My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 106 . Ngak Worth It



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Bangun sayang ." ucap Nesya sembari mengelus pipi Rafa yang mulus tanpa bantuan skincare, ia jadi iri sendiri dengan kulit wajah Rafa, sedangkan dirinya, harus skincare an setiap hari agar kulit wajahnya mulus seperti sekarang .


" Mass..."


" Hemm ..." gumam Rafa masih dengan kelopak mata yang tertutup .


" Bangun ."


" Mas harus masuk kelas dulu ." ucap Nesya mengingatkan sang suami .


" Lima menit lagi yang ." jawab Rafa sembari membawa Nesya kedalam pelukannya .


" Oke lima menit ." Nesya memberikan waktu tambahan, karena kelas yang akan Rafa ajar, akan dimulai lima belas menit lagi, tandanya masih ada waktu luang .


Tik tok tik tok


Jarum jam berlalu begitu cepat, bagi Rafa, ntah kenapa, terkadang kalau kita kembali tertidur, suka lupa waktu, setengah jam terasa lima menit , maka dari itu, membuat alarm itu wajib, alarm Chenle sih rekomended banget .


Tapi kalau ada istri seperti Rafa, alarm nya berganti menjadi suara istri, yang suaranya menggelegar mengalahi suara toa masjid .


Namun Nesya tidak se bar bar itu, karena Rafa merupakan orang yang mudah untuk dibangunkan, namun harus dengan menyentuh tubuhnya, ia akan langsung keluar dari alam mimpi .


" Udah bangun yuk ."


"Udah lima menit ini ." ucap Nesya, kali ini sembari meniup niup kelopak mata Rafa, membuat sang empu mengerjakan mata beberapa kali .


Untung ditiupnya tidak ditambah oleh semburan air seperti mbah dukun, kalau seperti itu ya bukannya bangun, malah kena sawan .


Dengan terpaksa Rafa mendudukkan dirinya bersandar pada kepala ranjang, Namum berbeda dengan Nesya, ia malah memeluk guling yang sebelumnya berada di belakangnya, bumil lagi mode mager ini, mohon dimaklumi ya .


" Mas masuk kelas dulu yang ." pamit Rafa sembari mengelus rambut Nesya, dengan sang empu yang sudah memejamkan mata kembali, ini Nesya bangun hanya untuk membangunkan sang suami saja, lalu tertidur kembali .


" Heemm ..." jawab Nesya yang belum menyelami alam mimpi, masih dalam tahap memejamkan mata, baru mendekati gerbang mimpi .


Rafa pun beranjak dari ranjang, melangkah memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci muka, ngak mungkin kan seorang dosen masuk kelas dengan muka bantal, itu adalah hal yang tidak akan mungkin Rafa lakukan, jaga image dong yang .


Selesai mencuci muka, Rafa pun keluar dari kamar pribadinya, mengambil beberapa buah buku, tak lupa absensi para mahasiswanya, nah ini, absensi yang berisi tanda tangan abstrak para mahasiswanya, dan sering kali Rafa mendeteksi adanya tanda tangan yang berbeda dari biasanya, ini sudah pasti disebut dengan istilah " titip absen " , kebiasaan titip absen yang sudah mendarah daging .


Rafa paham, karena dulu pada masa ia masih kuliah, pasti pernah titip absen dong, ngak mungkin enggak, jangan kira sekelas Rafa itu rajin banget masuk kelas ya, ada kalanya ia mager, dan berujung titip absen .


Melanglahkam kaki memasuki kelas yang akan ia ajar .


" Assalamualaikum ."


" Selamat siang ." ucap Rafa ketika memasuki kelas .


" Waalaikumsalam Pak ."


" Siang Pak ." jawab seisi kelas dengan kompak, nah kalau gini kompak, tapi kalau kerja kelompok ngak ada kompak - kompaknya, palingan hanya dua dari lima orang yang bekerja, yang lainnya hanya bantu doa .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Tak terasa 3 sks pun berlalu, Rafa keluar kelas setelahnya, meninggalkan seisi kelas, ya kan dosen memang keluar terlebih dahulu dari pada mahasiswanya, sebuah peraturan tak tertulis dan tata krama .


