My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 74. Wedding Reception



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


Saat ini Nesya sedang duduk di kursi yang dikelilingi orang - orang yang sedang membantunya mempercantik diri.


Ia juga sudah mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik. gaun pertama yang akan ia kenakan.


Rafa juga sudah siap dengan jas hitam yang membuat penampilannya semakin menawan.


Rafa sedang berbaring di atas ranjang sembari memainkan ponselnya menunggu Nesya siap dan akan segera membawanya menuju tempat resepsi.


Hari ini Rafa dan Nesya bak raja dan ratu di negeri dongeng.


Cklek


" Berapa lama lagi siapnya ? ." tanya Mami.


" Sebentar lagi Mi ." jawab Nesya.


" Mami duluan ke ballroom ya ."


" Heem ."


Tak lama kemudian.


" Sudah selesai ya kak ."


" Iya. " Nesya.


" Kami pamit undur diri. "


" Iya terimakasih ya ."


" Sama - sama kak ."


" Permisi. "


" Udah siap yang ? ." tanya Rafa.


" Udah ."


" Yuk kebawah ." Nesya


" Kita foto dulu ."


" Udah ditungguin fotografer nya ." ucap Rafa.


Rafa dan Nesya pun keluar dari kamar hotel dengan Rafa yang membantu mengangkat ekor gaun Nesya yang lumayan panjang.


Sampai di tempat yang dituju, Rafa dan Nesya segera mengikuti intruksi fotografer foto pernikahan.


Ckrek


Ckrek


Ckrek


Ntah sudah berapa puluh foto yang terkena bidikan kamera.


Selesai dengan sesi foto, Rafa dan Nesya langsung menuju ballroom bagian belakang.


Tepat di belakang sebuah pintu.


Yang mana pintu itu akan terbuka dan mereka berdua akan berjalanan beriringan di altar pernikahan.


" Siap ? ." tanya Rafa sembari memainkan tangannya dengan Nesya.


Tautan tangan seperti ketika pengantin akan berjalan di altar.


" Heem ." anggukan Nesya pertanda iya.


Rafa pun memberi kode kepada pegawai, dan pintu pun terbuka.


Perlahan Rafa dan Nesya berjalan di atas altar, berjalan beriringan dengan senyum bahagia menghiasi wajah keduanya.


Disertai tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.


Rasanya hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk keduanya.


Dimana keduanya membuka lembaran hidup baru dalam ikatan sakral pernikahan.


Keduanya pun sampai di kursi singgasana. Rafa membantu istrinya untuk duduk, setelahnya baru ia duduk di samping istri tercinta.


Raja dan ratu telah bersanding di singgasan



Penampakan tempat resepsi pernikahan Rafa dan Nesya yang begitu memanjakan mata.


Acara sungkeman atau meminta maaf beserta doa dari kedua orang tua pun dimulai.


Rafa dan Nesya meminta doa kepada Nathan dan Kesya terlebih dahulu.


Deraian air mata tak luput dari mata kedua pengantin yang sedang meminta restu itu.


Rafa memeluk sang Mama sembari mengelus punggung mama dengan sayang.


Nesya juga melakukan hal yang sama setelah Rafa.


Selanjutnya beralih kepada kedua orang tua Nesya yaitu Arga dan Davina.


" Papi percayakan putri Papi untuk bersamamu, jaga dia, sayangi dia, dan bahagiakan dia . jangan membuat air mata kesedihan menetes dari pelupuk mata indahnya. jikalau kamu sudah tidak mampu melakukan semua itu, maka kembalikan putri Papi dengan sebaik baiknya ." ucapan Arga kepada menantunya.


Sebagai Papi dari seorang putri satu satunya, ia sangat berat melepaskan putrinya bersama orang lain.


" Rafa tidak bisa berjanji, tapi akan Rafa buktikan jika Rafa bisa menjaga, menyayangi dan membahagiakan putri Papi ." jawab Rafa dengan kesungguhannya.


Arga mengucap bahu Rafa.


Nesya memeluk Mami yang sudah berlinang air mata, silit bagi ibu melepaskan putri kecilnya.


Tapi itu semua memang jalannya, putrinya akan membangun keluarga bersama dengan lelaki pilihannya.


Usai sudah acara sungkeman yang berlangsung hikmat penuh deraian air mata kebahagiaan.


Kini saatnya para tamu undangan satu persatu mengucapkan selamat dan doa kepada kedua pengantin.


" Selamat sayang kuhh ." ucap Vina yang sedang menyalami keduanya di pelaminan.


" Makasih Cinta ." jawab Nesya.


" Semoga samawa Bapak dosen ." giliran Zura yang memberi selamat.


" Terimakasih Ra ." jawab Rafa.


" Gue pesan ponakan yang gemes pokoknya Sya. " Vina.


" Lo kira gue jualan pakai acara pesan - pesan. " Nesya.


