
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
.......
Mereka berdua keluar dari ruangan.
Dan tiba tiba ada suara yang menginterupsi mereka.
" Sya.." Suara laki - laki tersebut memanggil Nesya.
Nesya lalu melihat kearah kanan dimana sura tersebut berasal.
" Ini buat kamu Sya, selamat ya udah lulus sidang proposal ." ucap lelaki tersebut sembari menyerahkan buket bunga mawar merah asli berukuran lumayan besar.
" Iya makasih Dav ." jawab Nesya sembari menerima buket bunga tersebut.
Dan tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang melihat kearah mereka dengan wajah datar dan tatapan dingin disertai kepalan tangan yang semakin mengerat.
Rafa langsung menelfon asistennya.
" Pesankan buket mawar merah ukuran besar, kirimkan ke kampus, secepatnya . "
" Baik Pak. " jawab asisten Rafa diseberang telfon.
πππ
" Malam minggu sibuk ngak Sya ? ." David berbasa basi.
" Em malam minggu, ah iya malam minggu mau nonton bareng Zura, yakan Vin ? ." tanya Nesya ke Zura sembari memberi kode agar Zura mengiyakan ucapannya.
" Ha iya, Nesya mau nonton sama gue Vid ." ucap Zura ketika mengerti kode yang diberikan Nesya.
Sesama cewek emang peka terhadap kode kode seperti ini, beda halnya jika ngode ke cowok, susah buat peka, mungkin cowok ditakdirkan untuk tidak peka. mungkin loh ya.
" Kalau malam senin Sya ? ." David masih berusaha.
" Belum tau Vid ." jawab Nesya karena bingung harus membuat alasan apa.
" Kabarin gue ya kalau bisa Sya ."
" Iya Vid. "
" Oke kalau gitu, gue pergi dulu, gue tunggu kabarnya ya ." ucap David kemudian berlalu pergi.
" Si David masih aja ngejar ngejar lo kayaknya Sya ."
" Bukan kayaknya lagi, tapi emang iya ." Nesya membenarkan perkataan Zura.
" Gue harus buat alasan apa lagi buat malam senin ."
" Lo fikirin dari sekarang Sya, cari alasan yang masuk akal dan buat David percaya ." Zura.
" Duh jadi pusing kan gue ."
" Udah dulu mikirnya, kita masuk ke ruangan sebelah dulu, Vina pasti udah nungguin ." Ucap Zura sembari menarik tangan Nesya.
" Ni anak main tarik tarik tangan anak orang seenaknya emang ." gerutu Nesya sembari mengikuti langkah Zura, ya gimana ngak ngikutin, orang tangannya ditarik.
Mereka berdua lalu masuk ke ruangan, terlihat disana sudah ada Vina yang sudah duduk di kursi peserta sidang dan sudah ada beberapa orang sebagai penonton sidang.
Mereka berdua langsung duduk di kursi penonton yang tersisa.
" Vin, fighting ." panggil Nesya sambil mengangkat tangannya tanda memberi semangat.
" Fighting bestie ." ucap Zura ikut menyemangati.
" Iya guys ." jawab Vina.
Tak berapa lama beberapa dosen pun masuk ke dalam ruangan tak terkecuali Rafa.
Rafa pun langsung duduk di kursi yang telah disediakan.
" Sya, coba lo liat ekspresi Pak Rafa, kenapa datar ya, tadi biasa aja pas lo sidang ." Zura.
" Dia liatin ke arah sini terus tau ." Zura.
Nesya pun dengan refleks langsung melihat keraah Rafa, dan benar sekali, raut wajah Rafa benar benar datar dan seperti menyeruakkan hawa dingin bagai dikutub.
Dan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, ya karena memang sedari tadi Rafa melihat kearah Nesya. Nesya yang bertatapan dengan Rafa seketika langsung mengalihkan pandangannya.
" Barusan gue pandang pandangan sama dia, beuh datar plus dingin banget, tapi kenapa gue ngerasa dia kayak lagi marah ke gue ya Ra . " ucap Nesya pelan takut mengganggu keberlangsungan seminar.
