
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Setelah semua pesanan dan juga brownies untuk Mami mertua sudah berada di tangan Rafa, segera masuk ke mobil dan melajukannya untuk pulang kerumah Mami mertua.
Beberapa menit berlalu .
Rafa keluar dari mobil sembari membawa dua kantung plastik di tangannya.
"Asalamualaikum ." ucapnya sembari melangkah memasuki rumah sang mertua.
" Waalaikumsalam ." jawab Mami yang sedang duduk di meja makan menikmati es dawetnya, sembari menonton video masak di ipad .
Rafa melangkah mendekat ke arah Mami mertuanya .
Kemudian meletakkan tiga kotak brownies di atas meja makan .
" Rafa beli brownies buat Mami ." ucap Rafa, lalu iya juga meletakkan beberapa es buah dan batagor .
" Kamu repot - repot Raf ."
" Tapi makasih loh ."
" Tau aja Mami suka brownies ." ucap Mami.
Ya gimana Rafa ngak tahu, jelas ia tahu dari sang istri, bahkan sebelum mereka menikah, Rafa kerap kali membawa brownies jika berkunjung kerumah ini .
" Sama - sama Mi ."
" Rafa keatas dulu ya Mi ." pamit Rafa yang dijawab anggukan oleh Mami yang asik menikmati es dawetnya .
Rafa pun berlalu dari harapan Mami, kedua kakinya melangkah menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua, dimana kamar sang istri berada, kamar yang saat ini juga merupakan kamarnya .
Cklek
Memasuki kamar dan melangkah mendekati sang istri yang sedang duduk bersandar kepala ranjang sembari memainkan handphone ditangannya.
Rafa mendekati Nesya dan duduk di ranjang .
" Eh ...Mas udah pulang ." ucap Nesya yang baru saja menyadari keberadaan Rafa di dalam kamar, karena sedari tadi ia asik menikmati waktu membucinnya kepada 33 bujang dan satu suami orang .
Kan kan, Nesya sibuk membucin suami orang juga, jadi wajar aja kalau suaminya saat ini juga dibucinin orang, mungkin ini adalah timbal balik .
" Mana pesanan aku ? ." tanya Nesya, karena ia tidak melihat Rafa membawa sesuatu ditangannya saat ini.
" Ada dibawah ."
" Mau makan disini apa dibawah ? ."
" Mami juga ada beli es dawet tadi ." uca Rafa .
" Makan dibawah aja yuk ."
" Atau ngak di taman aja ."
" Makan dibawah gazebo enak kayaknya deh ." ucap Nesya, bahkan ia sudah membayangkan hal itu di fikiran nya saat ini .
" Yaudah yok kebawah ." ajak Rafa yang kemudian membantu Nesya untuk beranjak dari ranjang, takut - takut istrinya itu masih lemas .
Padahal Nesya sudah merasa baik sekarang, faktor habis membucin mungkin, jadi energinya bertambah dengan cukup pesat .
Keduanya keluar kamar danmenurunu tangga, dengan Rafa yang selalu memegangi sang istri , ini pak dosen mode protektif banget nampaknya.
Takut istri dan Baby nya kenapa napa .
" Duduk sini Dek ."
" Mami barusan beli es dawet ."
" Mau ? ." ucap Mami menawarkan pada Nesya , ketika ia melihat Nesya yang berjalan mendekati meja makan.
" Kayaknya seger banget es dawetnya ya Mi. "
" Mau makan es dawet ah ." ucap Nesya sembari mendudukkan diri di kursi meja makan.
Sedangkan Rafa berlalu untuk mengambil mangkok dan piring .
Tak lama Rafa sudah kembali membawa dua mangkok dan piring , beserta sendok .
Menuangkan sebungkus es dawet kedalam mangkok, kemudian meletakkannya di hadapan sang istri .
" Silakan di nikmati sayang ." ucap Rafa sembari memberikan sendok kepada Nesya .
" Makasih Mas ." jawab Nesya menerima sendok yang diberikan oleh sang suami.
Mami yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum simpul, ia suka melihat pemandangan ini, pemandangan yang membuat hatinya damai ketika melepas sang putri kepada seorang lelaki bernama Rafa .
Nesya menikmati es dawetnya dengan senang hati, bahkan ia lupa dengan batagor dan juga sop buah yang Rafa belikan atas permintaannya tadi.
" Ahh ...segarnya ." ucap Nesya setelah semangkok es dawet sudah masuk kedalam perutnya .
" Mau lanjut makan es buah dulu atau batagor ? ." tanya Rafa yang siap melayani sang isti tercinta.