" Pokoknya tetap mau ponakan ."


" Minimal dua ."


" Okeee." Vina.


Setelah itu Vina dan Zura pun turun dari pelaminan.


Kini bergantian sahabat - sahabat Rafa yang memberi selamat.


" Selamat bro ."


" Semoga samawa ." ucap Dimas sembari menyalami keduanya.


" Akhirnya nikah juga lo ." Keenan.


" Nih gue kasih hadiahnya ." Keenan memasukkan sesuatu ke saku jas Rafa.


" Mana tau berguna buat lo ." Keenan.


" Semoga samawa ."


" First night nya semoga sukses. " ucap Kevin sembari menarik alisnya sebelah sebagai kode.


" Cepet kasih kita - kita ponakan ."


" Aamiin ." jawab Nesya sekenanya, bingung juga sebenarnya harus menjawab apa.


Rafa dan Nesya menyalami satu persatu tamu undangan yang mengucapkan selamat serta lantunan doa untuk keduanya.


Undangan pernikahan Rafa dan Nesya hanya dihadiri keluarga, teman dekat dan beberapa relasi bisnis kedua keluarga .


Namun tetap saja tamu undangan jumlahnya yang mambuat tengah terasa kebas karena bersalaman, dikarenakan kedua keluarga merupakan keluarga besar dan relasi bisnisnya dipastikan juga tidak sedikit.


Acara resepsi berlangsung hingga pukul 23.00 malam.


Rafa dan Nesya pun sudah kembali ke kamar tepat pukul 00.00 wib.


Rafa sudah mengganti bajunya dengan setelah piyama couple yang memang di siapkan oleh Nesya.


Sedangkan Nesya sedang duduk di depan meja rias sembari membersihkan make up di wajahnya.


Tak lama wajahnya pun telah bersih tanpa lapisan make up yang sedari tadi melekat di wajahnya.


Kini saatnya ia untuk berganti baju.


Nesya memasuki kamar mandi dengan mengerat gaunnya dan membawa setelan piyama.


Mencoba membuka resleting gaunnya namun usahanya gagal berkali kali.


" Is, susah banget sih ." gerutu Nesya kesal.


" Masa harus minta tolong Mas Rafa , tapikan gue malu, tapi kalau nga minta tolong gimana cara ganti bajunya ." ucap Nesya sembari berfikir keras.


" Trus gimana coba ."


" Ah tapi bodoamat sama malu, yang penting ganti baju. " ucap Nesya yang segera keluar dari kamar mandi.


Terlihat Rafa yang sudah berbaring di tempat tidur sembari memainkan handphonenya.


Ntah apa yang dilihatnya hingga senyum manis terbit di bibirnya.


" Mas ." Panggil Nesya. yang langsung membuat Rafa menoleh ke arahnya.


" Iya sayang ." jawab Rafa lembut.


" Bisa minta tolong ? ."


" Minta tolong apa yang ? ." Rafa kemudian meletakkan handphonenya di atas nakas.


Nesya kemudian melangkah lebih mendekat ke arah Rafa.


" Bukain resleting gaunnya , daritadi aku coba ngak bisa - bisa. " pinta Nesya .


Rafa segera beranjak dari ranjang.


" Balik badan. "


Nesya berbalik badan sesuai ucapan Rafa.


Jari - jari Rafa perlahan membuka resleting gaun itu. setelah gaun itu terbuka matanya langsung tersuguhkan oleh pemandangan punggung putih mulus sang istri . tangannya mengikuti insting lelakinya, mengelus punggung mulus itu.


Membuat Nesya seketika bergidik akan perlakuan Rafa.


" M Mas. " panggil Nesya terbata bata karena sentuhan yang diberikan Rafa.


" Yang...." ucap Rafa dengan suara seraknya, gairahnya mulai menggebu.


" Hmmm. " Nesya berusaha menahan suara ******* yang akan keluar dari mulutnya.


Rafa masih setia mengelus punggung sang istri.


" Boleh ya. " pinta Rafa dengan suara serak memohon. tangannya memeluk pinggang Nesya dari belakang.


Permintaan Rafa membuat Nesya membeku seketika, ia bingung harus menjawab apa. haruskah ia meng iyakan permintaan Rafa ? dosa ngak sih kalau istri menolak ? eh pasti dosa yakan. tapi dalam batin Nesya masih merasa belum siap akan hal itu.


" Aku janji bakal pelan. " ucap Rafa lagi, berusaha membuat Nesya mengatakan iya.


Akhirnya Nesya menganggukkan kepalanya.


Rafa tersenyum melepaskan tangannya yang memeluk Nesya dari belakang dan langsung membalikkan badan Nesya.


Melingkarkan kembali tangannya di pinggang sang istri.


Merebahkan Nesya diatas ranjang perlahan, Rafa mengukungnya Nesya dibawahnya.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Selasa, 24 Januari 2023


Pukul 15.34 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...