My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 71. " Anggap Aja Rumah Sendiri. " - Dimas -



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


Ting nong


Ting nong


Bel berbunyi di kediaman Dirgantara. pertanda ada seseorang yang datang.


" Ada yang dateng ."


" Gih bukain pintu ." ucap Keenan.


" Lo aja, gue sibuk ." jawab Rafa yang sedang sibuk memainkan game online di handphonenya.


" Dim, bukain sana ." Rafa memerintah Dimas agar membukakan pintu.


" Huhh..."


" Nasib punya temen kek lo berdua ." ucap Dimas.


Walaupun mengeluh, Dimas tetap beranjak melangkah menuju pintu.


Ini yang punya rumah siapa, yang buka pintu kalau ada tamu siapa.


Mungkin ini yang di katakan " Anggap aja rumah sendiri ."


Sampai kalau ada tamu ya anggap aja tamu kita sendiri.


Cklek


" Permisi Mas ."


" Dengan kediaman Bapak Nathan Dirgantara ? ."


" Iya ." jawab Dimas.


" Saya mengantarkan hantaran pernikahan yang sudah dipesan ."


" Oiya Mas ."


" Mau ditaruh dimana ? ."


" Di dalam aja Mas ."


" Mari masuk ."


Pegawai tersebut beserta pegawai lainnya pun masuk membawa barang - barang hantaran pernikahan yang akan di gunakan pada acara pernikahan Rafa esok hari.


Pegawai tersebut meletakkan barang hantaran di ruang keluarga, dimana disana juga terdapat Rafa dan Keenan.


Keduanya hanya melihat pegawai tersebut meletakkan satu persatu barang hantaran tersebut.


" Sudah semua ya Mas ."


" Iya makasih ." jawab Dimas ."


Dimas benar - benar mendalami perannya sebagai pemilik rumah kalau begini.


" Kalau gitu kami pamit ya Mas ."


" Iya ."


Pegawai tersebut pun undur diri .


" Banyak banget ." ucap Keenan ketika melihat barang - barang yang lumayan banyak itu. sebenarnya bukan lumayan banyak, tapi banyakk.


La wong Mama yang belanja buat hantaran, ya beginilah hasilnya, semua dibeli.


" Ntah, Mama yang belanja ."


" Gue cuma bayarin aja ." jawab Rafa sekenanya. karena memang iya tidak ikut campur dalam hal belanja, ia hanya memberikan kartunya untuk digunakan.


" Habis berapa Raf bukan barang sebanyak ini ? ." tanya Dimas yang kepo.


" Ngak tau gue ."


" Belum gue cek ." jawab Rafa santai ia seperti tidak perduli dengan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk membeli barang hantaran.


Maklum la ya efek bucin. jadi berapapun uang yang dihabiskan untuk membeli sesuatu buat ayang itu bukan masalah.


Asalkan ia sanggup, ya silahkan .


" Masih ngak nyangka gue besok lo bakalan nikah ."


" Pecah telor duluan daripada kami bertiga ." ucap Keenan.


" Hooh, jangan lupa spill first night nya ." Dimas.


" Video in yang kualitas terbaik kalau bisa ." tambah Keenan .


Takk


Takk


Aww


Sakit kampret


Kulit kacang beserta kacangnya mengenai kening kedua manusia yang baru saja meluncurkan kata - kata mengenai first night.


Dan tak lain dan tak bukan itu berasal dari tangan Rafa.


" Bego dipelihara ."


" Ya gitu ."


" Heh gue pinter ya ."


" Albert Einstein aja kalah ." ucap Dimas membela diri.


" Lo yang kalah dari Albert Einstein yang ada ." jawab Keenan.


" Kalau ngak pinter gue ngak jadi dosen ." Dimas masih berusaha membela diri pantang menyerah.


" Ya gimana ngak diterima jadi dosen ."


" Lo daftar jadi dosennya di kampus gue ." ucap Rafa. semakin membuat Dimas tersudut.


" Ha bener Raf ."


" Ya kali ngak diterima ."


" Bisa nangis kejer dia ." Keenan ikut mengeluarkan suaranya guna membuat Dimas kalah telak.


" Gue juga CEO ya kalau kalian lupa ." Dimas.


" CEO tapi jarang masuk kantor ."


" Ya kayak lo gini ." Keenan.


" Terserah la ."


" Yang penting gue senang ." ucap Dimas yang sudah merasa lelah tersudut sedari tadi.


Ini kalau ada Kevin lebih parah lagi pasti.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


" Dek ."


" Itu gaun buat besok udah datang. "


" Dicoba dulu sana ." ucap Mami sedikit berteriak karena jarak mereka lumayan jauh.


" Sekalian baju bridesmaid nya Vina Sama Zura juga itu ."


Nesya dan kedua sahabatnya sedang duduk di pendopo samping kolam renang, sedangkan Mami berada di depan pintu keluar.


" Iya Mi bentar ."


" Yuk ke kamar ."


" Gue pengen coba baju buat bridesmaid nya ." ucap Vina.


