My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 105 . Air Mata Istri



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Nesya yang sedang memainkan handphone sembari berbaring di sofa ruangan Rafa, ia melihat postingan Rafa yang men tag dirinya, senyum langsung terbit di bibirnya melihat itu .


Dan dengan segera Nesya mengomentari postingan sang suami hanya dengan love, simple namun bermakna .


Setelah mengomentari itu, Nesya lanjut menonton drama nya yang baru saja on going eps 20 , yang tersisa dua belas episode lagi hingga akhirnya ending .


Dengan serius Nesya menontronnya, begitu menghayati, hingga ketika degan sedih, bumil satu ini yang memang sedang sensitif meneteskan air matanya .


" Hiks hiks hiks ."


Nesya mengulurkan tangannya menggapai tisu yang berada di meja, mengelap air mata yang sudah mengajak sungai .


Rafa yang melihat itu hanya geleng - geleng kepala, ia sudah terbiasa dengan pemandangan itu, sang istri memang pada dasarnya memiliki sifat yang sensitif dan perasa, eh ditambah sekarang mendapat status bumil, tambah sensitif , Nesya akan menangis jika menonton ataupun membaca novel dan ada adegan sedihnya .


Hingga terkadang Rafa menyediakan tisu di dekat sang istri jika melihat Nesya yang mulai menonton atau membaca novel, suami yang pengertian sekali bukan .


" Kalau air mata istri gue bisa dijual ."


" Gue jual tiap hari ." ucap Rafa pelan sembari memeriksa email di laptopnya .


Beberapa jam berlalu .


Krucuk krucuk


Nesya menghentikan sejenak kegiatan menontonnya karena mendengar suara demo dari dalam perutnya, mungkin cacing - cacing yang berada disana sudah sangat kelaparan .


" Mas ." panggil Nesya, membuat Rafa melihat ke arah sang istri.


" Iya sayang ."


" Laper ." ucap Nesya sembari mengelus perutnya .


" Iya ."


" Bentar Mas pesan makanan dulu dari kantin ." ucap Rafa, ia pun mencari kontak ibu kantin dan menghubunginya .


" Saya pesan ayam bakar satu ."


" Kamu pesan apa sayang ? ." tanya Rafa tanpa mematikan sambungan telephonenya .


" Mau ayam bakar juga satu ."


" Mie goreng satu pakai telur mata sapi setengah matang ."


" Pangsit goreng satu ."


" Minumnya lemon tea aja ." Nesya memberitahukan pesanannya yang lumayan banyak, iya lumayan, mohon dimaklumi ya, nafsu makan bumil lagi meroket .


" Ayam bakar nya dua ."


" Mie goreng pakai telur setengah matang nya satu ."


" Pangsit goreng nya satu porsi ."


" Lemon tea nya dua ." ucap Rafa melalui sambungan telephone ka pada ibu kantin .


" Iya bu ."


" Tunggu bentar katanya yang ." ucap Rafa memberitahukan kepada sang istri .


Dan mendapat jawaban anggukan singkat .


" Mau beli camilan online ngak ? ."


" Kalau iya pesan aja yang ."


" Biar nanti Mas yang ambil kebawah ." Rafa menawarkan kepada Nesya, ya mana tau bumil butuh camilan, karena biasanya Nesya suka ngemil setelah makan siang hingga waktu makan malam tiba.


" Aku mau pesan donat ."


" Mas mau apa ? ." tanya Nesya menawarkan mana tau Rafa juga ingin camilan .


" Cheese cake kayaknya enak yang ."


" Oke ."


" Pesan cheese cake sama donat ."


" Eh ..."


" Mau bubble tea juga deh ." ucap Nesya, ia pun membuka aplikasi pemesanan makanan online, mencari ketiga jenis camilan itu, lalu memesannya.


Ingat, Nesya hanya memesan, karena yangbertigas membayar adalah Rafa, Bank pribadi milik Nesya tentunya .


Uang suami adalah uang istri .


Uang istri ya uang istri .


Benar sekali bukan ...


Tak berapa lama


Tok tok tok


" Permisi ."


" Masuk ." jawab Rafa .


Cklek


" Saya mengantarkan pesanan Pak Rafa ." ucap seorang ibu - ibu .


" Silakan masuk Bu ." ucap Nesya yang segera beranjak dari sofa .


" Letakkan di meja ini saja ya. " Nesya memberitahu kepada sang ibu yang sedang membawa nampan ditangannya .


Ibu itu pun meletakkan makanan pesanan Rafa ke atas meja tepat di depan sofa .


" Dompet Mas di tas yang ." ucap Rafa, sembari menunjuk tasnya yang berada di sofa sebelah tempat Nesya berbaring tadi.


Nesya dengan sigap mengambil tas itu, membukanya dan mengambil dompet milik Rafa .


