
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Sang mentari mulai menampakkan sinarnya menyinari bumi, pertanda bahwa pagi telah tiba dan orang - orang memulai aktivitasnya masing - masing.
Cahaya matahari menembus melalui sela sela gorden dikamar hotel.
Nesya yang terganggu akan sinarnya kemudian membuka kelopak matanya perlahan.
Mengerjakan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya.
Lalu ia mendudukkan dirinya dan melihat ke kanan, terdapat Vina dan Zura yang masih tertidur nyenyak sembari memeluk guling masing masing.
Ia mengambil handphone dari atas nanas disamping ranjang, melihat jam, sudah pukul 04.56 wib. Nesya pun beranjak dari kasur dan melangkah memasuki kamar mandi.
Setelah sepuluh menit berlalu Nesya sudah keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk ditubuhnya.
Ia segera membuka koper guna mengambil pakaian yang akan dikenakannya. setelah memilih beberapa helai pakaian, iapun mengenakannya.
Lalu melangkah menuju ranjang berniat membangunkan kedua sahabatnya yang masih tertidur pulas.
" Vin bangun ."
" Raaa bangunnn ." teriak Nesya tepat ditelinga Zura, dan Zura pun langsung membuka matanya dengan kaget.
Definisi sahabat kampret ya gini , senang banget membuat sahabatnya naik darah.
" Lo niat bangunin gue atau niat pindahin gue ke alam lain Sya ? ." ucap Zura kesal.
" Sebenernya sih yang kedua, biar gue bisa makan enak dirumah lo pas acara syukuran nya ." jawab Nesya.
" Lo beneran doain gue meninggal kayaknya, sahabat macam apa ini ." Zura.
" Au ah, kesel gue, padahal tadi lagi mimpi shopping bareng Papi kapas ." gerutu Zura.
" Bangunin Vina gih ." ucap Nesya karena Vina belum juga bangun.
" Oke ."
" Huhhhh ."
" Vinnnnn ."
" Bangun woyy ."
" Bangunnn ada taeyong disini ."
" Cepetan keburu taeyong pergi ."
" Ha, mana taeyong mana ? mana taeyongnya ? ." tanya Vina yang terbangun.
Hahahahahaha
hahahahahaha
" Ngakak gue sumpah ...hahahaha." Nesya tertawa sembari memegangi perutnya yang tiba - tiba sakit karena tertawa.
" Ya Allah sakit banget perut gue, sumpah lawak banget ini. " ucap Zura yang juga memegangi perutnya.
" Ah kalian ngeselin, ketawa aja lagi, lanjut ketawanya biar puas ." ucap Vina kesal karena tidurnya terganggu dan ditertawakan keduanya.
" Bye la, ketawa aja yang puas, gue mau mandi biar otak gue fresh ." ucap Vina yang beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
" Haduh sakit banget ni perut, lawak banget itu Vina ." Nesya.
" Harusnya tadi gue videoin ." Zura.
" Kita ngak ke fikiran mau videoin , besok - besok bisa di realisasikan sepertinya ." Nesya.
" Harus banget itu, kapan - kapan harus dicoba ." Zura bersemangat sekali kalau soal mengerjai sahabatnya tersebut.
" Udah yuk packing barang apa aja yang harus dibawa ." ajak Nesya , ia lalu beranjak dari ranjang.
" Yok, yang paling penting harus bawa sunscreen ." Zura pun beranjak dari ranjang menuju meja rias yang disana terdapat pouch make up miliknya.
Mereka berdua pun packing barang - barang yang akan mereka bawa jalan - jalan hari ini .
" Harus bawa topi juga ." Nesya menambahi.
" Bawa powerbank jangan lupa ." Nesya mengingatkan.
" Oke, udah dibawa ." Zura.
" Yang paling penting adalah bawa diri sih menurut gue ." Nesya.
" Ya iyalah bawa diri, yakali lo jalan - jalan ngak bawa diri ." ucap Zura sembari melemparkan botol handbody kearah Nesya. kan jadi kesal Zura karena ucapan Nesya barusan.
" Topi udah, sunscreen udah, powerbank udah, dompet ngak perlu lah ya, kan kita bawa ATM berjalan. " ucap Nesya sembari mengabsen barang - barang yang dibawanya.
" Iya ngak perlu bawa dompet, kan kita bawa dua ATM berjalan yang isi dompetnya tipis tapi dalem nya ada black card yang siap digesek ." Zura.
" Ha iya, ATM kita limited edition, ah senangnya liburan kali ini. " Nesya berkata dengan riang.
" Kalian udah siap packing ? ." tanya Vina yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah meja rias.
" Udah, lo buruan packing ." ucap Zura sembari berjalan dan kemudian mendudukkan dirinya di sofa.
" Lo juga buruan mandi Ra ." ucap Nesya menginterupsi pembicaraan keduanya.
" Oke, otw ini. " jawab Zura yang kemudian beranjak.
Ting ting ting
" Jam 07.30 kita otw , Mas sama Bang Rui nungguin kalian sambil ngopi di cafe bawah ." ucap Rafa dari ujung telephone sana.
