My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 55. Kesal



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Ibu Miranda sedang ada keperluan, silakan mencoba gaun beserta jasnya. "


" Beliau berpesan, jika ada yang ingin diubah model atau yang lainnya, sampaikan kepada saya saja ."


" Ayo saya bantu mencoba gaunnya ." ucap pegawai tersebut.


" Iya mbak ."


Nesya pun mengikuti pegawai tersebut untuk mencoba gaun.


Sedangkan Rafa berjalan menuju sofa, mendudukkan diri disana sembari membaca majalah yang tersedia di atas meja.


" Ingin mencoba yang mana dulu kak ? ."


" Yang ini aja dulu ya mbak ." jawab Nesya sembari menunjuk gaun tersebut.


Pelayan tersebut kemudian membantu Nesya memakai gaun yang dipilihnya.


Setelah beberapa saat , Nesya pun sudah memakai gaun putih dengan cutting an dada yang sedikit terbuka. ingat ya sedikit ngak banyak kok, jadi tenang aja.


Lalu ia pun keluar dari tempat ganti di bantu pegawai yang membantunya memegangi ekor gaun yang lumayan panjang, tapi tidak sepanjang gaun pernikahan putri diana.


Nesya sudah berada di depan Rafa. berjarak sekitar dua meter dari keberadaan Rafa yang sedang membaca majalah sampai - sampai tidak menyadari keberadaan Nesya.


" Mas ." panggil Nesya.


" Iya sayang ." Rafa menjawab panggilan tersebut. ia pun menegakkan wajahnya dan melihat keraah depan.


Terlihat Nesya sudah mengenakan gaun pernikahan. terlihat sangat cantik dimatanya.


Rafa terpaku menatap Nesya yang mengenakan gaun di hadapannya.


" Mas ." panggilan Nesya seketika membuat Rafa kembali sadar dari keterdiamannya melihat gadisnya itu.


" Ternyata bidadari itu nyata. " ucap Rafa dalam hati. Pak dosen mode bucin.


" Iya yang ."


" Gimana gaunnya? cocok ngak sama aku ? ."


" Emm..." Rafa melihat dan memperhatikan gaun itu sejenak.


" Belahan dadanya terlalu terbuka ." Komentar Rafa .


" Ngak kebuka banget ini Mas, masih aman ."


Rafa lalu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Nesya.


" Kalau mau yang terbuka, pakainya di depan Mas aja ya sayang ." bisir Rafa tepat ditelinga Nesya.


Dugun dugun hati Nesya kalau gini terus.


" Pipinya kok merah sayang, kamu pakai blush on ." tanya Rafa dengan pertanyaan sok polos, padahal ia tahu bahwa gadisnya sedang salah tingkah.


" Ish, yaudah ganti yang lain ."


Nesya pun berlalu meninggalkan Rafa menuju ruang ganti.


Senyum merekah langsung terbit di wajah Rafa karena dirinya berhasil membuat gadisnya itu salah tingkah karena malu.


Ia kembali duduk di sofa yang tadi sembari menunggu Nesya berganti gaun.


Tak berapa lama Nesya pun sudah kembali berdiri di hadapan Rafa mengenakan gaun yang berbeda.


" Yang ini ya Mas, aku suka banget sama modelnya, cantik, buat aku kelihatan langsing banget ." ucap Nesya sembari mengibas ngibaskan gaunnya.


" Oke ." ucap Rafa setelah melihat dan meneliti gaun yang dikenakan Nesya tersebut.


Satu gaun sudah acc, tinggal dua gaun lagi yang perlu mereka pilih. karena acara resepsi membutuhkan minimal tiga gaun dan satu kebaya untuk akad. itu atas saran Mami dan Mama, katanya agar bisa foto dengan gaun yang berbeda beda.


Dan kedua calon pengantin itu hanya menuruti ucapan kedua nyonya besar.


Setelah satu jam lamanya mereka pun selesai memilih gaun beserta jas yang akan mereka kenakan di acara pernikahan.


Dan dengan Rafa yang lumayan banyak berkomentar mengenai model gaun yang menurutnya terlalu terbuka, terlalu ketat, belahan nya terlalu tinggi dan yang lainnya.


Memilih gaun sudah seperti rapat dadakan karena Rafa yang terus berkomentar.


Ingin rasanya Nesya me lakban bibir Bapak dosen satu ini.


