My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 108 . Garam Buat Setahun



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Pagi ini Nesya sudah siap akan pergi ke kampus, dengan tujuan menemani Vina dan Zura sidang skripsi, kedua sahabatnya itu sidang di hari yang sama, namun berbeda jam .


" Mau ke kampus jam berapa sayang ? ." tanya Rafa sembari memberikan dasi kepada sang istri, meminta dipakaikan dasi oleh istri tercintanya. .


" Lima menit lagi ."


" Kan sekarang udah jam tujuh. "


" Mau bantuin Zura sama Vina ." jawab Nesya, sebagai sahabat yang baik, harus gitu yakan, karena persiapan sidang itu ribet, memerlukan bantuan .


" Oke ."


Nesya memakaikan dasi ke leher Rafa dengan telaten dan rapi, kalau masalah memakai kan dasi, Nesya sudah profesional .


" Udah rapi ." ucap Nesya setelah memakaikan dasi dengan rapi, dan tak lupa merapikan kerah kemeja Rafa .


" Yaudah yuk berangkat sayang ." Rafa mengambil tas dan menggandeng tangan Nesya keluar kamar .


" Nanti kita mampir dulu ya Mas ke tempat buket ."


" Cuma tinggal diambil aja ."


" Semalam udah aku pesan lewat chat ."


" Pembayarannya juga udah ." ucap Nesya ketika keduanya baru saja keluar unit apartemen .


" Kamu pesan buket bunga yang ? ." tanya Rafa, ini pertanyaan hanya untuk memastikan aja menurut Rafa .


" Bukan ."


" La trus buket apa ? ." tanya Rafa, karena Rafa hanya tahu kalau buket ya pasti isinya bunga, maklum la ya, cowok memang gitu .


" Buket photocard ."


" Tapi tenang ."


" Ini photocard abal - abal kok ."


" Kalau photocard beneran nya ya mendingan buat aku aja ." ucap Nesya, yakan ngak mungkin banget photocard ori dibuat buket, satu buket berapa rupiah itu, karena pastinya photcard nta ngak cuma satu, paling sedikit sepuluh .


" Sayang uang kamu juga Mas kalau pakai photocard beneran ."


" Emang photocard berapaan yang ? ."


" Kenapa kamu kelihatan ngak rela banget ." tanya Rafa, yang tidak tahu berapa harga photocard .


" Satuan nya paling murah satu sampai dua juta ."


" Ada yang sampai tujuh jutaan juga ."


" Tergantung photcard nya siapa ." Nesya menjelaskan .


" Ha ..." kaget Rafa sembari membuka mulutnya, ia tercengang .


" Cuma sekedar photocard harganya segitu ."


" Mending untuk beli garam ."


" Setahun ngak habis ." nah nah, Rafa malah berfikir jika lebih baik membeli garam daripada photocard, berbanding terbalik dengan sang istri yang lebih memilih membeli photocard .


" Eh...bentar ."


" Dikamar kamu yang dirumah Mami aku lihat banyak photcard ."


" Itu asli ? ." tanya Rafa, ia jelas tahu dengan sangat apa saja isi di dalam kamar sang istri yang berada di rumah mami .


" Ya asli la ."


" Ada yang edisi spesial lagi punya Jaehyun ." beritahu Nesya .


" Huhh..." Rafa menghela nafasnya .


" Yang dikamar kita, yang kemarin kemarin kamu buka paketan photcardnya juga asli ? ." tanya Rafa lagi, karena setahunya Nesya membeli beberapa photcard dan memamerkannya , bahwa itu adalah foto suaminya, maka Rafa la yang berperan menjadi selingkuhan nya.


" Asli dongg ..."


" Bayarnya juga asli pakai rekening yang kamu kasih ." Ucap Nesya dengan diakhiri senyuman manisnya,manus banget, semanis senyumannya Lucas, kann...jadi rindu Lucas yang baru saja mengatakan good bye .


" Sabar Raf sabar ."


" Gpp istri bucinin bias dan ngabisin banyak uang ."


" Daripada bucinin laki orang ."


" Kalau bias kan ngak bisa digapai ."


" Laki orang mah gampang digapai ." batin Rafa sembari mengelus dada .


" Nyenengin istri memang mahal ." gumam Rafa , yang masih dapat didengar oleh Nesya .


" Hehehe..." kekeh Nesya .


" Menyenangkan istri kan pahala wahai Bapak Dosen yang terhormat ." Ucap Nesya sembari bergelayut manja di lengan sang suami tampannya ini .


