
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Hari Rabu sudah tiba, hari dimana Nesya akan bimbingan dengan sang suami tercinta .
Dan perlu diketahui, Nesya akan bimbingan dikampus, kalau kata Rafa gini .
" Harus profesional sayang, bimbingan itu tempatnya dikampus, kalau dirumah namanya membimbing rumah tangga ." " Rafardhan Dirgantara 2023 ."
Nesya sudah bangun sejak pukul 05.15 pagi, ia menyiapkan sarapan untuk sang suami dan juga dirinya .
Selesai menyiapkan sarapan, Nesya kembali ke kamar .
Cklek
" Pasangin dasi Mas sayang ." pinta Rafa sembari mendekati sang istri dan memberikan dasinya ke tangan Nesya .
" Mas nunduk ." perintah sang nyonya Rafardhan .
Rafa hanya mengikuti perintah sang istri, punya istri mungil ya gini, bahkan tinggi istri hanya sebatas bahunya .
Tangan Nesya dengan lihai memasangkan dasi di leher Rafa .
" Selesai ."
" Mas ke meja makan duluan aja ."
" Aku mau mandi dulu sebentar ."
" Oke sayang ."
Cuppp
Setelah mengecup sekilas bibir menggoda sang istri, Rafa langsung ngacir keluar kamar , harus segera kabur sebelum menerima rentetan siraman rohani di pagi hari .
" Ish kebiasaan ." gerutu Nesya . kenapa harus dikecup ketika ia belum mandi coba, kenapa ngak nanti aja, kan bisa lebih lama .
Hahahahahaha...
Jangan heran ya dengan otak Nesya yang sudah sungguh ngeres dan gersang, akibat ajaran Rafa ini .
Nesya berlalu memasuki kamar mandi, membersihkan serta menyegarkan tubuhnya untuk memulai hari .
πππ
" Mari makan ." ucap Nesya mengangkat sendok dan garpu ditangannya .
Rafa yang melihatnya hanya terkekeh geli tanpa suara .
Lalu ia mulai memakan sarapan yang sudah di sediakan Nesya .
Lima menit pun berlalu, piring di depan keduanya sudah kosong tak bersisa .
" Berangkat bareng Mas ? ." tawar Rafa . ia sengaja bertanya demikian untuk membuat Nesya kesal . karena Nesya yang sedang kesal itu terlihat menggemaskan . anggap aja Nesya kembaran Renjun . yang kalau marah malah makin kiyowok .
" Ngak, berangkat sendiri ."
" Yakin ? ngak mau bareng Mas aja ? daripada repot - repot nyetir ." tawar Rafa lagi .
" Engga makasih bangett ."
Rafa beranjak dari kursi, untuk mengambil tas kerjanya yang berada di sofa depan televisi .
Nesya juga ikut beranjak, membawa piring beserta gelas kotor lalu mencucinya .
Setelah selesai membersihkan peralatan makan, Nesya menyusul sang suami menuju ruang tengah .
" Mas mau berangkat sekarang ? ." tanya Nesya yang melihat Rafa beranjak dari sofa dan membawa tas kerjanya .
" Iya sayang, ada rapat kampus hari ini ."
" Mas berangkat dulu ya ."
Nesya menyalami tangan Rafa, contoh istri yang baik gini ni .
" Asalamualaikum ."
" Waalaikumsalam ."
Cklek
Pintu ditutup oleh Rafa dari luar .
Setelah Rafa berangkat menuju kampus, Nesya melangkah menuju kamar .
Ia akan bersiap sebelum keluar untuk sekedar berkumpul sembari gibah bersama geng " Gibah I Love You ."
Perempuan tanpa gibah itu bagaikan makan tanpa micin, ngak gurih .
Selesai bersiap, Nesya mengambil tas kecil yang berisi handphone dan dompet yang berisi beberapa kartu, salah satunya merupakan kartu yang diberikan Rafa, dan juga tas besar yang berisi beberapa barang yang diperlukan untuk bimbingan nanti siang .
Tak lupa ia mengirim pesan kepada sang suami, mengabarkan bahwa ia akan keluar untuk berkumpul bersama sahabat sahabatnya .
Ingat udah jadi istri, jadi kalau mau kemana mana harus izin suami dulu .
Nesya lalu mengambil kunci mobil diatas meja nakas . lalu berlalu dari kamar .
πππ
Mobil yang dikendarai Nesya sudah terparkir di parkir cafe .
Nesya langsung keluar sembari membawa tas kecilnya .
" Hay guys. " sapa Nesya lalu mendudukkan diri di kursi depan Vina dan Zura .
" Akhirnya dateng juga ini anak satu ." Vina .
" Lo sibuk buat dedek gemes ya sama Bapak dosen ganteng ." ledek Zura .
" Heeh , doain ponakan kalian cepet otw ." Nesya mah orangnya anti malu malu club .
