My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 34. Otw Sidang



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa ......


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


.......


Pagi ini adalah hari dimana Nesya akan melaksanakan sidang seminar proposal.


Ia bangun jam lima pagi, semalam dia sudah memasang alarm untuk pukul lima pagi, ia memasang alarm karena takut jika telat bangun maka dirinya harus terburu buru .


Sekarang sudah pukul 05.30, Nesya sudah mandi dan mempersiapkan penampilannya untuk mengikuti sidang seminar proposal pada pagi ini pukul 09.00.


Ia lalu kembali duduk di atas ranjang sembari bersiap membaca skripsi nya kembali, guna mengingat ingat isi di dalamnya dan juga membaca kembali pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan dosen penguji.


" Ya Allah lancar kan lah urusanku hari ini...aamiin ." doa Nesya pagi ini.


Sebelum membuka skripsi tersebut Nesya sebagai umat muslim berdoa terlebih dahulu.


Robbi Zidni Ilma Warzuqni Fahma 


"Tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizki akan kepahaman". Itu merupakan salah satu bacaan doa sebelum belajar yang biasa diamalkan umat Muslim.


Nesya lalu mulai membuka lembar demi lembar skripsi nya, membacanya dengan hikmat di pagi yang hening ini ditemani angin sejuk yang berhembus masuk melalui jendela kamar yang sedari jam lima sudah dibuka oleh Nesya.


Nesya sudah membaca lembar perlembar skripsi nya selama kurang lebih satu jam setengah lamanya, dan jam sudah menunjukkan pukul 07.00, ia segera merapikan kembali skripsi dan beberapa berkas berkas yang berantakan kemudian memasukkannya ke tas berkas agar tidak tertinggal, mengecek kembali berkas berkas yang dibutuhkan untuk ujian.


Setelah selesai merapikan berkas berkas, ia lalu mengambil tas selempang dan memasukkan handphone beserta dompet kedalamnya.


Lalu membawa kedua tas tersebut keluar kamar dan menuruni tangga.


" Pagi Mi ." sapa Nesya yang baru saja duduk di meja makan dan melihat sang Mami sedang mempersiapkan sarapan pagi .


" Pagi Dek ."


" Adek bantu siapin sarapan ya Mi ." Nesya menawarkan dirinya untuk membantu Mami perpersiapkan sarapan pagi ini.


" Ngak usah Dek, udah mau selesai ini Mami, tinggal bawa susu ke meja makan ." ucap Mami menolak dengan halus bantuan yang ditawarkan oleh putri satu satunya itu.


" Kamu panggil abang aja dek ." Ucap Mami meminta bantuan Nesya.


" Okey Mi m" jawab Nesya lalu berlalu dari meja makan menuju kamar abang tercintanya.


Tok tok tok tok tokk


Banggg....oi bangggg


Nesya berteriak, teriakan nya melengking melebihi saat seseorang memanggil tukang bakso yang lewat depan rumah.


Cklek...


Rui membuka pintu kamar masih dengan muka bantalnya.


" Kenapa sih dek, ganggu orang lagi mimpi aja ." gerutu Rui kesal.


" Buruan cuci muka, trus turun, udah ditungguin sama Mami buat sarapan ." ucap Nesya.


Nesya melangkah masuk ke kamar abangnya tanpa perduli pemilik kamar masih berdiri di depan pintu.


Langsung saja ia merebahkan diri dikasur empuk abangnya.


" Perasaan ini kamar gue, tapi dia masuk seenak jidat nya aja . " gumam Rui geleng geleng kepala.


" Cepetan mandi bang ." ucap Nesya karena abangnya masih senantiasa berdiri di depan pintu.


Cklek


Ru menutup pintu kamarnya kembali.


Happp....


Rui kembali merebahkan diri dikasur dan memeluk Nesya.


" Is bang, lo belum mandi, masih bauuuu ." teriak Nesya kesal sambil berusaha melepaskan pelukan abangnya.


Emang abangnya itu paling suka memeluknya, kalau ditanya kenapa, jawabannya cuma satu yaitu ' lo enak dipeluk dek, soalnya gendut kayak guling ."


" Bodoamat dek bodo ." jawab Rui.


" Lepas ih, kalau ngak dilepasin juga, bakalan adek aduin ke kak Qia semua kelakuan buruk abang ." Nesya mengancam abangnya, karena dia tau bahwa abangnya itu bucin akut, pernah waktu kak Qia marah dan mengabaikan abangnya, abangnya itu uring uring an setengah mati.


" Iya ini dilepas, ancaman lo ngak lucu dek ." ucap Rui kesal sambil melepaskan adiknya itu dari pelukannya.


" Udah hus hus sana ." usir Nesya sambil mengayunkan tangannya tanda mengusir.


Lo fikir abang lo ayam main usir usir aja Sya.


Dengan terpaksa Rui beranjak dari kasur dan melangkah masuk ke kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian Nesya menuruni tangga diikuti Rui dibelakangnya.


" Papi udah jamuran ini bang nungguin kamu ." ucap Papi ketika Rui dan Nesya baru duduk di kursi.


" Mami udah lumutan malah Pi ." Mami menambahi ucapan Papi.


" Abang rituan dulu Mi ."


" Sama mandi kembang tujuh rupa buat ngioangij sifat buruknya ." ucap Nesya ikut dalam drama yang dibuat oleh Mami dan Papinya.


" Cuma dua puluh menit pun ." ucap Rui berusaha membela diri.


