My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 107 . Dosbing



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Kita ke supermarket yang dekat lampu merah yang ? ." tanya Rafa .


Keduanya saat ini berada di dalam mobil, dijalan pulang dari kampus, dan niatnya Rafa akan menemani sang istri berbelanja kebutuhan dapur .


" Iya supermarket di depan aja, lebih komplit daripada yang deket rumah ." jawab Nesya sembari memakan keripik ubinya, saat ini Nesya dan keripik ubi tidak dapat dipisahkan, mungkin lama - lama Nesya akan mirip seperti ubi .


Tak lama, Rafa memarkirkan mobilnya di parkir supermarket, keduanya beranjak keluar dari mobil .


Dengan sigap Rafa mengambil troli berukuran besar, karena kalau kecil ngak cukup, belanjaan sang istri lumayan banyak, iya lumayan, biasanya sampai troli sudah full dan tidak ada space lagi, kata Nesya sih lumayan .


Melangkah memasuki supermarket dengan berjalan beriringan, dan yang pertama dituju Nesya adalah bagian persabun sabunan .


" Mau yang wangi lemon yang ." request Rafa ketika Nesya akan mengambil sabun yang berjajar rapi .


" Oo oke ." Nesya pun mengambil sabun cair yang Rafa inginkan .


" Pewangi bajunya mau yang wangi apa ? ."


" Nanti komplain lagi kalau baunya ngak enak ." ucap Nesya, karena minggu kemarin, ia membeli pewangi pakaian, namun Rafa mengeluh jika wanginya tidak enak, memang semenjak ia hamil, Rafa la yang suka enek hingga mau muntah jika mencium bau - bau an yang menurut nya tidak enak .


Bisa gitu ya, Nesya juga merasa aneh, namun inilah kenyataannya .


Untuk antisipasi agar Rafa tidak mual, maka dari itu, disaat belanja seperti sekarang, Rafa la yang memilih ingin wangi apa, soalnya Nesya kasihan melihat Rafa yang mual - mual .


Walaupun Nesya juga sering terkena morning sickness, namun morning sickness nya tidak setiap hari, Nesya perlu bersyukur untuk itu.


" Korean strawberry yang, enak wanginya, biar samaan sama wangi sabun cuci piring ."


Nesya pun mengambil pengharum pakaian yang Rafa mau .


Selesai dengan per sabun an, keduanya beralih ke tempat buah buahan, eh buah beneran .


" Mau cheese cake strawberry ngak Mas ? ." tanya Nesya menawari Rafa, ya mana tau suaminya ini mau, jika mau kan Nesya akan membeli beberaoabox strawberry dan membuatnya menjadi cheese cake .


Mumpung strawberry nya kali ini tampak fresh, dan sayang sekali jika tidak dimasukkan kedalam troli .


" Boleh yang ."


Mendapat jawaban dari El, Nesya pun mengambil empat box strawberry dan memasukkannya kedalam troli, satu box untuk membuat cheese cake, tiga lainnya untuk camilan sembari menonton drama yang sedang on going .


Camilan sehat Nesya adalah buah, terlepas dari keripik ubi yang selalu menemaninya .


" Jangan lupa alpukat yang " Ucap Rafa mengingatkan, karena setahunya, alpukat baik bagi ibu hamil, lagi pula Nesya tidak akan menolak memakan buah itu, yang merupakan salah satu buah favorit nya, apalagi jika dibuat jus dan diminum di sing hari yang panas .


" Satu, dua, tiga, empat , lima ."


" Cukup la ya buat seminggu ." Nesya mengambil lima box alpukat yang satu box nya berisi dua buah , stock seminggu, cukup la ya .


Semenjak hamil, Nesya berusaha mengganti camilannya yang biasanya donat, gorengan, cake, batagor, siomay, menjadi buah - buahan, menjadi camilan sehat, bumil harus menjaga asupan nutrisi bukan .


Tak lupa Nesya mengambil rambutan, buat di jus juga, aneh kan bumil satu ini, rambutan aja di jus .


Beberapa hari yang lalu, Nesya menonton video orang yang membuat jus rambutan, jadi ia mencobanya, eh kok enak, jadi keterusan deh sampai sekarang .