" Iya Mas, kami bentar lagi siap ."
" Yaudah itu aja, assalamualaikum ."
" Waalaikumsalam ."
Ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.40 , ketiga gadis itu sudah selesai bersiap.
Mereka pun berjalan keluar kamar hotel dan memasuki lift guna menuju cafe dimana Rafa dan Rui sudah menunggu mereka.
Ting
Mereka langsung berjalan menuju cafe yang tadi sudah diberitahu oleh Rafa.
Terlihat disana Rafa dan Rui sedang duduk menikmati kopinya dan didepan mereka ada laptop yang menyala. bisa dipastikan jika kedua lelaki itu sedang sibuk bekerja.
" Mereka berdua kayaknya sibuk banget ya. " Ucap Vina disela langkahnya.
" Ya maklum la, mereka berdua CEO, pastinya sibuk. " jawab Zura.
Ketiganya pun sampai dimeja yang terdapat dua lelaki yang sedang sibuk itu.
Ketiganya langsung duduk.
Nesya duduk di samping Rafa, matanya melirik ke samping melihat ke layar laptop yang ada di hadapan Rafa.
" Oh lagi rapat. " gumam Nesya pelan.
" Kita akhiri rapat hari ini ."
" Terima kasih ." ucap Rafa.
Ia kemudian mematikan laptopnya dan memasukkannya kedalam tas.
" Kamu sarapan dulu sayang, mau pesan apa? biar aku pesankan ." Rafa menawarkan.
" Nasi goreng mau ? ." tanyanya.
" Boleh, yang pedes."
" Nasi goreng iya, tapi ngak pedas kali, nanti perut kamu sakit, kamu kan punya maag ." Ucap Rui. Pak dosen perhatian banget sama gadisnya itu.
" Kalian juga pesan sarapan, kita sarapan dulu baru otw ." ucap Rafa kepada Vina dan Zura.
Ia tidak menawarkan kepada Rui, karena Rui sudah pesan terlebih dahulu.
Setelah memesan dan menunggu beberapa saat, pesanan mereka pun datang.
Mereka berempat makan dengan damai, ya berempat, karena Rui sudah selesai makan, pesanannya datang terlebih dahulu karena ia juga memesan duluan.
Setelah selesai sarapan, Rafa beranjak menuju kasir guna membayar, tadi Rui ingin membayar, namun dicegah oleh Rafa, katanya biar ia saja yang membayar. Rui hanya mengangguk saja.
Mereka berlima pun beranjak dari cafe tersebut dan berjalan menuju parkir.
Langsung masuk ke mobil, kali ini Rafa yang menyetir dan Rui duduk di kursi samping kemudi, sedangkan Nesya, Vina, dan Zura duduk bertiga di kursi belakang.
Rafa pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Ketika perjalanan kurang lebih sepuluh menit, Rafa memberhentikan mobilnya di depan mini market.
" Beli camilan dulu buat di jalan. " Rafa
" Ayo Sya ." ajak Rafa.
Rafa pun turun bersama dengan Nesya dan memasuki mini market tersebut.
Rafa mengambil keranjang, kemudian mengikuti langkah Nesya yang sedang memilih beberapa snack.
Satu persatu snack mulai memenuhi keranjang tersebut, Rafa hanya diam saja sembari melangkah mengikuti Nesya dan membantu membawakan keranjang yang sudah lumayan penuh tersebut.
" Mau coklat boleh ? ." tanya Nesya ketika ia berada di depan rak coklat.
" Boleh, tapi jangan banyak - banyak ." jawab Rafa.
" Oke ."
Nesya pun memasukkan beberapa batang coklat kedalam keranjang.
" Udah segini aja camilannya, yuk ke kasir ." ucap Nesya.
" Yaudah ayo ."
Mereka berdua berjalan ke kasir.
Rafa kemudian membayar belanjaan tersebut.
Setelah membayar, Rafa membawa dua kantong belanjaan di kedua tangannya. sedangkan Nesya hanya berjalan di sampingnya tanpa membawa apa - apa.
Tadi Nesya berniat membantu membawa belanjaan tersebut, tapi ditolak oleh Rafa, katanya biar dia saja yang membawanya.
Mereka masuk ke mobil.
Rafa pun memberikan belanjaan tersebut kepada Nesya yang sudah duduk di kursi belakang.
" Banyak banget camilannya Raf ? " ucap Rui ketika melihat dua plastik besar berisi camilan yang baru saja Rafa berikan kepada Nesya.
" Adek lo yang pilih Bang, gue tinggal bayar ." jawab Rafa sembari memasang seatbeal nya.
" Tambah makmur bener kayaknya hidup lo dek ."
" Iya dong, abang jangan iri ya " jawab Nesya dari kursi belakang.
" Pasang seatbeal nya Sya ." ucap Rafa, karena ia melihat Nesya yang belum memasang seatbealnya, ia tengah asik membuka bungkus camilan.
Rafa pun kembali melakukan mobilnya menyusuri jalanan pagi ini untuk menuju destinasi tujuan mereka.
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Selasa, 13 Desember 2022
Pukul 22.03 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...