
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
Ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Wib, Rafa, Nesya dan yang lainnya sedang berada di kapal yang akan membawa mereka menyeberangi pulau.
Nesya sejujurnya merasa takut menaiki kapal, maka dari itu saat ini ia menggenggam erat tangan Rafa yang duduk tepat di sebelahnya.
Rafa yang menyadari hal itu pun lantas melingkarkan tangannya di pinggang gadisnya untuk membuat Nesya merasa sedikit lebih tenang.
Tak berapa lama kapal pun bersandar di dermaga, mereka semua turun bergantian.
" Kalian ganti baju dulu ." ucap Rui karena ia melihat baju ketiga perempuan itu basah terkena air laut. ya karena mereka tadi bermain air di tepi pantai.
" Sipp bang ." jawab Nesya mengangkat jari jempolnya tanpa sipp
" Biar Abang yang nyetir mobil Vina, Kamu sama Rafa pakai mobil abang dek ." ucap Rui ketika mereka berjalan menuju parkir.
" Iya Bang ." jawab Nesya.
" Oke Bang, alhamdulillah punya supir gratis ." ucap Vina girang.
" Heh, abang ganteng - ganteng gini di samain sama supir ." ucap Rui sembari menjitak jidat Vina pelan.
" Ya Allah abang lo yang satu ini suka nyiksa gue Vin ." adu Vina.
" Abang lo juga itu, hati - hati aja kalian disupirin bang Rui ."
Rui sudah menganggap Vina dan Zura sebagai adiknya, sama seperti ia dengan Nesya.
" Udah cepetan jalannya, keburu sore." ucap Rui sembari mempercepat langkahnya.
Ketiga perempuan itupun mengambil baju ganti dari dalam mobil dan bergegas ketempat dimana mereka bisa berganti pakaian.
Tak berapa lama ketiganya sudah berganti pakaian dan bergegas masuk ke dalam mobil.
Vina dan Zura segera memasuki mobil Vina yang di dalamnya sudah terdapat Rui yang duduk sembari memainkan handphonenya.
Nesya pun memasuki mobil Rui yang di dalamnya ada Rafa yang sudah menunggu. kesempatan buat Rafa quality time bersama gadisnya itu.
Kesempatan dalam kesempitan namanya.
Di perjalanan Rafa hanya menyetir ditemani sunyi karena Nesya tertidur nyenyak ketika mobil baru berjalan sekitar lima menit.
Setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu dan tenaga, tenaga yang nyetir aja sih sebenarnya, soalnya yang disupirin pada tidur nyenyak semua.
Rafa dan Rui juga sudah memarkirkan mobilnya di parkir hotel.
" Bangun yang ." ucap Rafa sembari menepuk pundak Nesya pelan.
Tetapi yang empu yang ia bangunkan tak kunjung membuka matanya.
Akhirnya Rafa pun hanya memandangi wajah Nesya dan merapikan rambut yang menutupi wajah gadisnya dengan penuh kelembutan.
Sembari menunggu Nesya bangun.
Ini Pak dosen boyfriend able banget sih, jadi pengen kan digituin.
Tok tok
Rui mengetuk kaca mobil yang di dalamnya terdapat Rafa dan Nesya.
Karena sudah lebih dari lima manit ia menunggu keduanya keluar namun mereka tak kunjung keluar.
Eughh
Gumam Nesya sembari mulai membuka matanya.
Tok tok tok
Nesya pun menurunkan kaca mobil yang tepat berada di sampingnya.
" Buruan keluar ." Ucap Rui setelah kaca mobil terbuka.
" Iya Bang bentar. " jawab Nesya pelan yang masih dalam mode mengumpulkan nyawa yang berceceran.
Rafa pun keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Nesya.
" Yuk sayang, tidurnya dilanjut di kamar aja ." ucap Rafa sembari mengulurkan tangannya guna membantu gadisnya yang tingkat kesadarannya masih setengah.
Merekapun masuk ke lobi hotel.
" Raf, lo sekamar sama gue atau kamar sendiri ? ." tanya Rui disaat ia sedang memesan kamar.
" Sekamar aja. " jawab Rafa yang masih memeluk pinggang gadisnya, takut - takut jika Nesya tiba - tiba oleng karena masih mengantuk.
Setelah memesan kamar, mereka pun memasuki lift yang akan membawa menuju lantai 14 dan 15.
Karena dilantai 14 kamar Rafa dan Rui berada.
" Kalian makan malam sendiri ya, Abang ngak ikut, soalnya mau ngurus kerjaan ." ucap Rui sembari memberikan kartu debutnya kepada Vina.
Ya Rui memberikan kartunya kepada Vina, karena mau diberikan kepada Nesya mana mungkin, bisa - bisa dibuang oleh adiknya yang masih setengah sadar di pelukan tunangannya itu.
" Lo makan malem bareng mereka aja Raf ." Rui.
" Gue makan dikamar aja bareng lo Bang, mau ngurus kerjaan juga ." jawab Rafa.
Ting...
Lift pun sampai di lantai 14
Rafa melepaskan Nesya dari pelukannya.
" Sampai kamar langsung istirahat ." ucap Rafa kepada Nesya.
" Heem ."
Kemudian Rui dan Rafa keluar dari lift tersebut, sedangkan ketiga gadis itu masih berada di dalam lift, karena kamar mereka di lantai 15.
