My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 79. First Breakfast



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Pagi ini adalah hari minggu, hari dimana sudah dijadwalkan Rafa dan Nesya untuk pergi honeymoon.


Wihiii saatnya pasangan pengantin baru itu bersenang senang . iya senang senang, senang senang liburan maksudnya, jangan Travelling ya otaknya, ya walaupun otak author juga udah Travelling ria....hahahaha.


Penerbangan mereka dijadwalkan pukul 15.05 wib sore nanti.


Dan diperkirakan akan sampai di seoul pukul 20.15 wib .


Tiket honeymoon mereka adalah kado pernikahan dari Bang Rui.


Saat ini jarum jam menunjukkan pukul 06.00 wib, dan kedua pasangan pengantin yang baru menikah dua hari lalu itu masih bergelung selimut diatas ranjang.


Terasa sangat nyaman untuk berselancar di alam mimpi karena didukung dengan cuaca yang mendukung gerimis rintik rintik .


Nesya membuka matanya, melepaskan pelukan Rafa di pinggangnya perlahan, tangannya bergerak mengambil handphone diatas meja nakas .


" Udah jam 6 lewat ." gumamnya melihat jam di layar handphonenya.


Ia segera beranjak dari ranjang, duduk di meja rias yang sudah disediakan Rafa di apartemennya, menyisir rambut dan menjepitnya .


Lalu segera memasuki kamar mandi untuk mengikat gigi dan mencuci muka. agar rasa kantuknya menghilang .


Segera ia berjalan menuju pantry, membuka kulkas.


" Gini ya isi kulkas laki - laki ."


" Isinya cuma air mineral, telur sama roti ."


" Ngak ada buah atau sayuran sama sekali ." gumam Nesya .


Nesya mengeluarkan telur dan roti , ia berniat membuat toast untuk sarapan mereka. mungkin setelah pulang honeymoon Nesya akan berbelanja untuk mengisi kulkas .


Beberapa menit Nesya berkutat dengan peralatan dapur guna membuat sarapan perdana untuk sang suami.


" Selesai ." ucap Nesya yang kemudian menyajikan dua piring berisi toast ke atas meja.


Ia lalu mengambil air mineral dari dalam kulkas dan membuatkan kopi americano tiga shot menggunakan mesin kopi yang tersedia disana.


Setelah menyajikan sarapan diatas meja, Nesya kembali melangkah menuju kamar guna membangunkan sang suami . kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutinnya dikemudian hari .


" Mas ." panggil Nesya.


" Bangun ." Sembari menggoyangkan lengan Rafa perlahan .


" Heem ."


" Ayo bangun ."


Rafa pun membuka matanya perlahan, memaksa kelopak matanya untuk terbuka.


" Iya sayang ."


" Ayo sarapan ." Nesya menarik tangan Rafa agar beranjak dari ranjang .


Keduanya berjalan dengan Rafa yang mengikuti langkah Nesya tepat dibelakang wanita itu, dan dengan tangan yang ditarik oleh sang istri .


Pak dosen mode balita yang dipaksa ibunya untuk bangun. ngak sadar umur apa gimana ya Pak .


" Eh kamu belum cuci muka sama sikat gigi lo Mas ."


" Sampai lupa kan ."


" Cuci muka sama sikat gigi dulu sana Mas ." perintah nyonya Rafardhan.


Rafa langsung memutar balik badannya dan melangkah memasuki kamar mandi untuk melakukan perintah nyonya besarnya .


Nesya menunggu Rafa sembari membuka handphonenya dan mengecek sosial media nya.


Bucinij bujang bujang kesayangan sebentar jadi lah ya, mumpung lagi nyantai menunggu Rafa.


Cklek.


" Udah ? ." tanya Nesya ketika melihat Rafa keluar kamar mandi ."


" Udah yang ."


" Udah seger ini ."


" Udah sikat gigi juga ."


" Iiii ." Rafa meringis menunjukkan deretan gigi putihnya.


" Iya iya udah."


" Yuk sarapan ." ajak Nesya kemudian beranjak dari ranjang .