" Dua puluh menit kamu bilang cuma bang ! ." ucap Mami.


" Trus lamanya berapa menit ? dua puluh ribu menit ? ."


" Udah udah drama pagi ini selesai, ayo mulai sarapannya, Papi udah laper ." ucap Papi mengakhiri drama keluarganya.


Mereka makan dengan tenang, hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring menemani sarapan mereka.


slurppp...


" Masakan Mami memang the best ." ucap Rui setelah menyeruput kopinya.


" Ya iyalah, istrinya Papi itu ." ucap Papi membanggakan diri.


" Mami hak milik Papi ya, yakan sayang ? ." ucap Papi sambil bertanya pada istrinya.


" Udah udah, Mami milik bersama ." ucap Mami menengahi.


" Dek, kamu sidang hari ini kan ? ." tanya Mami pada putrinya yang sedang memasukkan potongan mangga kemulutnya.


" Iya Mi ." jawab Nesya yang menunda memasukkan potongan mangga tersebut ke mulutnya.


" Udah belajar kan dek ? ." Rui ikut bertanya.


" Udah donggg ." jawab Nesya semangat.


" Semoga lancar ujiannya ya princess nya Papi m" ucap Papi sembari semangat kepada putrinya itu.


" Iya Papiku sayang ."


" Ujiannya jam berapa dek ? ." tanya Rui.


" Jam 09.00 Bang ."


" Mau abang anter ke kampus ? ." tawar Rui.


" Mau banget, sekalian mampir ke restaurant ya bang, adek mau ambil pesanan snack dan teman temannya ."


" Sekalian bayarin ya bang ." ucap Nesya sambil menampilkan puppy eyes nya guna membujuk sang kakak.


" Sekalinya nganterin ke kampus langsung jebol dompet abang ." Rui.


" Sesekali bang ." ucap Nesya.


" Sesekali kamu bilang, trus yang kemarin kemarin apa ? baju, sepatu, skincare, lighstick, album bujang bujang kamu, belum lagi yang lainnya, untung sayang ." ucap Rui lalu mencubit pipi adiknya dengan kedua tangannya gemas.


" Sakit ih, jangan dicubit, nanti pipi adek tambah cubby ."


" Pipi tirus gini kok dibilang cubby ."


" Mi, liat ni abang cubit cubit pipi adek ." adu Nesya kepada Mami.


" Udah Bang, kasian adek kamu kalau pipinya kamu cubitin gitu ."


Rui lalu melepaskan tangannya dari pipi sang adik.


Lalu mendekatkan wajahnya dan..


Cup cup...muahhh


Rui mencium kedua pipi adiknya gemas, Rui memang suka sekali menjahili adiknya.


" Abangggg.". teriak Nesya kesal.


" Udah bang, pusing Papi denger teriakan adek kamu terus ." ucap Papi.


" Abang tu pi, ngeselin ."


" Sana bang anterin adek kamu ." ucap Mami.


" Yok dek, udah jam delapan ." Rui beranjak dari kursinya dan mengambil kunci mobil dimeja ruang keluarga.


" Yok bang ." Nesya beranjak dari kursi dan mengambil kedua tasnya yang ia letakkan di kursi sebelahnya.


Mereka berdua pun keluar rumah dan memasuki mobil yang masih di dalam garasi.


Rui memanaskan mobil terlebih dahulu dan kemudian mulai melajukan mobilnya membelah jalanan guna mengantar adik tercintanya ke kampus.


" Jangan lupa mampir ke restaurant Nana yang ada di depan sana bang ." ucap Nesya mengingatkan.


" Iya Dek ."


Tak berapa lama mobil yang dikendarai Rui pun berhenti di sebuah restauran, kemudian ia turun dari mobil dan memasuki restaurant tersebut untuk mengambil pesanan adiknya sekaligus membayarnya.


Setelah pesanan sudah ada di tangannya, Rui segera berjalan keluar dari restauran dan menuju mobil kemudian memasukkan beberapa paper bag kedalam bagasi.


Ia lalu memasuki mobil dan kembali duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya.


Benerapa menit telah berlalu, Mereka akhirnya sampai dikampus dan Rui memarkirkan mobilnya di depan gedung fakultas adiknya.


Rui keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Nesya.


Nesya kemudian keluar sambil menenteng tasnya.


Rui berjalan kebelakang mobil kemudian membuka bagasi dan mengambil beberapa paper bag berisi beberapa snack dan teman temannya.


Lalu memberikannya kepada Nesya.


" Pegang dulu bang, aku telfon Zura dulu biar bantuin bawa ."


Nesya mengambil handphone nya dan menelfon Zura.


Tak sampai tiga menit Zura sudah menghampiri Nesya dan Rui.


" Bantuin bawa ini Ra ." ucap Nesya menyerahkan paper bag tersebut. dan Zura menerimanya dengan suka rela.


" Ujian yang benar, kalau lulus kamu bebas pilih mau hadiah apa dari abang ." ucap Rui sambil mengelus pucuk kepala adiknya.


" Okeyy bang, adek masuk dulu, byee ." ucap Nesya kemudian berlalu bersama Zura dari hadapan Rui.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa......


...Jangan Lupa Follow Author Juga......


...Maaf kalau banyak typo bertebaran...


...See You Next Chapter...


Rengat Barat


Sabtu, 26 November 2022


Pukul 21. 45


...Salam Sayang Dari Namja Chingu Haechanie...