My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 25. Dirgantara Corporation



...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


Nesya sudah sampai di parkiran dosen. melihat sekeliling untuk mencari dimana mobil Rafa terparkir. Setelah menemukan dimana letak mobil Rafa. ia segera melangkah kesana. sebelum memasuki mobil ia melihat sekeliling dulu.


" Oke sepi. aman ".


Takut - takut ada yang melihatnya memasuki mobil Rafa. setelah dirasa aman. barulah dia membuka pintu mobil dan masuk.


" Kamu ngapain liat kanan kiri dulu sebelum masuk? kayak mau maling aja ". ucap Rafa setelah Nesya duduk dan memasang seltbeal.


" Takut ada yang liat, kan gawat ". jawab Nesya yang sedang mengaca untuk melihat penampilannya. itulah cewek. dimana ada kaca ya pasti ngaca.


" Kenapa emang kalau ada yang lihat? ". Tanya Rafa lagi.


" Ya nanti kalau ketahuan. bisa habis aku sama fansnya Mas. hihh ngeri...". nesya berucap sambil bergidik ngeri membayangkannya.


" Mas mana punya fans. emang seperti idol idol kamu itu yang punya fans ". Ucap Rafa. karena setahunya dia tidak punya fans. dan tidak pernah tau bahwa dikampus ini sudah ada fanbase Rafardhan Dirgantara.


" Asal Mas tau. bahkan dikampus ini udah ada Fanbase atas nama Mas. bisa dihujat satu kampus aku kalau sampai ketahuan anak kampus kalau aku tu tunangan kamu ". ucap Nesya panjang lebar dan cepat. secepat sold out nya tiket konser EXO dan NCT.


" Yakan Mas ngak tau. ngak perduli juga ". jawab Rafa sekenanya.


" Mas ngak perduli. aku yang ribet ini sembunyi sembunyi dari fans Mas ". Keluh Nesya.


" Yaudah ngak usah sembunyi. santai aja. nanti kan mereka capek sendiri ". Jawab Rafa santai. memang cowok itu kebiasaannya gitu, semua dibuat santai.


" Mas enak tinggal bicara. la aku yang pasti bakalan dibully setiap waktu. gini banget nasib jadi tunangan dosen ". Ceritanya ini adalah keluh kesah sebagai tunangan dosen.


" Udah dulu ya Sayang keluh kesahnya. Dilanjut nanti lagi. kita jalan ke kantor dulu. udah telat soalnya ". ucap Rafa selembut mungkin sembari mengelus puncak kepala Nesya pelan.


" Ya kamu juga yang mulai tadi ". ucap Nesya.


" Iya iya. aku yang salah ".


" Lebih baik ngalah ajalah daripada ngak selesai selesai ". batin Rafa berbicara.


Setelahnya Rafa langsung melajukan mobilnya menuju kantor.


" Ini Rafa lama banget. gue nunggu sampai jamuran ". gerutu Kevin yang sudah lebih dari dua puluh menit menunggu Rafa di ruangan nya. ia baru saja selesai berdiskusi dengan sekretaris Rafa. hanya tinggal berdiskusi dengan Rafa sebagai penentu akhir.


Kevin akhirnya memutuskan untuk menelfon Rafa.


Ting ting ting...


Rafa segera menganggat telfon nya yang berdering setelah membaca nama kontak yang tertera disana.


" Halo Vin ".


" Lo dimana. gue tunggu dari tadi ngak sampai sampai ". ucap Kevin.


" Bentar lagi gue sampai kantor ". ucap Rafa dan langsung mematikan panggilannya.


Setelah beberapa saat sampailah Rafa di depan perusahaan. memberhentikan mobilnya.


" Ayo turun ". ucap Rafa yang melihat Nesya masih duduk dengan tenang.


" Parkir disini ? " tanya Nesya. karena mereka tidak berhenti di tempat parkir melainkan di dekat pintu masuk perusahaan.


" Nanti ada yang parkirin ". jawab Rafa santai.


" Ayo turun ".


" Mas. tolong parkirkan ditempat biasa. nanti kuncinya titipkan aja di resepsionis ". ucap Rafa sambil memberikan kunci mobilnya ke security yang berjaga di depan pintu masuk.


" Ayo masuk " Ajak Rafa yang melihat Nesya yang masih berdiri diam menunggunya berbicara dengan security.


Rafa menggandeng tangan Nesya mengajaknya untuk memasuki perusahaan.


Mereka berdua pun memasuki perusahaan dan mendapat banyak pandangan yang berbeda beda.


Dan juga mendapat beberapa sapaan dari karyawan. tetapi hanya dibalas anggukan oleh Rafa.


Maklum la ya. kan yang disapa kulkas. udah pasti dingin.


Dan pemandangan itupun menjadi topik pembahasan para karyawan yang melihatnya.