Ia berjalan menuju ruangannya dengan langkah lumayan cepat, udah kangen istri soalnya, dasar dosen bucin .


Cklek


Membuka ruangannya dan melangkah masuk, terlihat disana Nesya sudah duduk di sofa sembari memeluk sebungkus besar keripik ubi kesukaannya, semenjak hamil dan ia melihat biasanya suka keripik ubi, Nesya jadi lebih sering memakannya, efek bucin bias memang sebesar itu .


Melihat hal itu, Nesya hanya menoleh sebentar ke arah Rafa, lalu kembali beralih menonton drama di layar televisi tepat di hadapan mereka berdua .


Ikut memakan kripik dan menonton drama yang harus membaca subtitle membuat Rafa kembali pusing .


" Kok bisa ya para perempuan tahan menonton drama yang harus baca subtitle selama beberapa jam gini ."


" Bahkan terkadang bisa marathon selama sehari ." batin Rafa bertanya, sedangkan ia hanya mengikuti jejak sang istri beberapa menit saja sudah pusing, ribet jika harus menonton sembari membaca, kalau tidak terbiasa ya seperti Rafa gini, kalau udah biasa santai aja tu, tanpa beban .


Karena sudah tak sanggup, Rafa lelah jika harus mengikuti jejak sang istri lebih lama, hingga pada akhirnya ia merebahkan diri berbantalkan paha sang istri , yang jika melihat ke atas, bukannya melihat wajah istri, melainkan melihat bawah bungkus keripik ubi, pemandangan yang bagus bukan, menarik .


" Itu suaminya ngak bersyukur banget punya istri secantik itu ."


" Malah selingkuh sama sekretarisnya ."


" Tu CEO lemah iman banget ." gerutu Nesya karena drama yang ia tonton .


Ini nih cewek, kalau nonton drama suka baper sendiri, terkadang juga bisa marah - marah sendiri .


" Kalau gue yang jadi istrinya ."


" Wihh...udah gue kebiri suami modelan begitu ." ucapan Nesya membuat Rafa bergidik ngeri , ini istrinya kejam juga ya .


Tapi tenang, Rafa kuat iman kok, nungguin Nesya beberapa tahun aja kuat, masa pas udah dapet malah diselingkuhin, enggak enggak, ia masih sayang nyawa .


" Awas aja ya kalau Mas selingkuhin aku ." ucap Nesya, kali ini sembari melihat tepat ke manik mata Rafa, ini ancaman garis keras sepertinya .


" E..enggak bakalan yang ." ini Rafa gugup juga kalau ditatap sang istri dengan wajah galak nya bak Kak Ros .


" Dapetin kamu aja susah ."


" Pakai acara bujukin Papa Mama buat jodohin kita ."


" Ya kali pas udah jadi istri malah diselingkuhin ."


" Harus pikir seribu kali buat selingkuh ."


" Karena selingkuh itu banyak yang harus dikorbankan ."


" Berkorban banyak demi satu wanita yang belum tentu mau bersama selamanya ."


" Ngak worth it kalau menurut aku ." ucap Rafa panjang lebar, nih gini ni, contoh cowok yang pantas dijadikan suami .


Ngak pernah pacaran, langsung minta jodohin dan nikah, bukan seperti cowok yang suka pacaran sana sini, selingkuh sana sini dengan alasan mencari yang terbaik .


Dan kalau ketahuan selingkuh bilangnya " aku khilaf ", cowok modelan seperti ini mendingan ditolak kalau mau nikahin, karena sudah pasti endingnya tidak baik, karena selingkuh itu penyakit, yang akan terus kambuh kapan saja .


" Benar bukannn ? ."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Senin, 15 Mei 2023


Pukul 20.07 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...