Keduanya mendudukkan diri di kursi meja makan dengan posisi saling berhadapan .


" Sarapannya cuma toast ."


" Soalnya kulkas kamu kosong ."


" Adanya cuma roti sama telur ." ucap Nesya.


" Gpp sayang ."


" Apa aja yang jamu buat aku makan. "


" Makasih ya sarapannya ." jawab Rafa .


Keduanya memulai memakan sarapan mereka .


" Oiya itu aku buatin americano tiga shot ."


" Biasanya kamu tiga shot atau berapa ? ." tanya Nesya pada sang suami .


" Biasanya antara toga sampai lima shot ."


" Paling sering ya empat shot ."


Bisa dibayangkan bagaimana pahitnya americano delapan shot, itu lambung kasihan banget .


" Dikurangin shot nya bisa ? ." pinta Nesya lembut. ia takut dengan kondisi lambung Rafa jika terus menerus meminum kopi dengan shot berlebihan .


" InsyaAllah ya yang ."


" Soalnya aku suka kopi yang pahit ."


" Kamu sehari ngopi berapa kali ? ." tanya Nesya lagi .


" Dua kali ."


" Pagi sama malam ."


" Kalau lagi capek banget malamnya ngak ngopi ."


" Malam kamu ngopi ? ." tanya Nesya heran. karena biasanya kalau ngopi malam pasti tidak bisa tidur, la Rafa malah ngopi dimalam hari . americano lagi .


" Iya yang, kenapa ? ."


" Kok kamu heran gitu ." tanya Rafa ketika melihat raut wajah heran sang istri .


" Kamu bisa tidur kalau minum kopi malam - malam ? ."


" Ya bisa ."


" Ngak ngaruh sama aku ."


" Habis ngopi kalau mau tidur ya tidur ."


" Beneran bisa tidur ? ." Nesya kembali bertanya.


" Beneran ."


" Keren ."


" Aku kalau ngopi malam - malam susah banget tidurnya ."


" Malah pernah ngak bisa tidur sampai pagi gara - gara iseng ngopi americano sama Bang Rui ." cerita Nesya .


" Berarti kamu ngak bisa ngopi malem yang ."


" Jangan diulangi lagi kalau gitu ."


" Heem ."


Tak lama piring di hadapan mereka sudah tak berisi lagi, Nesya segera mencuci piring dan meletakkannya di rak penyimpanan .


Sedangkan Rafa duduk memperhatikan kegiatan sang istri .


" Yuk ke kamar ."


" Harus packing barang ." ajak Nesya setelah menyelesaikan kegiatan di dapur .


" Yuk ." Rafa langsung beranjak dari duduknya dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, keduanya melangkah menuju kamar .


Nesya memulai menata beberapa barang yang akan di packing kedalam dua koper yang merupakan miliknya dan Rafa .


Memasukkan beberapa helai pakaian dan tak lupa perlengkapan lainnya.


" Baju udah "


" Skincare udah ."


" Jaket tebal udah ."


" Mas kamu mau bawa apa lagi ? ."


" Perlu bawa laptop apa ngak ? ."


" Mana tau ada kerjaan mendadak waktu disana ." tawar Nesya.


" Bawa yang ."


" Buat jaga - jaga aja mana tau perlu ."


" Sama bawa kamera juga ."


" Biar bisa foto - foto sendiri disana ." ucap Rafa menyebutkan barang - barang yang akan dibawa honeymoon .


" Oke ."


" Perlu bawa barang lain lagi ngak ? ."


Rafa berfikir sejenak masih dengan tangan yang memegang handphone.


" Ngak ada lagi deh kayaknya yang ." jawab Rafa yang sedang berbaring di ranjang .


Tadi Rafa menawarkan diri untuk membantu Nesya packing, namun langsung ditolak oleh sang istri .


Dan berujung ia hanya bersantai ria diatas ranjang memainkan handphoneya sembari terkadang melirik sang istri dan menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan Nesya .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 5 Februari 2023


Pukul 20.44 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...