Mengambil selembar uang berwarna merah dia antara beberapa lembar lainnya yang memenuhi dompet Rafa .


Memberikannya kepada ibu itu .


" Uang Kecil ada Bu ? ."


" Saya ngak ada kembalian ." ucap ibu itu kepada Nesya .


" Ngak ada uang kecil Bu ." jawab Nesya, karena di dompet Rafa memang hanya ada lembaran merah, Rafa biasanya hanya menyediakan uang kecil di dalam mobilnya .


" Ambil aja Bu kembaliannya ." ucap Rafa yang berjalan mendekati sang istri .


" Aduh Pak, kebanyakan ini ."


" Saya turun kebawah dulu aja kalau gitu Pak ."


" Nanti saya antar kesini lagi kembaliannya ." ucap Ibu itu sopan .


" Ngak usah Bu ."


" Gpp buat Ibu aja ." ucap Rafa lagi .


" Makasih ya Pak Rafa ."


" Sama - sama Bu ."


Ibu itu pun berlalu dari ruangan Rafa .


" Huhh...."


" Pusing yang ." ucap Rafa ketika sudah mendudukkan diri di sofa, sembari memijat pelipisnya .


" Makan dulu Mas ."


" Nanti aku pijitin deh ." ucap Nesya sembari meminum lemon tea miliknya .


Ting ting ting


Handphone Nesya berbunyi .


Rafa langsung melihat ke arah handphone sang istri yang berada di dekatnya, hanya berjarak beberapa cm .


Panggilan dari nomor baru yang tertera di layar ponsel Nesya .


" Angkat Mas ."


" Mungkin pesanan online aku ." Ucap Nesya .


Rafa pun menerima panggilan di ponsel sang istri .


" Halo ."


" Iya ."


" Sebentar lagi saya kebawah ." ucap Rafa menjawab panggilan di handphone Nesya.


" Mas kebawah dulu ambil pesanan kamu ." Rafa mengambil dompetnya dan segera melangkah keluar dari ruangan .


Berjalan dan menuruni tangga, lalu menyusuri lorong koridor lantai satu .


Menuju ke depan fakultas untuk mengambil pesanan camilan sang istri dan tak lupa membayarnya .


Setelah pesanan ia terima, Rafa segera melangkah menuju ke ruangannya kembali .


Tak berapa lama


Cklek


Rafa memasuki ruangannya sembari membawa dia paper bag ditangannya .


Terlihat disana Nesya yang sedang ngemil pangsit goreng .


Rafa meletakkan dua paper bag ke atas meja, memenuhi meja yang sudah terisi makan siang keduanya .


Lalu duduk di samping sang istri .


" Cepetan makan siang ."


" Habis itu aku pijitin ."


" Ada waktu buat tidur siang bentar ngak ? ."


" Kalau ada ya tidur dulu, walaupun sebentar. " ucap Nesya yang perhatian layaknya seorang Ibu, walaupun nyatanya sebentar lagi ia akan mendapat julukan Ibu dari anaknya kelak .


" Ada waktu sekitar satu jam an yang sebelum nanti masuk kelas ." jawab Rafa sembari menyandarkan kepalanya ke bahu sang istri yang terasa nyaman.


" Bagus ."


" Yuk makan dulu ." ajak Nesya .


Keduanya pun mulai menikmati makan siang yang sudah tersaji di atas meja .


Beberapa menit kemudian, dua porsi ayam bakar, mie goreng beserta pangsit sudah tak bersisa .


Hanya tersisa bubble tea dan camilan yang tadi Nesya pesan secara online .


" Yuk ke kamar ."


" Aku pijitin kepalanya sampai tidur ." ucap Nesya yang kemudian beranjak dari sofa dan menarik tangan Rafa .


Rafa hanya menurut, ia ikut beranjak dari sofa dan mengikuti sang istri yang menarik tangannya memasuki kamar pribadinya .


Keduanya melangkah ke arah ranjang .


Rafa langsung merebahkan dirinya disana, Nesya pun ikut merebahkan diri, ia juga lelah sebenarnya, semenjak hamil Nesya memang mudah lelah .


" Peluk yang ." rengek Rafa, mode suami minta perhatian istri ini .


Nesya langsung memeluk Rafa dan memijat perlahan kepala sang suami dengan lembut , semoga saja bisa mengurangi rasa pusing Rafa .


Kelopak mata Rafa perlahan mulai menutup, pijatan lembut sang istri menjadi pengantar tidurnya .


Tak berapa lama, terdengar deru nafas Rafa yang beraturan, pertanda sang empu sudah terlelap tidur .


" Hoammm ."


" Jadi ikutan ngantuk ."


Nesya pun memejamkan mata menyusul sang suami yang sudah terlelap .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Rabu, 10 Mei 2023


Pukul 20.16 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...