juga mengaitkan jari kelingking miliknya, pertanyaan janji .
" Deal ..."
" Yess ..." ntah kenapa hanya hal seperti itu saja Rafa bahagia . mungkin efek menjadi calon Daddy .
" Yok bobok siang yang. " ajak Rafa masih dengan posisi menduselkan kepalanya ke perut Nesya .
" Bentar ."
" Lima episode lagi ending ." jawab Nesya .
" Novelnya seru banget apa yang ? ."
" Seru ."
" Makanya tanggung banget kalau ngak baca sampai ending ."
" Walaupun tadi udah bawa sedikit episode akhirnya ."
" Baca episode akhirnya dulu ."
" Kalau happy ending baru deh baca dari awal ."
Ya inilah kebiasaan baca novel ala Nesya, ia akan membawa episode terakhir dulu, apabila berakhir happy ending, barulah ia membaca novel tersebut dari awal episode .
Karena ia trauma, dulu pernah beberapa kali iya mencoba membawa novel dari awal tanpa membaca ending terlebih dahulu, berakhir sad ending, sampai - sampai Nesya manangis satu jam lamanya .
Karena jika membaca kita akan dengan tanpa sadar sangat menghayati .
Tak jarang Nesya membaca novel sembari berlinang air mata jika ada episode yang menurutnya sedih .
" Dilanjut nanti aja yang ."
" Tidur siang dulu ."
" Mommy nya baby ."
" Baby butuh istirahat ." ucap Rafa lembut membujuk sang istri .
Dan pada akhirnya Nesya pun memberikan handphone nya kepada Rafa agar diletakkan di atas meja nakas .
Rafa langsung meletakkan handphone milik sang istri .
Keduanya memulai tidur siang dengan saling berpelukan .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin, 03 April 2023
Pukul 21.00 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...