
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya menyinari alam semesta yang semula gemerlap oleh lampu - lampu di antara gelapnya malam.
Dan pada saat itu pula disebuah kamar berduansa abu - abu putih ada seorang gadis yang sebentar lagi resmi menjadi nyonya Rafardhan sedang masih setia bergelung selimut tebalnya.
Masih enggan untuk membuka mata indahnya yang menjadi pemandangan favorit seorang Rafardhan Dirgantara sang calon suami.
Eugh
Nesya tampak mulai terganggu karena sinar mentari yang menembus sela - sela gorden kamarnya dan mengusik matanya , membuatnya perlahan lahan membuka mata indahnya.
Mengedipkan mata berulang kali guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.
Membuka mata dan terdiam guna berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran dimana - mana.
Ia terdiam seperti orang bengong kurang lebih lima menit sebelum akhirnya beranjak dari ranjang ternyamannya.
Melangkah keluar kamar guna menuju dapur untuk membantu Mami memasak menu sarapan pagi.
Ketika sampai di dapur, sang Mami sudah mulai memasak sarapan.
" Pagi Mi ." sapa Nesya.
" Pagi Dek ."
Nesya dengan segera membantu Mami memasak menu sarapan pagi untuk keluarga.
Keduanya memasak dengan diselingi percakapan percakapan antara anak gadis dan Mami nya.
" Dek nanti orang home treatment dateng kerumah ."
" Iya Mi, kan Adek juga dirumah aja ngak boleh kemana mana ."
Dan percakapan pun berlanjut sampai menu sarapan sudah selesai dimasak.
Nesya dan Mami pun menyusun menu sarapan di meja makan.
" Adek ke kamar dulu Mi ."
" Mau mandi dulu ."
" Iya ." Mami.
Nesya pun meninggalkan meja makan menuntun kakinya melangkah dan menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
Cklek
Memasuki kamar dan langsung menuju kamar mandi.
Mandi dengan sedikit bernyanyi, ya Nesya memang salah satu orang yang suka karaokean sendiri dikamar mandi, ntah kenapa kalau nyanyi di kamar mandi suara kita terlihat bagus aja gitu, jadi ngak fals banget.
Nesya menyanyikan lagu Haechan yang berjudul good person yang merupakan lagu favorit nya, bahkan yang nyanyi pun juga menjadi pacar halunya.
Tak sampai lima belas menit Nesya sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuh dan handuk kecil yang membungkus rambutnya agar cepat kering.
Nesya menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, ia jarang menggunakan hair drayer karena takut rambutnya kering dan bercabang, belum lagi masalah rambut lainnya.
Ia kemudian memasuki walk in closed untuk berpakaian.
Selesai berpakaian Nesya langsung menduduki meja rias, memoles bedak tipis dan lip balm guna membuat wajahnya tampak lebih fresh.
Setelah semuanya selesai, ia langsung bangkit dan keluar kamar, melangkah menapakkan kakinya ke setiap anak tangga dari lantai dua ke lantai satu.
Setelah beberapa puluh langkah, sampailah Nesya di meja makan, disana sudah duduk Papi Mami , namun belum ada terlihat batang hidung Abang tersayang nya disana.
Nesya langsung saja mendudukkan diri di kursi yang tersedia.
" Abang belum bangun Mi ? ."
" Udah ."
" Abang ke bandara jemput Nenek sama Kakek ."
" Ooh ."
" Kok ngak bilang Adek sih, kan Adek pengen ikut ." ucap Nesya kesal.
" Adek kan ngak boleh keluar rumah, pamali ." ucap Mami.
" Tapi keluar depan rumah nungguin jualan batagor keliling boleh kan Mi ? ." tanya Nesya.
" Kalau cuma keluar depan rumah ya gpp ."
" Keluar yang agak jauh baru ngak boleh ."
" Okelah Mi Adek ngerti ."
" Jangan bandel kayak Papi mu ya Dek."
" Sampai - sampai pingsan dilapangan bola ."
" Pingsannya sih gpp, tapi malunya itu loh ." Mami.
" Gimana Pi ? coba ceritain ke Adek gimana detail kejadiannya ? ."
" Ya ngak gimana gimana Dek ."
" Main bola, trus pingsan ."
" Pas bangun udah di pinggir lapangan ."
" Dilihatin banyak orang ."
" Malunya masih berasa sampai sekarang kalau ketemu teman - teman yang dulu main bola bareng ." Ucap Papi.
" Makanya Adek jangan keluar keluar rumah, takut terjadi sesuatu yang ngak diinginkan ."
