My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 39. Healing



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Rafa beranjak dari sofa dan melangkah menuju anak tangga, menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah berat, dan sampailah ia di depan pintu kamar Nesya.


Tok tok tok...


" Sayang ." ucap Rafa di depan pintu kamar.


Tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar.


" Sayang ." Rafa masih mencoba lagi.


" Bisa kita bicara ? ."


" Aku kesini mau jelasin ke kamu masalah postingan Anggi ."


" Itu foto waktu ada study tour dosen satu fakultas ."


" Dan aku ngak tau kalau lagi difoto, saat itu aku cuma ngobrol biasa sama Anggi, ngak lebih ."


" Dan aku juga ngak tau kenapa Anggi bisa post foto itu di ig nya ."


" Sayang, aku harap kamu percaya sama aku ."


" Aku tau kamu denger semua penjelasan aku barusan ."


" Gpp kalau kamu ngak mau ketemu aku, tapi tolong percaya sama aku ."


" Aku cuma mau ngejelasin itu aja sama kamu, aku pulang dulu ya sayang ."


Setelah Rafa menjelaskan hal tersebut, ia pun pamit, karena dia tahu bahwa Nesya butuh waktu untuk mencerna semuanya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di dalam kamar Nesya sedang duduk sembari mendengarkan penjelasan Rafa dari luar pintu kamarnya.


Setelah Rafa berpamitan pergi, ia terdiam memikirkan perkataan Rafa barusan.


Sebenarnya hal itu tidak murni kesalahan Rafa, karena Rafa juga tidak tau jika ada yang mengbil fotonya pada saat itu dan mengenai postingan Bu Anggi juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Rafa.


" Gue juga salah sih karena ngak publikasi soal hubungan gue sama Rafa ."


" Tapikan gue belum berani buat publikasi, apalagi menghadapi fans - fans barbar itu, bisa - bisa gue dibully habis habisan ."


" Kenapa sih tu Bu Anggi pakai acara post foto sama Rafa ."


" Kan gue jadi panas, yakali gue ngak panas liat cewek lain post foto sama tunangan gue. ."


" Udah banyak yang ngira kalau Bu Anggi tunangannya Rafa lagi, jelas jelas tunangan Rafa itu gue Nesya Xavier.


" Yakali gue harus post foto bareng sama Rafa ."


" Tapi ya gue ngak seberani itu buat post foto berdua sama Rafa ."


" Ya Allah kenapa ribet banget ya ."


" Aaaa gue kesel banget sama Bu Anggi, pengen gue jambak itu rambut trus gue tampar bolak balik trus gue buang ke amazon biar dimakan piranha ."


" Jadi cewek gatel banget, rasanya pengen gue garuk pakai tongkat iblis ."


" Baru juga kelar pusing karena ujian, eh dibuat pusing lagi sama ulat keket satu ini ."


" Gue butuh healing sepertinya ."


Nesya mengambil handphonenya dan menelfon grup yang berisi Vina dan Zura.


" Lo gpp Sya ? ." Zura


" Bagaimana kabar hati ? ." Vina.


" Gue butuh healing guys ."


" Yok liburan ."


" Kemana ? ." Zura.


" Ke pantai, pengen liat air ."


" Yaudah, mau otw sekarang apa besok ? ." Vina.


" Kalau bisa sekarang ." Nesya.


" Kalian packing sekarang, satu jam lagi gue jemput ." Vina.


" Oke ." jawab Nesya dan Zura kompak.


Memang jika liburan mendadak seperti ini pasti bakalan terlaksana, beda kalau liburan yang sudah di planning sejak lama, kemungkinan besar pasti gagal total.


" Alhamdulillah liburan ." gumam Nesya lalu beranjak dari ranjang.


Ia mengambil koper dan mulai memasukkan barang barang yang diperlukannya untuk liburan kali ini.


" Baju udah, skincare udah, apalagi ya. "


" Oiya belum izin Mami Papi sama Abang, bisa kena siraman rohani sepanjang masa gue kalau pergi liburan ngak izin ."


Ia lalu mengambil kopernya dan membawa tas selempang beserta handphonneya, dan jangan lupakan satu hal yang paling penting, yaitu dompet.


Dan melangkah keluar kamar lalu menuruni tangga ketika jam sudah menunjukkan pukul 13.0) siang, dan sudah dipastikan bahwa Papi Dan bang Rui ada di rumah, seseuai kebiasaan mereka yang lebih senang makan siang dirumah dengan masakan sang Mami.


Nesya menuruni tangga sambil membawa kopernya yang lumayan berat,karena dia tidak tau mau liburan berapa lama.


Ketika sudah di anak tangga terakhir, ia melihat Mami Papi dan Abangnya tengah bercengkarama di ruang keluarga.


" Dek, lo mau kemana? jangan bilang lo mau kabur dari rumah ya dek ." Ucap bang Rui saat melihat adiknya membawa koper sedang melangkah menghampirinya.


" Mau kemana dek ? kok bawa koper? ." Tanya Mami heran melihat putrinya tiba - tiba membawa koper lumayan besar.


