
...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaaa......
...Happy Reading...
..........β£..........
" Hai Sya...." ucap seseorang yang baru saja memasuki kantin dan berjalan mendekati mereka.
" Hai Rell..." Balas Nesya.
Farrell langsung saja duduk disamping Nesya. dan mengacak rambutnya pelan.
" Pacar gue gemesin banget ". ucap Farrel.
" Gue emang gemesin plus imut ". jawab Nesya.
" Lama ngak ketemu makin cantik aja. jadi makin sayang." ucap Farrel sambil mencubit pipi Nesya.
" Lo bisa aja kalau muji. gini ni kalau jiwa playboy gombalin cewek." Ucap Vina.
" Gue ngak playboy. pacar gue ya cuma satu. nih ada disamping gue Vin." Jawab Farrel.
" Iya iya yang ngak playboy. tapi pacar ada disetiap gang." Ucap Nesya.
" Kok kamu gitu sih sayang sama aku ". Ucap Farrel dengan muka dibuat semenyedihkan mungkin.
" Uluh uluh sayang aku." Ucap Nesya sambil memegang pipi Farrel dengan kedua tangannya.
" Gue berasa lagi nonton orang pacaran tau gak ". Ucap Vina.
" Gue pacaran sama playboy satu ini. tekanan batin yang ada." ucap Nesya.
" Gue juga ogah. stres tiap hari yang ada kalau jadi pacar dia." ucap Ferrel membela diri.
Karena jika dilihat oleh orang bagaimana kedekatan Nesya dan Farrel pada saat ini. pasti mereka berpendapat bahwa keduanya adalah sepasang kekasih.
Mereka lanjut membicarakan hal - hal yang 99 % diantaranya adalah pembahasan tidak penting. dan tanpa sadar mereka sudah mengobrol hampir 2 jam lamanya hingga Nesya menghabiskan dua gelas jus di depannya yang salah satunya adalah jus yang dipesan oleh Farrel.
πππ
Rafa dan Kevin berjalan keluar fakultas menuju parkir karena rapan dikampus sudah selesai dan mereka akan menuju perusahaan masing masing untuk melanjutkan bekerja sebagai CEO.
" Raf...itu dikantin Nesya kan? ". ucap Kevin karena dia bisa melihat kantin dari area parkir saat ini.
Rafa langsung melihat ke kantin setelah mendengar ucapan kevin.
" Iya." Jawab Rafa sekenanya karena hatinya mendidih seketika ketika melihat Nesya dengan santai nya dirangkul oleh seorang lelaki.
" Trus tu cowok siapa? deket banget kayaknya sampai rangkul rangkul segala." ucap Kevin kepo. jiwa kepo Kevin saat ini mendadak naik menjadi 99,9%.
" Ntah. " Jawab Rafa. kemudian langsung berjalan menuju mobilnya. meninggalkan Kevin sendirian yang masih penasaran.
" Lah gue ditinggal. woy Raf tungguin gue." ucap Kevin dan kemudian langsung mengikuti Rafa.
' Ya Allah Kevin kenapa juga lo minta tungguin sama Rafa. kan perusahaan lo sama Rafa beda. trus kan lo bawa mobil sendiri. terkadang author pusing sama kelakuan Kevin '.
" Enak banget tu cowok bisa rangkul - rangkul tunangan gue." ucap Rafa geram.
Tangannya menggenggam stir dengan kuat guna meluapkan emosinya.
Rafa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi karena hatinya sedang tidak baik baik saja.
Dia memberhentikan mobilnya di depan pintu masuk. kemudian keluar dan menyerahkan kunci mobil kepada petugas yang ada disana guna memarkirkan mobilnya ketempat parkir.
Lelaki itu pun melangkahkan kakinya memasuki perusahaan dengan aura yang sangat sangat dingin. bahkan rasa dinginnya langsung menyebar ke seluruh perusahaan.
" Ini perasaan gue aja atau gimana. kok Pak Rafa makin dingin aja kelihatannya." ucap Dina.
" Tapi kayaknya emang makin dingin deh Din." balas Vita.
" Huss jangan keras keras..kedengeran Pak Rafa mampus lo pada." Fira mengingatkan.
" Tapi walaupun dingin tetep ganteng dimata gue." ucap Dina.
" Eh eh...lo pada tau ngak? ". Vita.
" Tau apaan? ." Jawab Dina mulai penasaran.
" Kan gue follow ig Pak Rafa. trus semalem gue iseng stalking ig nya. trus lo tau apa yang gue liat? ". ucap Vita membuat kedua temannya tambah penasaran.
" Apaan? ".
