
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Hari ini Nesya bangun ketika jarum jam menunjukan pukul 04.30 pagi . ntah apa gerangan ia bangun sepagi ini . ia berusaha tidur lagi namun tak kunjung memasuki alam mimpi .
" Mendingan masak sarapan kalau gini ."
Nesya menyingkirkan tangan Rafa yang bertengger manis di pinggangnya . lalu ia segera beranjak dari ranjang perlahan, takut membangunkan sang suami .
Ia melangkah menuju dapur .
Membuka kulkas dan mengambil ayam yang sudah dimarinasi beserta wortel, buncis dan kol . tak lupa juga mengambil sedikit cabai merah dan hijau .
Kali ini ia akan memasak ayam kecap dan sup sayur untuk menu sarapan mereka .
Sebelum ia memasak menu sarapan, Nesya memasak nasi terlebih dahulu .
Kurang lebih empat puluh menit ayam kecap beserta sup sayur sudah selesai ia masak dan ia taruh ke dalam piring dan mangkuk .
Dan meletakkannya di atas meja makan .
Kemudian ia segera membersihkan dapur serta mencuci peralatan memasak yang baru saja digunakan .
" Akhirnya selesai ."
" Saatnya mandi sebelum sarapan ."
Nesya keluar dari dapur menuju kamar .
Sebelum mandi ia mengambil handphone di atas nakas .
" Masih jam 05.28 ."
" Masih pagi ternyata ." gumam Nesya .
Ia melihat sekilas ke atas ranjang, Rafa masih terlelap disana .
Mungkin Rafa kelelahan karena pekerjaannya yang merangkap antara dosen dan CEO . sudah dipastikan kedua pekerjaan itu sangat melelahkan .
Ia yang hanya menjadi mahasiswi saja lelah, apalagi Rafa .
Nesya segera melangkah memasuki kamar mandi .
Cklek
Rafa membuka matanya ketika indra pendengaran nya mendengar suara pintu tertutup .
Tangan kanannya meraba sisi kanan ranjang.
Kosong
Berarti sang istri sudah bangun terlebih dahulu .
Ia melihat sekeliling, juga kosong .
Tak lama terdengar suara gemercik air dari kamar mandi .
" Lagi mandi ." gumam Rafa .
Dengan tiba - tiba fikiran cemerlang terlintas di otak pintarnya .
Rafa segera beranjak melangkah menuju pintu kamar mandi .
Cklek
Untung pintunya tidak dikunci .
Ia segera masuk dan langsung memeluk pinggang Nesya yang sedang dalam keadaan polos . yakan lagi mandi, ngak mungkin ngak polos .
" Eh ." kaget Nesya ketika ada tangan yang tiba - tiba melingkar di pinggangnya .
" Sayang ." panggil Rafa dengan suara deep voice . deep voice nya Rafa membuat Nesya seketika merinding .
" Mandi bareng ya ."
" Mas kangen ." perlu diingat ini bukannya sekedar mandi bareng . namun ada embel - embel kata kangen .
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi ketika sepasang manusia yang sudah sah secara agama dan negara berada di kamar mandi berdua . pagi - pagi banget malah . lagi dingin - dinginnya , perlu kehangatan .
Cklek
Nesya keluar kamar mandi diikuti Rafa dibelakangnya yang sedang tersenyum manis .
" Gara - gara Mas ini ."
" Liat tangan aku sampai keriput gini karena kedinginan ." gerutu Nesya . namun Rafa hanya mendengarkan celotehan pagi sang istri.
" Anggap aja lagi pelihara burung bek, yang setiap pagi suka ngoceh ." batin Rafa . ini tipe - tipe suami minta di buang ke mars .
" Kalau mau dihangatin lagi bilang aja sayang ." goda Rafa .
" Ngak perlu ."
" Masih ada minyak kayu putih yang bisa nganterin ." tolak Nesya seraya mengambil minyak kayu putih di laci meja riasnya .
Rafa yang mendapat penolakan itupun hanya menahan tawa . Nesya kalau lagi ngomel tambah gemesin soalnya . kan pengen diuyel uyel lagi kalau gini .
Setelah mengoleskan minyak kayu putih ke beberapa bagian tubuh, Nesya segera memasuki walk in closed .
Rafa mengikuti sang istri masuk ke walk in closed . ini Rafa udah kayak anak kecil yang selalu mengikuti ibunya .
Nesya mengenakan pakaian sembari sesekali masih menggerutu, Rafa yang mendengarnya hanya diam saja .
Ia menunggu sang istri diam sendiri, kan kalau udah capek pasti diem .
Tak lama keduanya pun sudah selesai berganti baju , Nesya pun sudah selesai mengoleskan bedak tipis serta lip tint di wajahnya .
Dan keduanya berjalan menuju meja makan.
