
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........❣..........
Pagi ini Nesya terbangun jam 7 pagi walaupun ia tidak ada jadwal kuliah. dia terpaksa bangun karena handphonenya berdering berkali kali. terpaksa ia mengangkat telfon tersebut.
Telfon dari Vina yang mengabarkan bahwa jadwal ujian seminar proposal mereka sudah keluar . dijadwal tertulis seminar proposal Nesya dan Vina akan dilaksanakan tanggal 24 November 2022 yaitu hari kamis. karena hari ini adalah hari selasa, berarti tersisa dua hari lagi menuju ujian seminar proposal.
Maka dari itu, saat ini Nesya sedang berkutat dengan skripsi nya. membacanya kembali dan mencoret coret kertas guna memprediksi apa saja pertanyaan yang akan diberikan dosen untuknya.
Dan ia harus berfikir lagi apa makanan yang akan dia sediakan pada saat ujian. karena sesuai kebiasaan. jika melaksanakan ujian. kita harus menyediakan makanan dan minuman kepada dosen penguji dan pembimbing ujian.
Sebenarnya sedikit pusing memikirkan akan membeli makanan apa . karena ada salah satu dosennya yang pernah berkata bahwa jika ia diberikan makanan atau snack berupa kue dan teman temannya maka itu tidak akan di makanan nya, bahkan dosen tersebut pun berkata bahwa kue tersebut hanya akan menjadi makanan ikan peliharaannya, jahat memang.
Tapi ntah kenapa bisanya dosen yang sudah tua atau berumur itu lebih ribet dibandingkan dosen dosen yang masih muda.
Ini menurut pengalaman author ya.
Dan kebetulan juga dosen tersebut yang akan menjadi penguji dalan ujian Nesya kali ini.
" Lama lama gue kasih racun juga tu dosen, biar cepat mendekat ke Allah ." gumam Nesya.
Nesya melanjutkan kegiatan menulis beberapa soal yang kemungkinan dipertanyakan di dalam ujian sambil masih memikirkan masalah makanan dan snack untuk hari kamis.
Sudah lebih dari setengah jam Nesya berkutat dengan buku dan pena.
" Huhh...capek juga kalau mikir ." gumam Nesya sambil meregangkan otot otot tubuhnya.
" Ngak mikir nanti bodoh, mikir tapi buat pusing, pusing karena punya kepala, ngak punya kepala serem ." ucap Nesya.
" Gara - gara mikir jadi laper juga, emang jadi manusia repot banget ya, tapi kalau ngak jadi manusia ya gue jadi apa, masak jadi anjing ."
" Eh tapi gpp deh kalau jadi Vivi sama daegal, kan bisa punya majikan ganteng ."
" Ya Allah ampunilah hambamu ini yang suka menghalu ria ." gumam Nesya sambil mengalahkan tangannya.
Tok tok tok...
Clek...Mami membuka pintu kamar Nesya
" Sya, ditungguin Rafa dibawah ." ucap Mami yang hanya menampilkan kepalanya dari pintu yang terbuka hanya setengahnya.
" Serius Mi ? ." kaget Nesya karena tiba - tiba Rafa sudah berada dirumahnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
" Ya iyalah serius, masak bohongan, udah cepet turun kebawah ." Mami.
" Iya bentar Mi ." jawab Nesya yang langsung beranjak dari kasur nya dan merapikan kertas yang berserakan diatas ranjang.
" Mana gue belum mandi lagi ." gumam Nesya.
" Yaudah la bodo amat, masih cantik ini ."
Nesya lalu menyisir rambutnya agar tidak terlalu berantakan dan menjepitnya.
Langsung saja ia keluar kamar dan menuruni satu persatu anak tangga.
Dan ternyata benar, Rafa sudah berada dirumahnya dan sedang bermain catur dengan Papi.
" Papi kalau Mas Rafa dateng diajakin main catur mulu ."
" Eh adek udah turun, tunggu sampai Papi sama Rafa selesai main catur nya ya baru pergi ." ucap Papi yang melihat Nesya berjalan mendekat ke arah sofa ruang tamu ."
" Papi kenapa setiap Mas Rafa kesini pasti diajakin main catur sih ."
" Soalnya kalau sama Rafa itu lawan seimbang dek , dia mainnya pinter ."
" Tunggu bentar ya baru kalian otw ."
" Idih Papi pakai bahasa otw segala ."
" Eh tapikan adek ngak mau pergi kemana mana kok Pi ."
" Mama nyuruh kita beli cincin Sya ." ucap Rafa menjawab rasa penasaran Nesya.
" Sekarang ? ." tanya Nesya.
" Tahun depan dek ." jawab Papi yang heran sama anak gadisnya ini, loading nya lama.
" Sana siap siap, biar perginya ngak kesiangan ." ucap Papi.
" Jangan lama lama Dek, kasihan Rafa nungguin kamu kalau kelamaan ."
" Iya Pi , setengah jam lagi adek turun ." jawab Nesya.