[17/5 15.31] Fullsun: Nesya juga tak lupa mengambil semangka, dan tentunya mangga .


Mangga yang sudah matang, karena walaupun hamil, Nesya tidak terlalu suka yang asam - asam, bumil satu ini memang beda dari yang lain .


Dan keduanya lanjut berkeliling mengambil beberapa sayuran, ikan dan daging .


Hingga dirasa cukup, Rafa dan Nesya berjalan menuju kasir .


" Aku tunggu di mobil ya Mas ." ucap Nesya ketika keduanya sedang mengantri di kasir .


" Iya yang ." Rafa pun memberikan kunci mobil kepada sang istri, ia tahu bahwa sang istri lelah, kerena sejak hamil Nesya memang mudah lelah, harap maklum .


[17/5 15.50] Fullsun: πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Cklek


Rafa baru saja keluar dari walk in closed untuk berpakaian sehabis mandi, ia berjalan mendekati sang istri yang sedang berada di atas ranjang dengan laptop di hadapannya, tak lupa beberapa buku dan kertas yang bertebaran, menggambarkan mahasiswi sekali bukan, ya kan memang mehasiswi .


" Lagi ngapain yang ."tanya Rafa .


Lah, si dosen satu ini pakai tanya pula, lagi ngak sadar apa gimana .


" Ngerjain revisian ."


" Pembimbingnya ribet soalnya ."


" Revisi terus ."


" Kalau aja bisa, tu pembimbing udah aku jual online ." ucap Nesya, ini nyindir versi di depan orangnya langsung, keren, patut dicontoh yang gini - gini tu .


" Siapa sih pembimbing nya yang ."


" Coba kasih tahu aku. " ucap Rafa sembari merebahkan diri di atas ranjang, disebelah buku - buku yang bertebaran .


" Nih aku sebutin ciri - ciri dosennya ." ucap Nesya tanpa melihat ke arah Rafa, pandangannya masih tertuju ke arah laptop di depannya .


" Tinggi ."


" Putih ."


" Ganteng juga ."


" Eh..tapi masih gantengan bubu ."


" Dingin juga, sebelas dua belas sama uco yang sekarang ."


" Kesabarannya setipis tisu yang dibelah dua kalau kata mahasiswanya ."


" Nah itu ciri - cirinya ."


" Mas kenal ? ." tanya Nesya lirikan tajamnnya setajam katana .


" Kalau yang ciri - cirinya kamu sebutin tadi, Mas ngak kenal yang ."


" Mas kenalnya dosen yang ciri - cirinya gini ."


" Ganteng, tinggi, putih, sabar dan penyayang sama istrinya ."


" Nah, kalau itu Mas kenal yang ."


" Kenal banget malah ." ucap Rafa .


Ini pasutri satu ini lagi dalam mode pura - pura tidak tahu, gini aja terus sampai upin ipin lulus TK .


" Nah, karena Mas kenal sama tu dosen pembimbing aku ."


" Bilangin ke dia ya ."


" Kalau dia suruh aku revisi terus ."


" Bentar lagi aku jual semua organ dalamnya ."


" Lumayan yakan ."


" Ginjal satu aja udah berapa ."


" Bisa buat bungkus Haechan trus dijadiin suami ."


" Wahh...bahagianya hidupku ." Ucap Nesya, nah ini, bumil satu ini sudah menghayal nan jauh kesana .


" Barusan dosen pembimbing kamu bilang ."


" Katanya gini ."


" Mana bisa kamu jual saya ."


" Yang ada nanti kamu nyesal ." ucap Rafa .


Oke pembicaraan tak berfaedah berlanjut .


" Bilang ke dia ."


" Jual dosen pembimbing modelan Bapak mah beruntung namanya ."


" Daripada kerjanya nyusahin mahasiswa ."


" Kalau aku jual, pasti dapat banyak ucapan terima kasih ."


" Para mahasiswa pasti rela kasih aku karangan bunga ucapan terimakasih ."


" Yakin deh aku ."


" 1000 % yakin ."


" Se yakin aku ngak bisa memiliki Bubu ."


" Huaa...kan jadi sedih ."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Rabu, 17 Mei 2023


Pukul 18.26 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...