" Perasaan ngak ada ngusir kamu la dek ." Rui.


Nesya pun mendudukkan diri di sofa sebelum menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut.


" Adek mau liburan, ini sekalian mau pamit sama Mami Papi sama abang ."


" Liburan kemana? ." Sekarang giliran Papi yang bertanya kepada putrinya.


" Sama siapa? ." Rui mulai mengeluarkan jiwa abang yang protektif. ya maklum la kan Nesya adalah adik satu - satunya, adik perempuan lagi, jadi harus dijaga dengan sangat.


" Ke pantai abc bareng Vina sama Zura ." Nesya menjawab pertanyaan keduanya.


" Belum tau bang, tergantung mereka berdua ."


"Berangkat sekarang ? ." tanya Papi.


" Iya Pi, ini nunggu Vina jemput ."


" Jaga diri baik - baik ya dek ." Mami baru mengeluarkan suaranya setelah terdiam beberapa saat.


" Iya Mami ku sayang."


" Kabarin abang kalau butuh sesuatu ."


" Telfon Papi kalau udah sampai."


" Kalian mau nginep dimana ? ."


" Nginep di hotel kita aja dek, kan deket sama pantainya, pemandangannya pun bagus ." Rui menawarkan kepada sang adik .


Perlu kalian tahu, bahwa keluarga Xavier memiliki beberapa hotel yang tersebar di dekat beberapa tempat wisata.


" Iya nanti adek nginap disana ."


" Yaudah nanti abang telfon manajer suruh nyiapin kamar yang full service buat kamu ." Seperti biasa Rui selalu mementingkan kenyamanan dan keamanan adik tercintanya itu.


Ting nong


Bel rumah berbunyi.


" Mungkin itu Vina dateng dek ." Mami.


" Kayaknya iya Mi, kalau gitu adek pamit ya Mi Pi Bang ."


" Ngak makan siang dulu dek ? ajak Vina sama Zura sekalian ." tawar Mami.


" Enggak deh Mi, nanti kesoren sampai sana ."


" Yaudah kalau gitu hati - hati dijalan ."


" Kabarin kalau udah sampai ." Papi.


" Kalau ada apa - apa harus langsung kabarin abang ."


" Iya Mi Pi Bang ."


" Adek pergi dulu ."


" Assalamualaikum ."


" Waalaikumsalam ." jawab mereka bertiga bersamaan.


Nesya pun membawa kopernya dan melangkah menuju pintu rumah.


" Mi, adek kenapa tiba - tiba pergi liburan ya, ngak bisanya kayak gitu ." tanya Rafa.


Ia heran melihat adiknya yang tiba - tiba saja liburan, karena biasanya adiknya itu akan izin dulu kepadanya seminggu sebelum pergi liburan.


" Adek kamu itu lagi ada masalah sama Rafa ." jawab Mami.


" Masalah apa ? Mami kok tau ." Rui.


" Mami tau karena tadi Rafa kesini tapi adek kamu ngak mau nemuin Rafa, trus Mami tanya kenapa adek gitu ke Rafa ."


" Katanya mereka lagi ada masalah sedikit ."


" Oo pantesan adek begitu, tiba - tiba pergi liburan ."


" Mungkin adek kamu itu mau menenangkan fikiran bang ." ucap Papi ikut kedalam pembicaraan istri dan anaknya.


" Mungkin sih Pi, bahasa gaulnya healing gitu." Rui.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya membuka pintu dan memang benar Vina yang datang.


" Yok Sya, Zura udah di mobil ."


Nesya pun menarik kopernya menuju mobil dan membuka bagasi kemudian meletakkan kopernya disana.


Kemudian barulah ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi samping kemudi.


" Siap guys ? ." Vina.


" Siap dong ." jawab Nesya dan Zura bersamaan


" Ngak ada barang yang ketinggalan kan ? coba kalian cek dulu deh ." Vina


Nesya dan Vina mengingat ingat kembali ada atau tidak barang yang lupa mereka bawa.


" Kayaknya sih ngak ada ." Nesya.


" Udah semua ."


" Oke kalau gitu ." Vina


" Otw liburan ." Zura


" Yeyyyy ." teriak mereka bersamaan.


Vina pun mengemudikan mobilnya membelah jalanan. perjalanan yang akan mereka tempuh lebih kurang tiga jam lamanya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Disaat Nesya menikmati perjalanan liburan nya bersama Vina dan Zura.


Terdapat sosok laki - laki yang sedari tadi hanya diam melamun duduk di kursi yang berada di kantor dirgantara sembari melihat pemandangan gedung gedung tinggi dan kendaraan yang sedang berlalu lalang dari lantai tertinggi di perusahaannya dengan secangkir americano tiga shot yang tersaji di atas meja.


..........❣..........


^^^Jangan Lupa Like, Vote dan Comment Yaa...^^^


...Jangan Lupa Follow Author juga...


...See you Next Chapter...


Rengat Barat


Sabtu, 3 Desember 2022


Pukul 21.00 Wib


...Salam Sayang Dari Sunflower Haechanie 🐻...


...πŸ’šπŸ’šβ€πŸ’šπŸ’š...