" Iya yang iya ."


Ting


Lift terbuka, keduanya keluar dan melangkah menuju basement .


" Tempat buket nya dekat mana bumil ? ." tanya Rafa, dengan diakhiri panggilan baru ter khusus untuk istri tercinta .


" Pas depan kampus wahai Pakmil ." jawab Nesya, juga dengan panggilan baru untuk Rafa tentunya.


" Latihan panggil aku Daddy yang ."


" Biar besok kalau Baby lahir kamu udah terbiasa ." pinta Rafa, padahal nyatanya bukan agar terbiasa, melainkan ia suka jika dipanggil dengan sebutan Daddy, suka aja gitu, nanti kalau lagi jalan bareng anak, sebutannya hot Daddy, biar bisa ngalahin Jhonny .


" Bilang aja kalau kamu minta dipanggil Daddy ."


" Pakai segala alasan biar besok kalau Baby lahir terbiasa ."


" Iya kannn...." ucap Nesya sembari memainkan matanya meledek sang suami .


" Ehem..."


" Enggak yang ." elak Rafa, malu banget ini karena ketahuan alibi nya


" Ngak usah bohong ."


" Tuh liat hidung kamu kembang kempis ."


" Tandanya kamu lagi bohong ."


" Hafal banget aku tu ." satu yang Nesya perlu perhatikan untuk mengetahui Rafa sedang berbohong atau tidak, yaitu lihatlah ke hidung mancung bak perosotan anak TK milik Rafa.


" Iya iya ."


" Aku yang ingin dipanggil Daddy dari sekarang sama kamu ." ucap Rafa dengan pasrah, kalau lawan istri memang sudah dipastikan berakhir kalah .


" Hahahahaha..." tawa Nesya, membuat Rafa


" Ini aku coba deh ya ."


" Da...ddy ." ucap Nesya tidak lancar, maklum ya, masih belajar .


" Coba lagi deh ya ."


" Dad..dy ." percobaan kedua sudah lumayan .


" Ulang lagi yang ."


" Masih remedial itu kalau sekolah ."ucap Rafa yang masih belum puas


" Bentar bentar ."


" Percobaan sekali lagi ."


" Daddy Raf ."


" Yey..."


" Daddy Raf ."


" Ihh...kok gemesin ya dengarnya ."


" Daddy Raf ." ucap Nesya, ntah kenapa kok ia juga menjadi suka dengan panggilan Daddy Raf .


" Kalau dirumah Mas aku panggil Daddy Raf ."


" Kalau di kampus ya pasti tetap Bapak Rafa ." Ya memang benar yakan, di rumah status suami, di kampus status dosen, mana pakai tambahan dosen pembimbing lagi .


" Dirumah kamu istriku ."


" Dikampus kamu mahasiswi ku ."


" Cocok jadi judul drama ." ucap Rafa diakhiri dengan kekehannya .


Rafa menghentikan mobilnya di depan tempat buket yang diberitahukan oleh Nesya .


Nesya keluar terlebih dahulu dan tentunya Rafa mengikutinya, Rafa mah selalu mengikuti istri kemana mana, kecuali dikampus .


" Saya mau mengambil buket yang dipesan atas nama Nesya ." ucap Nesya kepada pegawai di tempat buket tersebut .


" Tunggu sebentar ya Kak ."


Tak menunggu lama, dua buah buket sudah berada di tangan Rafa, gunanya suami ikut ya gini, menjadi troly versi bernyawa, yang bisa membawa berbagai macam benda .


" Yuk ." ajak Nesya kepada Rafa, mengajak sang suami keluar dari tempat penjual buket .


Melangkah keluar dan berjalan menuju mobil, Nesya langsung masuk, berbeda dengan Rafa yang membuka bagasi dan meletakkan dua buket yang berada di tangannya .


Selesai meletakkan dua buket tersebut, Rafa lalu masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi .


" Langsung ke kampus ? ." tanya Rafa sembari menghidupkan mesin mobilnya .


" Iya, langsung ke kampus Daddy Raf ."


" Oke...lets go ."


Rafa pun melajukan mobilnya menuju kampus, ini merupakan kedua kalinya ia dan Nesya ke kampus setelah hubungan keduanya go publik .


..........❣..........


...Maaf Yaa Lama Update...


...Soalnya Author Baru Sembuh...


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Minggu, 28 Mei 2023


Pukul 20.51 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...