" Oiya Dek ."
" Kenapa Mi ? ."
" Mulai besok puasa mutih ya ." Mami.
" Puasa mutih tu apa Mi ? ."
" Puasa sepertu biasa, tapi menu berbukanya hanya pakai nasi putih, air putih, pakai singkong rebus juga boleh ." jelas Mami.
" Hah beneran cuma boleh makan itu pas buka Mi ? ya ngak ada rasanya ." Nesya.
" Harus banget puasa mutih Mi ? ."
" Udah jadi bagian dari tradisi Dek, jadi harus dijalankan ." ucap Papi.
" Okelah Mi ."
" Mulai besok kan Mi ? ."
" Iya mulai besok sampai hari pernikahan. "
" Oke Mi, berarti hari ini Adek harus puas - puasin makan camilan biar pas puasa ngak ngiler. "
" Terserahmu la Dek ." Papi.
πππ
Di belahan bumi bagian lain, ya bagian lainnya maksudnya di rumah keluarga Dirgantara
Di sebuah rumah tempat dimana keluarga Dirgantara tinggal dan membangun keluarga harmonis.
Yang di dalamnya terdapat Mama Papa beserta kedua anaknya .
Disebuah kamar yang bercat abu - abu, ntah kenapa kamar Rafa maupun kamar Nesya sama - sama bercat abu - abu, efek jodoh kali.
Rafa baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggang dan menampakkan perut kotak kotak seperti roti sobek yang menggoda iman.
Otak author seketika abu - abu ngebayangin nya...hahahahaha
Kotak - kotak seperti perut Jaehyun atau seperti perut KAI yang hot abis.
Ya Allah ini fikiran perlu disapu bersih deh kayaknya, harus segera beralih membayangkan perut baby Tummy nya echan.
Rafa memasuki walk in closed untuk berpakaian.
Setelah beberapa saat Rafa pun sudah berpakaian lengkap dan keluar dari walk in closed.
Tangannya mengambil gel rambut dan mengoleskannya di rambut hitam lebarnya yang lurus.
Mengoleskan gel rambut sembari berkaca dan setelahnya ia pun menyisir rambutnya.
" Oke ganteng maksimal ." ucap Rafa.
Iya Raf iya udah ganteng, kamu habis bangun tidur aja tetap ganteng paripurna.
Makanya Nesya mau dijodohin sama kamu.
Ya kali nolak cowok ganteng, kaya, baik lagi, paket komplit banget ngak tuh.
Rafa langsung saja melangkah keluar kamar dan menuruni setiap anak tangga.
Melangkah beberapa langkah dan sampailah ia di meja makan.
Enaknya jadi cowok ya gitu, bangun tidur, mandi, trus langsung sarapan.
Kalau cewek beda, pagi - pagi langsung ke dapur bantuin buat sarapan.
Rafa mendudukkan diri di kursi meja makan, tepat disebelah adiknya yang sedang menonton youtube dengan layar yang memperlihatkan beberapa orang cowok.
Menaruh handphonenya dengan bersandar pada segelas susu putih.
Menonton dengan mode serius senggol bacok.
Sedangkan di sisi lain ada Papa yang sedang menikmati kopi dan Mami yang sedang mempersiapkan oats .
" Oat mik buat siapa Mi ? ."
" Buat Mami lah ." jawab Mami.
" Tumben Mi ."
" Mami mu lagi mau mulai diet Bang ." ucap Papi.
" Mami kan ngak gendut, ngapain diet segala ." Rafa.
" Mami tu diet biar pas di nikahan kamu kelihatan langsing gitu Bang ."
" Terserah Mami aja deh ."
" Yang penting Mami bahagia ."
" Mau Mami lebih bahagia ngak Bang ? ." ucap Mami.
" Ya mau, emang giaman caranya Mi ? ."
" Cepetan kasih Mami cucu ."
" Pasti Mami tambah bahagia ."
" Iya Mi besok nunggu halal Rafa usahain ."
" Oke sipp ." jawab Mami sembari menggunakan jempolnya tanda sip.
Setelah percakapan singkat itu, mereka pun memulai sarapan pagi dengan hikmat.
Sarapan dengan masakan Mami emang juara, tak tertandingi, ntah kenapa masakan Mami itu buat candu.
Kalau lagi jauh dari rumah selalu buat kangen rumah karena masakan Mami.
Dulu author juga gitu, bahkan terkadang masakan Mami author paketin ke kosan .
..........β£..........
.......
...Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Sabtu, 07 Januari 2023
Pikul 20.42 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Haechanie β€...