
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Nesya memasuki mobilnya, memanaskan mobilnya sebentar, lalu mulai melakukannya ke jalanan dengan tujuan kantor Rafa.
Matanya fokus menatap jalanan di depannya, tapi seketika fokusnya menghilang tat kala melihat outlet penjual ceker setan dan bakso lava, sebagai penggemar makanan pedas, tentunya makanan itu sangat menggoda imannya.
Dengan cepat ia membelokkan mobilnya tepat di depan outlet tersebut.
Memarkirkan mobilnya dan segera turun dengan hanya membawa dompet.
" Mba, pesan ceker setannya dua, bakso lava nya dua ."
" Iya, ditunggu sebentar ya ."
Dan tak berapa lama pesanan Nesya selesai dibuat, ia segera membayarnya dan berlalu menuju mobil.
Kembali memasuki mobil, menaruh bag berisi ceker beserta bakso di kursi samping kemudi , dan ia mulai melajukan mobilnya kembali.
Tak berselang lama, Nesya pun sudah sampai fi kantor Rafa, memarkirkan mobilnya di parkir kantor, ia tidak mungkin kan parkir di depan lobi seperti kebiasaan Rafa. walaupun ia adalah calon Ny Rafardhan.
Setelah selesai parkir, Nesya mengambil bag berisi makanan beserta tas berisi skripsi.
Dan ia pun keluar dari mobil dan berjalan dari parkir menuju lobi.
Sesampainya di lobi, Nesya pun langsung memasuki lift, menekan nomor lantai tujuan dimana ruangan Rafa berada.
Kali ini ia menggunakan lift karyawan, terlihat karena saat ini ada lima orang yang berada di dalam lift termasuk Nesya.
Kelima orang tersebut melihat sekilas kearah Nesya, seperti pernah lihat, itulah yang ada di benak mereka.
Tapi para karyawan hanya diam dengan fikiran masing - masing.
Setelah melalui beberapa lantai, sampai la di lantai tempat ruangan Rafa, dengan hanya menyisakan tiga orang termasuk Nesya di dalam lift.
Ting
Nesya dengan segera keluar lift diikuti kedua orang tersebut.
" Selamat Pagi Nona ." sapa sekretaris Rafa.
" Pagi ." balas Nesya.
" Pak Rafa sudah menunggu di dalam ."
" Iya, saya masuk dulu ya ."
" Iya silakan Nona ."
Nesya pun langsung mengetuk dan membuka pintu ruangan Rafa.
Sedangkan dua orang wanita yang tadi bersama Nesya di lift hanya diam sembari melihat Nesya berlalu masuk ke ruangan Rafa.
" Itu cewek yang waktu itu dibawa Pak Rafa ke kantor bukan ? ." tanya Kanaya kepada sekretaris Rafa.
" Iya, Nona Nesya memang yang waktu itu dibawa Pak Rafa ke kantor ."
" Pacarnya Pak Rafa beneran ? " Ella pun mengajukan pertanyaan karena rasa penasarannya.
" Bukan pacar, tapi calon istri ."
" Serius ? ." Ella
" Bohong dosa lo ." Kanaya.
" Beneran, bentar lagi kan mereka nikah ."
" Bentar lagi , kapan ? ."
" Kalau ngak salah beberapa hari lagi, belum terlalu lihat gue lihat undangannya ."
" Udah sebar undangan ? ."
" Beneran mau nikah ternyata ."
" Bukan jodoh gue ." Ella
" Ya emang bukan, mana mau Pak Rafa sama lo ." ucap Kanaya yang langsung membuat Ella merasa tertampar jiwa raganya.
" Kok kita berdua ngak dapet undangan ya ."
" Setahu gue Pak Rafa hanya ngundang kerabat dan sahabatnya aja ."
" Semacam privat party ."
" Ooh ."
πππ
Tok tok tok
Cklek
Nesya pun masuk ke ruangan Rafa.
Matanya langsung tertuju kepada Rafa yang fokus dengan beberapa berkas ditangannya tanpa menyadari keberadaan Nesya diruangannya saat ini.
" Assalamualaikum SAYANG ." panggil Nesya sengaja menekankan kata sayang.
Sesekali menggoda Rafa gapapa la ya, calon suami sendiri ini.
" Loh sayang, udah disini kamu ."
" Ya iya disini, trus dimana kalau ngak disini. "
" Iya iya ."
Rafa pun langsung beranjak dari kursinya.
Berjalan mendekati Nesya dan menggandeng tangan Nesya menuntunnya menuju sofa. ingat ya menuju sofa, bukan ke pelaminan, ke pelaminan nya beberapa hari lagi.
Nesya yang digandeng dan dituntun untuk duduk hanya mengikuti tanpa protes sedikit pun.
Keduanya pun duduk di sofa, sebelum duduk, Nesya sudah meletakkan tas beserta paper bag diatas meja di hadapan mereka saat ini.
" Kamu bawa apa ? ." tanya Rafa yang melihat paper bag diatas meja.
" Bawa camilan...hehe."
" Soalnya tadi dijalan tergoda, jadi ya beli, soalnya aku suka ."
" Baru kali ini ada mahasiswa yang niatnya mau bimbingan tapi bawa camilan ."
