My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 66. Rindu Itu Berat " Rafa ."



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Setelah sarapan Nesya kembali ke dalam kamar.


Mami dan Papi pergi ke supermarket dekat rumah untuk membeli beberapa barang untuk kebutuhan Kakek dan Nenek Nesya yang sebentar lagi akan datang dengan dijemput Bang Rui di bandara.


Untuk menghilangkan rasa bosan yang melanda, Nesya akhirnya berinisiatif untuk marathon drama china .


Aktor china ngak kalah ganteng kok daripada Oppa Korea.


Setelah men scroll beberapa judul drama terbaik, akhirnya Nesya memutuskan menonton drama yang diperankan Xu Kai .


Namun sebelum mulai menonton harus menyediakan cemilan dulu ya kan.


Nesya mengulurkan tangannya membuka laci meja nakas disamping ranjang yang di dalamnya berisi beberapa camilan favorit nya.


Mengambil beberapa camilan tersebut dan meletakkannya diatas ranjang, kemudian ia me play drama.


Menonton sembari memakan camilan, suasana rumah lagi sunyi, surga dunia banget ini.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Disaat Nesya sedang asik marathon drama , disaat itu pula Rafa sedang mengerjakan pekerjaannya di meja yang ada di kamarnya.


Mengerjakan pekerjaannya dari rumah karena ini adalah hari - hari pingitan sebelum pernikahan.


Bekerja dengan ditemani secangkir americano yang tadi ia pesan online.


Mau keluar heli sendiri kan ngak boleh.


Rafa diharuskan untuk angkrem dirumah seperti ayam yang sedang mengerami telurnya.


Keadaan rumah Rafa tampak sunyi karena Papa sedang ke kantor dan Mama sedang mengurus berbagai keperluan pernikahannya.


Mama begitu excited dengan pernikahan putra satu satunya itu.


Rafa menyugar rambutnya dengan tangan.


Huhhh


Menghembuskan nafasnya dengan berat.


Mengambil handphone yang berada di meja, menyalakannya.


Ntah kenapa dia berharap mendapat kabar dari Nesya, padahal itu adalah harapan yang mustahil.


Seperti kun fayakun.


Dan terbukti benar, tak ada kabar apapun dari sang pujaan hati.


Meletakkan kembali ponsel ketempat semula dan kemudian menyeruput americano nya.


Dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Ting nong


Bel rumah Nesya berbunyi, pertanda ada seseorang yang datang.


Nesya segera mem pause dramanya dan beranjak dari ranjang.


Keluar kamar dan menapakkan kakinya menuruni anak tangga.


Berjalan menuju pintu.


Cklek


" Assalamualaikum ."


" Waalaikumsalam Nenek Kakek ." Nesya memeluk keduanya dengan hangat.


" Gimana kabar Nenek sama Kakek ? ." tanya Nesya ketika sudah melepas pelukannya.


" Sehat dong, makanya bisa kesini ketemu cucu kesayangan ." Nenek.


" Ayo masuk Nek Kek ."


" Bukannya daritadi disuruh masuk ."


" Ngak peka banget kalau diluar panas ." ucap Rui dengan kedua tangannya yang memegang gagang dua koper.


" Tinggal masuk duluan kok repot ." ucap Nesya.


Mereka berempat akhirnya masuk ke dalam rumah.


Duduk di ruang tamu untuk sekedar berbincang sebentar.


" Cucu kesayangan Nenek udah mau nikah aja ."


" Nenek ngak nyangka rasanya ."


" Namanya udah ada yang ngelamar Nek ." ucap Kakek.


" Kamu kapan Bang ? udah dilangkahi Adeknya lo ini, harus segera ." ucap Nenek.


" Tunggu aja Nek ." jawab Rui.


Sebenarnya ia sudah jengah akan pertanyaan kapan nikah.


Tinggal nunggu aja kapan dia nikah, gitu aja repot.


" Abang bentar lagi kok Nek ."


" Tunggu Kak Qia siap ."


" Tanyain sama calon kamu kapan siapnya Bang ."


" Jangan kelamaan ."


" Keburu jadi perjaka tua ." ucap Nenek.


Ucapan Nenek emang paling bisa buat mood terbang melayang hilang.


" Iya Nek bentar lagi. "


" Diusahakan tahun ini ya Bang ."


" Heem ."