Nesya menyiapkan sarapan, dan mereka makan dengan tenang .
Ingat tenang saat makan , bukan tenang di alam sana .
" Mami semalam telfon Mas ." ucap Rafa menyudahi keheningan .
" Katanya kangen ."
" Kita disuruh main kerumah ."
" Kok Mami ngak telfon aku ."Nesya .
" Katanya Mami telfon kamu tapi ngak aktif ."
" Habis sarapan kita kerumah Mami ."
" Mau ? ." tanya Rafa pada sang istri .
" Mau ." Jawab Nesya semangat. seketika acara ngambeknya hilang ntah kemana .
" Mas ngak ke kampus ? ."
" Enggak ."
" Ke kantor nanti agak siangan ." Rafa .
" Sana siap - siap ."
" Biar Mas yang cuci piring nya ."
" Oke ."
" Makasih Mas ."
Cupp
" Morning kiss ."
Nesya mengecup pipi Rafa sekilas dan langsung berlalu pergi .
" Morning kiss ."
" Kan tadi udah morning kiss ."
" Malah lebih ." gumam Rafa .
Tapi ya ia juga senang, jarang - jarang kan Nesya begitu .
Rafa segera beranjak dari kursi dan membereskan meja, ia mencuci piring beserta gelas yang mereka pakai .
Setelah selesai dengan itu, Rafa langsung melangkah ke arah ruang TV .
Ia mendudukkan diri disana dan menghidupkan TV menonton berita pagi .
Tak lama Nesya menghampirinya .
" Yuk berangkat ." ajaknya semangat . soalnya Nesya sudah cukup lama tidak bertemu Mami karena kesibukannya .
Rafa mematikan TV di hadapannya .
" Bentar Mas ambil dompet dama kunci mobil ." Rafa beranjak dari duduknya .
" Eh ..ngak usah ."
" Tara ..." Nesya menunjukkan dompet beserta kunci mobil di tangannya, tak lupa beserta handphone Rafa .
" Yuk ." Nesya menggandeng tangan Rafa keluar apartemen .
πππ
Rafa memberhentikan mobilnya di depan toko kue .
" Mas kedalam bentar ." ucapnya .
Rafa segera turun dan memasuki toko . ia memesan tiga kotak brownies berbagai rasa untuk dibawa kerumah mertua .
Sebagai menantu yang baik tidak mungkin datang dengan tangan kosong bukan .
Tak lama Rafa sudah berjalan keluar toko membawa beberapa paper bag berisi brownies . ia langsung memasuki mobil dan menaruh paper bag di kursi belakang .
" Mas beli apa ? ." tanya Nesya ketika Rafa baru saja meletakkan paper bag di kursi belakang .
" Brownies buat Mami ." jawab Rafa dan segera kembali melakukan mobil ke jalanan yang masih padat pagi ini .
" Ooo ...aku sampai lupa ngak bawain apa - apa ."
" Untung Mas inget ."
" Sebagai menantu yang baik harus ingat sama mertua ." ucap Rafa dengan mata yang melihat ke jalanan di depannya .
Tak berapa lama mobil yang dikendarai Rafa sudah sampai di depan gerbang rumah sang mertua .
" Makasih Pak ." ucap Rafa kepada pak satpam yang baru saja membukakan gerbang .
" Sama - sama Mas ."
Mobil Rafa memasuki halaman rumah , ia langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir .
Setelah terparkir sempurna, Nesya segera turun, Rafa mengambil paper bag terlebih dahulu kemudian turun menyusul sang istri .
" Assalamualaikum ."
" Anak Mami yang paling cantik dateng nih ." teriak Nesya ketika memasuki rumah yang memang pintunya tidak terkunci .
" Eh menantu Mami dateng ." ucap Mami yang baru keluar dari dapur .
Rafa menyalami sang ibu mertua .
" Adek disini lo Mi ." ucap Nesya . Mami nya masih lihat Nesya kan disini .
" Iya iya."
" Ngak usah cemburu gitu ." Mami pun memeluk sang putri satu satunya itu .
" Yuk ke meja makan ."
" Mami barusan buat cookies ."
" Bentar lagi matang ." Mami pun melangkah ke arah dapur diikuti anak dan menantu dibelakangnya .
" Duduk dulu Raf ."
" Mami cek cookies nya dulu."
" Iya Mi ."
Nesya mengikuti sang Mami mengecek cookies yang masih di dalam oven .
" Kayaknya udah matang deh Dek ." ucap Mami dan langsung mengambil sarung tangan kemudian membuka oven .
" Udah matang kok Mi ."
" Iya udah pas ini matang nya ." Mami mengangkat loyang cookies dan mengeluarkannya dari oven .
Mami meletakkan loyang yang baru saja diangkat ke atas meja .
" Aw...."
..........β£..........
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin, 19 Maret 2023
Pukul20.46 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ...