
...Jangan Lupa Vote Dan Comment ya.....
...**Happy Reading......
..........β£**..........
Sudah seminggu Nesya mengerjakan skripsi nya. kini hanya menunggu hari esok yaitu hari senin untuk dia bimbingan dengan Pak Rafa dan Pak Kevin. dan kemarin Pak Kevin juga sudah mengkonfirmasi jam pertemuan bimbingan yaitu jam 08.30 Wib dan mereka berjumpa di kantin fakultas. dia juga sudah menghubungi Vina untuk janjian besok berangkat ke kampus bersama dan karena Nesya malas untuk menyetir. akhirnya Vina yang menjemput Nesya dirumahnya.
Jam dikamar sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. dan bunyi alarm Nesya baru saja berbunyi menyebabkan Nesya membuka matanya. namun dia tidak langsung beranjak untuk mandi. dia masih merebahkan diri di kasur. ya istilahnya lagi ngumpulin nyawa buat bangkit dari ranjang.
Setelah 5 menit. dia langsung bangun dan mbereskan ranjang. kemudian langsung menuju kamar mandi.
Waktu 15 menit dia habiskan untuk membersihkan diri. sekarang dia sedang berganti pakaian dan sedikit make up. hanya menggunakan concealer, bedak dan lipbalm karena memang bibirnya sudah sedikit pink. dengan begitu dia sudah terlihat lebih fress untuk ke kampus.
Setelah selesai dia memasukkan barang barang yang diperlukan ke dalam tas. tak lupa berkas skripsi juga dia masukkan kedalam map.
Kemudian dia segera melangkah keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama.
" Pagi Mi.." Ucap Nesya ketika sampai dimeja makan dan melihat mami sedang sibuk menata sarapan diatas meja.
" Pagi Dek. tolong kamu bangunin abang. Mami mau bangunin Papi kamu." Ucap Mami yang baru saja meletakkan dua gelas susu diatas meja.
" Loh abang sama Papi kapan pulang Mi? kok adek ngak tau." Tanya Nesya.
" Jam 3 pagi tadi mereka sampai rumah. peswatnya delay karena cuaca buruk makanya sampai ya pagi." Mami.
" Oh. okelah Mi. Adek bangunin abang dulu.."
Nesya kembali melangkahkan kaki menaiki tangga untuk menuju kamar abangnya yang juga berada dilantai yang sama dengan kamarnya. langsung saja Nesya membuka pintu kamar abangnya. disana terlihat Rui masih bergelung selimut tebalnya.
" Bangg...bangun" . ucap Nesya sambil menggoyangkan bahu Rui.
" ehmm...masih pagi dek. 5 menit lagi. abang masih ngantuk ini. " jawab Rui tanpa membuka matanya.
" Ish bangun sekarang Bang. udah ditunggu mami dibawah." Nesya.
" 5 menit dek. abang baru tidur 3 jam ini. baru sampai rumah jam 3 pagi." Rui mencoba bernegosiasi.
" Oke 5 menit. kalau ngak bangun adek siram pakai air satu gayung ." Nesya.
" Iya iya. " ucap Rui sembari menarik selimut kembali menutupi dadanya.
Dan Nesya pun merebahkan diri di kasur berdampingan dengan abangnya. menunggu sampai 5 menit. karena kalau dia turun kebawah bisa dipastikan abangnya akan lanjut tidur sampai satu jam kemudian.
Setelah lima menit menunggu....
" Abang bangunnnn." Nesya berteriak tepat ditelinga Rui.
" MasyaAllah dek itu suara kerasnya melebihi toa masjid." Ucap Rui yang terbangun karena kaget mendengar suara teriakan Nesya.
" hehe..cepetan bangun bang." ucap Nesya sembari menarik tangan Rui untuk duduk.
" Iya ini bangun. udah sana kebawah. abang mau mandi." Rui.
" Cepetan mandinya. " Nesya.
" Iya. Ya Allah punya adek satu gini amat bentukannya." Rui menggerutu sembari berjalan menuju kamar mandi.
Skip meja makan.
" Dek. nanti berangkat bareng abang atau sendiri? tanya Rui.
" Adek dijemput Vina." Nesya.
" Yaudah kalau gitu. " Rui.
" adek bimbingan kan hari ini? Mami Vina.
" Iya Mi." Nesya.
" Semoga lancar bimbingannya dek. " Papi.
" Bimbingannya pasti semangat tu si adek. kan bimbingannya bisa sambil pacaran." Rui.
