My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 113 . Shopping With Bestie



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Sebulan berlalu, saat ini Nesya bersama kedua sahabat tercinta, yaitu Vina dan Zura baru saja mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta wisuda di tahun 2023


Ketiganya mendaftar sembari berkumpul bersama di cafe Sunflower yang menyediakan aneka makanan dari negeri ginseng .


" Lo udah nonton dramanya Yoona sama Junho belum ? ." tanya Vina pada keduanya .


" Udah ." jawab keduanya bersamaan .


" Tapi baru sampai episode 2 gue ."


" Dari awal udah sebagus itu ."


" Pasti kelanjutannya lebih bagus ." ucap Nesya mengeluarkan pendapatnya .


" Iyakan bagus ."


" Mana dua orang itu cocok banget ."


" Gue aja yang nonton baper ." Zura menambahi .


Nananana...nananana


Dering handphone Nesya .


" Assalamualaikum Mas ."


" Kenapa ? ."


" Iya, nanti aku ajak Vina sama Zura ngemall kalau gitu ."


" Sekalian nonton ."


" Iya ."


" Waalaikumsalam ."


" Kenapa Sya ? ." tanya Vina .


" Dosen terhormat kita katanya pulang kantor agak malem ."


" Jadi daripada guw di apart sendirian ."


" Mendingan gue ajak kalian berdua ke mall ."


" Untuk hari ini bill di gue semua deh ."


" Kata suami bebas traktir kalian berdua hari ini ." beritahu Nesya yang kemudian melanjutkan meminum smooties strawberry nya .


" Yul gas yuk nge mall ."


" Mumpung di traktir nih ." ajak Vina dengan semangat yang berkobar, mumpung di traktir yakan .


Ya walaupun tanpa traktiran, Vina juga mampu membeli barang - barang yang ia mau .


Tapi kalau di traktir, rasanya beda aja gitu, yakan .


Siapa sih yang ngak suka di traktir.


" Yuk otw mall gaes ."


" Tapi bentar ."


" Gue bayar bill dulu ."


Nesya memanggil pelayan dan memberikan kartunya untuk membayar .


" Yuk otw shopping ." Nesya beranjak dari duduknya dengan tas selempang kecil di bahu dan laptop yang ia pegang .


Ketiganya keluar dari cafe menuju dimana mobil Vina terparkir, karena hari ini Vina beralih profesi sebagai driver khusus kedua bestie nya ini .


" Gue dibelakang ."


" Pengen tiduran ." ucap Nesya ketika mereka sudah sampai di dekat mobil .


Bumil memang gini, gampang lelah, mohon dimaklumi ya .


Nesya masuk ke mobil, menjadikan boneka moomin milik Vina untuk bantal .


Setelah perjalanan sekitar sepuluh menit, mobil yang dikendarai Vina sudah terparkir rapi.


" Si bumil nempel bantal langsung berkelana ke alam mimpi ." ucap Vina sembari melihat ke arah kursi belakang .


" Apa emang kalau lagi hamil tu gitu ya ? ." tanya Zura, karena ia tidak terlalu paham tentang dunia perbumil bumilan .


" Tergantung orangnya kalau setahu gue ."


" Ada yang tidur mulu ."


" Ada yang ngak bisa diem orangnya ."


" Itu kalau dari pengamatan gue tentang para tante - tante di keluarga ." jawab Vina sesuai yang ia ketahui .


" Ooo...gitu ."


" Baru tahu gue ."


" Maklum la ya ."


" Papi Mami gue anak tunggal ." nah, memang harus di maklumi kalau begini .


" Syaa..."


" Ooo sya ." panggil Zura yang berusaha membangunkan sosok manusia yang sedang tertidur di kursi belakang .


" Eughh..." gumam Nesya sembari berusaha membuka kelopak matanya .


" Yuk turun ." ajak Vina yang sedang memasukkan handphone kedalam tas kecilnya .


Ketiganya turun dan berjalan beriringan memasuki mall .


" Mau kemana dulu kita ? ." tanya Zura disela langkah ketiganya .


" Pengen ice cream ." pinta Nesya, siang - siang gini ice cream memang paling cocok, apalagi cuaca sedang panas - panasnya, berasa lagi di sauna .


" Lets go ."


Berjalan menuju tempat dimana tersedia berbagai macam rasa ice cream .


" Lo mau pesan rasa apa ? ." Vina menawarkan diri untuk memesan .


" Vanilla sama coklat ." jawab Zura dengan cepat, ini yang lagi pengen ice cream si bumil, kenapa yang excited jadi Zura .