Disaat mereka sedang berbincang, Kakek hanya menjadi pendengar setia.


Mereka berbincang bincang sebentar.


" Nenek sama Kakek istirahat dulu aja ." ucap Nesya.


" Pasti capek ."


" Yaudah Kakek sama Nenek istirahat dulu ya ."


Kakek dan Nenek pun berlalu dari ruang keluarga menuju kamar yang memang disediakan khusus untuk Kakek dan Nenek yang berada di lantai satu.


Agar Kakek dan Nenek tidak perlu repot - repot naik turun tangga.


Nesya dengan segera merebahkan tubuhnya berbantal paga Rui.


Tipe - tipe adek manja ya gini.


Tau abangnya lagi duduk santai pasti langsung merebahkan diri di kakinya.


Dan Rui dengan secara naluriah langsung mengelus rambut lebat adiknya.


Nesya mengulurkan tangannya mengambil remote TV dan menghidupkan Tv di hadapan mereka.


Menekan nomor channel TV yang biasa ia tonton.


Yuppss


Nesya langsung menonton si larva merah kuning kesukaannya.


Udah dewasa, bentar lagi mau nikah, tapi kok ya tontonan nya larva. agak gimana gitu loh Sya.


Ya walaupun author juga tontonan nya itu...hahahaha


Rui juga menonton TV yang menyala di hadapannya, mengikuti jejak adiknya walaupun terpaksa.


" Dek ."


" Hem ." jawab Nesya.


" Bentar lagi nikah kan ? ."


" Heem ."


" Bentar lagi kamu pindah berarti ."


" Ngak tau. " Nesya.


" Kok ngak tau, bukannya biasanya habis nikah itu langsung pindah ikut suami ya ." Rui.


" Yakan biasanya ."


" Ini luar biasa ." ucap Nesya


" Rafa ngak ada ngomong soal mau tinggal dimana habis nikah apa ? ."


" Ngak ada sih kayaknya ." jawab Nesya yang matanya terfokus pada televisi di depannya.


" Kalau kamu pindah pasti rumah bakalan sepi ."


" Ngak ada yang diajak berantem ."


" Ngak ada yang manja - manja kayak gini lagi ."


" Ngak ada yang ngerengek minta beliin album sama photocard lagi. "


" Bukannya senang ya karena ngak ada yang ngerusuhin abang sama ngabisin uang di ATM abang ." ucap Nesya.


" Senang banget lah...hahahahaha ."


" Uang di ATM aman ..."


Plak


Nesya memukul lengan abangnya dengan tenaga full power, hingga meninggalkan cap jari disana.


Awww


" Ya Allah Dek kejam amat ."


" Ngak ber pri kemanusiaan banget jadi Adek ." Rui


" Ya abang pun ngeselin banget. "


" Kan gereget ."


" Ya tapi ngak langsung tabok sampai berbekas gini dek ." ucap Rui sembari mengelus tangannya yang sedikit panas akibat geplakkan tangan ajaib Nesya.


" Ya maaf Bang refleks ."


" Hehehe ."


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Arghhh


Rafa meregangkan tubuhnya setelah selesai mengerjakan pekerjaannya.


Mengambil handphone dan menghidupkannya untuk melihat sudah pukul berapa sekarang.


Ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.


Pantas saja sedari tadi cacing - cacing di perutnya sudah berdemo ria. ternyata sudah siang, sudah waktunya mengisi perut.


Rafa pun mencari kontak bibi dan mengklik call.


" Assalamualaikum Den ."


" Waalaikumsalam Bik ."


" Kenapa Den ? ."


" Bik, tolong buatkan nasi goreng pakai ayam goreng dan telur setengah matang ya ." pinta Rafa kepada bibi yang berada di seberang telfon sana.


" Iya baik Den ."


" Bibi buatkan dulu ya ."


" Iya bi makasih ."


" Sama - sama Den. "


Rafa meminta bibi untuk membuatkan nasi goreng komplit, ntah kenapa ia ingin makan nasi goreng siang ini.


Setelah mematikan sambungan telfon, Rafa segera mematikan laptopnya dan segera beranjak dari meja kerjanya dan menuju ranjang.


Merebahkan diri di ranjang sembari memainkan handphonenya sembari menunggu pesanan nasi goreng nya jadi.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 08 Januari 2023


Pukul 21. 10 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...