Nesya sungguh sungguh menyesal karena memberitahu Rui mengenai Rafa yang menjadi dosen pembimbing nya. karena seperti inilah hasilnya. abang satu satunya itu akan selalu meledeknya. till jannah pokoknya. Nesya merasa seperti doyoung yang selalu ternistakan karena pose andalannya kapanpun dan dimanapun."
Sarapan bersama selesai disaat jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.05. Vina pun sudah sampai dirumah Nesya. mereka segera menuju kampus bersama.
Mereka berdua sampai dikampus tepat jam 08.25. segera mereka berjalan menuju kantin. setibanya dikantin ternyata Rafa dan Kevin sudah berada disana. sepertinya mereka baru saja selesai sarapan. karena Rafa baru saja memasukkan suapan terakhirnya.
" Pak Kevin. Pak Rafa." sapa mereka berdua bersamaan.
" Duduk Sya. Vin." Ucap Kevin.
" Silahkan Duduk." Rafa.
" Sya. kamu bimbingan dengan Saya dulu. setelah revisi dari saya baru ke Pak Rafa." Ucap Kevin.
" Vina bimbingan dengan saya dulu kalau begitu." Rafa.
Kevin mulai bimbingannya. dan Rafa pun juga mulai membimbing Vina. Nesya berkali kali meringis ketika kevin mencoret coret skripsi nya.
dia melihat ke samping. ternyata skripsi Vina juga bernasib sama.
Sudah 20 menit bimbingan berjalan. dan Vina pun juga sudah selesai bimbingannya. sedangkan Nesya masih bimbingan. dia juga sudah memasang wajah pasrah melihat betapa banyaknya coretan yang diberikan kevin di skripsi nya. coretan juga masih berlanjut ketika kevin membuka lembaran selanjutnya.
Rafa pun bangkit dari tempat duduknya.
" Mau kemana Raf." tanya Kevin yang melihat Rafa berdiri.
Rafa tidak menjawab. dia berjalan menuju tempat yang menyediakan minuman.
" Dasar kulkas berjalan." gerutu Kavin kesal melihat sahabatnya itu. walaupun dia sudah tahu bagaimana sifat Rafa tapi tetap saja dia merasa kesal.
Setelah itu Kevin kembali melanjutkan bimbingannya. tak berapa lama Rafa datang dengan membawa dua botol minuman. dan meletakkannya di hadapan Nesya.
" Minum." Ucap Rafa datar.
Nesya meneguk air liurnya sendiri ketika mendengar nada bicara Rafa yang kelewat datar dan seperti perintah mutlak.
" Makasih Pak." Ucap Nesya. kemudian dia membuka botol minuman tersebut dan langsung meminumnya."
" Makasih Pak."
" Kok gue ngak dibeliin ? ". tanya Kevin.
" Buy one get one." jawab Rafa.
" Gue duluan Kev." ucap Rafa. kemudian langsung pergi meninggalkan kantin.
...πππ...
Nesya, Vina, dan Zura sedang berada dikantin untuk menikmati makan siang mereka.
" Eh Jaemin versi seiman ke kantin." ucap Vina ketika melihat Rayuan memasuki kantin.
" Itu loh. suami masa depan gue. Kak Rayyan." Jawab Vina menunjuk Rayyan dengan kode mata.
Zura yang kepo pun mengikuti arah mata Vina.
" Ih jangan ditatap terang terangan gitu juga Ra." protes Vina.
" Dia jalan kesini Vin." ucap Zura yang melihat Rayyan berjalan mendekati meja mereka.
" Oii dek." Sapa Rayyan sambil menepuk pundak Nesya.
" Ngapain kak? Tanya Nesya.
" Desain." ucap Rayuan kemudian duduk di kursi kosong samping Nesya.
" Oiya. udah siap kok desainnya. " Ucap Nesya sambil mengambil ipadnya dari dalam tas.
Nesya membuka file yang berisi desain coffe shop yang telah ia buat. mereka berdua sibuk membahas desain tersebut sampai tidak menyadari jika para mahasiswa di kantin sedang terkagum kagum karena melihat tiga dosen muda memasuki area kantin.
" Duduk sini aja Raf." ucap Kevin.
" Makan Pak." ucap Vina menyapa ketiga dosen idola tersebut yang secara kebetulan duduk di meja samping mereka.
" Iya silahkan." Jawab Kevin.
" Loh Rayyan." ucap Kevin.
" Eh Pak Kevin. " Rayyan.
" Ngapain disini? makan siang juga?." tanya Kevin yang melihat Rayyan duduk diantara tiga perempuan. seperti pohon ditengah tengah taman bunga.
