
...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........❣..........
Rafa melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahan Nesya.
" Sya.. mau makan apa? ".
" Emm...Apa ya yang enak." Nesya masih berfikir akan makan apa untuk sarapan.
" Bubur ayam mau? kan tadi kamu juga nungguin bubur ayam lewat." Rafa memberi saran.
" Udah ngak pengen."
" Nasi kuning atau Lontong sayur mau ? ". Rafa kembali menawarkan.
" Nasi kuning aja deh Mas. sekalian nanti beliin buat bibi juga. tadi dia pesen nasi kuning." Jawab Nesya yang akhirnya memilih menu sarapannya.
" Oke. kita ketempat jual nasi kuning langganan mas aja ya. ".
" Iya. terserah Mas aja." Jawab Nesya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat penjual nasi kuning langganan Rafa.
" Yuk turun." Ajak Rafa.
" Bentar Mas, ngaca dulu." emang kebiasaan cewek adalah ngaca dimana mana. bahkan ketika di suatu tempat. mereka akan permisi ke toilet hanya untuk ngaca.
Kaca dan perempuan memang tidak bisa dipisahkan.
" Mukaku pucat banget ya Mas? ". Tanya Nesya.
" Lumayan. tapi masih cantik kok Sya." Jawab Rafa.
" Tadi lupa pakai lipstik makanya pucat banget mukaku."
" Yaudah la. yuk turun sekarang Mas ".
" Kamu mau lauk komplit apa gimana Sya? "m Tanya Rafa ketika Nesya sudah duduk dan Rafa masih berdiri.
" Komplit aja Mas. sama mau bakwan dan risolesnya satu ". Nesya memberitahu pesanannya.
" Kamu minumnya apa? ".
" Es teh aja."
" Bibi dipesanin nasi kuning komplit aja ya Sya? atau mau ditambah yang lain? tanya Rafa.
" Nasi kuning komplit sama bakwan dan tahu isi aja Mas ". Ucap Nesya.
" Oke. ".
Setelah itu Rafa pergi memesan makanan dan Nesya sudah duduk dimeja menunggu Rafa memesan.
" Udah pesannya Mas? ". tanya Nesya yang melihat Rafa sudah mendekat.
" Udah. ".
" Kamu mau makan pakai keripik ngak? kalau mau aku ambilin di depan." tawar Rafa.
" Enggak Mas. udah kamu duduk aja." Nesya menyuruh Rafa untuk duduk disampingnya.
" Bang. " Panggil Nesya yang melihat abangnya yang sedang memesan nasi kuning ke penjual.
Rui langsung menoleh ke sumber suara.
" Loh dek." ucap Rui yang keberadaannya tidak jauh dari Nesya.
Rui berjalan ke meja Nesya.
" Duduk sini aja bang. sekalian ajak kakak ipar ". ucap Nesya.
" Iya. tunggu bentar. dia lagi ambil keripik di meja depan ".
Rui kembali berjalan ke depan untuk mengajak kekasihnya duduk di meja Nesya.
Tak lama kemudian Rui sudah berjalan menuju meja Nesya diikuti seorang perempuan.
" Sya. kenalin kak Qia. calon kakak ipar kamu." ucap Ru mengenalkan adiknya kepada kekasihnya.
Qia mengulurkan tangannya dan uluran tangan itu langsung disambut oleh Nesya.
" Zaqia Alzurra. panggil aja Qia." ucap Qia memperkenalkan diri.
" Nesya. panggil aja adik ipar. hehe..." jawab Nesya yang diakhiri dengan kekehan.
Mereka kemudian duduk dan sedikit berbincang sembari menunggu pesanan datang.
" Kakak kok mau sih sama bang Rui? " tanya Nesya yang kepo dan sedikit ingin membuat abangnya kesal.
" Ngak tau juga kenapa mau sih dek." Jawab Qia yang mulai bisa berbicara santai.
" Padahal abang kan jelek. nyebelin lagi."
" Heh...gue ganteng ya dek." Rui tidak terima.
" Ganteng darimana? udah terima aja kalau jelek bang ". Nesya tidak mau kalah.
" Aku ganteng kan sayang? ". tanya Rui kepada Qia.
" Iya iya ganteng." Jawab Qia.
" Kak Qia salah liat tu. makanya bilang ganteng." Ucap Nesya lagi emang dia paling suka membuat Rui kesal.
" Enggak ya dek."
" Udah udah. ngalah sama adek sendiri yang." ucap Qia berusaha melerai perdebatan antara kakak adik itu.
" Udah Sya debat nya." ucap Rafa.
Perdebatan merekapun selesai. walau sebenarnya Nesya masih ingin membuat abangnya kesal.
Tapi dia tidak berani membantah ucapan Rafa. bisa bisa kulkas ngamuk. kan jadi berabe.
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.