" Lo ada salah apa sama Pak Rafa Sya ? ." tanya Zura.
" Perasaan gue ngak ada buat salah deh sama dia Ra ." jawab Nesya sambil berfikir.
" Coba lo inget inget lagi, mungkin lo buat kesalahan tapi lo nya ngak sadar ."
" Tapi setau gue, gue ngak ada buat salah, terakhir ketemu dia aja udah beberapa hari yang lalu waktu beli cincin ."
" Secara logika, kalau lo buat kesalahan beberapa hari yang lalu, pastinya Pak Rafa mukanya udah datar plus dingin waktu lo sidang, bukan sekarang ." ucap Zura.
" Iya kan ya .' Nesya membenarkan.
Tanpa sengaja Zura melihat kearah buket bunga yang berada di sebelah kursi mereka, yang diberikan oleh David.
" Ha, gue kayaknya tau deh penyebabnya Sya ."
" Apaan? ." tanya Nesya penasaran.
" Tuh liat ke sebelah kursi lo ."
Dan Nesya pun langsung melihat ke arah yang ditunjukkan Zura.
" Buket ? ." tanya Nesya.
" Bukan buketnya, tapi siapa yang ngasih buket deh kayaknya ."
" Nih ya, kan tadi lo dikasih buket di koridor sama David, nah kemungkinan besar Pak Rafa liat ."
" Mungkin itu jadi salah satu sebab kenapa Pak Rafa jadi datar plus dingin sekarang ." Aura menjelaskan dengan panjang lebar.
" Tapikan cuma dikasih buket, lagi pula biasa kan kalau sesama temen ngasih buket ke temennya yang habis sidang ."
" Iyasih biasa, tapikan yang jadi masalah itu lo dapet tu buket dari cowok sedangkan lo idah punya tunangan ."
" Kan david temen kita Ra, mau cowok atau cewek kan semua temen, yakali gue ngak boleh temenan sama cowok ." Ucap Nesya yang merasa bahwa hal yang dilakukan david adalah sebuah hak yang biasa saja.
" Tapi jelas jelas David tu naksir lo Sya, semua orang juga bisa ngelihat itu hanya dari cara David natap lo ." Zura.
" Tapikan gue nganggapnya cuma temen Ra ."
" Lo nganggapnya temen, orang lain nganggapnya bukan sekedar teman ." ucap Zura sedikit kesal dengan sikap temannya ini.
" Ha iya, itu sih menurut gue ya, tapi biasanya feeling gue tu selalu benar ." Zura membenarkan perkataan Nesya barusan.
" Trus gue harus gimana ? ." Nesya meminta saran.
" Ya ngak tau gimana, lagian buketnya juga udah lo terima ." jawab Zura sekenanya.
" Masak iya harus gue buang buketnya, kan sayang buket cantik kayak gini dibuang ." ucap Nesya sembari matanya melihat buket tersebut.
" Ya itu terserah lo Sya ."
" Fikirin nanti ajalah buketnya mau diapain ."
" Kita fokus nonton seminar Vina aja dulu ." ucap Nesya.
" Baiklah, seminar proposal kita buka ." ucap moderator seminar ketika semuanya sudah siap.
Dan berjalanlah seminar proposal yang pesertanya adalah Vina.
Kurang lebih satu jam lamanya seminar tersebut berlangsung.
" Kami sebagai dosen penguji dan pembimbing sudah berdiskusi, dengan ini kami sepakat memberikan nilai A kepada ananda Devina Wijaya ."
" Sekian saya tutup seminar proposal ananda Devina Wijaya, wassalamualaikum Wr. Wb ."
Seminar pun selesai, dan para dosen meninggalkan ruang sidang satu persatu.
" Yey, gue lulus seminar ." ucap Vina girang sambil memeluk kedua sahabatnya.
" Selamat ya Vin ." ucap Nesya memberikan selamat kepada sahabatnya.