" Yakan biar beda sama mahasiswa lain, ya ngak ? ."
" Iyain la sayang, camilan apa itu ? ."
" Ceker setan sama bakso lava, kelihatannya enak banget ." jawab Nesya dengan muka seakan menahan air liur membayangkan memakan ceker setan beserta bakso lava.
" Ceker setan, okelah camilan, la bakso lava nya bukannya itu makanan berat ya sayang ? ." tanya Rafa.
Rafa geleng - geleng kepala mendengar jawaban Nesya.
Ya kan orang indonesia kalau belum makan nasi namanya belum makan, iya kan readers tersayang.
Rafa pun beranjak dari duduknya, menelfon ob menggunakan telephone kantor, meminta untuk di antarkan empat buah mangkok, sendok dan garpu beserta dua botol air mineral.
" Kita bimbingan dulu sebentar, sebelum mangkoknya datang ."
" Eh , mau pesan minum lain ngak sayang ? tadi aku cuma pesan air mineral ."
" Mau thai tea ." jawab Nesya tanpa ada rasa canggung sedikitpun, ia sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Rafa di hidupnya.
" Oke, bentar aku pesan dulu ya ."
" Hem ." jawab Nesya hanya dengan anggukan kepala, sembari tangannya mengambil skripsi dari dalam tas.
" Udah aku pesan ." lapor Rafa. udah kayak ke komandan aja pakai acara lapor Bapak CEO satu ini.
Keduanya pun memulai sesi bimbingan, ketika bimbingan sikap Rafa berubah 180Β° , ia menjadi dosen seutuhnya, bukan sebagai tunangan dari seorang Nesya Xavier.
Tidak ada yang namanya bimbingan spesial pakai telur dua buah...hahahaha
Rafa dengan ringannya mencoret coret skripsi Nesya, sedangkan Nesya hanya meringis melihat hal itu.
Rafa berbicara mengenai kesalahan kesalahan dalam penulisan skripsi tersebut, serta memberikan beberapa saran.
Tak lama mereka bimbingan, pintu ruangan Rafa pun diketuk dari luar.
tok tok tok
" Masuk ." ucap Rafa.
" Permisi Pak ." ucap OB yang membawa nampan berisi mangkok dan teman temannya.
" Taruh disini aja mbak ." ucap Nesya sembari menunjuk bagian kosong meja di hadapannya.
OB tersebut pun menaruh nampan diatas meja.
" Saya permisi Pak, Bu ."
" Iya, makasih ya mbak ." Nesya.
" Di pending dulu ya Mas bimbingannya, isi tenaga dulu biar full baterai ." ucap Nesya seraya membuka paper bag tersebut.
" Iya, sesuka kamu aja ."
Nesya pun menuangkan yang katanya camilan itu kedalam mangkuk, iya camilan bagi Nesya, camilan berat maksudnya.
Kemudian mereka berdua mulai menikmati isi di dalam mangkuk tersebut.
" Sayang ."
" Iya, kenapa ? ." jawab Nesya.
" Ini ceker setannya level berapa ? ."
" Level dua ." jawab Nesya sembari menikmati ceker pedas miliknya.
" Yakin cuma level dua ? ."
" Iya level dua, tapi level dua dari atas ."
" Astaga, pantes pedes, beneran ceker setan kalau gini ."
" Kalau ngak pedas ngak enak tau ."
" Tapi jangan sering - sering ya sayang ."
" Kamu kan ada sakit lambung ."
" Jarang kok Mas , ini lagi pengem aja makan aja beli ."
" Besok - besok kalau lagi pengen, pesannya yang level standar aja ya, jangan kayak gini lagi ."
" Iya Bapak Dosen tersayang ." ucap Nesya sembari mengedipkan matanya menggoda Rafa.
" Kamu ya ." ucap Rafa yang salting sendiri karena kedipan mata Nesya.
Bapak Dosen satu ini, baru di ke di pin aja udah salting bukan main, lemah iman mu Bapak Dosen.
Beberapa saat kemudian mangkuk merek berdua pun sudah kosong tak bersisa.
Nesya dengan jiwa perempuannya pun membereskan mangkuk dan yang lainnya dari atas meja guna membuat mereka nyaman melanjutkan bimbingan.
Disaat mereka akan memulai bimbingan
tok tok tok
" Masuk ."
" Permisi Pak, sudah ditunggu diruang meeting ." ucap sekretaris Rafa.
" Sebentar ." Rafa.
" Mas meeting dulu, kamu kalau mau istirahat langsung ke kamar pribadi Mas aja ."
" Kamarnya dibelakang lemari itu ."
" Kamu buka buku yang warna coklat ."
" Kodenya 251299 ."
" Oke sayang ? ." ucap Rafa sembari tangannya mengelus pucuk kepala Nesya.
" Heem ."
" Mas meeting dulu ."
Rafa pun berlalu dari ruangannya, meninggalkan Nesya seorang diri di dalam ruangan.
..........β£..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Maaf Lama Update...
.......
Rengat Barat
Minggu, 01 Januari 2023
Pukul 20.17 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Istri Sahnya Lee Jong Suk Yang Lagi Selingkuh Sama Iu...
...Patah Hati Author Lihat Postingan Dispatch Di akhir Tahun...