Pasangan calon pengantin itupun keluar dari butik setelah urusan mereka selesai.


Keduanya masuk ke dalam mobil.


Nesya duduk dan menampilkan wajah kesalnya. ya gimana ngak kesal, ia harus mencoba lebih dari tujuh gaun karena orang yang duduk di dalam mobil bersamanya saat ini.


" Mau beli sesuatu dulu sebelum pulang ? ." tawar Rafa.


Nesya hanya menjawab dengan celengan kepala tanpa berniat untuk mengeluarkan suaranya. irit suara itu lebih baik, kan sayang kalau boros, nanti habis.


" Yaudah kalau gitu, kita langsung pulang, soalnya harus cepat ke kantor ."


" Ya kalau harus cepat ke kantor kenapa daritadi banyak komentar, kan jadi lama ." ucap Nesya di dalam hati, di dalam hati loh ya.


Rafa kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Nesya.


Sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah Nesya.


Nesya segera turun dari mobil dan meninggalkan Rafa yang masih duduk di kursi kemudi.


Rafa menghela nafasnya melihat kelakuan gadisnya itu, bisa dipastikan gadisnya sedang dalam mode kesal.


Kemudian ia kembali melajukan mobilnya menuju kantor.


Rafa memarkirkan mobilnya di depan kantor, lalu keluar dan melangkah masuk ke kantor.


Berjalan bak pangeran dengan aura tampan rupawan memikat hati.


Ia langsung memasuki lift untuk sampai di ruangannya.


Sesampainya di ruangan, ia segera duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang sudah lumayan menumpuk di mejanya, ntah kapan pekerjaan Rafa tidak menumpuk, ditambah lagi ia harus mengerjakan semuanya sebelum hari pernikahannya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya berjalan memasuki rumah dan meninggalkan Rafa tanpa sepatah katapun.


Ia kesal pada Rafa.


" Loh dek, udah pulang ."


" Iya Mi ."


" Kok cepat banget ? ngak jalan dulu sama Rafa ? ." Mami bertanya lagi.


" Enggak, Rafa sibuk ."


" Ooh ."


" Mami keluar arisan dulu ya, kamu baik - baik dirumah sama bibi ."


" Iya Mi , hati - hati ."


Mami pun pergi arisan meninggalkan Nesya dirumah bersama bibi.


Nesya yang merasa sedikit lelah pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Ia merasa sedikit lelah menghadapi Rafa.


Cklek


Pintu kamar pun terbuka.


Nesya memasuki kamar , meletakkan handphone di nanas samping ranjang dan melemparkan tasnya ke atas ranjang, lalu ia merebahkan diri di atas ranjang.


Memeluk boneka panda kesayangannya.


Dan mulai memejamkan mata guna mengistirahatkan badan dan fikiran.


Dan mulai memasuki alam mimpi. semoga bukan mimpi buruk.


Eughh


Nesya menggeliatkan tubuhnya dan mulai membuka matanya perlahan guna menyesuaikan cahaya.


Tangannya meraba nakas disamping tempat tidur, mengambil handphone nya.


Lalu menghidupkan handphonenya guna melihat jam .


Ternyata sudah jam 13 .30 siang. pantas saja perutnya sudah terasa lapar, ternyata sudah melebihi waktu makan siang.


Ia segera beranjak dari ranjang dan berjalan keluar kamar sembari membawa hanphonenya.


Menuruni tangga dan memasuki dapur.


Karena ia sedang ingin makan ramen, ia membuka laci dan mengambil satu bungkus ramen.


Lalu membuka kulkas untuk mengambil telur.


Nesya pun langsung memasak ramen favorit nya itu.


Tak lama semangkuk ramen sudah siap untuk dinikmati dengan toping telur setengah matang di atas nya.


Ia lalu membawa semangkuk mie menuju meja makan.


Meletakkan mangkuk di atas meja dan segera duduk di kursi.


Lalu membuka handphonenya guna melanjutkan drama yang belum selesai di tonton nya.


Memutar drama tersebut, dan meletakkan handphone di atas meja bersandar di toples yang berisi cookies.


Kemudian ia menonton drama tersebut sambil memakan ramen. nikmat mana lagi yang kau dustakan.


..........❣..........


.......


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...Double Up Buat Readers...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Jumat , 23 Desember 2022


Pukul 21. 42 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Zhong Chenle ❀...