" Vanila, melon sama strawberry ."


" Kombinasi tiga yang pakai cone ." Nesya memberitahukan ice cream yang ia inginkan sembari menyerahkan kartu yang tentunya milik Rafa .


Kan prinsipnya gini " uang suami adalah uang istri, uang istri ya uang istri. "


Apalagi suaminya modelan Rafa gini, Nesya dibebaskan memakai uangnya sesuka hati, namun Nesya menggunakannya sebaik mungkin .


Seperti untuk membeli album atau photocard misalnya .


Nesya dan Zura duduk di kursi yang disediakan sembari menunggu Vina .


Tak lama, Vina sudah berjalan ke arah keduanya sembari membawa tiga cone ice cream yang memenuhi kedua tangannya .


" Mau makan disini atau sambil keliling ? ." tanya Vina sembari memberikan cone ice cream kepada keduanya .


" Keliling aja yuk ."


" Gue pengen beli baju modelan daster gitu buat dirumah ."


" Suka ngak nyaman kalau pakai celana ." Nesya kemudian beranjak dari kursinya .


" Yuk la keliling ." Zura pun ikut berdiri .


Ketiga manusia yang sudah dewasa berjalan beriringan sembari memegang cobe ice cream di tangan .


Bagi orang yang tidak kenal gadis dan satu istri orang ini, mungkin mereka mengira ketiganya adalah anak SMA yang sedang bolos, soalnya wajah ketiganya baby face .


Mana perut Nesya tidak terlihat membuncit karena ia memakai baju yang over size .


Memasuki toko pertama yang khusus wanita .


" Mau beli ini ngak Sya ? ."


" Biar Pak Rafa makin cinta sama lo ." tawar Vina sembari menunjukkan lingerie berwarna merah menyala yang terkesan hot .


" Ini aja Sya ." Zura menunjukkan lingerie yang berbeda model .


" Kalau talinya ditarik langsung buat suami lemah iman ." Zura mempraktekkan menarik tali lingerie tersebut, sudah seperti mbak - mbak penjual yang sedang mempromosikan produknya .


" Ngak minat ."


" Gue pengennya daster ." Nesya berjalan menuju tempat dimana daster - daster dengan berbagai model tergantung rapi .


" Ah ngak seru ."


" Padahal bagus lo lingerie nya ." geruru Vina sembari melihat kembali lingerie yang ia pegang dan menaruhnya kembali ke tempatnya .


" Besok kalo lo nikah ."


" Gue kado lingerie sekoper Vin ." Ucap Zura, mana tau bisa membantu dalam menjalani malam - malam setelah pernikahan kan ya .


" Okey deh ."


" Ditunggu lingerie nya ."


" Tapi tunggu calon imam gue menampakkan hilalnya ." Vina pun berlalu menyusul Nesya yang sedang memilih milih daster .


" Dikira idul fitri aja nunggu hilal ." gumam Zura yang kemudian meletakkan kembali lingerie yang ia pegang .


Satu jam mereka habiskan hanya mengelilingi dua toko, yaitu toko baju dan sepatu .


Dan Nesya mendapatkan sepuluh stel daster yang menurutnya bagus, tidak terkesan seperti emak - emak banget, dengan model kekinian.


Ditambah satu sepatu berwarna pink .


Ketiganya keluar dari toko sembari membawa paper bag di tangan, Vina dan Zura yang membantu membawa belanjaan Nesya .


Namun jangan salah sangka, keduanya juga mendapatkan satu buah sepatu yang mereka suka, dengan diskon 100% yang ia dapat dari atm dosennya, atm dosennya sendiri loh ini, bukan atm pacar, suami atau Papi .


" Iii...itu tasnya lucu ." tunjuk Nesya pada tas mungil yang menarik perhatiannya.


Ia langsung memasuki toko dengan semangat, membuat Zura dan Vina menggeleng sembari mengikuti langkah Nesya .


" Udah la udah ."


" Gue turut prihatin sama atm nya Pak Rafa ." ucap Zura sembari memasuki toko tas yang terkenal menjadi langganan para sosialita, padahal Vina dan Zura juga lumayan sering membeli tas disini.


Tapi biasanya, kalau Nesya lagi kalap belanja, ia akan membeli beberapa, tak hanya satu .


Seperti halnya daster yang tadi ia beli, belinya sepuluh pieces .


..........❣..........


^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Senin, 04 Juli 2023


Pukul 21.15 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...