Lift pun tertutup dan membawa mereka menuju lantai 15.
Ting...
Ketika lift sudah sampai dan terbuka, mereka langsung keluar dan membuka pintu kamar dengan menempelkan kartu kamar.
Mereka langsung masuk dan menaruh barang di atas sofa kamar.
Vina langsung memasuki kamar mandi setelah menaruh barang - barang.
Sedangkan Nesya sudah berbaring di ranjang sembari memeluk guling untuk melanjutkan tidurnya.
krucukkk krucukk...
Perut Zura berbunyi ketika dia sedang asik menonton sinetron yang membuatnya geregetan hingga ingin membunuh sang pelakor di sinetron tersebut.
Ia beranjak dari sofa menuju ranjang, berniat membangunkan Nesya untuk diajak makan malam.
" Sya, bangunnnn ." Zura menggoyangkan bahu Nesya yang sedang tertidur nyenyak.
" Eghhh..." Nesya mulai terganggu dari tidurnya.
" Yuk makan malam ." anaknya kepada Nesya yang mulai membuka mata.
" Bentar dulu Ra ." jawab Nesya sembari berusaha mendudukkan dirinya.
" Makan dikamar aja deh, gue capek plus ngantuk banget ini. " Nesya menyarankan.
" Yaudah deh, lo mau pesan apa, biar gue pesan ."
" Mau ayam bakar madu sama lemon tea ." Nesya menyebutkan pesanannya.
" Vin, lo mau makan apa ? ." tanya Zura kepada Vina yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Apa aja deh, lo makan apa? ." Vina.
" Gue sama kayak Nesya, ayam bakar madu ." jawab Zura.
" Yaudah samain aja ."
" Minumnya apa ? ." Zura.
" Jus semangka ."
" Oke, bentar gue pesan ."
Zura pun memesan makanan melalui telepon yang tersedia di dalam kamar hotel.
" Gue mandi dulu la, gerah banget ini badan ." ucap Nesya yang beranjak dari ranjang dan berjalan memasuki kamar mandi.
" Jangan lama Sya, gue juga mau mandi sebelum makan ." teriak Zura mengingatkan Nesya agar mandi lebih cepat. karena kebiasaan Nesya yang kalau mandi lamanya se abad.
" Iya ." jawab Nesya dari dalam kamar mandi.
Kali ini Nesya mandi dengan waktu tak sampai sepuluh menit, alhamdulillah kalau kata Zura.
Zura pun memasuki kamar mandi setelah Nesya selesai.
Tok tok
Vina lalu berjalan menuju pintu , membukanya dan mengambil pesanan mereka.
Lalu membawa nampan berisi makanan mereka dan menaruhnya di meja depan sofa dan ia pun duduk di sofa tersebut sembari menunggu Zura selesai mandi dan Nesya yang sedang mengeringkan dan menyisir rambutnya.
Nesya yang selesai menyisir rambut pun ikut duduk di sofa dan menonton sinetron kesukaan emak - emak se indonesia.
" Cepetan lo keringin rambut, trus kita makan. " ucap Nesya kepada Zura yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit rambutnya.
" Iya bentar ." jawab Zura yang berjalan menuju meja rias guna mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut.
" Yuk makan, cacing gue udah butuh asupan ." Ajak Zura yang telah selesai mengeringkan rambut.
Merekapun makan malam bersama di sofa depan televisi sembari menonton sinetron.
Dan sembari berkomentar mengenai sinetron tersebut.
" Itu pelakor pengen gue jambak tau gak. " Kesal Vina.
" Tu laki buta atau gimana, jelas - jelas istrinya lebih cantik dari tu pelakor ." Zura juga ikut berkomentar.
" Inget ya guys, jadi pelakor tu nggak perlu cantik, yang penting gatel ." ucap Nesya.
" Minta digaruk pakai garpu itu pelakor biar ngak gatel lagi ." Vina.
" Itu pelakornya padahal janda anak satu lo ." Zura.
" Kayak ngak ada cowok single aja yang busa di pacarin ." Vina.
" Yang milik orang lebih menantang mungkin ." Nesya.
" Iyasih, memang lebih menantang ." Zura.
" Iyakan ." Nesya.
" Ntah kenapa gue kesel banget kalau lihat cowok yang suka selingkuh, kalau sampai gue diselingkuhin, kayaknya gue ngak terima maaf. " Nesya.
" Gue juga sama, ngak bakalan gue maafin ." Zura.
" Tu istrinya ngak pernah buka handphonenya suaminya apa ." Vina
" Biasanya ya setahu gue kalau cowok selingkuh itu rata - rata handphonenya dua, kayak di drama yang pernah gue tonton ." Nesya
" Itu salah satu trik biar ngak ketahuan istrinya, Trus handphonenya ditinggal dimobil atau dikantor ." Vina
" Kalau enggak ya pakai handphone satu tapi bukanya pakai kode yang istrinya ngak tau ." Zura.
Merekapun melanjutkan menonton sinetron dan melanjutkan mengemukakan komentar.
..........❣..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa......
...See You Next Chapter...
Rengat Barat
Selasa, 13 Desember 2022
Pukul 12.2****6** Wib**.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu Haechanie....
...Bare face mu mengalihkan duniaku chan ❤...