
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Cklek
Rafa membuka ruang rawat sang istri , melangkah masuk .
Mendengar suara pintu dibuka, Nesya menoleh ke arah pintu .
" Mas Rafa, kirapin siapa ." Nesya berkata dalam hati .
Melihat sang istri yang sedang menonton televisi .
Rafa menghampirinya .
Ia duduk di kursi yang berada di samping ranjang .
" Yang ." panggilnya .
" Heem ."
" Kenapa Mas ? ." jawab Nesya tanpa menoleh, ia asik memandang layar televisi di depan sana .
" Gpp ."
"Cuma pengen manggil istri aja ." ntah apa maksud Rafa, ngak penting banget emang cuma manggil doang .
" Yaudah panggil aja terus ."
" Sayang sayang. "
" Jangan ngambek dong ."
" Mau apa biar ngak ngambek ? ."
" Mas turutin deh ." rayu Rafa . ia menggunakan sifat buaya rawa, yang merupakan sifat sahabat buayanya yang tak lain dan tak bukan adalah Kevin .
" Yaudah kalau gitu ."
" Beliin donat keju ."
" Thai tea ."
" Batagor juga ."
" Udah itu aja ." Nesya memberitahukan pesanannya . ngak banyak kok .
" Oiya mie ayam jangan lupa ." Nesya mengingatkan .
" Banyak banget yang ."
" Sanggup ngabisinnya ? ."
" Trus memang boleh kamu makan makanan dari luar sana dokter , udah tanya ? ." tanya Rafa . karena kan biasanya pasien dipersiapkan makanan khusus dari rumah sakit .
Ntah itu harus makanan yang teksturnya lembut, tanpa garam, atau tanpa gula .
" Ya ya belum ."
" Mas tanyain ke dokternya sekarang ."
" Kan katanya mau turutin apa yang aku mau "
" Mana tau kan ini yang namanya nyidam ."
" Kalau nanti anak Mas ileran gimana ? ."
" Mau ? ." tanya Nesya balik .
" Yaudah iya ."
" Mas tanyain ke dokternya dulu sebentar ." Jawab Rafa yang kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruangan menuju ruang dokter yang menangani sang istri .
" Untung sayang ." gerutu Rafa sembari melangkahkan kakinya .
πππ
Cklek
Rafa kembali membuka pintu ruangan Nesya setelah sebelumnya ia menemui dokter untuk menanyakan tentang apakah boleh sang istri memakan makanan dari luar .
Tak lupa iya juga memberitahukan kepada dokter makanan yang diminta sang istri, takutnya tidak diperbolehkan oleh dokter dan berakibat tidak baik .
" Kata dokter boleh yang ."
" Aku keluar dulu ya beliin pesanan kamu "
" Bentar lagi Mama, Papa sama Fisya kesini ." beritahu Rafa .
" Iya Mas ."
" Mami sama Papi juga katanya mau kesini, bang Rui juga ." Nesya memberitahukan kepada sang suami .
" Yaudah kalau gitu ."
" Mas keluar dulu." pamit Rafa .
" Hati - hati ."
" Iya sayang." Rafa pun keluar ruang rawat Nesya untuk membeli makanan- makanan request sang istri tercinta .
πππ
Rafa keluar dari mobil sembari membawa beberapa plastik berisi pesanan dang istri .
Melangkah menuju lift dan masuk kesana .
Ting
Lift sampai di lantai tempat Nesya dirawat .
Ia membuka pintu kamar .
" Assalamualaikum ." salamnya .
Di ruangan itu sudah berkumpul beberapa orang, termasuk orang tua keduanya dan Abang sang istri beserta Fisya sang adik .
Tak lupa ada bestie Nesya , yaitu Zura dan Vina yang sedang asik mengobrol dengan pasien yang sepertinya sudah terlihat baik .
" Kamu darimana Bang ? ." tanya Mama kepada putranya yang baru saja memasuki ruangan dengan beberapa kantung plastik ditangannya .
" Dari beli pesanan menantu Mama ."
"Nih ." Rafa menjunjung tinggi beberapa plastik ditangannya .
" Nak Mami yang cerewet itu pesan apa Raf ? ." tanya Mami .
" Mie ayam, donat, thai tea, batagor ." jawab Rafa menyebutkan pesanan sang istri ."
" Emang udah boleh makan makanan dari luar ? ." giliran Rui yang bertanya .
" Udah Bang ."
" Tadi udah tanya ke dokternya ."
" Tapi harus beli ditempat yang higienis ." beritahu Rafa .
" Oooo ." suara serempak dari beberapa orang disana .
Sudah seperti sedang paduan suara .
" Rafa beli banyak ini ."
" Yuk makan bareng - bareng ." tawar Rafa kepada semuanya . ia sengaja membeli banyak karena ia tahu bahwa ada beberapa orang yang akan menjenguk sang istri .
Dan mereka pun makan bersama sama, ruang inap rasa tempat camping keluarga .
Detik demi detik berlalu, melangkah menuju menit dan kemudian jam pun berlalu dengan cepat.
Ruang rawat Nesya juga sudah kembali sunyi, hanya dirinya dan sang suami .
Rafa yang sibuk memandangi laptop di hadapannya, ia harus menghandle pekerjaan kantor beserta kampus selagi ia tidak bisa hadir disana .
Saat ini pun Rafa sedang mengajar melalui aplikasi ZxxM .
" Baik, ada yang ingin ditanyakan ? ."
" Soalnya yang saya lihat seperti ruang inap dirumah sakit XXX ." tanya salah satu mahasiswi kepada Rafa .
" Bukan saya yang sakit ."
" Tapi istri saya ." jawab Rafa dengan perkataan formal .