" Itu cewek yang waktu itu pernah dibawa Pak Rafa ngak sih ? tanya salah satu karyawan ke peda temannya.


" Kayaknya sih Iya ".


" Iya mungkin ". ucap karwayan yang lainnya.


" Iri gue sama tu cewek ".


" Beruntung banget dapet Pak Rafa. bisa cuci mata tiap hari ".


" Kira - kira Pak Rafa kalau sama pacarnya dingin juga ngak ya? ".


" Yakali sama pacar sendiri dingin " .jawab teman di sebelahnya.


" Gue jadi ngebayangin gimana kalau Pak Rafa perhatian. pasti sweet banget ".


" Dingin dingin sweet gimana gitu. gemes deh ".


" Udah kembali kerja. ketahuan Pak Rafa mampus lo pada ". peringat manajer keuangan yang baru tiba disitu dan mendengar pembahasan teman - temannya.


Ting...


Lift terbuka. Nesya dan Rafa sudah sampai di lantai 15. lantai dimana ruangan Rafa berada.


Mereka keluar dari lift dan menuju ruangan Rafa.


Cklek.


" Lama banget lo Raf. gue nungguin sampai jamuran ". ucap Kevin yang duduk di sofa ruangan Rafa.


" Gue bawa nyonya makanya lama ". ucap Rafa yang melangkah menuju sofa.


" Pak Kevin ". Sapa Nesya begitu ia memasuki ruangan dan melihat Kevin yang duduk di sofa.


" Hay Sya. kamu kesini sama Rafa ? ". tanya Kevin.


" Iya Pak ".


" Bawa sini sya suratnya. biar saya tandatangani ". ucap Kevin.


" Sebentar Pak ". ucap Nesya. kemudian ia membuka tas nya dan mengambil map yang berisi surat persetujuan yang harus di tanda tangani Kevin.


" Ini Pak ". ucap Nesya sembari menyerahkan map kepada Kevin ".


" Duduk dulu Sya. anggap aja perusahaan sendiri..eh emang bentar lagi juga ini perusahaan jadi milik kamu yakan ". ucap Kevin.


" Iyakan Raf ? " tanya Kevin.


" Hm.." jawab Rafa.


" Iya Pak ". jawab Nesya yang langsung duduk di sofa depan Kevin.


Sementara Rafa sudah duduk di mejanya sembari memeriksa beberapa berkas . ia menunggu urusan Kevin dan Nesya selesai.


" Ini Sya. semoga seminar proposal nya lancar ya ". ucap Kevin sambil.menyerahkan map itu kembali kepada Nesya.


" Iya. makasih Pak ". jawab Nesya.


" Vin. cepat kesini. jangan kelamaan lo disitu ". ucap Rafa.


" Iya Raf iya. cemburu bilang bos ". jawab Kevin. lalu ia beranjak dari sofa.


Nesya memainkan handphonenya sembari menunggu Rafa dan Kevin yang sedang mendiskusikan sesuatu.


Jari lentik Nesya Men scroll instagram berulang kali untuk melihat postingan postingan teman teman dan para bujang kesayangan.


Sudah lebih dari satu jam Nesya menunggu. rasa kantuk sudah menyerangnya sedari tadi. karena semalam ia begadang. ya kalian tau sendiri biasanya Nesya begadang karena apa, yupsss pasti karena marathon drama.


Dia merebahkan kepalanya pada sandaran sofa. dan akhirnya memasuki alam mimpi.


" Gimana? deal ? ". tanya Kevin.


" Oke Deal ". Jawab Rafa tanda setuju.


Rafa melihat kearah sofa dimana Nesya sudah tertidur lelap.


" Udah selesai kan vin. gih lo balik ". ucap Rafa.


" Dih ngusir. iya tau yang mau uwu uwu an sama ayang ". jawab Kevin dengan nada dibuat lebay.


" Gue balik. inget jangan diapa apain dulu anak orang. belum halal ". ucap Kevin yang langsung beranjak dari duduknya.


Kevin berjalan menuju pintu ruangan Rafa.


Cklek


" Inget Raf belum halal ". ucap Kevin dan langsung keluar pintu.


Rafa berjalan menuju sofa. berjongkok di depan Nesya. memandangi wajah Nesya yang sudah tertidur lelap.


Menggendong Nesya dan membawanya menuju kamar pribadinya.


Merebahkan Nesya di ranjang agar tidur dengan nyaman, tangannya terulur merapikan anak rambut Nesya yang berantakan sampai menutupi wajah.


Kemudian beranjak keluar kamar untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk.


.......❣.......


...Jangan Lupa Like dan Comment Ya......


...Jangan Lupa Follow Juga......


...See You Next Chapter...


Rengat Barat


Senin, 14 November 2022


Pukul 23.04


...Salam Sayang Dari Dandanies......


...❤❤❤...