" Selamat Vin my bestie ." ucap Zura sembari membalas pelukan tersebut.
Mereka bertiga pelukan seperti Teletubbies, berpelukannnnn.
" Udah ayo beresin barang barang lo Vin ." ucap Zira sembari melepaskan pelukan Teletubbies mereka.
" Trus kita ke tempat buket, lo sama Nesya pilih sendiri buket yang kalian suka ." ucap Zura
" Iya bentar ." Vina.
" Gue suka nih kalau disuruh pilih sendiri ." ucap Vina.
Vina pun membereskan barang barangnya dibantu Nesya dan Zura.
Tak berapa lama barang barang Vina pun selesai dibereskan dan dimasukkan kedalam tas.
Mereka bertiga pun melangkah keluar ruangan.
Ting..
Bunyi handphone Nesya.
" Sya, handphone lo bunyi tuh ." ucap Vina memberitahu.
Vina bisa langsung tahu bahwa itu adalah handphone Vina, karena mereka sudah sangat faham dengan bunyi notifikasi handphone masing - masing.
Nesya pun langsung membuka tasnya dan mengambil handphone dari dalam tas.
Membuka handphonenya dengan mengetik kan kode sandi dan langsung membuka aplikasi chat.
Ternyata oh ternyata seseorang yang mengirimkan pesan padanya tak lain dan tak bukan adalah Rafa, tunangan tersayang milik Nesya, eh kok tersayang, tapi emang benar udah sayang sih sepertinya.
..." Es Balok "...
Aku tunggu diparkir
Itulah pesan yang dikirimkan Rafa pada Nesya.
Pasti kalian salfok kan dengan user name kontak Rafa di handphone Nesya yang diberi nama es balok, Nesya menamai kontak Rafa dengan nama itu karena baginya Rafa mirip es balok yang dingin plus datar.
" Chat dari siapa Sya ? ." tanya Zura yang melihat Nesya terdiam setelah membaca chat tersebut.
" Dari Rafa ."
" Pak Rafa chat apa ke lo ? ." tanya Vina penasaran seperti biasa.
" Dia nyuruh gue ketemu dia di parkir ."
" Yaudah gih sana ke parkir, kasian ayang udah nunggu ." ucap Vina menyuruh Nesya segera pergi menemui Rafa.
" Ayang ayang, lebay banget lo Vin ." Ucap Nesya menggerutu.
" Yaudah yuk turun kebawah, jangan diem disini aja ." ucap Zura menengahi pembicaraan kedua sahabatnya.
Mereka bertiga pun berjalan turun menuju lantai satu.
Ketika sudah berada di koridor lantai satu.
" Gue nemuin Pak Rafa dulu ke parkir dosen ."
Nesya pun pamit untuk menemui Rafa terlebih dahulu.
" Kalian ke mobil aja duluan, kita pakai mobil lo ya Zur ." ucap Nesya.
Dan ucapan itu langsung diangguki oleh Zura.
" Yaudah gue duluan ." ucap Nesya lalu berlalu daru hadapan keduanya.
Nesya pun sampai di parkiran dosen, matanya melihat sekitar guna mencari dimana letak mobil Rafa.
Ketika sudah menemukan keberadaan mobil Rafa, ia pun menghampiri mobil tersebut.
Tok tok..
Nesya mengetuk kaca mobil Rafa.
Rafa pun membuka kaca mobilnya setelah mengetahui Nesya mengetuk kaca mobilnya.
" Masuk ." Ucap Rafa dengan nada dan ekspresi kelewat datar.
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa......
...Jangan Lupa Follow Juga....
Maaf Ya Author Telat Update
Soalnya Ditempat Author Mati Lampu Jadinya Jaringan Internet Menghilang Seperti Dia Pas Lagi Sayang Sayangnya. kan jadi curhat.
Rengat Barat
Selasa, 29 November 2022
Pukul 20.35 Wib
...Salam Sayang Dari Little Sun π...