" Semoga istrinya cepat sembuh ya Pak ." ucap beberapa mahasiswa yang wajahnya terpampang nyata di layar laptop Rafa .
" Iya, aamiin ."
" Makasih doanya ." ucap Rafa membalas mahasiswanya .
" Sakit apa kalau boleh tau Pak ? ."
" Kami boleh jenguk ngak Pak ? ." tanya seorang cewek yang kemungkinan besar ia penasaran seperti apa seorang istri dosennya itu .
" Sakit bawaan debay ."
" Istri saya orangnya tertutup ."
" Tidak terlalu suka keramaian ."
" Apalagi dalam kondisi saat ini yang diharuskan untuk istirahat penuh ." jawab Rafa menolak secara halus .
" Baik Pak ." jawab beberapa orang kompak .
Kenapa ya mahasiswa selalu dengan refleks menjawab " Iya Pak ." Baik Pak ." Terimakasih Pak ."
Seperti tidak ada kosakata lain, namun itulah fakta yang terjadi di lapangan, paham banget Author tu .
Tak lama kelas pun selesai . Rafa melanjutkan pekerjaan nya sebagai CEO .
Mengecek beberapa berkas yang sudah dikirimkan sekretarisnya ke rumah sakit sembari mengamati saham di layar laptopnya .
Kerjanya double, capeknya sudah pasti double .
Tapi itu bukan masalah untuk Rafa, demi anak istri ia rela .
Beberapa jam beralu, Rafa baru saja mematikan laptop di hadapannya .
Ia melihat ke arah ranjang, terlihat disana sang istri tertidur lelap .
Sepertinya Nesya sedang tidur siang .
Rafa mengambil remote AC yang berada di dekatnya, ia menyesuaikan suhu agar sang istri tidur dengan nyaman .
Menaruh kembali remote tersebut, Rafa kemudian membaringkan tubuhnya berbantal pinggiran sofa .
Matanya mulai terpejam untuk tidur sejenak setelah bekerja . walaupun pekerjaannya masih belum selesai, ia akan melanjutkannya nanti setelah tubuhnya terasa lebih baik .
Tak lama Rafa pun mengarungi alam mimpi .
πππ
" Asalamulaikum ."
" Babang Kevin yang tampan seperti Mark Lee dateng nih ." ucap Kevin sedikit keras setelah membuka pintu rawat inap Nesya dan melangkah masuk .
" Tak ."
" Inget woy ."
" Lo lagi di rumah sakit ."
" Bukan di hutan ."
" Toa lo tolong dikondisikan ." ucap Dimas setelah baru saja menjitak kening Kevin dengan keras .
" Punya sahabat bentukannya gini amat ." Dimas
" Nyampung urat malu dimana ya ." batin Dimas berkata .
" Untung gue lagi sabar ."
" Kalau ngak , udah gue lempar lo keluar jendela ."
" Lumayan tuh lima lantai ." ucap Rafa kesal . ini sahabatnya hobi banget teriak dengan nada tinggi .
Nesya sebagai manusia sabar dan ramah tamah pun menyuruh kedua manusia yang sayangnya bukan manusia jadi jadian untuk duduk .
Dimas meletakkan keranjang berisi buah buahan di meja depan Rafa .
Kemudian tiga sahabat itupun sudah duduk berdekatan . udah cocok banget jadi pengibar bendera, secara tinggi mereka sama, ntah bagaimana bisa sama . mungkin takdir .
" Mahasiswa gue sakit apaan Raf ? ." tanya Kevin membuka suara .
" Sakit bawaan junior gue ." jawab Rafa .
" Hah ...maksud lo junior ini ? ." tanya Dimas menunjuk junior yang berada di antara dua himpitan batu . ngak perlu dijelasin lah ya, readers sekalian pasti tahu .
Ngak perlu bilang kalau polos, pembaca novel pasti paham . paham banget malah .
" Yoi ."
" Gara - gara junior yang menanamkan bibit unggul nya setiap hari ."
" Sekarang bibirnya tumbuh subur ."
" Sekitar delapan bulan lagi gue panen ." jawab Rafa nyeleneh .
Yakali bilangnya panen, Ngadi Ngadi memang .
" Bentar - bentar ." Sela Dimas .
" Junior ." tunjuk Dimas ke junior miliknya sendiri . yang ia beri nama Mex . agak - agak emang, pakai segala diberi nama .
Namun hanya mereka berempat termasuk Keenan yang tahu akan hal itu .
Oiya Keenan saat ini tidak bisa hadir menjenguk istri sahabatnya itu, karena sedang dilur kota .
" Bibit ."
" Panen ."
" Delapan bulan ."
" Loo hamil ? ." tanya Kevin kepada Rafa dengan pelan, ia pelan banget, seperti high note nya Haechan .
" Istri gue yang hamil ."
" Yakali gue ."
" Lo kira gue punya burung sekalian sangkarnya apa ." ucap Rafa kesal, kok jadi kesal gini .
" Lo kira Rafa punya bibit sekalian sawahnya ." ucap Dimas . masih dengan bahasa ngadi - Ngadi mereka . anggap aja bahasa planet Mark, eh Mars .
" Sana lo ke lantai dua ."
" Dokter jiwa masih ada kalau - kalau lo mau upgrade otak ." ucap Dimas . sepertinya ia perlu mendaftarkan Kevin masuk ke RSJ terdekat .
Percakapan ketiganya dengan bahasa planet pun berlanjutx sedangkan Nesya hanya melihat sekilas - sekilas sedari tadi sembari membaca novel online .
Ia tidak mau ambil pusing melihat dan mendengarkan percakapan ketiganya . bikin tambah pusing .
Yang ada bukannya sembuh, malah tambah sakit , iya sakit, sakit jiwa .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Jum'at, 31 Maret 2023
Pukul 23.08 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...