" Gue doain tiap malam kalau gitu ." Zura .
" Ya Allah semoga dedek gemes made in Nesya dan Pak Rafa cepet otw ...aamiin ." doa Vina
" Aamiin ." Zura pun mengaminkan doa Vina .
Dan pergibahan antara ketiganya pun berlanjut, mulai dari menggibahkan Kenza teman satu fakultas mereka yang ternyata open BO hingga David cowok ganteng satu prodi yang menghamili pacarnya yang ternyata lebih tua sepuluh tahun darinya .
Nesya mengeluarkan handphone dari dalam tas kecilnya, ia melihat sudah jam berapa sekarang .
Kali ini bimbingannya tidak hanya sendiri, melainkan bersama beberapa orang yang juga merupakan mahasiswa bimbingan Rafa, termasuk Vina di dalamnya .
" Udah jam sepuluh, yuk Vin ke kampus ."
" Yuk la otw bimbingan sama suami orang ." Vina pun beranjak dari duduknya .
Nesya kembali memasukkan handphonenya kedalam tas
" Kalian buruan ke kampus gih ."
" Keburu telat nanti ."
" Biar gue yang ke kasir ." Zura .
Kata - kata Zura barusan bermakna bahwa ia mentraktir sahabat - sahabatnya itu .
" Aaa maacih Raaa ." Nesya .
" Memang enak punya bestir modelan lo Ra ."
" Kita duluan ." pamit Nesya kepada Zura yang masih duduk anteng dikursinya .
" Bye ." Vina .
Keduanya berjalan keluar cafe .
" Lo bawa mobil Sya ? ." Tanya Vina ketika keduanya baru saja keluar pintu cafe .
" Bawa, lo bawa ngak ? kalau ngak kita bareng aja ."
" Gue ngak bawa, males nyetir tadi pagi ."
" Yaudah yuk bareng gue ."
Tak berapa lama keduanya sudah duduk di dalam mobil, dengan Nesya yang duduk dikursi kemudi .
Nesya pun melakukan mobilnya membelah jalanan yang sudah tampak lengah menuju kampus .
Tak sampai lima belas menit Nesya sudah memarkir mobilnya di parkiran fakultas khusus mahasiswa .
Keduanya langsung keluar membawa tas berkas masing - masing .
" Kita bimbingan di ruangan Pak Rafa yang baru ." ucap Nesya .
" Loh Pak Rafa pindah ruangan ? ."
" Heeh ."
" Ruangannya dilantai dua ." Nesya memberitahu .
" Yahhh ...kenapa ngak dilantai satu aja coba ."
" Kan gue males naik tangga ." gerutu Vina . ia sungguh sungguh malas memaksa kakinya melangkah menaiki satu persatu anak tangga .
" Gue juga males, tapi gimana lagi ."
" Demi S.IP ya harus ." Nesya .
" Lo kenapa ngak bimbingan dirumah aja sih Sya ."
" Bimbingan sekalian membimbing rumah tangga ." Vina .
" Gue ngak dibolehin bimbingan dirumah ."
" Harus profesional katanya ."
" Jadinya bimbingan dikampus kayak lo gini ." adu Nesya. sebenarnya dirinya kesal kalau harus seperti ini , apa salahnya kalau bimbingan dirumah coba, kan lebih nyaman, bisa bimbingan sambil ngemil . sambil manjam manjaan juga boleh .
Mana tau kan bimbingan skripsweet gitu .
" Jadi ceritanya gini ya ."
" Dirumah kamu istri saya, dikampus kamu mahasiswa saya ."
" Mantap banget emang Pak Rafa ."
" Makin ngefans gue sama dosen ganteng satu itu ." puji Vina. ini Vina bisa bisanya puji suami orang di hadapan istri sahnya .
Tak terasa sembari mengobrol dan kaki keduanya melangkah menaiki tangga, mereka sudah sampai di depan pintu ruangan Rafa .
Tok tok tok
Assalamualaikum
" Masuk ." intruksi Rafa dari dalam ruangan .
Vina pun membuka pintu.
" Silakan duduk ." Rafa . dengan suara datar, dosen mode on .
Keduanya duduk di kursi, ditemani empat orang mahasiswa lainnya, yang terdiri atas dua cewek dan dua cowok .
Keempat orang tersebut duduk di kursi yang tersusun sebaris .
Sedangkan Rafa duduk di kursi tepat di hadapan Nesya . ini Rafa sengaja apa gimana menyisakan kursi kosong di hadapannya agar diduduki Nesya .
Padahal bukan itu alasannya, melainkan tidak ada yang berani duduk berhadapan dengan dosen satu ini, bawaannya horor ssoalnya, berasa uji nyali .
..........β£..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...By byee...
.......
Rengat Barat
Rabu, 01 Maret 2023
Pukul 18.30 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...