" Ini Pak lagi ada urusan sama Nesya." Jawab Rayyan.
Rayyan membahas mengenai desain coffe shop yang di desain oleh Nesya. karena Nesya hobi mendesain. maka dia dengan suka rela membantu membuat desain coffe shop Rayyan dan teman temannya.
" Projek padat kayaknya Ray." ucap Keenan.
" Lumayan lah Pak." Rayyan.
" Jangan lupa skripsi kamu dikerjain
jangan mau kalah sama adek tingkat." ucap Keenan yang juga merupakan dosen pembimbing Rayyan.
" Enggak lupa Pak. always everytime saya kerjain Pak." Rayyan.
" Bahkan ke wc aja bawa laptop sambil ngetik Pak...haha." Nesya.
" Kamu ngikutin kakak ke wc ya." Rayyan.
" Yakali deh kak...hahahaha."
" Bisa aja ngelawaknya kamu Sya." Kevin tertawa.
" Dek nanti desainnya kirim ke email kakak ya. kakak harus buru buru pergi ini. " ucap Rayyan setelah membaca chat di handphonenya.
" Okey." Nesya.
" Saya permisi Pak." pamit Rayyan kepada dosen dosennya. kemudian melangkahkan kaki keluar kantin.
" Sya. kok lo bisa deket sama kak Rayyan sih. setahu gue kak Rayyan itu orangnya cuek banget." Ucap Vina.
" Kayak ngak tau Nesya aja. bahkan abang warnet deket perpus aja diajak nonton Drakor bareng." ucap Zura.
" Oiya lupa gue. bahkan hampir satu kampus pasti kenal sama yang namanya Nesya anak Fisipol." Vina.
" Lebay banget lo berdua." ucap Nesya sembari membuka aplikasi gmail dan mengirimkan desain ke email Rayyan.
" Woww...Nesya se famous itu ternyata." ucap Kevin kepada Rafa dan Keenan.
" Udah cantik, pinter, attitudenya bagus. trus orangnya juga friendly. bersyukur gue jadi dosbingnya. tiap hari cuci mata sambil berdoa semoga bisa jadi imam nya." ucap Kevin.
" Lo modusin. gue patahin tu leher." ucap Rafa menatap Kevin tajam.
" Kenapa lo? naksir juga? inget tunangan lo woy." ucap Kevin.
" Tau tu si Rafa. udah punya tunangan juga." ucap Keenan.
Rafa memutar bola matanya malas. karena memang kedua temannya ini tidak mengetahui bahwa Nesya adalah tunangannya karena Rafa tidak mengundang keduanya dia caranya pertunangannya.
" Oiya Nesya." Panggil kevin.
" Iya Pak." Jawab Nesya.
" Kamu udah punya pacar?." tanya Kevin.
" Kenapa Pak tanya gitu? " Nesya.
" Penasaran aja. cewek secantik dan pinter kayak kamu punya pacar apa enggak" Kevin.
Nesya melihat ke arah Rafa yang juga sedang melihatnya . sepertinya Rafa sedang menanti jawaban Nesya.
" Ya bisa dibilang gitu." ucap Nesya.
" Jadi punya apa enggak? Tanya Rafa sok polos dan tidak tau apa apa. emang dasar kulkas berjalan yang satu ini.
Nesya melihat Rafa. kemudian melirik kedua sahabatnya yang sedang berusaha menahan tawa.
" Punya. udah dilamar malah." jawab Nesya sambil menunjukkan cincin yang sudah tersemat dijarinya.
" Hahh... lo udah tunangan Sya? tanya Viona yang baru saja bergabung dan duduk disamping Nesya.
Nesya mengangguk. dan melirik Rafa yang sedang tersenyum puas akan jawabannya barusan.
" Tuh dia udah punya tunangan. awas lo vin modus modus." ucap Keenan pelan kepada Rafa dan Kevin agar tidak terdengar oleh mahasiswa yang ada di kantin.
" Alah palingan tunangannya juga anak kuliahan. belum mapan kayak gue." ucap kevin penuh percaya diri tetapi masih berbicara pelan.
" Tunangan kamu anak kampus sini? tanya Kevin yang masih kepo tingkat tinggi.
" Kalau Saya bilang Pak Rafa tunangan saya. Bapak percaya ngak? Tanya Nesya kepada Kevin.
..........β£..........
**Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa..
Jangan Lupa Follow Juga**..
Rengat Barat
Sabtu, 29 Oktober 2022
Pukul 22.26 Wib
Salam Kenal Dari Istri Masa Depannya Donghyuk