" Silahkan dinikmati Mas, Kak ". ucap pelayan yang baru selesai menata makanan diatas meja.
Setelah makanan datang. mereka makan dengan tenang.
Beberapa saat kemudian mereka sudah selesai menikmati makannya.
Mereka berbincang sejenak setelah selesai makan.
" Iya. jangan lupa bawa kakak ipar kerumah ya bang." ucap Nesya.
" Iya tunggu aja."
" Jangan lama lama bang. Mami udah tanya ke adek kapan abang bawa pacar kerumah." Nesya.
" Iya." jawab Rui.
" Gue duluan Raf." ucap Rui.
" Iya bang. hati - hati." Jawab Rafa.
Kemudian Rui berlalu pergi bersama Qia.
" Sya.." Rafa.
" Iya Mas ". jawab Nesya yang sedang meminum es tehnya.
" Kakak kamu panggil pacarnya sayang kan." ucap Rafa.
" Iya. trus kenapa Mas? ". tanya Nesya.
" Kalau kita panggilannya gitu gimana Sya? ". tanya Rafa lagi.
" Serius mau panggilannya gitu? sayang? ". Nesya bertanya kembali.
" Iya. biar romantis Sya ".
" Pak dosen tau romantis juga ternyata." Kekeh Nesya.
" Dosen juga manusia kali Sya ". Jawab Rafa.
" Iya tau. yang bilang Mas bukan manusia juga siapa ".
" Yaudah panggilannya terserah Mas aja. aku ngikut ". Jawab Nesya.
" Yakin boleh? ".
" Heem..".
" Coba kamu panggil aku sayang. pengen dengar aku tuh ". ucap Rafa menggoda Nesya.
" Sayang." ucap Nesya tepat ditelinga Rafa. yang langsung membuat Rafa merinding.
Rafa dengan reflek langsung menjauhkan telinganya.
" Kalau gini namanya bukan manggil Sya. tapi kamu ngegoda aku."
" Aku ngak niat ngegoda Mas tau." ucap Nesya tidak terima. padahal dia memang berniat menggoda Rafa.
" Iya Sayang percaya." ucap Rafa lembut.
Ketika panggilan sayang keluar dari bibir Rafa. ntah kenapa jantung Nesya berdetak dua kali lebih cepat.
" Ini jantung baperan banget. baru juga dipanggil sayang." batin Nesya berkata.
" Aku bayar kedepan bentar." ucap Rafa kemudian beranjak dari duduknya dan berlalu pergi.
Beberapa saat kemudian Rafa sudah kembali ke meja dimana Nesya duduk.
" Udah bayarnya? ". tanya Nesya.
" Ternyata udah dibayar bang Rui sekalian." jawab Rafa.
" Oo...yaudah yuk pulang." Ucap Nesya yang kemudian beranjak dari duduknya.
Mereka berjalan menuju mobil dan masuk. kemudian Rafa mulai melajukan mobilnya menuju kerumah Nesya.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah Nesya.
" Mas mau mampir dulu ngak? ". tanya Nesya yang melihat Rafa tidak beranjak dari kursi kemudinya.
" Ngak dulu Sayang . aku mau langsung ke kantor. ada rapat siang ini." jawab Rafa.
" Coba biasakan panggil aku sayang ".
" Iya ini mau dicoba..Iya Sayanggg...hehehe" ucap Nesya diakhiri dengan kekehannya.
Sebenarnya Nesya agak geli dengan panggilan sayang yang menurutnya agak lebay. tapi Rafa memintanya untuk memanggil itu. yausudahlah itung - itung membahagiakan calon suami.
" Yaudah hati - hati dijalan ya ya Sayang ".Nesya lalu melepas seatbeal nya dan membuka pintu mobil.
" Iya. kamu masuk gih." Ujar Rafa.
" Bye Sayang. " Ucap Nesya yang kemudian berjanan menuju pintu rumah.
" Ini telinga kok rasanya gatel banget denger bibir gue manggil Mas Rafa sayang.." gumam Nesya sembari berjalan memasuki rumah yang pintunya memang tidak terkunci.
" Assalamualaikum..."
" Waalaikumsalam Non." Jawab bibi yang sedang berada di dapur.
Nesya langsung saja menuju dapur.
"Bi. ini pesanannya ". ucap Nesya sembari memberikan plastik yang di dalamnya ada sterofo yang berisi nasi kuning pesanan bibi.
"Makasih non." ucap Bibi.
" Sama - Sama bi. Nesya keatas dulu ya bi."
" Iya non." Jawab Bibi.
Setelah itu Nesya langsung berlalu dari dapur.
.......❣.......
...Jangan Lupa Like dan Comment Ya......
...Jangan Lupa Follow Juga......
...See You Next Chapter...
Rengat Barat
Sabtu, 12 November 2022
Pukul 12.35
...Salam Sayang Dari Wèilái de qīzi Zhong Chenle...
...❤❤❤...