" Batagor dulu aja ."
" Sop buahnya nanti ."
Rafa menuangkan batagor ke atas piring, lalu menggeser nya kedalam Nesya .
" Kamu makan juga Mas. " ucap Nesya yanh baru saja menyadari jika mangkok dan piring di hadapan Rafa belum terpakai .
" Iya ." jawab Rafa , ia lalu menuangkan batagor ke atas piring miliknya .
Lalu mulai menikmati batagor .
" Mami ke kamar dulu ya ."
" Mau istirahat ."pamit Mami setelah selesai memakan es dawet .
" Iya Mi ." jawab keduanya berbarengan, berarti jodoh, eh salah, kan udah berjodoh, bahkan sebentar lagi menjadi Daddy dan Mommy .
Mami pun berlalu meninggalkan kedua putri dan menantunya yang sedang menikmati makanan masing - masing .
Tak lama batagor di piring Nesya sudah habis tak bersisa, bahkan kuah kacangnya bersih . ini Nesya doyan apa laper, tapi sepertinya lebih condong ke laper .
Nesya melihat kesamping, Rafa juga sudah selesai memakan batagor, terbukti piring di dahaoannya juga sudah tak berisi.
" Lanjut ke taman yok Mas ." ajak Nesya dengan diakhiri senyuman manis nya.
Manis banget, sampai Rafa terasa diabetes di buatnya .
" Iya, kita ke taman sekarang ."jawab Rafa , kemudian beranjak dari kursinya, membawa dua mangkuk beserta dua es buah, tak lupa membawa dua sendok .
Nesya juga beranjak dari kursinya .
Lalu keduanya berjalan menuju taman belakang .
Setelah sampai di taman, Nesya mendudukkan dirinya di kursi gazebo, sedangkan Rafa masih berdiri sembari menuangkan es buah kedalam mangkok yang tadi ia bawa.
" Silakan dimakan bumil ."ucap Rafa meletakkan mangkok berisi es buah ke hadapan sang istri.
" Makasih Daddy ." jawab Nesya dengan nada suara dibuat bak anak kecil , mungkin ia memperagakan sang buah hati kelak.
Keduanya menikmati es buah sembari melihat taman yang asri di sekeliling mereka, ditambah hembusan angin yang sesekali mengenai wajah keduanya.
Selesai menikmati es buah, Nesya mengajak Rafa untuk duduk disebuah kursi panjang yang masih berada di taman , Rafa menurutinya, itu pasti.
" Mas duduk di ujung. " pinta Nesya ketika mereka sudah dekat dengan kursi panjang itu.
Rafa hanya menurut, kan cuma disuruh duduk diujung, jadi ya menurut saja, kan berabe kalau sampai bumil satu ini ngambek, bisa - bisa ia disuruh tidur diluar nanti malam.
Melihat Rafa yang sudah duduk di ujung kursi, Nesya pun merebahkan diri berbantalkan paha sang suami.
" Nah ."
"Gini kan nyaman ." ucap Nesya setelah merebahkan diri, kenapa terasa nyaman banget ya .
Rafa mengulurkan tangannya membelai rambut hitam Nesya yang lembut .
Nesya memposisikan wajahnya menghadap tepat ke perut Rafa .
Tangan halusnya membelai perut sang suami dari balik kaos yang Rafa kenakan .
Terasa dengan sangat jelas ditangan Nesya roti sobek milik sang suami .
" Jangan dielus yang. "
" Nanti aku khilaf ." peringat Rafa, kalau ia khilaf kan repot, mana ini lagi dirumah mertua lagi .
" Jangan khilaf dulu ."
" Khilafnya nanti aja kalau udah dirumah. " jawab Nesya yang masih asik dengan kegiatan mengelus roti sobek , seakan berniat ingin menggigitnya , gemesin soalnya .
" Mas lagi usaha buat ngak khilaf yang ."
" Soalnya belum tanya dokter boleh atau enggak ."
" Takut baby kenapa - kenapa kalau ngak tanya dokter dulu ." ucap Rafa, ia harus memastikan dulu hal itu, takut membahayakan calon buah hati mereka .
Lebih baik ia menahannya lebih dulu, daripada terjadi hal - hal yang tidak mereka inginkan.
Obrolan keduanya berlanjut, sembari menikmati suasana taman yang lumayan sejuk, karena tiba - tiba saja langit berubah menjadi agak mendung ketika keduanya sampai di taman .
..........❣..........
...Maaf Ya Author Lama Update...
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Selasa, 02 Mei 2023
Pukul 22.19 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...