" Pak Rafa post foto tangan dia sama tangan cewek pakai cincin. " akhirnya Vita menuntaskan rasa penasaran keduanya.
" Cincinnya kayak cincin tunangan gitu. kayaknya Pak Rafa udah tunangan deh." Vita.
" Beneran? ". Dina
" Serius? ". Fira
" Beneran. coba deh kalian liat ig nya Pak Rafa." ucap Vita meminta keduanya untuk melihat sendiri.
" Bentar gue buka ig dulu." Ucap Fira yang sedang membuka kunci handphonenya.
" Cepetan Fir. gue penasan." Ucap Dina.
" Lo kenapa ngak buka sendiri biat cepet." Fira.
" Hah...beneran dong. nih liat." ucap Fira sambil menunjukkan foto tersebut kepada Dina.
" Bener kan kata gue." Ucap Vita.
" Yah gagal sebelum berjuang gue." ucap Dina.
" Sebelum janur kuning melengkung. masih ada harapan." Fira memberi semangat pada dirinya.
" Ye..niat jadi pelakor lo. ngaca dulu sana. mana mau Pak Rafa sama lo Fir." ucap Vita sambil menunjuk kaca diujung sana.
" Lo perlu tau. buat jadi pelakor itu ngak perlu cantik. yang penting gatel." Jawab Fira.
" Trus lo mau gatel gatel gitu ke Pak Rafa? eiuhhh....." ucap Dina dengan nada jijik nya.
" Jangan jadi pelakor mbak...berasa jadi sampah masyarakat soalnya." Ucap Vita menasehati.
" Yaudah la ngak jadi niatnya. putar balik deh gue. belum kuat mental juga buat jadi pelakor." ucap Fira.
" Jadi pelakor itu mentalnya harus kuat. kuat kan hujatan sana sini." Dina menambahi.
" Heeh...kuat juga diteror sana sini." ucap Vita.
" Udah udah pada balik kerja sana. nanti ketahuan ngobrol kena sanksi baru tau rasa." ucap Dina.
" Yaudah la bye."
Mereka melanjutkan pekerjaan masing masing.
πππ
Rafa duduk di kursi kebesarannya dan mulai memeriksa beberapa berkas yang sudah tertumpuk di meja nya.
Berusaha meredakan amarahnya yang masih meluap luap.
Rasa hati ingin bertanya langsung kepada Nesya mengenai siapa laki laki yang bersamanya dikantin. tetapi dia ragu.
" Hhhh...." Rafa menghela nafasnya sebentar.
" Oke Raf. lo harus fokus kerja dulu. masalah Nesya bentar dulu." batin Rafa berkata.
Rafa pun melanjutkan pekerjaannya. tapi fikiran nya masih melayang jauh mengingat apa yang dilihatnya tadi di kantin.
Tok tok..
" Masuk." ucap Rafa.
" Ngapain lo kesini." ucap Rafa sinis melihat Dimas yang baru saja memasuki ruangannya.
" Lo harusnya tu seneng kalau gue kesini ". Jawab Dimas.
" Mendingan lo cabut . gue lagi males dengerin bacotan lo." Ucap Rafa yang matanya masih membaca beberapa berkas.
" Nih undangan reuni SMA. minggu depan ". ucap Dimas sambil meletakkan undangan dimeja Rafa.
" Hmm."
" Lo harus dateng. gue sama Kevin juga dateng. sesekali la ikut reuni." ucap Dimas.
Karena dia tahu bahwa Rafa selama ini belum pernah mau untuk datang ke acara seperti ini. katanya sih buang buang waktu.
" Liat besok." jawab Rafa malas.
" Jangan lupa bawa ayang Nesya. gua kangen ". ucap Dimas yang mulai memancing emosi Rafa. memang kebiasaan dimas adalah suka membuat Rafa naik darah.
" Tunangan gue ngak usah lo kangenin." ucap Rafa yang tangannya sudah melayangkan pulpen kearah Dimas.
Tuk..
" Kampret lo Raf." umpat Dimas yang masih memegang keningnya yang lumayan merah karena terkena lemparan pulpen.
" Sana balik. gue sibuk." Rafa.
" Untung temen." ucap Dimas menggerutu.
" Oke. yaudah gue cabut." ucap Dimas yang berjalan keluar dari ruangan Rafa.
.......β£.......
...Jangan Lupa Like dan Comment Ya......
...Jangan Lupa Follow Juga......
Rengat Barat
Rabu, 9 November 2022
Pukul 20.50 Wib.
^^^Salam Sayang Dari Mamahnya Vivi... Istrinya Papah Piyak...^^^
^^^Oleng terus pokoknya kalau jadi SM stan.^^^