" Lama banget Dek, itu siap - siap apa bertapa ." ucap Rui yang baru saja duduk di sofa.
" Aaa gue tau, lo belum mandi kan makanya siap - siapnya lama ." ya tepat sekali tebakan Rui.
" Punya abang gini amat, bukannya nutupin aib, lah ini malah bongkar aib adeknya, mana depan tunangan adeknya lagi ." batin Nesya berbicara.
" Iya gue belum mandi, apa lo ."
" Udahlah aku mau keatas , bye ." ucap Nesya lalu berlalu pergi menuju kamarnya.
" Lo harus sabar Raf ngadepin adek gue yang kalau libur males mandi ." Rui.
" Iya bang ." ucap Rafa singkat.
" Iya Pi, Rafa berusaha sabar sama Nesya ."
" Skak..." ucap Rafa.
" Papi kalah...hahahaha...seneng banget abang kalau Papi kalah gini ." Tawa Rui menggelegar di ruang tamu.
" Kamu ya bang, Papinya kalah malah diketawain ." ucap Papi kesal.
" Soalnya kan Papi kalau main sama abang pasti menang, ngak terima abang tu kalau Papi menang terus ." ucap Rui.
" Good job Raf ." ucap Rui sambil mengacungkan jari jempolnya gada good.
" Udahan la Papi main catur nya, mau nyusulin Mami dikamar aja ." Lalu Papi beranjak jadi sofa dan melangkah pergi dari ruang tamu.
Kini diruang tamu hanya tinggal Rafa dan Rui.
" Lo ngak ngantor Raf ? ." tanya Rui.
" Enggak Bang, libur dulu sehari buat ngurus persiapan nikah ." jawab Rafa.
" Abang ngak ngantor ? ." Rafa ganti bertanya.
" Ngak, ambil libur sehari, soalnya Qia minta buat quality time ." jawab Rui.
" Jadi ceritanya libur ngantor karena mau kencan ."
" Hooh Raf."
" Oiya Persiapan pernikahan lo sama adek gue udah siap berapa persen Raf ? " tanya Rui.
" Udah sekitar 60% bang, tinggal pilih konsep dekorasi, gaun sama cincin, tapi bentar lagi mau pergi pilih cincin sama Nesya ." jawab Rafa menjelaskan persiapan pernikahannya.
" Tinggal dikit lagi persiapannya, mental udah siap Raf ? ." Rui.
" Sejujurnya sih belum terlalu siap Bang, tapi kalau ditunggu siap ya kapan nikahnya ." Jawab Rafa jujur dari dalam hatinya.
" Iya juga ya, nunggu mental siap ntah kapan ." Ucap Rui
Memang benar kalau ditunggu sampai siap ya mau sampai kapan, tapi yang utama yaitu siap menafkahi istri.
" Abang kapan nyusul ? keburu kak Qia dilamar orang ." tanya Rafa sedikit bergurau.
" Nanti dulu la, setelah kalian nikah, mungkin tahun depan ." Rui.
" Niat abang sih lamar Qia pas tahun baru, biar romantis gitu, pas pergantian tahun kan ada kembang api juga tuh, nah niatnya lamar pas itu ." ucap Rui menjelaskan rencananya.
" Semoga sukses lamarannya Bang ." Ucap Rui menyemangati.
" Semoga aja, sebenarnya ada rasa takut ditolak sih Raf, abang jadi pengen kayak kamu sama Nesya aja, dijodohin, jadinya kan susah buat nolak ." Rui.
" Percaya aja bakalan diterima Bang, kalau kayak aku sama Nesya ngak ada romantis nya Bang ." Rafa.
" Tapi kalau kayak kamu sama Nesya persentase ditolaknya cuma 10 % an Raf ." Rui.
" Iyasih Bang, atau ngak lamar kak Qia dirumahnya aja Bang, langsung menghadap orang tuanya, yakin diterima kalau gitu ." Rafa memberi saran kepada calon kakak iparnya tersebut.
" Bagus juga idenya, tapi Abang fikir - fikir dulu deh ." Rui.
" Iya Bang, fikirkan aja dulu gimana baiknya ." Rafa.
" Mas .." panggil Nesya yang sedang berjalan kearah sofa.
" Udah siap ? ." tanya Rafa.
" Udah, yuk berangkat ." ajak Nesya.
" Pergi dulu Bang ." pamit Rafa.
" Iya hati - hati kalian berdua ."
" Jagain adek gue Raf, takutnya tiba - tiba hilang ."
" Ish Abang ." kesal Nesya.
" Iya Bang... sipp ." Rafa mengacungkan jadi jempolnya.
Kemudian mereka berdua pun melangkah pergi.
..........❣..........
...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......
...Jangan Lupa Follow Juga...
Rengat Barat
Rabu, 23 November 2022
Pukul 19.05
...Salam Sayang Dari Renchin 🦊...
...Maaf Chan aku oleng bentar ke koko injun...
...Soalnya gemesin banget, tapi tetap kamu yang nomer satu Chan walaupun kamu punyanya cuma roti bantal bukan roti sobek...