" Gue pengen lihat gaun lo ."


" Pasti cantik deh ."


" Soalnya biasanya gaun daru butik tante Miranda udah pasti cantik ."


" Handmade juga ." ucap Zura.


" Dan pastinya mehong abiss ." Vina menambahi.


" Gue ngak tau mahal apa enggaknya ."


" Enak bener jadi lo ."


" Jadi pengen satu yang kayak Pak Rafa ."


" Kalau ngak ada yang kayak Pak Rafa ."


" Kayak Jaehyun juga boleh ."


" Langsung bergelar istri sultan gue ." ucap Vina.


" Harapan lo ketinggian ."


" Kalau jatuh sakit ."


" Tapi ya semoga gue juga dapet yang kayak Suho juga boleh ."


" Nanti judulnya Mertuaku dosenku ."


" Kan calon mertua gue dosen tuh ." ucap Aura sembari menghayal yang mendekati gila.


" Yeeee tadi lo bilang jangan menghayal ketinggian ."


" Halayalan lo aja tingginya melebihi gue ."


" Ngak sadar diri emang ."


" Udahan debat nya. "


" Yuk ke kamar ." ucap Nesya guna menghentikan perdebatan keduanya.


Ketiganya pun beranjak dari pendopo menuju kamar.


Cklek


Pint kamar Nesya terbuka.


Ketiganya langsung menuju walk in closed, karena bisa dipastikan gaunnya pasti berada disana.


Vina menggeser pintu walk in closed.


Langsung ter lihat disana ada dua gaun dan satu kebaya.


" Gila cantik banget ." ucap Vina tanpa mengerjapkan matanya .


" Wihhh...cantik benget serius deh ." Zura juga mengeluarkan suaranya .


" Heeh memang cantik banget ."


" Ngak nyangka gue bakalan secantik ini ."


" Soalnya kan pas fitting belum selesai 100 % gaunnya. "


" Itupun ada beberapa request an Rafa ." ucap Nesya.


" Cobain dulu Sya ." Vina.


" Yuk kami bantu lo nyoba gaunnya ."


Nesya pun mengenakan gaun tersebut dengan dibantu oleh Vina dan Zura.


" Pas banget di badan lo ." komentar Zura.


" Kelihatan elegant tapi ngak terlalu seksi ."


" Soalnya belahan dadanya ngak terlalu terbuka ." Vina mengomentari .


" Aslinya kemaren belahan dadanya terbuka banget ."


" Tapi karena hasil request an Rafa yang ngak mau kelihatan terlalu seksi ya jadi gini ." ucap Nesya menjelaskan alasan kepada gaunnya menjadi seperti ini .


" Ooh gitu ."


" Tapi bagusan gini sih ."


" Ngak terlalu seksi ."


" Kalau seksi banget agak gimana gitu ."


" Kesannya bukannya elegant ."


" Tapi jadi kayak jual keseksian di pesta pernikahan kalau menurut gue ." ucap Vina.


" Heeh ."


" Gue juga sukanya gaun pernikahan kayak gini. "


" Ngak terlalu terbuka tapi cantik ." Zura .


" Besok kalau gue nikah pengen gaun yang kayak gini ."


" Trus warna peach campur putih gitu, ada gradasinya ."


" Kayaknya bakalan cantik banget ."ucap Vina membayangkan betapa cantiknya gaun impiannya.


" Sok sok an udah mikirin gaun buat nikah ."


" Move on dulu bestie ." ucap Zura.


" Hooh move on dulu ." Nesya ikut berkata.


" Gue udah move on ya ."


" Move on apaan , beberapa minggu lalu juga lo bilang masih belum bisa move on. " ucap Nesya. karena memang beberapa minggu lalu Vina curhat mengenai percintaannya.


Saat Gibran ketahuan selingkuh, tetapi Vina yang juga yang belum bisa move on dari mantannya yang sudah beda alam.


" Cariin gue cowok biar gue bisa move on ." ucap Vina.


" Kalau lo minta kita cariin yang modelan jaehyun ."


" Perlu ada kun fayakun kalau menurut gue ." Zura.


" Bener banget kata lo Vin. " Nesya.


" Atau lo mau gue kenalin sama temennya Rafa ."


" Ganteng - ganteng juge kalau menurut gue. "


" Tapi ya masih gantengan Rafa. "


" Kenalin aja ke Vina Sya ."


" Mana tau jodoh. " ucap Zura.


" Kapan - kapan gue kenalin ."


" Eh tapi kan ada Pak Dimas tuh yang teman sekaligus dosen kita ." Nesya.


" Lo mau sama Pak dimas ngak Vin ? ."


" Ha lo mau ngak Vin ."


" Pak Dimas ganteng ."


" Mapan juga ."


" CEO lagi sama kayak Pak Rafa ." ucap Zura.


" Terserah kalian ."


" Gue nurut aja la lagi ." jawab Vina.


" Gimana Readers, kalian setuju ngak Vina kita jodohin sama Pak Dimas "


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Sabtu, 21 Januari 2023


Pukul 14.38 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...